Emak Aku Pengen Kawin

Emak Aku Pengen Kawin
25. Keputusan


__ADS_3

Karen kembali ke kantor dengan perasaan kesal. Beruntung client dari Gansan Tech sudah pergi dari kantor Ren's Writer. Jika tidak, mungkin mereka akan menyaksikan Karen dengan mood yang buruk.


Karen memasuki ruangannya dengan cepat. Dia membuka pintu dengan kasar.


"Cat Woman!"


"I-iya, Bos Black Widow."


"Nih donat Duncan Lucknut, bagikan ke karyawan yang lain! Cepat!"


"Siap, Bos." Inda mengambil sekotak besar donat yang dibawa bosnya itu untuk dibagikan kepada yang lain.


Semua orang penasaran dengan bosnya yang terlihat kacau tetapi membawakan makanan itu.


"Nda, bos kayaknya lagi badmood kok malah bawa-bawa donat segala? Aneh," kata Citra.


"Mungkin emang psikologis kebalik, kalau lagi seneng malah biasa aja, kalau lagi bete malah traktir-traktir karyawan," kata yang lain.


"Jadi, kita musti doain dia seneng atau doain biar dia bete terus biar dapet makanan enak begini?" tanya Citra.


"Hush, tetep doain kebahagiaan si bos dong. Doa yang utama biar si bos cepet nikah. Sejak 2 tahun ini, bos sifatnya jadi aneh gara-gara belum nikah juga. Kalian sih cuma denger dari luar, kalau aku di dalam ruangan udah biasa lihat dia kayak orang kesurupan," keluh Inda.


"Kamu gimana Nda setelah nikah ini? Apa bedanya sama waktu pacaran?" tanya teman-teman kantor.


"Bedanya apa ya, nggak jauh beda sih, cuman sekarang seatap jadi hemat heheh."


"Cat Woman!" Karen berteriak memanggil Inda.


"Tuh, Nda, dipanggil Bos."


Inda bergegas masuk ke dalam ruangan.


"Kok lama?"


"Ehm heheh ... maaf, Bos. Tadi sekalian pada nanyain pengalaman berumah tangga."


"Ow, coba kamu ceritain ke aku juga. Ceritain soal malam pertama!"


Astaga, yang begituan ditanyain. Dasar bos tambah parah. (Inda)


"Duh itu sih rahasia perusahaan, Bos."


"Oh ya? Kenapa nggak boleh tahu? Takut aku kepengen?"


"Enggak Bos, bukan begitu. Masalah begituan memang tertutup untuk umum."


"Jadi kamu nganggep aku orang umum?"


"Aaakkk eeerrr ehm uhm." Inda tidak bisa berkata-kata lagi.


"Eh, apaan sih, aku minta kamu cerita bukannya praktik desahann-desahann kamu."


Bos edan. (Inda).


***


Monica


Monica masih terus memikirkan Kendrik. Perasaan cintanya telah lama bersarang di dada. Namun karena Kendrik berkali-kali mengatakan bahwa dirinya tidak dapat menjalin hubungan, Monica berusaha mengikis rasa di hatinya.

__ADS_1


Dia meraih ponselnya dan membaca chat dari seseorang yang sedang mendekatinya, Sheo. Lelaki itu sudah satu bulan ini berusaha mendekati Monica. Sayangnya, hati Monica masih saja dipenuhi dengan wajah dan nama Kendrik.


Bunyi ponselnya membuyarkan imajinasi Monica. Kendrik mengirim pesan kepadanya.


📱Kendrik: Lagi apa, Mon?


📱Monica: Lagi rebahan aja sambil chat.


📱Kendrik: Chat sama siapa?


📱Monica: Kamu hehe.


📱Kendrik: Maksudnya yang lain gitu hehe.


📱Monica: Lagi chat sama Sheo. Kayaknya dia lagi deketin aku. Menurutmu gimana?


📱Kendrik: Oh. Menurutku ya tergantung kamu. Kamu suka nggak sama dia?


📱Monica: Iya, aku suka. Tapi aku juga suka orang lain.


📱Kendrik: Parah kamu Mon, pilih satu lah.


📱Monica: Sayangnya orang itu kayaknya nggak pengen pacaran.


📱Kendrik: Mungkin orang itu punya alasannya sendiri.


Kendrik merasa sedang disindir oleh Monica. Namun, dia masih mempertahankan kemauannya untuk tak berpacaran sebelum melihat kakaknya bahagia.


Mungkin bagi orang lain, ini bukanlah penghalang. Namun, bagi Kendrik yang merupakan kepala keluarga, menggantikan ayahnya yang telah tiada, dia ingin memastikan kakaknya mendapat orang yang tepat terlebih dahulu.


Kendrik menghubungi Karen, bertanya apakah hubungannya dengan Daniel berjalan lancar.


📱Kendrik: Koreng, lagi apa? Gimana Kak Daniel? Lanjut nggak?


📱Kendrik: Nggak apa-apa :)


📱Karen: Kamu pacaran sana. Jangan sampai nunggu-nunggu aku nikah dulu :D


📱Kendrik: Kepedean! Nanti kalau ada yang cocok, aku juga langsung nikah nggak peduli kamu udah nikah apa belum hahaha :D


Hati Karen merasa perih membaca chat terakhir Kendrik. Dia sangat tahu, Kendrik bahkan tak berani mengungkapkan siapa nama wanita yang sedang ada di hati. Karen yang tadinya sempat labil dalam mengambil keputusan untuk menikah dengan Daniel, kini menjadi semakin mantap.


Pernikahannya kini bukan hanya menyangkut kebahagiaannya saja tapi juga kebahagiaan banyak orang antara lain Mama Puri, Kendrik, dan orang tua Daniel. Mereka semua berharap pernikahan ini bisa menghilangkan satu checklist dalam capaian daftar perjalanan hidup mereka.


***


Karen menghirup napas panjang dan menghembuskannya. Dia akan mengambil keputusan malam ini. Dia telah siap menghadapi segala konsekuensi meski itu berarti dia harus tinggal seatap dengan orang yang tidak disukai dan menyukai dirinya.


Dia pun menghubungi Mama Puri melalui telepon.


📞"Halo, Ma, lagi apa?"


📞"Lagi nonton tv aja, kenapa Ren?"


📞"Aku udah ambil keputusan, Ma. Aku mau menikah sama Daniel."


📞"Bener Ren? Selama jalan beberapa hari ini kalian udah saling cocok?"


Sebenernya belum sih, Ma, tapi aku tahu banyak yang berharap dan menunggu pernikahan ini. Dan yang penting Daniel bukan orang brengsek kayak Tora. (Karen).

__ADS_1


📞"Iya, Ma. Aku udah cocok sama Daniel. Tinggal Danielnya aja mau nerusin perjodohan apa nggak."


Mama Puri segera menghubungi Mami Seli. Daniel pun mau meneruskan perjodohan dengan Karen. Mereka segera menyiapkan acara lamaran.


***


Hari yang ditunggu telah datang.


Mama Puri memandangi Karen yang sedang dirias.


"Mama, jangan liatin aku gitu sih! Jadi malu."


Mama Puri malah menitikkan air matanya.


"Lho lho, Ma, kok malah nangis?" Karen panik melihat ibunya menangis.


Kendrik segera mendatangi Mama Puri dan menenangkannya. "Kak Ren baru mau dilamar, belum hari H pernikahan. Nanti gimana pas nikahnya, Mama pingsan kali."


Kata-kata Kendrik menghilangkan keharuan, seketika Mama Puri menjadi galak kembali. "Ken, dasar kamu! Nggak bisa lihat orang terharu dikit."


"Habisnya, gimana sih, Ma? Kak Ren belum nikah, nangis. Kak Ren mau nikah, nangis juga."


"Ya kan beda-beda arti tangisannya, akh dasar kamu!" Mama Puri mengusap air matanya. Rasa harunya sudah hilang.


Dia pun mendekati Karen dan menyaksikan putrinya yang telah dirias dari dekat. "Anak Mama cantik banget."


"Iya lah, Ma, Karen gitu lho."


Karen nampak sangat anggun dibalut kebaya berwarna nude.


Kini, mereka telah bersiap menunggu kedatangan keluarga Daniel. Tidak lama, yang dinanti telah tiba. Rombongan keluarga Daniel hanya terdiri dari 8 orang yaitu 4 orang keluarga inti, 4 orang lagi saksi dan perwakilan keluarga yang ditunjuk (dari pemerintah di tempat tinggal Daniel).


Acara lamaran itu memang sangat kecil dan mendadak sehingga tidak mengundang keluarga besar. Baik Keluarga Daniel mau pun Karen hanya mendatangkan keluarga inti dan saksi-saksi.


Daniel mengenakan kemeja putih dengan vest dan dasi berwarna nude. Karen memperhatikan Daniel dari atas hingga bawah, begitu pula Daniel. Andai Daniel tidak bersikap dingin, sudah dipastikan Karen akan 100% mencintai Daniel.


Sialan, sekali-kali kamu kelihatan jelek gitu biar aku sempurna bencinya sama kamu. Kalau kamu ganteng dan gagah gini kan rasanya mubazir aku benci kamu. (Karen).


Mereka pun duduk berhadapan, masih bersama keluarga masing-masing. Setelah perwakilan keluarga Daniel menyatakan lamarannya, perwakilan keluarga Karen menjawab dengan penerimaan lamaran tersebut.


Karen dan Daniel kemudian didaulat untuk saling memasangkan cincin. Setelah terpasang, seluruh orang yang ada di ruangan itu bertepuk tangan.


Tepuk tangan kenapa sih, emangnya aku habis menang kejuaraan apa? Aku menang undian dapat makhluk aneh ini sih iya, emang bener. (Karen).


Tiba-tiba wajah Karen yang tadinya datar menjadi tersenyum lebar. Dia merasa geli sendiri dengan pikirannya.


"Psssttt, Ken, lihat kakakmu kelihatan bahagia banget," kata Mama Puri yang salah mengartikan senyum Karen.


Kendrik hanya manggut-manggut.


Mereka pun dipanggil untuk berfoto bersama 2 calon mempelai. Mama Puri dan Kendrik memberikan senyum terbaiknya.


To be continued...


Jogja, April 25th 2021


***


hai readers mohon dukungannya untuk karyaku ini. like, komen, berikan gift dan vote ya.

__ADS_1


find me on Instagram: @titadewahasta


find me on YouTube: Tita Dewahasta


__ADS_2