DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 78: Kekuatan Dahsyat Neo Dan Kehilangan


__ADS_3

"Darimana suara itu berasal?" gumam Neo yang kebingungan dengan suara yang menyambutnya itu.


Suara itu mengatakan sesuatu semacam dunia cermin, Neo bertanya-tanya apakah tempat ini bukanlah di dunianya yang sebelumnya.


Jika dilihat-lihat lebih baik maka Neo sudah tidak berada di bulan lagi, bahkan ia ragu ini dirinya masih berada di dunianya.


Neo berdiri tegap di sebuah tempat yang menampilkan ruangan bernuansa kayu abstrak, terdapat sebuah pintu besar di depannya begitupun dengan di samping kiri, kanan, belakang, bahkan di atas langit-langit.


Bukan hanya pintu, tapi jendela juga terlihat begitu aneh.


Pintu mana yang harus aku masuki? - pikir Neo.


Semua pintu itu terlihat sama persis, membuat Neo menjadi kebingungan untuk memasukinya.


Tidak mungkin dia hanya berdiam diri begitu saja di tempat itu, jadi ia memilih untuk memasuki pintu yang ada di hadapannya itu.


Pintu dibuka, menampilkan sebuah ruangan abstrak lainnya yang kali ini lebih membingungkan daripada sebelumnya.


Sekarang ia sudah tidak berada di sebuah ruangan lagi, melainkan sebuah tempat yang menampilkan banyak pemandangan pintu berwarna-warni yang melayang-layang di udara.


Sepertinya aku salah memilih pintu... - pikir Neo sambil tersenyum pahit.


Neo ingin berbalik ke ruangan sebelumnya, tapi anehnya pintu yang ada di belakangnya tiba-tiba menghilang tanpa ia sadari.


Saat ini dia tengah berada di semacam bongkahan lantai yang melayang tanpa arah, jadi mau tidak mau Neo harus memilih pintu yang akan ia masuki selanjutnya.


Namun kali ini Neo tidak ingin salah memilih pintu seperti sebelumnya, jadi ia menutup mata dan menajamkan indranya terlebih dahulu untuk mengetahui keberadaan musuhnya.


"Disana!" gumam Neo sambil menatap salah satu pintu berwarna hijau.


Neo kemudian melesat cepat untuk mendobrak pintu itu hingga hancur. Dan saat dirinya sadar ia sudah berada di dataran beku yang tengah diguyur oleh terpaan badai salju, membuat jarak pandang Neo berkurang drastis.


Seperti sebelumnya, pintu di belakang Neo tiba-tiba menghilang.


"Cepat juga kau sampai di tempat ini..."


Sebuah suara orang yang sama kembali terdengar, Neo melihat ke sekeliling dan mendapati sebuah siluet manusia sedang berdiri di tengah guyuran badai salju.


Tanpa berpikir panjang Neo langsung memperlihatkan kecepatannya dan menendang siluet manusia itu hingga hancur.


Namun senyuman pahit terlukis di wajah manis Neo saat mengetahui jika siluet manusia itu hanyalah tumpukan salju...


"Kekekeke! Kau tidak akan bisa menemukanku semudah itu..." suara itu yang menggema dari berbagai arah, membuat Neo kesulitan mengenali asal suara itu.


"Hanya bisa diam bersembunyi ketika aku sudah memasuki tempat kekuasaanmu, apakah kau itu seorang pengecut?" kata Neo sambil tersenyum licik.


Jika Neo tidak bisa menemukan keberadaan musuhnya, maka dia akan membuat musuhnya muncul dengan sendirinya melalui beberapa ejekan.


"Kau menyebutku pengecut?!" geram suara itu, bersamaan dengan kemarahannya itu, guyuran badai salju semakin mengganas.


"Kalau begitu akan aku perlihatkan konsekuensi karena telah menghina diriku yang agung ini!" lanjut suara itu.


Perlahan-lahan tubuh Neo mulai kaku karena membeku, hawa dingin yang sangat menyengat itu sampai menembus bagian dalam tubuhnya.


Jika terus begini maka tubuhku akan beku - pikir Neo.


Neo sedikit menundukkan badannya, membuat ancang-ancang untuk berlari. Lalu dengan satu hentakan keras Neo langsung melesat ke sembarang arah untuk keluar dari badai salju itu.


Kecepatan Neo benar-benar melampaui kecepatan mata makhluk hidup manapun, dia bisa keluar dari badai salju itu hanya dalam beberapa detik. Dan detik selanjutnya dia sudah menginjak tanah dan memasuki hutan lebat.


"Kau pikir kau bisa lari dariku semudah itu?" suara itu kembali terdengar.


Pepohonan lebat itu mulai roboh satu persatu dan hampir menimpa tubuh Neo, beberapa retakan juga terbentuk di tanah yang hampir membuat Neo terjatuh di dalamnya.


"Tch!" decak Neo kesal lalu melesat untuk terbang di langit.


Namun sama halnya dengan gangguan di bawah tadi, beberapa ekor monster terbang seperti Wvren tiba-tiba menyerang Neo.


Tapi dengan gerakan cepat miliknya, para Wvren itu bisa dihabisi dengan mudah oleh Neo.


Gangguan belum berhenti sampai disana, pegunungan yang tercetak di dataran hijau itu tiba-tiba bergejolak dan meninggi seolah-olah ingin menyerang Neo.


Ini mulai tidak masuk akal, satu dunia ini sepertinya bisa dikendalikan oleh suara itu.

__ADS_1


"Kekekeke! Kau tidak akan bisa melawan di dunia ini karena ini adalah dunia cermin milikku, semua yang ada di dunia ini sepenuhnya dalam kendaliku!" suara itu kembali terdengar, memberitahu Neo sebuah petunjuk untuk melawan.


Ini adalah dunia cermin, semua hukum dunia bisa dibalikkan di tempat ini ... tapi sehebat-hebatnya sebuah cermin pasti bisa pecah apapun yang terjadi - pikir Neo sambil menyeringai.


Neo berputar di udara lalu berbalik melesat jauh lebih tinggi ke angkasa, membuat musuhnya kebingungan dengan apa yang ia lakukan.


Jauh di angkasa lepas, Neo memandangi sebuah planet besar bernuansa hijau dan biru yang bentuknya sangat mirip dengan dunia atau planet Aquila Phoroneuse17, namun semua benuanya terletak terbalik dari posisi yang Neo ketahui.


Jelas ini adalah dunia cermin, jadi jika aku menghancurkan dunia ini maka dunia yang asli tidak akan terpengaruh - pikir Neo.


Keputusan anak kecil yang sebelumnya adalah seekor Naga itu sudah bulat, ia memantapkan tekadnya untuk menghancurkan satu dunia yang bahkan belum pernah terlintas di pikirannya.


「Heavenly Dragon Ability : Stardust Fury!!」


Tubuh Neo bersinar terang di angkasa yang sangat gelap itu bagaikan sebuah bintang besar yang melampaui kebesaran matahari, simbol bintang di dahi Neo bersinar terang sementara matanya bersinar biru.


Tapi seolah belum puas dengan peningkatan kekuatannya itu, Neo kembali meminta bantuan dari kekuatan bintang yang ada di seluruh angkasa lepas.


200 seksatriliun cahaya bintang di angkasa terpancar merasuki tubuh kecil Neo hingga membuat kekuatannya jauh meningkat lebih drastis.


Itu adalah kekuatan yang bisa menghancurkan alam semesta sekaligus hanya dengan sekali serangan, kekuatan yang setara dengan para Dewa.


Tapi menggunakan kekuatan sebesar itu tentunya sangat membebani tubuh kecil Neo yang baru saja berevolusi.


Sementara itu disisi lain terlihat Demon Ancestor Simon yang berada di inti dunia cermin buatannya, keringat dingin mengalir di seluruh tubuhnya ketika melihat kekuatan maha kuasa yang siap menghancurkan dunia buatannya.


Apa apaan dengan bocah itu, seharusnya dia tidak bisa menggunakan kekuatan sebesar itu karena baru berevolusi! - pikir Simon gemetaran.


Ketika Neo berevolusi menjadi True Heavenly Dragon, Simon beserta Xander menganggap jika ia akan menjadi lawan yang merepotkan sama halnya dengan River.


Oleh karena itu Simon mengurungnya di dalam dunia cermin miliknya agar tidak menggangu evolusi Xander.


Tapi sekarang justru sebaliknya Neo akan menghancurkan dunia cermin miliknya.


Tidak ... tidak akan kubiarkan dia menghancurkan dunia yang sudah susah payah aku ciptakan ini! - batin Simon penuh tekad.


Simon kemudian menciptakan sebuah barrier yang menyelimuti seluruh bagian dunia buatannya itu.


Neo yang ada di luar angkasa tentu saja melihat barrier yang tercipta itu, itu adalah barrier terkuat yang pernah ia lihat tapi tekadnya untuk menghancurkan dunia itu sudah bulat.


Neo menggerakkan kedua tangannya yang gemetaran itu ke arah dunia di depannya itu, membentuk segitiga menggunakan jarinya lalu menembakkan sejumlah besar energi bintang dari jarinya.


Tembakan besar itu menghempaskan seluruh batu asteroid dan bahkan menghancurkan beberapa planet tak berpenghuni yang ada di angkasa.


Namun barrier yang melindungi dunia palsu itu masih berdiri dengan kokoh walaupun terkena serangan maha dahsyat itu secara langsung.


Aku harus lebih memperkuat seranganku! pikir Neo


Satu satu teriakan kencang, Neo menambah kapasitas energi bintang yang ia lancarkan hingga sukses membuat barrier itu langsung retak sedikit demi sedikit.


M- mustahil! - batin Simon yang benar-benar tidak percaya jika pertahanan terkuatnya bisa ditembus oleh bocah seperti Neo.


Barrier yang melindungi dunia cermin hancur seketika, membuat energi bintang yang dilancarkan oleh Neo melesat langsung ke arah dunia palsu itu dan menghantam permukaannya.


Bagaikan telur tanpa cangkang, itulah yang bisa digambarkan dari dunia cermin yang sangat rapuh tanpa barrier yang melindunginya.


Energi mengerikan yang berasal dari sosok Naga berwujud anak kecil itu menghanguskan seluruh permukaan dunia cermin dan memusnahkan seluruh makhluk hidup tiruan yang ada di dalamnya.


Tidak berhenti sampai disana energi itu juga melubangi dunia itu hingga ke intinya, tempat dimana sang pencipta dunia palsu itu berada dan membuat ledakan cosmik yang sangat dahsyat.


* BOOOMMM!! *


* PYAARR!! *


Dunia cermin yang meniru dunia Aquila Phoroneuse17 telah hancur bersamaan dengan alam semestanya, membuat Neo kembali terlempar ke dunia aslinya tepatnya ke bulan tempat ia menghilang sebelumnya.


Disana Neo hanya bisa menjatuhkan tubuhnya karena tidak bisa bergerak pasca menggunakan kekuatan sebesar itu.


Dia bahkan tidak ingin memikirkan tentang perubahan besar di permukaan bulan yang telah retak itu karena saking lelahnya dirinya.


"Setidaknya biarkan aku memejamkan mataku sejenak..." ujar Neo lirih.


Ini adalah hari terberat dalam hidupnya....

__ADS_1


...


...


...


Sementara itu disisi lain terlihat River dan Riona yang sedang berlari kencang sambil melompati retakan-retakan yang sangat dalam di dataran bulan itu dengan perasaan gelisah.


Beberapa saat sebelumnya mereka merasakan keberadaan Xander yang keluar dari tempat persembunyiannya, tapi langsung menghilang begitu saja beberapa saat kemudian.


Terlebih lagi mereka sedang berpisah dengan Finley, Raymond, dan Neo yang membuat mereka semakin khawatir.


Semoga mereka baik-baik saja - batin River penuh harapan.


"Ada seseorang disana!" suara itu berasal dari Yui yang terbang di langit menaiki manusia berkepala burung miliknya.


Itu dilakukan demi memperluas jarak pencarian mereka pasalnya River dan Riona sudah tidak bisa merasakan keberadaan teman-temannya.


"Tuntun kami Yui." pinta River dibalas anggukan Yui.


Yui terbang menuju arah yang ia bilang disusul oleh River dan Riona di bawah sana, hingga tak berselang lama kemudian mereka sampai ke tempat dimana Raymond berada.


"Raymond!" teriak River melihat keadaan mengenaskan yang temannya derita.


Beberapa bagian dari tubuhnya telah menghilang serta banyaknya lubang bekas tusukan di badan Raymond.


"Apa yang terjadi padamu, Raymond!" suara River tampak bergetar saat kedua tangannya menyangga tubuh Raymond yang sedingin es itu, wajahnya juga tampak sangat pucat.


"Aku baik-baik saja ... kau tahu sendiri jika aku seorang Undead, jadi luka seperti ini tidak akan mempengaruhiku..." ujar Raymond lirih namun berusaha keras untuk menampilkan senyuman baik-baik saja.


Tentu River dan Riona tidak percaya perkataan Raymond dam malah mengeluarkan ekspresi sedih di wajahnya.


Bahkan Yui yang masih berada di atas langit langsung turun untuk dan menghampiri Raymond.


"Ray, kau tidak baik-baik saja, tubuhmu mulai menjadi abu!" kata Yui khawatir.


Raymond adalah seorang Undead, dia memiliki resistensi terhadap rasa sakit dan tidak bisa mengeluarkan darah.


Tapi kali ini berbeda karena tubuhnya mulai terurai menjadi abu sedikit demi sedikit, bahkan tangan dan kakinya sudah menjadi abu sepenuhnya.


"Apa yang terjadi dengan tubuhmu? Tidak bisakah kau meregenerasi lukamu seperti biasanya?" tanya River.


Semenjak berevolusi Raymond memiliki banyak kemampuan spesial, salah satunya adalah regenerasi dan kebal terhadap kematian.


"Entahlah ... seluruh kemampuanku tidak berguna sama sekali saat terkena serangan itu..." jawab Raymond tersenyum pahit.


Riona mengernyitkan dahinya, "Serangan apa yang kau maksud?" tanyanya.


"Serangan dari orang yang bernama Xander itu, berhati-hatilah dengan serangannya ... Finley dibawa olehnya masuk ke retakan itu sambil mengatakan sesuatu tentang evolusi ... cari dan selamatkanlah diam..."


Raymond mulai memejamkan matanya perlahan seiring dirinya berbicara, bersamaan dengan itu tubuhnya semakin cepat berubah menjadi abu yang membuat River, Riona, dan Yui menjadi sangat panik.


"Hei, Raymond, bukalah matamu! Finley pasti punya cara untuk menyembuhkanmu!" kata River sambil menggoyangkan tubuhnya, tapi itu tidak membuat Raymond kembali bangkit.


"Ray...." gumam Yui sambil meringihkan air mata, gadis itu baru saja kehilangan teman-temannya dan sekarang ia harus kehilangan sosok yang selalu menggendong dirinya dikala kelelahan.


Segala cara mereka lakukan untuk menyadarkan Raymond, bahkan mereka sudah menggunakan banyak sihir penyembuhan untuk menyembuhkan lukanya tapi semuanya tidak bekerja.


Alhasil mereka hanya bisa merelakan kepergian sosok teman yang sudah menemani perjalanan mereka dari lama, dan yang paling terpukul karena kepergian Raymond adalah River.


River masih ingat pertemuan pertama mereka di reruntuhan kuno beberapa tahun lalu, dimana mereka saling bertarung dengan niat membunuh dan malah berakhir menjadi sepasang sahabat.


Bahkan saat Raymond kehilangan wujudnya, dia masih selalu berada disisi River sebagai sebuah cincin. Dan sekarang pria pemberani itu telah tiada...


River meremas abu bekas Raymond di tangannya dengan erat-erat lalu mendekapnya di dadanya tanpa kasih sayang River kepada sosok sahabatnya.


Semoga kau tenang di alam sana... - batin River tulus.


River bangkit, menggosok wajahnya beberapa kali lalu kembali pada pandangan seriusnya sambil menatap retakan yang tidak jauh dari tempat kematian Raymond.


Jadi orang itu ada disana ... dia telah membunuh sahabatku dan menculik orang yang aku cintai ... aku pasti menghabisinya! - pikir River dengan tekad kuat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 78 : 2000 kata~...


__ADS_2