
Haris bergumam kesal.
"Siapa tahu habis si Bos honeymoon terus langsung hamil. Kan udah 4 bulanan nikah belum ada tanda-tanda kehamilan," harap Citra, polos, tidak sadar bahwa Inda sedikit lebih lama menikah dan belum hamil juga.
Mendengar itu, Inda pergi ke toilet.
Citra menutup mulutnya dan tersadar telah mengatakan hal yang menyinggung perasaan temannya itu.
Kapan aku hamil? Aku dan Soni udah usaha beberapa bulan ini. Lana bahkan udah hamil anak kedua dan aku belum juga dapat giliran. Hufh, kalau emang si Bos duluan nggak apa-apa sih, tapi semoga segera nular ke aku. (Inda).
"Karen? Hamil? Belum cocok. Apalagi dia punya perusahaan ini. Pasti repot kalau dia hamil sambil ngurusin perusahaan," kata Haris, sinis.
"Akh, perusahaannya kan bukan skala besar. Masih bisa kalau mau sambil ngurus anak. Ada aku dan Inda juga yang bisa handle kalau si Bos lagi repot," Citra kembali mengatakan kalimat yang membuat lawan bicaranya geram.
Haris kemudian pergi dari sana.
"Kok pada pergi sih? Aku salah ngomong, Mas Ang?"
Anggoro menggaruk-garu keningnya, "Bukan salah ngomong lagi itu namanya Cit, nggak peka sih kamu."
"Eh, jadi bener inceran si Haris itu bos kita?"
"Jelas! Lagian, kamu tahu nggak kalau Mas Haris itu mantan pacarnya Bos Black Widow?"
"Apa? Gila! Kok bisa?"
"Ya bisa lah, mereka laki-laki dan perempuan normal."
"Maksudnya, kok bisa bos kita pekerjain mantan? Dan kok bisa bos nikah sama saudaranya mantan? Dan kamu kok bisa tahu? Haris cerita?"
"Banyak amat pertanyaannya? Yang pasti, aku tahu dari browsing-browsing majalah lama versi online, terus nemu foto Bos sama Haris jadi cover, terus juga, di situ ada artikel yang isinya tentang mereka berdua pacaran."
"Mas Ang ini emang kalau soal gosip gitu gercep amat yak sampai kepikiran browsing begituan."
"Habisnya penasaran sih, aku ketik nama dia di mbah Tugel, eh nemu majalah lawas itu."
"Bos kita kayaknya emang udah nggak waras ya. Kalau aku mah ogah urusan sama mantan."
"Nah, jangan-jangan nih, bos kita juga masih ada rasa, makanya diterima kerja di sini."
"Hayah, kalau ada rasa, kenapa nikahnya sama Dokter Daniel? Sekalian aja nikah sama Haris."
"Mungkin tipe bos kita emang nggak bisa hidup sama 1 laki-laki," duga Anggoro.
Inda datang dan bergabung kembali dengan mereka. "Ngomongin siapa?"
Citra dan Anggoro pun menceritakan tentang Haris dan Karen. Inda juga terkejut seperti Citra.
~
Hari kedua honeymoon di Jogja, Karen dan Daniel menjajal tempat wisata baru yang kekinian. Banyak sekali netizen yang memposting foto-foto di jejaring sosial Outstagram membuat Karen dan Daniel penasaran.
Tempat yang mereka kunjungi di hari kedua adalah Tebing Breksi, The Lost World Castle dan Agro Wisata Bhumi Merapi.
Tebing Breksi adalah tebing buatan yang terdapat ukiran-ukiran indah. Sesuai namanya, tebing ini tinggi. Untuk menuju ke sana, jalannya menanjak tapi tidak begitu tinggi.
Setelah puas di sana, Karen dan Daniel berpindah ke The Lost World Castle yang berada di Kepuharjo, Cangkringan, Sleman.
"Wow, bener-bener mirip tembok Cina ya Niel."
"Iya."
"Ada Colloseum juga!"
Karen mengambil foto sepuasnya di bangunan itu. Tidak lupa mereka mengambil foto berdua mereka dan mengunggahnya di status Chatsapp.
Haris langsung merespon unggahan foto tersebut.
__ADS_1
📱Haris: Emang kalau udah diajak jalan-jalan gitu suka lupa sama masalah kemarin-kemarin. Seminggu galau sekarang happy. Hati-hati jangan lupa daratan, nanti tenggelam.
📱Karen: Paan sih.
📱Haris: Hahaha, jangan lupa oleh-oleh.
📱Karen: Yoi.
Tempat ketiga yang mereka kunjungi hari itu adalah Agro Wisata Bhumi Merapi yang terletak di jln. Kaliurang, Sawangan, Hargobinangun, Sleman.
Di sana selain dapat melihat dengan dekat beberapa satwa, terdapat juga bangunan yang mirip dengan bangunan di Santorini.
Puas mengunjungi 3 tempat itu, mereka kembali ke hotel.
Karen kembali melihat kelebat lelaki yang tidak begitu asing baginya. Tapi belum juga dia melihat wajah orang itu dengan jelas. Dan entah orang tersebut bekerja di hotel itu atau tamu hotel sama seperti dirinya.
***
Hari ketiga honeymoon di Jogja, mereka mengunjungi wisata alam di Kulon Progo yang juga sedang naik daun.
Mereka mengunjungi Pule Payung dan Kalibiru. Kedua tempat ini berdekatan sehingga untuk berpindah tidak membutuhkan waktu yang lama.
Kedua tempat ini berada di dataran yang tinggi. Untuk mencapai ke sana dibutuhkan kendaraan yang mampu menanjak di ketinggian. Tidak perlu khawatir karena terdapat mobil jeep yang khusus diperuntukkan untuk mengantar pengunjung ke tempat wisata yang tinggi.
Di kedua tempat tersebut pemandangannya sangatlah indah. Ada juga ayunan langit yang digantung pada ketinggian tertentu yang memicu adrenalin. Tak perlu panik perihal keamanan karena perangkat pengaman sangat lengkap.
Setelah puas menikmati suasana pegunungan yang sejuk hingga sore hari, mereka pun kembali ke hotel.
"Aaawww ...." Karen mengerang kesakitan di kakinya saat berjalan menuju kamar.
"Kenapa?"
"Betisku kram, aduh sakit banget."
Karen terlalu lelah selama 3 hari berjalan-jalan. Daniel memapahnya namun Karen masih kesulitan berjalan. Daniel pun menggendongnya.
Badan Karen terasa lebih berat dari biasanya karena Daniel sendiri juga kelelahan.
Akh sayang banget digendong begini karena kakiku sakit. Coba pas nggak sakit, habis ini pasti adegan romantis. (Karen).
Mereka sudah berada di depan kamar. Namun mereka kesulitan membuka pintu karena tangan Daniel sedang menggendong Karen.
"Ehm, turun ya." Daniel menurunkan Karen dan mengambil kunci di saku celananya.
Karen meringis kesakitan saat kakinya menyentuh lantai. Buru-buru Daniel menggendong badan Karen setelah membuka pintu kamarnya. Posisi mereka melintangi memasuki pintu yang tidak begitu besar membuat kepala Karen terantuk pintu.
"Aaawwwv ...." Karen mengerang lagi.
"Maaf."
Daniel segera menurunkan Karen di tempat tidur dan memeriksa kepala Karen yang terbentur.
"Neil, kepalanya nggak begitu sakit. Lebih sakit kakinya."
Daniel mengambil balsem dan mengoleskan ke kaki Karen dan memijatnya.
"Aaarrrrggghhh ... pelan-pelan Kudanil," teriak Karen sembari tangannya reflek memukul tangan Daniel.
Padahal ini tekanan paling rendah. (Daniel).
Daniel melembutkan pijatannya namun Karen tetap saja kesakitan. Setelah beberapa saat, Karen merasa kasihan juga kepada suaminya itu.
"Udah Niel mijitnya, kamu kan juga kecapekan. Sini, tiduran aja," pinta Karen dan langsung dituruti oleh suaminya. "Nanti kita makan malam di kamar aja, nggak kuat pergi keluar."
Tidak ada jawaban dari suaminya.
"Niel?" Karen menengok melihat suaminya, dan Daniel sudah tertidur pulas. "Hyah, udah tidur."
__ADS_1
Tidak lama, Karen juga terlelap.
***
Hari keempat honeymoon di Jogja
Karen dan Daniel membuka mata agak terlambat. Mereka segera memesan sarapan karena semalam mereka melewatkan makan malam sehingga perut terasa sangat lapar.
"Jangan lupa minum obatnya." Karen mengingatkan.
Daniel mengangguk.
Hari itu kaki Karen masih sakit sehingga tidak mungkin mereka berjalan-jalan lagi.
"Kakiku masih sakit Niel," keluh Karen.
"Iya, istirahat aja," kata Daniel sembari membuka aplikasi Chatsapp untuk membatalkan janji hari ini.
Sebenarnya, dia dan Karen berencana akan mengunjungi sahabat Daniel yang bekerja di Rumah Sakit dr.Sardjito. Namun melihat keadaan Karen, Daniel mengurungkan niatnya.
"Ehm Niel, kamu pergi aja ketemu temen kamu sendiri. Aku di hotel aja."
"Tapi, kamu?"
"Nggak apa-apa, cuma sakit kakinya. Ada banyak orang juga di hotel, kalau butuh bantuan bisa calling. Kamu pergi aja."
Daniel mengangguk setelah menimbang-nimbang.
Karen tahu sahabat Daniel tidak banyak dan jarang bertemu. Dia tidak sampai hati melarang Daniel pergi.
~
Untuk mengisi waktu selama ditinggal Daniel, Karen membuat mie cup pedas dan menonton serial di televisi kabel yang disediakan di kamar hotel itu.
Sedang asyik-asyiknya menonton, tv itu tiba-tiba menampilkan layar biru.
"Lhah, lhah, error."
Karen pun menelpon pihak hotel untuk memperbaikinya. Namun sayang, hal itu tidak bisa diatasi.
Karen sedikit kecewa.
"Masak nggak bisa dibenerin sih?" ucap Karen dengan nada kecewa.
"Mohon maaf Ibu, memang sedang terjadi masalah."
Tidak lama, seseorang datang untuk ikut mengatasi masalah.
"Selamat siang Ibu, saya Tora, chief engineering di hotel ini ... errr ...." Laki-laki itu tampak terkejut melihat Karen.
Karen pun membeku melihat laki-laki yang ada di hadapannya adalah seseorang yang dikenalnya.
Pantas saja selama di hotel, dia beberapa kali melihat kelebat orang dengan gerak tubuh dan postur yang familiar. Ternyata orang itu adalah Tora.
to be continued...
Jogja, July 21st 2021
***
Hai readers, yuk semangat walau sedang PPKM. Harusnya berakhir kemarin tapi ada kabar bahwa PPKM diperpanjang sampai akhir Juli. Entah bener atau enggak.
Nah, sekedar melepas rasa penat, Author suguhkan sedikit foto obyek wisata di Jogja. Nanti selepas pandemi, hayukkk datang ke Jogja.
Semangat sehat semuanya.
__ADS_1
Dan selamat Idul Adha untuk yang merayakan🙏.