Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 13 Cemburu


__ADS_3

Ada orang pernah berkata begini, terjatuh maka bangkitlah.


Terus bangkit sampai lupa dengan kata terjatuh itu.


Teruslah bangkit dan bangkit jangan menyerah sebelum mendapatkan yang di mau.


Itulah yang sedang Shofi terapkan pada dirinya sendiri.


Tak peduli seberapa keras Fatih melupakannya. Tak peduli seberapa keras Fatih tak mau mengenal ia lagi.


Shofi akan terus mendekati Fatih sampai Fatih kembali pada Fatih nya yang dulu.


Namun, apa yang Shofi lakukan membuat teman-teman Shofi merasa aneh dengan sikap Shofi yang berubah.


Bahkan semua mahasiswa pun sama. Pasalnya mereka tahu siapa Shofi. Gadis dingin tak tersentuh bahkan sudah puluhan orang di tolak oleh Shofi. Bahkan sekedar jadi teman saja sulit.


Tapi, kini Shofi malah mengejar anak baru. Entah daya tarik apa yang anak baru itu punya sehingga membuat Shofi terus mendekatinya.


Tak ada yang berani membicarakan Shofi tentang sikap Shofi yang berbeda. Karena Mereka masih sayang dengan nyawa mereka sendiri.


Bahkan Jarvis juga di buat terkejut. Belum juga Jarvis mendapatkan hati Shofi dan merebutnya dari Philip kini saingan Jarvis di tambah lagi.


Dan, mungkin saingan kali ini lebih sulit dari pada Philip. Kenapa seperti itu, karena kali ini Shofi yang mengejar anak baru itu. Bukan Philip yang selalu ada di sekitar Shofi.


Lebih sulit mengalahkan orang yang di cintai oleh orang yang kita cintai dari pada mengalahkan orang yang sama-sama mencintai orang yang sama.


Seperti nya pupus sudah harapan Jarvis atau memang sudah tak ada lagi harapan bagi Jarvis untuk mendekati Shofi.


Elsa dan Cherry hanya bisa menatap sendu pada Jarvis lagi-lagi harus terjatuh sebelum melangkah.


Kaka juga hanya bisa diam tak mau berkomentar melihat Shofi duduk bersama Fatih.


"Sudah Jar, sudah gue peringatkan. Untuk menyerah, kali ini saingan loe lebih berat sebab Shofi sendiri yang memilih mendekati anak baru itu!"


Ucap Kaka karena tak mau Jarvis terus seperti ini. Yang terus berlari namun tak sampai-sampai. Yang ada hanya rasa lelah dan letih yang Jarvis dapatkan.


Belum lagi kali ini, karena bukan laki-laki yang mengejar Shofi melainkan Shofi sendiri yang mengejar.


"Tapi kenapa harus anak baru itu. Perasaan gak ada yang istimewa darinya. Ganteng an gue juga!"


Cetus Jarvis dengan pedenya, bagi Jarvis orang tertampan di universitas Bonn Jerman hanya dirinya bukan yang lain.


Elsa yang mendengar nya hanya bisa mencebikkan bibirnya. Terlalu pede untuk di katakan bahkan mereka itu berbeda.


"Di lihat-lihat anak baru itu ganteng juga, gayanya Coll terutama tatapannya yang tajam. Jelaslah Shofi memilih anak baru itu, orangnya lebih ganteng dari kamu, Jar!"


Celetuk Cherry dengan sembrono nya tanpa berpikir dulu sebelum bicara.


Kaka hanya bisa menahan nafas saja melihat Jarvis langsung berbalik menatap tajam pada Cherry.


Apa!


Berarti selama ini Cherry menganggapnya jelek. Sungguh Cherry benar-benar keterlaluan.


Cherry yang merasa ada aura tak beres langsung melirik Elsa yang diam saja, lalu melirik Kaka yang menatap Cherry tajam begitupun Jarvis bahkan tatapannya jauh lebih menakutkan dari pada Kaka.


"Cherry kau!"


Geram Jarvis, tak boleh ada satu orang pun yang menyaingi ketampanannya dan ini Cherry malah menghinanya.

__ADS_1


"Eh, Jar. Ma-- kabur!!!"


"Cherry!!!!"


Teriak Jarvis mengejar Cherry yang malah kabur. Hingga dua manusia itu terlibat kejar mengejar.


Cherry terus berlari karena takut di marahi Jarvis. Kenapa juga bibirnya bisa keceplosan seperti itu.


"Berhenti,"


"Tidak,"


"Berhenti!"


"Tidak, kalau kamu juga berhenti!"


Teriak Cherry sambil sesekali melirik ke belakang.


Aksi Cherry dan Jarvis malah mengundang perhatian Shofi yang sedang mengejar Fatih yang pergi begitu saja meninggalkannya seperti sebelum-sebelumnya.


Shofi bingung antara terus mengejar Fatih atau menolong Cherry kenapa bisa di kejar oleh Jarvis.


Pada akhirnya Shofi memilih melerai temannya dari pada mengejar Fatih yang memang lagi dalam keadaan mood rusak.


"Cherry!!"


Teriak Shofi melambaikan tangannya membuat Shofi langsung berlari ke arah Shofi dan bersembunyi di belakang tubuh Shofi.


"Shofi tolong aku, Jarvis .. Jarvis ..,"


"Emang kenapa bisa di kejar Jarvis?"


"Cherry sini kau!"


"Jarvis maafkan aku,"


Mohon Cherry terus meminta perlindungan di belakang punggung Shofi. Hingga Shofi berada di antara Jarvis dan Cherry. Tubuh Shofi terguncang kesana kemari akibat tarikan dan geseran dari Cherry dan Jarvis bahkan sampai kepala Shofi di buat pusing.


"Sini kau, beraninya menghinaku!"


"Jarvis, please maafin aku ya!"


Namun Jarvis tak menyerah begitu saja, mengingat Shofi mengejar anak baru membuat hati Jarvis panas dan Cherry malah menghinanya lagi membuat Jarvis benar-benar kebakaran sebelum memberi pelajaran pada Cherry.


"Kau harus ku hukum!"


"Begitu saja marah, Cemen!"


"Kau mengatai ku lagi, hah!"


"Aduh, bukan begitu Jarvis,"


Shofi kepalanya semakin pusing oleh perdebatan kedua sahabatnya. Apalagi tubuh Shofi seolah menjadi bola pingpong bagi mereka.


"Dapat kau!"


Ucap Jarvis ketika mencengkal lengan Cherry , namun, Jarvis masih harus menarik Cherry karena tangan satunya memegang lengan Shofi.


Karena terbakar cemburu membuat Jarvis hilang kendali bahwa orang yang Jarvis cemburu-i ada di hadapannya sendiri.

__ADS_1


"Shofi tolo--"


"Sini!"


"Berisik!!!"


Bentak Shofi menggelegar membuat Jarvis terdiam. Namun, berbeda dengan Cherry yang terkejut sehingga tanpa sengaja mendorong Shofi hingga langsung terhuyung kebelakang.


Bruk ...


Shofi terjatuh di pelukan seseorang yang dengan cepat menahan tubuh Shofi agar tak terjatuh kelantai.


"Kamu tidak apa-apa?"


Deg ...


Jarvis membulatkan kedua matanya ketika Philip membenarkan rambut Shofi yang acak-acakan akibat tarikan dari Jarvis dan Cherry.


Apa yang Philip lakukan terlihat manis sekali. Seperti seorang kekasih yang sedang memeriksa tubuh kekasihnya takut terluka.


Belum reda rasa cemburunya melihat Shofi dengan anak baru, kini rasa cemburu itu kembali berkobar melihat perlakuan Philip yang lembut.


Membuat Jarvis benar-benar tak tahan sehingga tanpa sadar mencengkram lengan Cherry.


"Aku tidak apa-apa,"


Ucap Shofi menenangkan Philip yang khawatir pada dirinya.


"Jika terjadi sesuatu pada Shofi, habis kalian berdua!"


Glek ...


Cherry menelan ludahnya kasar mendengar ancaman Philip. Bahkan suaranya saja sangat menyeramkan. Bagaimana jika Philip benar-benar menghukum mereka.


"Aku tak apa Philip, jangan membuat temanku takut!"


Ucap Shofi lembut sambil mengelus lengan kokoh Philip. Melihat itu semua membuat Jarvis semakin kebakaran dengan tangan yang semakin mencengkram Cherry. Bahkan membuat mata Cherry mulai berkaca-kaca menahan sakit akibat cengkraman dari Jarvis.


"Aku lihat mereka mendorong kamu!"


Ucap Philip masih kesal, Philip memang akan marah pada siapa pun yang mencoba menyakiti Shofi.


Shofi yang melihat kemarahan Philip memilih membawa Philip pergi saja. Shofi tahu bagaimana sikap Philip yang sedikit tempramen. Philip paling tak suka melihat siapa saja menyakiti orang yang Philip sayangi.


"Sudah!"


Tegas Shofi mulai menatap tajam pada Philip yang terlalu berlebihan.


Tanpa mereka sadari, perdebatan mereka di lihat oleh Fatih. Fatih tersenyum kecut melihat bagaimana cara Shofi menenangkan Philip.


Membuat citra Shofi di mata Fatih semakin buruk. Fatih berpikir Shofi memang mendekatinya karena ada maksud tertentu.


"Cih,"


Fatih berdecak memilih pergi dari tempat tersebut karena muak melihatnya.


"Seperti nya aku harus mencari tahu siapa wanita gila itu!"


Gumam Fatih pada dirinya sendiri karena curiga akan sikap Shofi yang sendari awal bersikap sok kenal.

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah,, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2