
'Zetton! Kau tahu sesuatu?' tanyaku dalam benakku.
{Satu satunya yang bisa aku simpulkan dari asal usul gadis itu adalah dari dunia lain, itu karena benda aneh yang dia sebutkan sebelumnya dan aura miliknya yang sangat berbeda dengan manusia di dunia ini.}
Setelah kupikir-pikir apa yang dikatakan Zetton memang benar adanya.
Gadis itu memiliki aura yang sangat berbeda dengan manusia di dunia ini, bahkan sejak pertama kalinya aku melihatnya aku harus memastikannya dua kali jika dia benar-benar manusia.
Dunia ini sangat luas, banyak sihir dan kekuatan unik ada di dunia ini, jadi tidak menutup kemungkinan ada seseorang yang bisa melakukan pemanggilan terhadap makhluk dunia lain.
Dan orang itu adalah Demon Ancestor Simon, sebenarnya apa tujuannya dengan memanggil orang-orang dari dunia lain ke dunia ini?
Aku benar-benar tidak tahu jalan pikirannya....
...
...
...
Keesokan paginya kami berempat turun ke lantai bawah penginapan untuk sarapan pagi, ini adalah penginapan mewah jadi sudah sewajarnya memiliki restoran di dalamnya.
Yui terlihat sangat menikmati makanan di hadapannya yang menandakan jika ia sudah lama tidak memakan makanan yang layak.
Sembari menyantap makanan, kami juga mendengarkan pembicaraan yang beredar di antara pelanggan.
"Hei, aku dengar jika ada seseorang yang berhasil mengalahkan hantu malam."
"Benarkah itu? Bukankah hantu malam tidak dapat dikalahkan menggunakan sihir apapun? Bagaimana seseorang bisa mengalahkan monster yang mendekati abadi itu?"
"Entahlah, aku dengar orang yang mengalahkannya itu menggunakan sihir spesial yang langsung menghanguskan seluruh tubuh hantu malam."
Kabar tentang kalahnya hantu malam beredar dengan cukup cepat diantara penduduk Kota Alba dan menjadi buah bibir di mana-mana.
"Mungkin saja ada seseorang yang mengintip kita saat mengalahkan hantu malam," kata Riona.
"Sebaiknya kita abaikan saja," balasku cuek.
Niatku memang untuk mengabaikan mereka semua yang sedang bergosip tentang kami, tapi siapa sangka hal yang merepotkan terjadi tak lama kemudian.
"Itu mereka! Mereka adalah orang-orang yang aku lihat mengalahkan hantu malam!" teriak seorang pria berkepala kuda sambil menunjuk kita.
Sontak semua orang langsung mengalihkan pandangannya kearah kami berempat.
"Oh, mereka? Sepertinya mereka adalah pendatang baru, aku sempat melihat mereka turun dari kereta pedagang kemarin siang!"
"Mereka berempat terlihat sangat kuat, tidak aneh jika mereka berhasil mengalahkan hantu malam."
Semua orang langsung mengerumuni meja makan kita dan membuat kita sedikit risih, aku bisa melihat Yui yang sangat kesal karena diganggu saat sedang makan.
Akan gawat jika orang-orang tahu kalau Yui itu adalah dalang dari munculnya hantu malam, jadi aku menggenggam tangannya dan mengajaknya untuk pergi keluar restoran diikuti dengan Riona dan Finley.
"Mohon jangan terburu-buru untuk pergi, tuan dan nyonya. Kami memiliki hadiah yang ingin kami berikan kepada kalian."
Tepat setelah keluar dari restoran, seorang pria Iblis tiba-tiba menyapa kita berempat. Dia mengenakan pakaian yang mewah dan rapi, jelas dia bukanlah warga biasa.
"Tuan walikota ada disini!"
__ADS_1
"Salam tuan walikota!"
Orang-orang yang mengerumuni kami langsung memberi hormat yang sebesar-besarnya kepada pria yang menyapa kami, dan dari sana aku tahu jika pria itu ternyata adalah Walikota di Kota ini.
"Tidak usah repot-repot karena kami tidak menginginkan hadiah darimu," kataku dengan tatapan curiga.
Orang yang memiliki status tinggi biasanya bukanlah orang yang baik....
"Ohohoho, sepertinya Anda memiliki pandangan yang buruk terhadap orang yang berstatus tinggi. Tapi tenang saja karena saya tidak memiliki niat buruk sama sekali kepada kalian semua."
"Bagaimana bisa aku percaya?" tanyaku tanpa menghilangkan kecurigaan.
Pria itu tersenyum hangat, "itu karena sahabatku Gerald sudah memberitahuku tentang kalian."
'Apa orang ini mengenal Gerald?' batinku.
"Sebaiknya kita mengikutinya terlebih dahulu," saran Riona.
Yah ... lagipula membunuh orang sepertinya sangat mudah, jadi tidak ada salahnya mengikutinya dan membunuhnya jika melakukan sesuatu yang mencurigakan.
"Baik, kami ikut denganmu."
"Baguslah kalau begitu," kata sang walikota lalu mempersilahkan kami memasuki kereta mewahnya yang terparkir di pinggir jalan itu.
Kami kemudian menuju balai kota dengan menaiki kereta walikota, meninggalkan semua orang yang masih penasaran dengan kami.
...
...
...
Disana sudah ada beberapa maid yang menyediakan minuman dan biskuit untuk kami.
Kami berempat kemudian duduk di kursi yang telah disediakan, sementara walikota yang belum aku tahu namanya itu duduk di kursi hadapan kami.
"Kau mau biskuit, Yui?"
"Hm!"
Finley dan Yui malah sibuk dengan biskuit yang ada disana dibandingkan berbicara dengan si walikota.
"Silahkan nikmati biskuitnya sesuka hati kalian, kami masih memiliki banyak di dapur jika masih kurang," ujar tuan walikota dengan hangat.
Dilihat darimanapun orang di depan kami terlalu baik dan ramah terhadap orang yang baru ia kenal, ini membuatnya sedikit mencurigakan...
"Jadi tuan walikota, apa ada yang ingin Anda katakan sekarang?" tanyaku tanpa basa-basi.
"Oh, langsung ke intinya ya..." balas walikota, lalu melanjutkan, "Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, saya hanya ingin memberikan hadiah kepada kalian semua karena telah menyelamatkan Kota dari-"
"Tidak mungkin hanya itu, kan?" kataku memotong perkataan walikota itu.
Walikota sedikit tertegun sebelum dia berkata sambil menghela nafas panjang, "... Makhluk malam itu telah meneror seisi kota selama beberapa bulan ini."
"Walaupun sebenarnya mereka itu lemah tapi kami tidak bisa membunuhnya, belum lagi dengan kemampuannya untuk menyebarkan suatu kutukan...." lanjut walikota tampak sedih.
Aku tidak tahu soal makhluk itu yang menyebarkan suatu kutukan. Yah ... itu karena kami mengalahkannya dengan cepat sehingga membuat mereka tidak bisa menunjukkan kemampuannya.
__ADS_1
"Lalu?" tanyaku.
"Walaupun makhluk itu sudah berhasil Anda bunuh, tapi kutukan yang menimpa para warga Kota masih belum hilang. Jadi saya sangat berharap jika Anda membantu keluarga saya beserta seluruh penduduk yang menderita karena kutukan itu," jelas walikota.
Jadi dia ingin kami menghilangkan kutukan yang di derita oleh keluarga dan penduduknya, ya....
Aku tersenyum licik, "Lalu apa yang kau bisa berikan untukku jika membantumu menghilangkan seluruh kutukan yang ada?"
"Aku akan memberikan semuanya! Apapun yang anda minta akan aku penuhi! Uang, kekuasaan, wanita, atau mungkin Anda ingin merebut statusku sebagai walikota. Saya akan memberikan itu semua...." jawab Walikota tanpa ragu.
'Dia pria yang penuh dengan tekad.' batinku.
"Aku tidak membutuhkan kekuasaan ataupun statusmu sama sekali, yang aku inginkan hanyalah informasi dan ... mungkin beberapa uang dan harta lainnya...."
Bukannya munafik, tapi aku membutuhkan uang untuk melanjutkan perjalanan dan beberapa perlengkapan baru.
Walaupun Riona sudah memiliki banyak uang, tapi aku tidak bisa selalu bergantung padanya....
"Terima kasih banyak tuan, kalau begitu ayo kita sembuhkan orang-orang sekarang!" kata tuan walikota antusias, tapi aku menggelengkan kepalaku membuatnya sedikit kebingungan.
"Aku hanya ingin sebuah ruangan kosong untuk memulai ritual pelepasan kutukan secara bersamaan," kataku.
"A- anda bisa melepaskan kutukan secara bersamaan? Sungguh luar biasa...." ujar tuan walikota takjub.
Aku tidak mempunyai cukup waktu untuk berkunjung ke rumah penduduk satu persatu dan menyembuhkannya.
Sesuai dengan permintaanku, tuan walikota menyediakan sebuah ruangan kosong untuk kami melakukan ritual pelepasan kutukan.
Yah ... ritual pelepasan kutukan hanyalah omong kosong karena yang sebenarnya akan melepaskan kutukan itu adalah Yui.
"Yui, bisakah kau melepaskan semua kutukan yang disebabkan oleh makhluk panggilanmu?" tanyaku.
Yui menganggukkan kepalanya dengan patuh, "Yui pasti akan membebaskan orang-orang yang menderita karena Yui..."
"Baguslah kalau begitu, kalau begitu lakukanlah."
Yui memejamkan matanya dan fokus untuk menyembuhkan orang-orang yang terkena kutukannya.
Aku menantikannya menggunakan mantra sihirnya, tapi dia tidak melakukannya sama sekali dan membuka matanya dengan riang.
"Sudah selesai," ujarnya.
Kami bertiga yang melihat kejadian itu dibuat sangat terkejut olehnya.
"K- kau tidak merapal mantra sihir?" tanyaku tergagap.
Salah satu syarat penggunaan sihir adalah merapalkan mantra, tapi aku dengan jelas melihat jika Yui menggunakan sihirnya tanpa merapal mantra sama sekali!
"Hm, Yui tidak membutuhkan itu sama sekali..." kata Yui dengan polosnya.
Orang dari dunia lain sungguh luar biasa ... sejatinya jiwanya bukan berasal dari dunia ini, jadi bisa dibilang dia tidak terikat dengan konsep dunia ini ... sungguh luar biasa ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...
...~Chp 61 : 1223 kata~...
__ADS_1