Emak Aku Pengen Kawin

Emak Aku Pengen Kawin
90. Honeymoon Di Jogja (part 3)


__ADS_3

Alamak, mimpi apa jauh-jauh honeymoon di Jogja malah ketemu sama si kecoak buntung ini. Eh, 'kecoak buntung' itu makian favoritku, terlalu agung buat gambarin laki-laki brengsek ini. Apa ya pantesnya? Bangk3 cicak! Nah! (Karen).


Mulut Karen terkatup rapat dan membiarkan Tora dan para kru engineering hotel memasuki kamarnya untuk membenahi televisi. Meski Tora terlihat kaget, dia tetap berbicara secara profesional kepada Karen.


"Mohon maaf, karena tv kabel sedang bermasalah, televisi Ibu kami switch ke mode smart tv. Ibu dapat mengaksikan serial yang sama melalui aplikasi Konflix," kata Tora.


Karen mengangguk.


"Masih ada yang dibutuhkan untuk saat ini?"


Ada, aku butuh semprotan serangga buat nyemprot mukamu yang hina dina nista itu, howek. (Karen).


Karen menggeleng.


"Baik, kalau begitu kami permisi dulu. Jika perlu bantuan lagi, Ibu bisa menghubungi kami melalui resepsionis. Terimakasih."


Karen mengangguk.


Dalam suasana canggung seperti ini memang paling aman adalah mode 'mute' ala patung anubis seperti suaminya. Untunglah Karen sudah biasa hidup bersama Daniel sehingga dia melakukan mode itu dengan baik.


Begini rasanya jadi Daniel. Ternyata diam itu aman ya, menghindari masalah dan menghindari basa basi busuk yang nggak penting. Pantesan dia betah banget diem. (Karen).


Tora dan krunya keluar dari kamar.


"Fyuh, huh hah." Karen menghembuskan napas.


Dadanya masih berdesir tidak karuan. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan orang yang sempat membuat mentalnya terguncang di masa lalu.


Tora si laki-laki kurang ajar yang hampir saja berbuat tidak senonoh kepadanya. Entah pria itu benar-benar lupa atau pura-pura lupa kepada Karen.


Dia meraih ponsel dan menghubungi Daniel.


📱Karen: Kudanil, pulang jam berapa? Masih lama? Kangen🥰🥰.


📱Daniel: 1 jam lagi.


Astaga, nih orang sekarang hampir tiap malam ahak ihik ama aku aja chat masih kaku kayak gini. (Karen).


📱Karen: Pake emot ini \=> 😘, CEPET!


📱Daniel:???


📱Karen: 😠


📱Daniel: Ya.


Lhah, cuma iya doang. Awas kamu Kudanil! (Karen).


📱Daniel: 😘😘😘 Je t'aime


Wajah Karen memerah.


📱Karen: Panggil 'sayang', CEPET.


📱Daniel: Iya sayang😘😘😘Je t'aime. Sabar ya😘.


Karen tiba-tiba ingin segera bertemu sang suami bukan tanpa alasan. Pertemuannya dengan Tora membuat tidak nyaman dan butuh bertemu dengan Daniel secepatnya.


(Author: pernah nggak sih para readers dalam situasi nggak enak dan pengen segera ketemu pasangan karena panik/takut/nggak nyaman? Author sering, hehe).


Tidak dapat dipungkiri, bertemu Tora membimbing ingatannya kembali ke masa-masa bersama Tora 2 tahun yang lalu. Bagian paling menyakitkan adalah ketika Karen meninggalkannya tapi pria itu sama sekali tidak merasa kehilangan.


Karen memang memblokir nomer seluler Tora. Namun, kantor dan rumahnya tidak pindah ke mana-mana. Laki-laki itu sama sekali tidak mendatanginya untuk memperjelas akhir kisah mereka.


Garangan nggak punya perasaan emang tuh orang. Bangk3 cicak! (Karen).


Dia membuka kembali chatnya dengan suami tercintanya sembari mengingat-ingat chatnya dengan Tora di masa lalu.


Tora dan Daniel sangat berbeda. Gaya chat Tora sangat menghipnotis dengan rayuan gombalnya. Sementara Daniel sangat polos dan apa adanya.


Dia pun teringat doanya dahulu ketika berpisah dengan Tora. Dia pernah berharap Tuhan mengirimkan lelaki yang tidak banyak bicara dan tidak menggombal seperti Tora.

__ADS_1


Daniel adalah jawaban dari semua doa. Dia juga adalah jawaban dari ledekan yang pernah dilontarkan oleh Kendrik tentang jodoh Karen yang berada di taman bacaan. Jodoh Karen benar-benar berada di 'taman bacaan' dan membaca komik setiap hari sebagai hobinya.


~


Kantor Ren's Writer


Jam istirahat tiba, trio rumpi di kantor itu, Inda, Citra dan Anggoro menunaikan hobi utama mereka yaitu berceloteh. Tetap saja di antara mereka bertiga, Anggoro lah yang paling update dan peka terhadap gosip sekitar entah itu di lingkungan kerja atau pun gosip selebriti.


Akun Outstagramnya mengikuti akun gosip yang paling terkenal seantero negeri, Lambe Murah.


"Wes hewes hewes yquhdufkfpowhsg." (Anggoro).


"Wes hewes hewes bywiwgfudkwido." (Inda).


"Wes hewes hewes uchdghhsygsjdvdud." (Citra).


Haris datang dari studio dan sudah membawa file di kartu memorynya.


"Olive," panggil Haris kepada salah seorang penulis.


"Iya, Mas." Olive pun mendatangi Haris.


Mereka berdua berbicara secara privat agak jauh dari karyawan yang lain. Pemandangan itu tak luput dari mata tajam Anggoro.


"Psssttt, tuh, mereka berdua beraksi. Perlu diselidiki nggak?" kata Anggoro sembari memelorotkan kacamatanya sedikit.


"Bilang 'nggak' juga Mas Ang tetep penasaran kan? Terserah Mas Ang aja, kami nunggu hasil perburuan berita," jawab Citra.


"Hish, emangnya aku ini wartawan infocemen?!"


"Tepatnya sih Mas Ang ini mata dan telinga Ren's Writer," timpal Inda.


Anggoro pun membetulkan kerahnya, bangga.😊


"Ntar ya, kurang dari 2x24 jam pasti terkuak hubungan Haris dan Olive itu apa," Anggoro menjamin.


"Hebat bener sih, Mas, gimana caranya? Mau lihat dari CCTV, ya?" tebak Citra.


"Betul. Aku juga ngerasa gitu kok." (Inda).


"Takut ketahuan si Bos kali ya?" (Citra).


"Tapi kalau aku perhatiin, meski kayaknya Mas Haris ngebet sama si Bos, dan mereka dulu pacaran, bos kita nggak ngasih respon kok." (Anggoro).


"Sekarang sih iya, tapi waktu awal-awal Haris di sini, bos kita akrab banget sama dia. Bahkan dia dulu dijemput di airport sama si Bos waktu pulang dari Spore." (Inda).


"Sekarang juga masih akrab, Nda. Terutama kalau si Bos lagi ada masalah sama suaminya. Beberapa kali si Bos galau terus ditemplok sama Haris." (Citra).


"Iya, apalagi waktu ada expo kuliner. Terus pas bos kita pisah rumah sama Dokter Daniel, Mas Haris juga gencatan senjata besar-besaran. Eh malah sekarang si Bos honeymoon ke Jogja." (Anggoro).


"Hah? Bos pernah pisah rumah?" (Inda).


"Kami nggak ngerti lho Mas Ang, emang bener-bener hebat Mas Ang ini. Tahu dari mana sih?" (Citra).


"Aku pernah nguping Haris teleponan sama cewek namanya Stella. Setelah aku cari tahu, Stella itu adiknya Dokter Daniel. Katanya, si dokter tinggal di rumah orang tuanya tapi si Bos nggak ikut." (Anggoro).


Haris telah selesai berbicara dengan Olive dan hendak kembali ke mejanya di dekat trio rumpi.


"Mode siput kesenggol grak!" instruksi Anggoro agar Citra dan Inda diam.


"AKH AKU MAU KE DUNCAN LUCKNUT, SIAPA YANG MAU NITIP?" Inda berteriak mengalihkan perhatian agar tidak kentara sehabis bergosip.


~


Daniel kembali ke hotel dan memasuki kamarnya.


Karen langsung menghambur ke pelukan Daniel. Di tangannya sudah membawa obat untuk dijejalkan ke mulut suaminya.


Dia pun menyodorkan kapsul itu ke depan mulut Daniel, dan mengambil air putih untuk suaminya.


Setelah itu Karen memeluk Daniel kembali sembari mengusap dada bidang dokter itu.

__ADS_1


"Akhirnya pulang juga," kata Karen sudah seperti seabad tidak bertemu.


"Iya, kamu bosen?"


Dalam pelukan, Karen mendengar napas Daniel yang tersengal. Dia melonggarkan pelukannya dan mencium pipi Daniel seraya membisikkan afirmasi. "Kamu udah minum obat, kamu nggak apa-apa. I love you."


Melihat tingkah Karen yang sedikit lebay, Daniel mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Tidak ada yang aneh kecuali 2 cup mie bekas Karen.


"Jangan kebanyakan mie," kata Daniel.


"Oh, ehm, aku agak nervous jadi kelepasan makan dua buat ngurangin stres."


"Nervous?"


"Iya, ehm, tadi ada bangk3 cicak."


"Hm?!" dahi Daniel mengernyit.


"Eheheh, udah aku buang. Emang bangk3 cicak pantesnya di tempat sampah!" tiba-tiba Karen berkobar.


Sebaiknya ngomong sama Daniel enggak ya? Kalau ngomong nanti dikira masih inget dan masih mikirin. (Karen).


"Ehm, Niel, kita masih berapa hari di sini?"


"3 hari. Bosen?"


Aduh jangan sampe salah ngomong, bisa salah paham dikira nggak suka liburan sama Daniel. (Karen).


"Bukan bosen." Karen memeluk lagi suaminya. "Misalnya pindah hotel, gimana?"


"Ehm, nggak apa-apa ...."


"Eh nggak ding." buru-buru Karen potong lagi. "Di hotel ini aja."


Minta pindah hotel bisa saja menyakiti hati Mami Seli yang sudah susah payah memilihkan hotel terbaik untuk mereka. Karen serba salah sendiri.


Mereka duduk di tempat tidur.


Daniel mengamati televisi yang sudah berganti mode menjadi smart tv dan sedang terputar drama melalui aplikasi Konflix.


Daniel menunjuk televisi itu meminta penjelasan.


"Ahahah, itu dia yang bikin aku tadi pengen pindah hotel. Tv kabelnya bermasalah, jadi pake smart tv."


"Minta bantuan bagian engineering." Daniel beranjak mendekati telepon kabel hotel.


"JANGAN!"


to be continued...


Jogja, July 24th 2021


***


Author lagi sedih....


Wes ngono wae...


Dariku author yang sedikit kurang waras yang suka makan tapi nggak pengen gembrit dan hobinya malakin Karen ini.


👸Author: Karen... sini peluk eike 🥺.


👰Karen: Cup cup, utuk utukkk...


👸Author: 😑 peluk atau eike bikin si Tora balik lagi ke Koja.


👰Karen: Ampun Thor, bangk3 cicaknya dibuang jauh-jauh aja.


👸Author: Udah akh, nggak jadi minta peluk kamu. Kudanil aja sini peluk eike.


👰Karen: Heh!!! 😠😠😠

__ADS_1


🤵Daniel: 💭Kok telingaku nguing-nguing, ada yang ngomongin aku ya?


__ADS_2