Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 103 F2 (RYT) Sangat puas


__ADS_3

Kerinduan Shofi seperti nya sudah tak bisa di bendung lagi pada keponakan cantiknya. Namun sampai saat ini Shofi belum mendapat kabar bagaimana keputusan sang suami.


Shofi gak mungkin pergi jika tak bersama Fatih. Namun Shofi juga tak berani memaksa Fatih melihat kesibukan Fatih yang padat bahkan pulang pun selalu larut.


Shofi hanya bisa melihat photo keponakannya dari layar ponsel yang di kirim anak buahnya. Mentari benar-benar sangat menggemaskan.


Entah kenapa Shofi ingin sekali memeluk baby mungil itu. Seolah di antara mereka ada ikatan batin.


Bahkan Shofi tanpa sadar memeluk ponselnya yang di mana ada photo Mentari di sana hingga mata Shofi terlelap.


Rasa rindu itu tergambar jelas di wajah Shofi kerinduan akan keponakan cantiknya. Padahal di antara mereka tak ada ikatan sama sekali.


Cklek ...


Fatih baru saja pulang kantor sangat larut sekali bahkan lebih larut dari sebelum-sebelumnya. Tepatnya Fatih pulang sampai jam dua dini hari. Entah apa yang Fatih lakukan sampai pulang selarut itu.


Fatih tersenyum melihat sang istri yang sudah tidur sambil memeluk ponselnya.


Fatih mengambil ponsel sang istri sangat pelan karena takut membangunkan Shofi.


Deg ...


Fatih tertegun melihat photo di layar ponsel istrinya. Lalu Fatih menatap intens sang istri dengan tatapan sendu.


"Apa kamu begitu merindukan Mentari sayang,"


Gumam Fatih menatap sang istri sendu, Fatih tak menyangka jika kerinduan Shofi pada keponakannya begitu besar.


Fatih rasanya tak bisa berkata apa-apa lagi karena bingung harus mengungkapkannya bagaimana.


Seperti nya bukan sekedar kerinduan yang Shofi rasakan tapi terlihat mereka seolah ada ikatan kuat.


Fatih tak bisa menjabarkannya apalagi Fatih tahu jika kakak sepupu nya itu menginginkan Shofi yang mengurus Mentari. Seolah Amira percaya jika Shofi bisa menjaga Mentari.


Fatih menyelimuti sang istri agar tidur Shofi semakin nyaman.


Bukannya tidur Fatih mandi terlebih dahulu agar badannya kembali fit.


Sudah selesai dengan ritual mandinya Fatih memakai pakaian formal.


Lalu keluar kamar menelepon seseorang entah siapa itu.


.


Perlahan mata Shofi mengerjap pertanda Shofi sudah bangun.


Shofi tersenyum melihat Fatih ada di sampingnya. Terlihat jelas rasa lelah di wajah Fatih membuat Shofi merasa kasihan.


Deg ...


Shofi menautkan kedua alisnya ketika merasa ini bukan berada di kamar dia. Shofi menyibak selimut karena merasa ada yang aneh. Di mana dia dan kapan sang suami membawanya.


Sontak Shofi menutup mulutnya sambil membulatkan kedua matanya ketika menyadari jika ia ada dalam pesawat pribadi.


Di luar ada Elsa yang sedang tertidur pulas entah jam berapa sekarang kenapa Elsa masih tidur.

__ADS_1


Sungguh Shofi di buat shok dengan semuanya. Kenapa Shofi tak sadar jika ia berada dalam pesawat dan kapan Fatih menyiapkan ini semua.


Apa Fatih dan Elsa semalaman tidak tidur hingga jam segini mereka masih tertidur.


Shofi kembali masuk kedalam kamar melihat Fatih yang tertidur. Tak terasa mata Shofi berkaca-kaca menatap sang suami penuh cinta.


Shofi tak menyangka jika Fatih akan melakukan semua ini. Bahkan tanpa Shofi sadar ia sudah berada dalam pesawat dan bahkan ini sudah tujuh jam perjalanan.


"I Love You, Dear!"


Lilir Shofi mengecup kening Fatih penuh cinta.


Entah bagaimana Shofi bisa tidur selama itu bahkan tak merasakan apapun. Biasanya jika Fatih mengelus pipinya saja Shofi akan terbangun. Tapi ini Shofi tak merasakan apa-apa.


Shofi tak tahu jika Fatih memang sengaja membuat Shofi tertidur panjang guna memberikan kejutan padanya.


Itu memang sudah di rencanakan dengan Elsa bahkan Elsa sampai lera tak tidur semalaman guna menyiapkan semuanya.


Dan kini Elsa tidur di pesawat karena kelelahan. Apalagi perjalanan Jerman-Indonesia begitu sangat panjang perkiraan mereka akan sampai malam hari.


Shofi sudah selesai mandi karena merasa tak enak. Kini Shofi terlihat fresh kembali setelah mandi.


"Sudah bangun, dear!"


Fatih mengalihkan tatapannya pada sang istri yang terlihat segar. Shofi tersenyum berjalan menghampiri Fatih yang sedang menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang.


"Terimakasih, Dear!"


Ucap Shofi tulus duduk di samping Fatih.


Shofi mengangguk cepat sambil tersenyum manis memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Maafkan aku ya, agak telat!"


"Tak apa, aku sangat bahagia!"


Ucap Shofi sambil mengecup lengan kokoh Fatih. Fatih sangat bahagia melihat sang istri terlihat bahagia.


Fatih mengelus pipi sang istri lembut lalu menyelipkan tangannya ke tengkuk sang istri lalu Fatih menariknya.


Cup ...


Fatih mencium bibir Shofi sangat lembut bahkan terasa manis sekali. Awalnya hanya sebatas ciuman biasa namun Shofi terbawa suasana membuat Shofi membalas ciuman sang suami.


Mereka berdua terkekeh menatap satu sama lain. Terlihat pancaran cinta dari keduanya diliputi oleh gairah.


"Sayang!"


"Dear!"


Keduanya memanggil satu sama lain seolah keduanya saling menginginkan lebih dari sekedar ciuman.


Entah siapa yang memulai keduanya kembali dalam pertempuran bibir. Seperti nya Shofi harus mandi lagi melihat kabut gairah yang tak bisa di pendam.


Sensasi yang berbeda dalam keadaan berbeda di mana mereka mengarungi surga dunia di dalam pesawat.

__ADS_1


Shofi tak menyangka ternyata Fatih mempunyai pesawat pribadi juga. Shofi tak tahu jika pesawat yang mereka gunakan adalah pesawat keluarga besar Al-biru.


Entah berapa mereka mengarungi surga dunia seolah tak ada kepuasan dari keduanya. Bahkan Shofi masih bisa mengimbangi kegagahan Fatih.


Bagi Fatih tak ada puasnya jika dia belum mendapatkan pelepasan dahsyat. Padahal entah berapa kali Shofi mendapatkannya tapi Fatih belum sampai di mana Fatih merasa jika ia akan mendapatkan kenikmatan itu.


Fatih memeluk tubuh Shofi sambil menyembunyikan kepalanya di leher Shofi. Nafas mereka memburu dengan rona wajah yang terlihat puas dari keduanya.


"Terimakasih sayang,"


"Terimakasih juga, Dear!"


Ucap Shofi lemah sambil mengelus rambut sang suami.


Fatih mengangkat kepalanya guna melihat wajah merona Shofi.


"Kamu terlihat seksi sayang!"


Pipi Shofi semakin memerah mendengar gombalan dari Fatih.


"Turun dear, berat!"


Ucap Shofi namun detik berikutnya mata Shofi melotot sempurna merasakan sesuatu di bawah sana kembali meminta surga dunia.


"Dear,"


"Seperti nya dia terlalu kangen!"


Ucap Fatih santai seolah tak merasa bersalah dengan apa yang ia ucapkan.


Fatih mengangkat tubuh Shofi membuat Shofi memekik hebat antara terkejut dan nikmat karena memang Fatih belum mengeluarkan miliknya.


Fatih mengangkat Shofi bak koala membuat miliknya semakin menusuk dalam bahkan sampai mentok ke dinding rahim Shofi.


"Dear!"


"Apa sayang merasakannya?"


"Kita akan mencoba suasana baru!"


Shofi sungguh tak bisa berkata apa-apa selain menggigit bibir bawahnya agar suaranya tak memekik. Fatih berjalan ke arah kamar mandi membuat tekanan pelan dari setiap langkah Fatih membuat Shofi benar-benar gila.


Bahkan Shofi semakin memeluk leher Fatih erat.


"Dear, kau!"


Ucap Shofi berkaca-kaca saking nikmatnya sampai membuat Shofi meneteskan air mata. Sungguh ini surga dunia yang benar-benar sangat membuat Shofi gila.


"Puas sayang!"


Shofi hanya mengangguk lemah karena tenaganya benar-benar sudah terkuras habis. Apalagi Shofi memang belum makan apa-apa selain kenikmatan yang Fatih berikan.


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2