
Karena tinggal menunggu Wisuda membuat Shofi kembali fokus pada pekerjaannya di kantor. Bahkan Shofi sekarang di sibukkan dengan beberapa pekerjaan yang belum sempat di tangani.
Masalah yang bertubi-tubi menghampiri membuat Shofi kewalahan apa lagi Philip yang masih belum bisa ke kantor di karenakan jalannya masih belum lancar.
Di tambah Shofi yang harus pergi ke Indonesia selama satu minggu membuat pekerjaan Shofi semakin menumpuk saja.
Walaupun begitu Shofi tidak mengeluh Shofi selalu mencintai apapun pekerjaan yang ia kerjakan.
Kesibukannya di kantor tak lekas membuat hubungan Shofi dan Fatih hambar, justru hubungan mereka semakin lengket saja ketika bertemu.
Bahkan Fatih juga di sibukkan dengan pekerjaan entah apa yang Fatih kerjakan Shofi juga tak tahu. Bagi Shofi cukup ketika dia kangen Fatih ada.
Rasa rindu itu tak akan pernah berkurang di hati Shofi. Bagaimana tidak jika di setiap harinya Fatih selalu membuat Shofi jatuh cinta.
Shofi melirik satu berkas lagi yang belum terselesaikan sedang waktu sudah masuk waktu pulang.
Karena tanggung Shofi memutuskan memeriksanya saja toh Fatih juga masih di jalan.
Shofi menautkan kedua alisnya ketika membaca berkas itu. Seperti nya itu berkas baru atau memang Shofi belum pernah menanganinya akibat terlalu sibuk.
Shofi memanggil Elsa untuk segera datang ke ruangannya. Elsa pasti tahu tentang masalah berkas itu, pikir Shofi.
"Bacalah!"
Titah Shofi ketika Elsa sudah berada di ruangan Shofi. Elsa membaca dengan teliti berkas yang ia pegang. Elsa tersenyum membacanya.
"Pengajuan kontrak kerja sama perusahaan kita dan perusahaan B.B grup. Di karenakan CEO nya baru jadi mereka sedikit merevisi isi kontrak awal dengan yang ini!"
"Kapan pengajuan itu, kenapa aku baru melihatnya?"
"Sudah lama, berkas ini yang di tangani Philip cuma sekarang tinggal butuh persetujuan kamu untuk tanda tangan perubahan kontak ini!"
Shofi terdiam berusaha mengingat-ingat kapan dia menyerahkan berkas ini. Mungkin ketika banyak masalah membuat Shofi lupa jika harus Philip yang menangani semuanya.
"Coba ceritakan sedikit tentang perusahaan ini agar aku sedikit mengingatnya,"
"Perusahaan B.B grup bergelut di bidang Beauty seperti dengan nama perusahaan nya. Namun mereka tertarik bekerja sama dengan perusahaan farmasi kita karena ingin membuat trobosan baru di bidang kecantikan yang di mana kecantikan itu bukan hanya untuk wajah saja namun bisa di gunakan untuk bekas luka dll. Untuk itu mereka menginginkan kita yang mengecek segala sesuatu nya.
Di era sekarang kecantikan dan obat itu dua jenis yang berbeda dengan masing-masing harga namun CEO baru itu menciptakan satu barang dalam dua manfaat dan membantu masyarakat juga dalam pengeluaran mereka!"
Shofi memangut-mangut mendengar penjelasan Elsa. Masuk akal juga dan Shofi sekarang mengingatnya.
Mereka yang menciptakan dan perusahaan Shofi yang bertanggung jawab atas pengecekan semua produk dan hasilnya akan menguntungkan bagi mereka karena ini juga trobosan baru bagi perusahaan Shofi di mana perusahaan mereka bergelut dengan kecantikan.
Memang tak banyak seorang dokter-dokter menciptakan kecantikan hasil dari penelitiannya sendiri hingga banyak beredar di masyarakat sekarang. Namun, dengan jenis ini Shofi baru mendengarnya.
Itu sangat bagus dan saling menguntungkan di mana jika produk itu berhasil maka bukan hanya perusahaan B.B grup saja yang akan melejit tapi juga perusahaan Shofi.
"Ok .. ok .. aku mengerti, namun aku harus bertemu dengan CEO baru perusahaan B.B grup. Atur jadwal ku dengannya!"
"Baik!"
"Dan kapan Philip bisa masuk kantor?"
"Kemungkinan lusa dia sudah bisa masuk!"
"Baik, aku ingin Philip menemaniku bertemu CEO perusahaan itu!"
"Ok!"
"Kamu boleh keruangan kamu!"
Elsa undur diri setelah urusannya selesai karena ia juga akan bersiap pulang.
__ADS_1
Begitupun dengan Shofi karena pasti Fatih sudah lama menunggu di loby. Shofi membereskan berkas-berkas yang berantakan lalu menutup laptop nya.
"Philo,"
Shofi seketika melirik mendengar namanya di panggil. Shofi tersenyum pasti Fatih kelamaan menunggu.
"Maaf, lamanya menunggu!"
"Iya, barusan aku bertemu Elsa di akan pulang!"
"Maaf, barusan lagi membahas pekerjaan dulu. Ayo!"
Sesal Shofi sambil merangkul tangan Fatih, Fatih hanya tersenyum saja mengerti bagaimana kesibukan Shofi.
"Jangan terlalu lelah bekerja, kan bisa besok di teruskan!"
"Iya ... iya .. besok tidak lagi lembur!"
"Good!"
Ucap Fatih sambil mengelus kepala Shofi, Shofi selalu suka jika Fatih mengelus kepalanya karena itu Shofi merasa di cintai dan di sayangi.
Shofi tak menyangka jika Fatih akan kembali padanya. Walau awal nya Fatih belum mengingatnya. Tapi kebahagiaan ini rasanya tak bisa Shofi jabarkan.
Walau masih ada satu kejanggalan di hati Shofi yang belum bisa Shofi jabarkan. Entahlah, Shofi belum berani menanyakannya pada Fatih apalagi hubungan mereka memang masih sebatas saling memiliki saja.
Walau ingin sekali Shofi menanyakan hal itu namun Shofi belum berani.
"Aku tahu aku ganteng!"
"Narsis!"
Ketus Shofi membuat Fatih terkekeh karena merasa lucu sendari tadi Shofi terus menatap dirinya.
"Habis lihatin mulu, nanti aku gak fokus nyetir nih!"
"No!"
"Ya sudah!"
Ucap Shofi enteng bukannya fokus ke depan Shofi malah semakin menjadi menatap wajah tampan Fatih. Rasanya Shofi tak akan bosan-bosannya memandangnya.
Fatih tersenyum sambil menutupi wajah Shofi dengan sebelah tangannya karena tangan satunya fokus memegang stir.
"Dear, tangannya!"
"Habis lihatin mulu!"
"Kan ganteng!"
Fatih semakin terkekeh mendengar ucapan Shofi yang narsis sungguh ini bukan sifat Shofi yang dulu bahkan di godain pun dulu Shofi tak akan mempan.
"Tadi gak ngaku!"
"Dear!"
"Apa!"
Deg ...
Shofi terkejut tiba-tiba wajah Fatih ada di hadapannya. Saking kagetnya mata Shofi mengerjap-enjap lucu membuat Fatih gemas saja.
"Ayo turun sudah sampai!"
__ADS_1
Sial!
Gerutu Shofi, Shofi pikir Fatih akan menciumnya nyatanya tidak. Shofi dengan kaku melihat keluar mobil dan ternyata benar, mereka sudah sampai di loby hotel.
Fatih hanya mengulum senyum geli melihat wajah Shofi yang di tekuk.
Dengan santainya Fatih menggandeng tangan Shofi masuk kedalam lift dimana mereka menuju ke lantai di mana unit apartemen mereka berada.
Kini giliran Fatih yang merangkul Shofi karena Shofi tak merangkul tangannya lagi. Jika merajuk wajah Shofi sangat menggemaskan sekali.
"Besok aku tak bisa ngantar ke kantor, ada sedikit urusan!"
"Hm,"
"Ko cuma hm doang!"
"Iya gak apa!"
"Gak nanya aku ke mana?"
"Tau ah!"
Jengkel Shofi membuat Fatih semakin terkekeh saja. Menggoda Shofi memang sangat menyenangkan sekali.
Fatih membuka jaketnya ketika sudah masuk kedalam apartemen Shofi lalu menggantungnya di tempat biasa begitupun dengan Shofi.
"Philo!"
"Hm,"
"Punggungku sakit!"
"Coba aku lihat!"
Panik Shofi langsung berbalik mendengar Fatih mengeluh punggungnya sakit.
Shofi takut punggung Fatih kembali cidera akibat kecelakaan itu.
"Salep nya di mana?"
"Ada di laci!"
Shofi bergegas mengambil salep yang selalu di pakai Fatih ketika punggungnya sakit.
"Tadi baik-baik saja, kenapa sekarang sakit. Apa kamu melakukan pekerjaan berat!"
Oceh Shofi sambil mengangkat baju Fatih agar memudahkan dirinya memasang salep untuk Fatih.
"Apa sudah lebih baik?"
Tanya Shofi ketika sudah mengoleskan salepnya di punggung Fatih.
"Sedikit,"
Jawab Fatih tersenyum tipis ketika Shofi begitu khawatir terhadap dirinya.
Bruk ...
Fatih menjatuhkan kepalanya di paha Shofi sambil menatap Shofi dari bawah.
"Tak ada bintang yang lebih indah selain wajah ini yang ku lihat!"
Cetus Fatih sambil menahan tengkuk Shofi hingga kepala Shofi menunduk.
__ADS_1
Bersambung..
Jangan lupa, Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...