Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 93 Terkejut


__ADS_3

Mata biru bening itu terlihat sibuk menatap berkas-berkas yang ada di tangannya sambil mengetuk-ngetuk telunjuknya di atas meja.


Shofi melirik jam tangannya seperti pertemuan dia dengan CEO baru perusahaan B.B grup sebentar lagi.


Shofi membuka kaca mata lalu meletakkannya di atas berkas yang tadi ia periksa.


"Maaf nona, beliau sudah datang!"


Ucap Philip memberi tahu Shofi jika CEO baru perusahan B.B grup sudah menunggu beberapa menit lalu.


Shofi beranjak dari duduknya sambil mengambil berkas kontrak kerja samanya. Shofi memberikannya pada Philip lalu mereka berjalan menuju ruang privat.


Tak .. tak ...


Langkah suara kaki terdengar semakin mendekat.


Cklek ...


Philip membukakan pintu untuk Shofi membuat Shofi langsung masuk kedalam sana.


"Maaf sudah membuat anda menungg--"


Deg ...


Shofi menghentikan ucapannya bahkan wajah ramahnya berubah menjadi tegang dengan tubuh terdiam kaku.


Mata Shofi beberapa kali berkedip seolah memastikan apa yang ia lihat tidak salah.


Shofi menatap Philip seolah bertanya kenapa tak memberitahu ia siapa sebenarnya CEO baru B.B grup.


"Maaf nona!"


Hanya itu yang bisa Philip ucapkan karena memang semuanya di luar kemauan dia.


"Tidak masalah,"


"Apa anda akan terus berdiri seperti itu!"


Ucap berat Fatih sambil menahan senyum melihat keterkejutan Shofi. Bahkan ini jauh sekedar menggemaskan di mata Fatih.


Shofi dengan kaku duduk di hadapan Fatih begitupun dengan Philip duduk di samping Shofi.


Shofi menghela nafas pelan sambil memejamkan kedua matanya lalu terbuka seiring hembusan nafas.


"Maaf sudah membuat anda menunggu!"


Ucap Shofi tegas dengan sura khas pemimpin profesional. Shofi dengan mudah dan cepat sekali mengatur emosi yang ada dalam dirinya.


"Bagaimana dengan kontrak kerja samanya, apa anda tertarik dengan terobosan produk kami!"


Ucap Fatih dingin dan tegas berbeda dengan biasanya. Bahkan aura kepemimpinan terasa kental di ruangan tersebut.


Fatih dan Shofi dua-duanya begitu profesional sekali dalam membahas pekerjaan seolah mereka dua orang asing yang baru bertemu.

__ADS_1


Tak menjadi hambatan atau kegugupan bagi Shofi jika partner kerjanya kali ini ternyata kekasih dia sendiri.


Bagaimana bisa Fatih menjadi CEO perusahaan B.B grup. Bukannya Fatih penerus perusahaan yang berada di Indonesia. Ini sangat membingungkan sekali tapi Shofi menahannya sebisa mungkin.


"Baik, saya setuju dengan penawarannya. Semoga tak mengecewakan!"


"Saya rasa anda akan puas dengan semua ini!"


Balas Fatih tak kalah dingin membuat Philip dan asisten Fatih terdiam. Pemimpin mereka sama-sama menyeramkan auranya.


Jika kedua perusahaan itu benar-benar bergabung maka di pastikan kedua perusahaan itu akan kuat apalagi yang memimpin perusahaan itu dua generasi muda yang sama-sama anak mafia. Tentu auranya akan semakin dingin dan kelam hingga tak ada celah bagi tikus untuk masuk.


"Senang bekerja sama dengan anda nona Filosofi Alin Damaresh!"


Ucap Fatih ketika menjabat tangan Shofi membuat Shofi diam saja dengan aura dinginnya. Karena begitulah Shofi yang tak suka basa-basi dalam hal bekerja.


Fatih dan asisten pamit undur ketika mereka sudah mendapat tanda tangan itu.


Ting ...


Ponsel Fatih berbunyi menandakan pesan masuk.


Fatih menghentikan langkahnya mengecek siapa yang mengirimnya pesan. Seketika bibir Fatih tertarik kesamping ketika membaca pesan dari Shofi.


"Saya ada urusan lain, kamu pulang terlebih dahulu!"


Ucap Fatih tiba-tiba pada sang asisten sambil menyerahkan berkas di tangannya.


Sang asisten hanya mengangguk saja lalu pergi meninggalkan bosnya sendiri di loby.


Tok .. tok ...


"Silahkan masuk, nona muda sudah menunggu!"


Ucap Philip membuat Fatih hanya mengangguk saja.


Fatih masuk dengan gagahnya sudah di pastikan Shofi pasti marah pada dia.


Grep ...


Fatih memeluk Shofi dari belakang karena memang Shofi sedang berdiri di depan jendela yang memperlihatkan betapa kecilnya mobil di bawah sana.


"Kenapa?"


Ucap Shofi dengan suara rendahnya menatap jauh kedepan.


"Maaf, aku hanya ingin memberi kejutan!"


"Tapi kenapa harus kerja sama ini!"


Fatih terdiam kini faham kemana arah pembicaraan Shofi. Ini bukan masalah Fatih jadi CEO perusahaan B.B grup melainkan tentang kontrak kerja sama itu.


Fatih membalikan tubuh Shofi agar menghadap padanya. Fatih mengelus pipi Shofi yang mulus sambil menyelipkan rambut Shofi ke belakang telinganya.

__ADS_1


"Sebenarnya aku tak ada sangkut pautnya dengan kerja sama ini karena kerja sama ini di buat sebelum digantikan oleh ku. Aku baru satu minggu menggantikan nya tepatnya mengambil alih. Aku juga tak menyangka jika perusahaan ku mengajukan kontrak kerja sama dengan perusahaan kamu!"


"Jadi yang mengganti isi kontrak itu kamu!"


"Iya, mana mungkin aku merugikan perusahaan kamu dengan kontrak pertama jadi aku ubah!"


"Aku tak marah, hanya terkejut saja bagaimana bisa kamu jadi CEO perusahaan B.B grup!"


"B.B grup salah satu cabang perusahaan F.B yang ada di Indonesia!"


"Bukankah kamu penerus perusahaan itu, tapi bagaimana ada di sini!"


"Perusahaan induk papa akan menyerahkan pada Aksara nanti dan aku memegang di sini!"


Shofi terdiam karena tak menyangka om Farhan mempunyai perusahaan di sini kenapa Shofi tak tahu itu.


Jika Fatih CEO di sini berarti Fatih akan menetap di sini, benarkah begitu.


Fatih menangkup wajah cantik Shofi wajah yang selalu menghantui pikiran nya.


"Aku tak bisa jauh dari kamu, sudah cukup empat tahun kita berpisah. Aku akan di sini bersama kamu,"


"Ini kan yang kamu bimbangkan semenjak pulang dari Indonesia!"


Kali ini Shofi tersenyum Fatih nya memang benar-benar sudah kembali.


Fatih seolah tahu kegundahannya dan dia selalu mengerti perasaan tanpa bertanya. Fatih memang selalu memberi kejutan yang tak terduga.


"Bagaimana aku tak jatuh cinta jika kamu selalu tahu apa yang aku ingin tanpa aku bicara!"


"Terimakasih sudah memahami hatiku!"


"Aku tahu, karena tak mungkin bagi kamu ikut dengan ku ke Indonesia sedang kamu di sini mengemban tanggung jawab besar!"


"Maka biarkan aku yang akan mengikuti kemana langkah kamu!"


Shofi memeluk Fatih erat sangat erat hingga tak ada jarak di antara mereka. Sungguh Fatih benar-benar misterius dan penuh kejutan.


"Sekarang tak ada lagi alasan aku untuk pergi, aku akan diam karena takut kamu lelah!"


Ucap Shofi sambil mengangkat kepalanya agar bisa melihat wajah tampan Fatih.


"Ich liebe dich wirklich, wirklich, wirklich, King Fatih Al-biru!"


Cup ...


Fatih mencium bibir Shofi karena tak kuat mendengar ungkapan cinta dari Shofi apalagi matanya yang berkedip seolah menggoda dia untuk datang.


"Manis!"


Lilir Fatih ketika menyudahi ciumannya dengan kening yang menyatu. Nafas mereka memburu terasa hangat menerpa wajah masing-masing.


Pipi Shofi sudah memerah bak kepiting rebus mendengar bisikan Fatih yang terdengar seksi.

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2