Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 66 Cincin Kakkah


__ADS_3

Jarvis senyam senyum melihat Cherry yang sudah siuman dan bisa bergabung dengan semua keluarga.


Sedang Cherry hanya diam saja dengan wajah di tekuk karena masih kesal dengan apa yang Jarvis lakukan. Bahkan rasanya Cherry ingin bersembunyi di lobang semut menyembunyikan rasa malunya dengan tingkah konyolnya yang di lakukan tadi.


Rahma Arthur tersenyum tipis melihat tingkah calon menantunya. Walau ceroboh namun tergambar jelas jika Cherry tahu caranya duduk di hadapan seorang Raja.


Tingkah Cherry sungguh mengingatkan Raja Arthur pada pertemuannya dengan sang istri dulu.


Gadis bar-bar, nan ceroboh namun polos dengan ketulusan yang nyata.


"Bagaimana nak, apa kamu masih mau kabur setelah tahu siapa calon suami kamu!"


"Tidak!"


"Bagus, berarti kita bisa segera memutuskan tanggal pernikahan mereka!"


"What!"


Pekik Cherry terkejut dengan ucapan Raja Arthur yang seenak jidatnya.


"kenapa?"


"Mohon maaf Raja, saya berkata Tidak bukan berarti mengiyakan jika saya menerima perjodohan ini!"


"Lalu?"


Tanya Raja tenang melihat gadis muda di depannya. Walaupun polos namun nyatanya Cherry mempunyai cukup nyali.


Karena masih kesal dengan apa yang Jarvis lakukan membuat Cherry berani menyanggah ucapan Raja. Bagi Cherry di rumahnya Raja hanya tamu dan dia berhak mengungkapkan pendapatnya.


"Dengan sangat hormat saya menolak nya, saya tak mau di permainkan lagi oleh putra anda!"


Tegas Cherry membuat Jarvis membulatkan kedua matanya bahkan hampir saja keluar dari tempatnya karena tak menyangka Cherry akan menolak dia secara terang-terangan.


Bukan hanya Jarvis yang terkejut begitupun dengan semua orang. Kaka hanya diam saja dengan keputusan keponakannya. Bagi Kaka keputusan Cherry sangat tepat.


"Kalau begitu, saya permisi!"


"Tunggu!"


Cegah sang Ratu ibunda Jarvis, sang Ratu menatap Cherry penuh kelembutan nyatanya Cherry gadis tak sepolos di lihat sekilas.


"Bolehkah Tante berbicara berdua dengan kamu, nak!"


Ucap sang Ratu lembut menatap penuh kasih sayang pada Cherry.


Cherry hanya mengangguk saja mengikuti sang Ratu keluar. Seperti nya sang ratu membawanya ke taman.


Cherry menautkan kedua alisnya melihat begitu banyak mobil di halaman rumahnya. Cherry tidak bodoh kalau tidak bisa mengenali mobil siapa itu.


"Apa kamu mencintai putra Tante?"

__ADS_1


Tanya sang Ratu membuat Cherry mengangguk kemudian menggeleng kuat membuat sang Ratu hanya tersenyum tipis.


"Tante tahu bagaimana putra Tante, namun Tante juga tahu jika Jarvis serius dengan kamu. Coba kamu lihat mobil yang berjajar di sana!"


"Mereka semuanya keluarga kerajaan, demi kamu Jarvis menyuruh mereka diam di mobil karena Jarvis tahu kamu tak terlalu suka dengan kemewahan. Namun, kami sebagai orang tua ingin melamar anak orang dengan yang terbaik!"


"Dan, mobil yang di sana itu hadiah buat ulang tahun kamu. Tante tahu kamu pasti lupa dengan ulang tahun kamu sendiri karena kamu terlalu sibuk dengan kegelisahan kamu. Jarvis tahu kamu menyukai mobil itu, untuk itu Jarvis membelinya sebagai ulang tahun dan sekaligus menjadi acara lamaran untuk kamu!"


Cherry terdiam mendengar setiap kalimat yang di ucapkan sang Ratu. Apa benar Jarvis seserius ini ingin menjadikan dia satu-satunya putri di hatinya.


Namun, masih ada keraguan di hati Cherry akan semua ini. Ternyata lamaran seorang pangeran memang beda. Sialnya Kaka kenapa tak memberi tahu dia.


Tak lama satu persatu mobil yang berjajar terbuka mengeluarkan hurup yang jika di satukan membentuk kata "Happy Birthday My Heart"


Cherry tak menyangka dia benar-benar di prank habis-habisan oleh Jarvis. Walau sejujurnya Cherry bahagia mungkin Cherry adalah wanita paling bahagia di dunia ini.


Bisa di perlakukan sebegitu istimewanya dan dengan konyolnya Cherry sempat mau kabur.


"Lihatlah, Nak!"


Ucap sang Ratu sambil menunjuk pada mobil hadiah ulang tahun Cherry di mana begitu banyak balon yang keluar ketika mobil itu di buka.


...Will You Marry Me...


Cherry membekam mulutnya tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Terharu!


"Tan,"


"Itu yang Jarvis siapkan untuk kamu!"


Sungguh rasanya Cherry tak bisa berkata-kata lagi. Cherry hanya bisa diam membisu dengan perasaan yang begitu sempurna.


"Aku tahu kamu ragu akan diriku, dengan bagaimana masa laluku. Tapi, Shofi sudah membuka mataku jika aku tak akan bisa melihat cinta tulus sedang hatiku selalu tertutup oleh kedudukan ku. Sekarang aku sadar jika kamu yang aku butuhkan bukan Shofi atau orang lain,"


Ucap Jarvis tiba-tiba membuat Shofi langsung berbalik.


"Maaf jika masa lalu ku membuat kamu terluka. Tapi, aku janji di masa depan kamu adalah wanita satu-satunya di hatiku setelah ibunda ratu. Maukah kamu memberi ku kesempatan untuk memberikanmu cinta dariku?"


Will You Marry Me, Cherry Aldarberto?


Ucap Jarvis lantang sambil berlutut membuka kotak cincin berwarna biru. Terlihat sebuah cincin yang tertata berlian.


Sebuah cincin yang di rancang khusus oleh desainer go internasional.


Cherry hanya bisa menutup mulutnya dengan mata memerah. Cherry menatap sang Daddy yang hanya tersenyum padanya.


Cherry tak menyangka Jarvis akan berbuat seperti ini. Bukankah niat awal Jarvis akan membawa kabur dia dari laki-laki yang di jodohkan sang Daddy.


Lantas bagaimana Cherry bisa kabur jika orang yang ingin membawa kabur Cherry malah melamarnya. Sungguh ini sebuah kejutan yang tak terduga.

__ADS_1


Cherry pikir Jarvis akan datang dengan kesederhanaannya nyatanya semua hanya fatamorgana.


Cherry menatap Jarvis yang setia berjongkok di hadapannya dengan tatapan penuh harap.


Jarvis berharap Cherry mempercayai ketulusan hatinya. Dan menerima dia sebagai bagian dari hidupnya.


Semua orang harap-harap cemas melihat Cherry yang hanya diam saja bahkan sampai Jarvis pegal karena terlalu lama berlutut. Namun, untuk Cherry Jarvis akan melakukan apa saja.


Jarvis faham betul kenapa Cherry masih terlihat ragu untuk menerimanya. Apalagi dengan apa yang pernah Jarvis lakukan dulu.


Kenapa rasanya sakit sekali ketika Cherry belum menjawab, lantas bagaimana jika Cherry menolaknya. Sungguh itu suatu hal yang mengerikan.


"Maaf jika lamaran ini terkesan terburu-buru dan tanpa memberi tahu mu terlebih dahulu. Aku mengerti, gak apa jika kamu belum bisa menjawab. Aku akan menunggu!"


Ucap Jarvis sendu sambil menatap nanar cincin di tangannya. Perlahan Jarvis menutup kotak cincin itu.


"Wait!"


Ucap Cherry membuat Jarvis langsung mendongkak begitupun dengan semua orang sambil menahan nafas dengan apa yang Cherry lakukan.


"Bagaimana bisa aku menerima kamu sedang aku tak bisa memakai cincin itu, kulitku alergi memakai mas!"


Ucap Cherry polos membuat semua orang langsung menepuk jidatnya. Begitupun dengan sang Daddy lupa memberi tahu Jarvis jika memang Cherry alergi memakai perhiasan sama seperti mendiang istrinya.


Jarvis langsung menatap Daddy Cherry lalu menatap sendu Cherry. Jarvis bingung apa yang harus Jarvis sematkan di jari manis Cherry jika Cherry akan kesakitan memakai cincin mahalnya.


Sang ratu tersenyum lembut mendengar penuturan Cherry. Sungguh Cherry seperti putri di negri dongeng saja. Namun, entah kenapa sang ratu dan sang Raja sangat menyukai Cherry.


Sang ratu membuka salah satu cincin peninggalan ibunda tercinta. Di mana cincin itu terbuat dari kayu kaokah yang di ukir indah dengan batu delima di atasnya.


"Pakai ini nak, Ibunda yakin Cherry akan cocok dengan ini!"


Jarvis tersenyum lebar sambil mengambil cincin turun temurun dari keluarga sang ibunda Ratu.


Will You Marry Me, Cherry Aldarberto?


Jarvis mengulang kalimatnya untuk kedua kalinya.


"Yes!"


Semua orang tersenyum haru melihat bagaimana Jarvis memakaikan cincin sang ibunda Ratu pada Cherry.


Jika semua orang bahagia dengan lamaran Jarvis pada Cherry berbeda dengan Seseorang di ujung sana yang menatap sinis pada Cherry.


*Bagaimana mungkin Pangeran menikahi gadis manja seperti nya.


Cih, dia tak lebih hebat dari ku*!


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2