
Fatih ...
Fatih ...
Fatih ...
Fatih sendari tadi terus berguling-guling badannya di atas ranjang mencari posisi nyaman.
Namun, Fatih tak bisa menemukannya. Panggilan itu suara itu terus terngiang di telinga Fatih.
Dan sialnya kenapa Shofi yang muncul di bayangannya.
Wanita gila yang tiba-tiba muncul di hadapannya dengan mata berkaca-kaca. Siapa dia kenapa bisa mengenalnya. Dan, kenapa pula Fatih merasakan sakit di dadanya ketika melihat mata Shofi yang berkaca-kaca.
Akhh ...
Jerit Fatih kesal sambil bangkit mengacak-acak rambutnya. Sungguh kenapa suara itu terus terngiang-ngiang di otaknya.
Karena kesal Fatih memilih keluar apartemen saja mencari suasana tenang. Berharap dia suara itu tak menggangu lagi.
Fatih berlari dengan Hoodie yang ia pakai. Tak lupa earphone yang terpasang di telinganya. Berharap pikirannya tenang kembali. Entah sudah berapa jauh Fatih berlari dari lokasi hotelnya. Hingga Fatih sampai di salah satu taman.
Bruk ...
Seseorang menubruk Fatih hingga Fatih terjungkal. Begitupun orang tersebut sama-sama terjatuh.
"Stopp, gib meine Tasche zurück (Berhenti, kembalikan tas ku!)"
Teriak seorang wanita mengejar pencuri yang menjambret tas selempang ya.
Fatih yang tersadar jika yang menubruknya seorang pencuri dengan cepat langsung bangkit dan memalangkan kakinya ketika penjuru itu akan kabur.
Bruk ...
Sekali lagi pencuri itu tersungkur hingga tas yang ia pegang terpelanting.
"Scheiße, geh da hin! (Sial, pergi sana!)"
Umpat Fatih kesal tak jadi meninju pencuri itu malah melepaskannya. Karena tak tega melihat wajahnya yang ketakutan.
Fatih mengambil tas kecil itu lalu menepuk-nepuk karena kotor.
Wanita yang tasnya di curi langsung menghampiri Fatih.
"Pencuri sialan, hampir saja aku kehilangan barang berhargaku!"
"Ini!"
Deg ...
Shofi membulatkan kedua matanya melihat siapa yang memberikan tas nya. Ternyata Fatih, bagaimana bisa mereka bertemu di sini. Sedang Fatih sendiri terlihat malas menatap Shofi. Jika saja Fatih tahu tas yang di curi milik Shofi mungkin Fatih akan membiarkannya. Kenapa hari ini hidupnya sial banget. Sudah susah tidur, ingin mencari ketenangan dan sekarang malah bertemu dengan orang yang sudah membuat Fatih susah tidur.
Benar-benar hidup Fatih sial banget, kenapa harus bertemu lagi dengan orang yang sok kenal dengannya.
Bruk ...
Fatih menjatuhkan tas Shofi begitu saja membuat Shofi membulatkan kedua matanya. Dengan cepat Shofi mengambil tasnya lalu berlari mengejar langkah Fatih.
"Fatih tunggu!"
Teriak Shofi, membuat Fatih menggeram kesal kenapa Shofi terus memanggil namanya. Siapa dia kenapa bisa kenal dengan dia di negara orang lagi.
__ADS_1
"Fatih!"
Kesal Shofi menarik tangan Fatih hingga berbalik.
"Kenapa menghindar terus,"
"Lepas, kau siapa. Saya tidak mengenal anda!"
Kesal Fatih karena Shofi sudah berani memegang tangannya tanpa izin bahkan sampai Fatih menghempaskan tangannya hingga tangan Shofi terlepas.
"Apa sebegitu marahnya kamu sampai harus pura-pura tak mengenalku?!"
Krek ...
Fatih mengepalkan tangannya erat dengan rahang mengeras. Karena benar-benar kesal dengan bualan Shofi.
Kenapa perkataan Shofi seolah mereka kenal dekat. Dan sialnya Fatih tak mengingat apa-apa.
"Saya tak mengenal anda, jadi stop memanggil nama saya!"
"Ap-apa kamu benar sudah melupakanku!"
Ucap Shofi gemetar dengan mata berkaca-kaca.
Fatih memejamkan kedua matanya erat dengan rahang mengeras. Sungguh, siapa wanita gila ini yang sok kenal dengannya. Tiba-tiba bicara seolah mereka teman lama yang baru ketemu. Dan, Shofi menjadi orang teraniaya kerena dirinya tak menganggap Shofi.
"Melupakan apa, oh ya ampun. Saya benar-benar tak mengenal anda!"
Ucap Fatih frustasi, kepalanya semakin pusing saja.
Bahkan semakin frustasi ketika Shofi malah menangis dan orang-orang mulai menatap mereka.
Ketus Fatih dengan gerakan tertahan, wanita ini benar-benar membuat Fatih greget.
"Maafkan aku!"
Sittt ...
Fatih mengupat karena Shofi malah meminta maaf padanya.
Fatih memegang pundak Shofi dengan sedikit tekanan. Lalu Fatih berjalan mendekat seolah Fatih akan memeluk Shofi.
"Berhenti lah pura-pura menangis, saya tak akan terperdaya oleh trik murahan anda!"
Duarr ...
Shofi melebarkan kedua matanya mendengar bisikan Fatih yang sangat menyakiti hatinya. Bagaimana mungkin Fatih setega itu pada dia. Menganggap dia menggunakan trik, trik apa, apa Fatih benar-benar sudah melupakannya dan menganggap di wanita murahan. Sungguh sakit hati Shofi, siapa yang ada di hadapannya. Seolah Shofi tak mengenal sosok ini. Fatih nya tak akan pernah merendahkan wanita manapun.
Fatih nya tak akan pernah menyakiti hati dia, Fatih nya selalu melindungi dia.
"Dasar lemah!"
Ketus Fatih meninggalkan Shofi sendirian dengan rasa sakit yang Fatih berikan.
Bahkan Fatih terus saja berjalan meninggalkan Shofi, tak peduli seberapa Shofi sakit hati akan perkataan nya. Menengok pun tidak, seolah memang Shofi bukan siapa-siapa.
Fatih hanya menganggap wanita gila yang mencoba mendekatinya dengan trik-trik seperti itu. Karena sudah biasa bagi Fatih menghadapi wanita-wanita seperti itu.
Jadi ketika Shofi seperti itu membuat Fatih menganggap bahwa Shofi bagian dari mereka.
"Wanita Gila!"
__ADS_1
Umpat Fatih terus berlari kencang menuju apartemen kembali. Moodnya benar-benar rusak sekali. Ingin mencari tenang malah bertemu dengan orang gila.
"Sial!"
Akhh ...
Teriak Fatih mencopot kasar earphone yang menempel di telinganya. Lalu Fatih mempercepat larinya bahkan sampai keringetan.
.
"Nona muda!"
Teriak Philip berusaha menyebrang jalan. Philip terkejut melihat Shofi yang berjalan di tangan jalan tanpa arah.
Philip berlari dengan kencang, menarik Shofi ke pinggir jalan. Hampir saja Shofi keserempet motor jika Philip tidak cepat menariknya.
"Nona muda, apa anda baik-baik saja?"
Tanya Philip memeriksa apa ada yang lecet atau tidak.
Grep ...
Philip terdiam mematung ketika Shofi malah memeluknya erat dengan Isak tangis yang mulai terdengar.
Entah apa yang harus Philip lakukan dalam keadaan seperti ini.
Pada akhirnya Philip diam saja membiarkan Shofi memeluknya erat. Tak lama Philip membalas pelukan Shofi berharap nona mudanya tenang.
Tanpa mereka sadari Jarvis melihat itu semuanya. Jarvis mengepalkan kedua tangannya erat dengan rahang mengeras.
Jadi benar, Shofi mempunyai hubungan khusus dengan Philip. Pantas saja Shofi selama ini selalu menolaknya karena Shofi sudah bersama Philip. Tapi kenapa Shofi tak bilang, jika ia sudah punya kekasih. Kenapa harus sembunyi-sembunyi, apa kurangnya dirinya dengan Philip.
Laki-laki datar dan kaku, apa yang Shofi banggakan dari Philip sedang kan dia punya segalanya.
Karena tak kuat melihat adegan mesra itu Jarvis meninggalkan tempat tersebut dengan luka yang kembali menganga oleh orang yang sama.
"Nona kenapa bisa ada di luar, apa tuan Davit tahu?"
Tanya Philip sambil menghapus air mata Shofi. Berharap Shofi benar-benar berhenti menangis.
"Antarkan aku ke apartemen!"
"Baiklah,"
Philip langsung merangkul Shofi menyebrang karena tadi Philip menghentikan mobilnya di sebrang jalan sana.
"Jangan beritahu kak Davit!"
"Baik nona!"
Patuh Philip sambil menyalakan mobilnya. Philip membawa Shofi langsung ke apartemen supaya nona mudanya cepat istirahat.
Entah apa yang terjadi sebenarnya, kenapa nona mudanya bisa seperti ini. Namun, Philip tak seberani itu untuk bertanya karena Philip tahu dimana posisinya.
Dia hanya sebagai bodyguard yang beruntung Shofi anggap saudara bahkan memperlakukannya dengan baik.
Bersambung ..
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1