
Fatih merasa heran karena Shofi sendari tadi terdiam. Entah apa yang di bicarakan Shofi dan Elsa tadi di dalam karena Fatih tak bisa mendengarkannya.
Diamnya Shofi membuat Fatih merasa tak enak. Ada rasa sedih menyelimuti hati Fatih melihat Shofi sedih seperti itu.
"Kenapa?"
Tanya Fatih sambil menggenggam tangan Shofi membuat Shofi menoleh.
"Apa ada masalah!"
Shofi hanya menggelengkan kepala saja, membuat Fatih terdiam. Biasanya Shofi akan selalu terlihat ceria di depannya. Mengatakan hal-hal yang tak Fatih percayai.
Namun, kali ini Fatih akan mempercayai apapun yang di ucapkan Shofi. Berharap apa yang Shofi ucapkan adalah sebuah kebenaran di masa lalunya agar Fatih bisa mengingat kembali.
"Apa kamu masih marah sama aku?"
"Aku hanya takut!"
Ucap Shofi sendu menatap kedalam mata Fatih. Membuat Fatih mengerutkan keningnya bingung.
"Apa yang kamu takutkan, bukankah aku mencintaimu!"
"Takut, ketika kamu tak akan bisa mengingatku lagi!"
Fatih terdiam karena bingung harus menjawab apa. Karena ini juga bukan keinginan dia. Fatih juga tak tahu apa ia bisa mengingat kembali ingatannya atau tidak.
"Maafkan aku!"
Shofi hanya diam saja, karena Shofi juga bingung. Shofi tak mungkin terus menerima Fatih, sedang Fatih mengingatnya hanya orang lain.
Karena percuma, semuanya tak akan sama jika Fatih belum mengingatnya. Seakan Shofi hidup dengan orang lain walau raga itu milik Fatih.
Karena Shofi tahu, mungkin Fatih tak benar mencintainya dia hanya ingin memastikan saja apa benar dirinya ada di kehidupan Fatih atau tidak.
Fatih hanya sedang pura-pura agar membuat dia bahagia dan apa yang menjadi pertanyaan Fatih terjawab.
Shofi bukan orang bodoh yang tak tahu akan hal itu. Karena Shofi yang merasakannya ada yang berbeda dari cara Fatih memandangnya.
Karena Fatih nya Shofi tidak seperti itu dan Shofi tahu itu.
"Jangan pernah pura-pura ketika kamu cuma tak mau menyakitiku!"
"Aku akan berusaha mengingat itu. Tolong beri aku waktu!"
Ucap Fatih serius membuat Shofi menghela nafas dalam. Apa waktu yang akan Shofi berikan cukup untuk Fatih mengingat segalanya. Karena Shofi tak mau membuat Fatih terlibat dalam keluarga nya ketika Fatih belum mengingatnya.
Apalagi Shofi sedang dalam keadaan bahaya, karena nyawanya sedang di incar oleh kakak tirinya sendiri.
Apa Fatih akan melindungi nya seperti dulu, Fatih selalu melindunginya tanpa Shofi minta, tanpa Shofi jelaskan.
Fatih akan selalu datang di waktu yang tepat ketika ia membutuhkan perlindungan.
__ADS_1
"Aku akan memberikan waktu itu,"
Fatih tersenyum cerah ketika Shofi memberikannya kesempatan untuk tetap mengingat. Walau sebenarnya Fatih sendiri apa ia akan mengingat kembali atau tidak.
Shofi memeluk Fatih berharap mendapatkan sebuah ketenangan. Shofi menghirup dalam-dalam wangi tubuh Fatih yang masih sama seperti dulu.
Shofi memejamkan kedua matanya meresapi kenyamanan yang tak sama ini. Seolah Fatih memang lupa cara memperlakukan Shofi bagaimana.
Shofi mengeratkan pelukannya mencari kenyamanan sendiri.
Fatih diam saja membiarkan Shofi memeluk dirinya. Karena Fatih juga bingung harus berbuat apa.
"Fatih,"
Panggil Shofi tanpa menatap wajah Fatih, Shofi malah semakin menelusup kan wajahnya di dada bidang Fatih.
"Hm!"
"Apa kamu tahu, dulu kamu begitu jahat padaku!"
Deg ...
Seketika tubuh Fatih menegang mendengar kata jahat keluar dari mulut Shofi. Apa Shofi akan menceritakan masa lalu mereka. Apa cerita Shofi akan sama dengan cerita Moreo atau tidak.
"Kamu selalu menganggap aku lemah, cupu dan jelek,"
"Kamu selalu mem-buli ku, bahkan sampai tega membuat aku pingsan!"
Ucap Shofi sambil mengingat bagaimana kenangan mereka dulu.
"Kamu selalu menyebut ku lemah, kata yang sangat aku benci tapi ..,"
Shofi terdiam mengingat dengan jelas bagaimana pertemuan mereka dulu.
"Tapi, kamu terlalu jahat membuatku menjadi orang bodoh karena mencintaimu!"
Lanjut Shofi mengingat masa lalu mereka karena memang yang pertama jatuh cinta adalah Shofi sendiri sebelum Fatih mengungkapkan perasaan nya.
"Apa kamu tahu, kenapa aku mencintai kamu!"
Ucap Shofi sambil melerai pelukannya. Shofi menatap wajah Fatih seksama wajah yang sama namun ingatan yang berbeda.
"Kamu selalu melindungi ku tanpa aku minta dengan caramu sendiri. Kamu selalu memperlakukan aku istimewa dengan cara berbeda. Dan, kamu terlalu kaku untuk mengucap kata romantis tapi kamu selalu memberikan kebahagiaan dengan tindakan mu!"
Shofi menangkup wajah Fatih yang hanya diam saja menjadi pendengar setia curahan Shofi.
"Terimakasih sudah mengenalkan ku dengan kata cinta. Terimakasih sudah mengajarkan aku arti berjuang. Mungkin kata ini sudah terlambat, tapi aku akan tetap mengucapkannya. Terimakasih atas kenangan manis yang kamu berikan padaku!"
Shofi kembali memeluk Fatih berharap dengan cerita itu Fatih sedikit bisa mengingatnya. Karena hanya dengan kenangan Shofi bisa menunjukannya bahwa kisah mereka dulu terlalu indah namun singkat perjalanan mereka karena Shofi harus pergi.
Andai saja ponsel Shofi masih ada, mungkin Shofi bisa menunjukannya. Namun, entah kemana ponsel Shofi, bahkan sudah Shofi selidiki pun Shofi belum menemukannya.
__ADS_1
"Aku tak tahu dengan cara apa aku mengingatkanmu, hanya sebuah cerita yang dapat aku ceritakan. Karena waktu itu, ponselku tiba-tiba hilang!"
Ucap Shofi sendu, seolah Shofi sudah putus asa dengan semuanya.
Irama detak jantung Fatih membuat ketenangan sendiri bagi Shofi membuat Shofi memejamkan kedua matanya.
Fatih sendiri membiarkan apa yang Shofi lakukan. Mendengar cerita Shofi saja membuat Fatih merasakan bagaimana penderitaan Shofi.
Walau Fatih belum mengingatnya tapi Fatih bisa merasakan ada perasaan lain di hati Fatih.
"Shofi,"
Panggil Fatih, namun tak ada sahutan sama sekali. Fatih berusaha melepas pelukannya namun nyatanya Shofi malah tertidur. Dengan kuat Fatih kembali menahan Shofi agar Shofi tidak terjatuh.
Fatih dengan pelan menidurkan Shofi di atas pangkuannya agar nanti Shofi tidak sakit badan.
Fatih membenarkan rambut Shofi agar bisa dengan jelas melihat wajah cantik Shofi. Fatih menatap Shofi intens. Rambut pirang, bulu mata lentik, hidung mancung dan bibir seksi.
Jika rambut kamu pirang, kamu pasti persis seperti Daddy kamu.
Bule...
Sekelebat bayangan terlintas di ingatan Fatih membuat Fatih menautkan kedua alisnya.
"Kamu mewarnai rambutmu?"
"Seperti nya cocok jika berwarna hitam, kelihatan indo!"
"Apa kamu ingin tahu kenapa aku mewarnai rambutku?"
"Tidak!"
"Sayang sekali, padahal dia orang istimewa di hidupku yang menginginkan rambutku seperti ini."
Fatih mengingat jelas perkataan Shofi beberapa waktu lalu.
Tentang rambut Shofi yang berwarna pirang, apa benar orang istimewa yang Shofi maksud adalah dirinya.
Fatih terus saja mengingat-ingat kapan ia pernah bicara seperti itu pada Shofi. Apa di masa lalu mereka saling mencintai atau tidak. Fatih belum bisa percaya dengan semuanya tapi Fatih akan tetap berusaha mengingatnya.
"Jika benar aku adalah alasan kamu mewarnai rambutmu. Apa kamu se-cinta itu padaku di masa lalu?!"
Ada kebahagiaan tersendiri di hati Fatih jika memang seperti itu. Merasa di cintai sedalam itu oleh seorang Shofi.
Tapi, Fatih lupa jika Shofi dulu begitu dingin dan sulit mengaku akan perasaannya. Sampai Fatih harus sabar menghadapi sikap Shofi.
Bahkan Shofi mengaku perasaan ketika Shofi akan pergi meninggalkan dia. Sampai di mana Fatih mengalami kecelakaan dan membuat dia hilang ingatan.
"Aku berjanji akan berusaha mengingatmu kembali. Tolong jangan lelah untuk terus menunggu ku!"
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...