Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 105 F2 (RYT) Kejutan


__ADS_3

Tak henti-hentinya Mentari menangis ketika Shofi pergi.


Hari ini memang jadwal keberangkatan Shofi, Fatih dan Elsa kembali ke Jerman.


Untung saja Mentari menangis ketika waktu jam tidurnya membuat Mentari tak lama tertidur karena terlalu lelah menangis terus.


Bukan hanya Mentari saja yang menangis begitu juga dengan Shofi.


Sungguh Shofi sangat berat meninggalkan Mentari. Ingin sekali Shofi membawanya namun Shofi masih belum berani memintanya.


Fatih hanya bisa memeluk sang istri walau bagaimanapun mereka harus tetap kembali.


Fatih mengelus sang istri sesekali mengecup keningnya berharap sang istri tenang. Sungguh mereka seolah seorang ibu dan anak yang di pisahkan seperti di film Mrs. Chatterjee vs. Norway.


"Sayang sudah ya, kita kan bisa berkunjung lagi atau vidio call!"


Fatih berusaha menenangkan sang istri agar tak menangis lagi. Bahkan entah berapa lama Shofi menangis sampai tertidur di pelukan Fatih.


Elsa hanya diam saja tak berani bersua, Bahkan Elsa juga meneteskan air mata melihat perpisahan mereka.


Fatih hanya berharap sang istri akan baik-baik saja sampa di Jerman begitupun dengan Mentari.


.


Tepat jam 10 siang pesawat yang di tumpangi Fatih, Shofi dan Elsa mendarat dengan selamat.


Para bodyguard sudah siap berjaga dan menjemput nona muda mereka.


Mereka membukakan pintu untuk tuan dan nyonya mereka.


Sedang Elsa masuk kedalam mobil Philip karena mereka berbeda tujuan.


Bahkan Fatih sendiri yang menyetir membawa Shofi.


Di sepanjang Jalan Shofi hanya diam saja namun Fatih tak sekalipun melepas tangan sang istri.


Fatih berharap ini akan menjadi sebuah kejutan bukan sebuah kesedihan bagi Shofi.


Bahkan Shofi tak sadar jika Fatih membawanya ke jalan yang berbeda.


"Dear,"


"Hm,"


Panggil Shofi melirik Fatih yang tersenyum lembut menatap Shofi penuh kasih sayang.


"Kita di mana?"


Tanya Shofi masih bingung melihat keadaan di sekeliling di mana mereka sedang berada di depan sebuah mansion yang begitu besar. Namun Shofi bukan orang bodoh yang tak tahu mansion itu seperti baru selesai di bangun.


"Masuklah, sayang akan tahu jika sudah masuk!"

__ADS_1


Ucap Fatih sambil menyerahkan sebuah kunci pada Shofi. Shofi terdiam melihat sebuah kunci yang ada di tangannya dengan ragu Shofi melangkah menuju sebuah pintu.


Shofi melirik Fatih yang sedang tersenyum lalu Shofi kembali fokus pada kunci yang di pegangnya. Perlahan Shofi membukanya dengan perasaan bingung.


Cklek ...


Bunyi nyaring dorongan pintu begitu jelas membuat Shofi diam mematung.


Semerbak Bunga masuk kedalam penciuman Shofi ketika pintu di buka. Shofi sangat Shok melihat apa yang ada di depannya.


"Masuklah sayang!"


Bisik Fatih tepat di telinga Shofi membuat Shofi perlahan melangkahkan kedua kaki nya masuk di mana Shofi sudah di sambut oleh banyaknya lilin dengan taburan bunga.


Shofi terus mengikuti kemana arah kelopak bunga itu. Shofi sejenak menghentikan langkahnya ketika kelopak bunga itu menuju ke arah tangga dan di sana juga masih banyak.


Seolah terhipnotis Shofi melanjutkan langkahnya menaiki satu persatu anak tangga sampai di ujung Shofi di sambut oleh buket bunga yang sangat besar.


Shofi mendekatinya lalu Shofi mengambil sebuah note yang terselip di sana.


Selamat datang di kehidupan baru


Shofi menautkan kedua alisnya ketika membaca note tersebut.


"Dear,"


Ucap Shofi pelan menatap sang suami seolah bertanya apa maksudnya.


"Masuklah, sayang akan mengerti semuanya!"


Cklek ...


Seketika Shofi menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Sebuah kamar yang begitu luas dengan ranjang yang sudah di hiasi oleh taburan kelopak bunga seolah mereka sedang bulan madu saja.


Yang lebih membuat Shofi terkejut di atas dinding sana menempel sebuah pas photo berukurang besar di mana terlihat jelas photo sepasang pengantin yang sedang tersenyum yang tak lain Shofi sendiri dan Fatih.


Kini Shofi mengerti apa yang di maksud Fatih jika mansion ini adalah tempat tinggal baru mereka.


"Maaf aku selalu membuat sayang menunggu setiap hari sampai ketiduran. Inilah proyek yang aku maksud, aku sedang menyelesaikan mansion ini!"


"Apa sayang menyukainya?"


Tanya Fatih membuat Shofi terdiam sungguh Shofi tak menyangka jika sang suami membangun ini semua. Entah sejak kapan di bangunnya karena Shofi tahu membangun sebuah mansion ini pasti membutuhkan waktu cukup lama apalagi mansion ini begitu luas dengan arsitektur modern Eropa.


"Sayang,"


"Aku menyukainya Dear!"


Ucap Shofi bergetar menahan tangis, bagaimana bisa sang suami memberikan kejutan yang begitu sempurna. Sungguh Shofi tak bisa berkata-kata dengan kebahagiaan ini. Shofi tak menyangka jika sang suami sudah menyiapkan mansion sendiri padahal Shofi ingin mengajak sang suami ke mansion Damaresh karena permintaan Angel. Namun, nyatanya Fatih sudah menciptakan nya sendiri untuk Shofi.

__ADS_1


"Apa semua nya karena ini!"


Fatih mengangguk membuat tangisan Shofi seketika pecah. Shofi berlari memeluk Fatih sangat erat.


Mereka berdua saling berpelukan satu sama lain sangat erat seolah tak mau lepas.


"Terimakasih Dear terimakasih!"


Hanya itu yang bisa Shofi ucapkan saking bahagianya. Sungguh Fatih selalu saja memberikan kejutan tak terduga.


Fatih senang setidaknya sang istri bisa melupakan kesedihannya.


"Kita akan tinggal di sini, jangan takut aku sudah membicarakan ini dengan kak Davit dan kak Angel bahwa kita akan tinggal di rumah kita sendiri,"


"Ada sesuatu yang harus kamu lihat!"


Fatih menarik sang istri lembut keluar dari kamarnya.


Fatih membuka sebuah pintu di mana Fatih membuat ruang kerja khusus untuk sang istri bahkan Fatih sengaja membuat ruang kerja sang istri lebih besar dari ruang kerja dirinya.


"Tadaaa ,,,"


Lagi-lagi Shofi terdiam tak bisa berkata apa-apa melihat ruang kerja yang Fatih desain untuk dirinya. Namun Bukan itu yang membuat Shofi terkejut di mana di ruang kerja begitu banyak photo yang menghiasi dinding ruang kerja di mana photo itu photo Shofi sendiri waktu kecil dengan kedua orang tuanya ada juga Davit dan Angel di sana.


Sebuah photo keluarga yang terlihat harmonis dan di sebelahnya lagi ada juga photo Shofi dan Fatih ketika menghabiskan waktu di Ancol.


Sungguh itu seperti museum photo saja bukan sebuah ruang kerja. Fatih memang sengaja mendesain ruang kerja sang istri dengan semua photo bahkan bisa di bilang dinding ruang kerja Shofi adalah sebuah photo dari mulai Shofi kecil sampai menikah semuanya ada di sana seolah Fatih ingin Shofi tahu jika ia tak pernah melupakan nya.


Fatih mendudukkan Shofi di kursi kerjanya.


"Tutup mata kamu sayang, bayangkan jika mom and daddy ada di sini!"


Shofi menuruti apa yang di katakan Fatih, perlahan Shofi memejamkan kedua matanya.


"Liebe Mama und Papa, wir lieben dich Philo!"


Deg ...


Shofi membuka kedua matanya ketika mendengar suara sang mommy yang memanggil dirinya dengan sebuah cinta.


Sungguh Shofi tak bisa menahan air matanya lagi melihat sebuah vidio yang entah dari mana Fatih dapatkan. Vidio waktu kecil ketika Shofi bermain dengan kedua orang tuanya di taman belakang Mension mereka.


"Dear!"


Lilir Shofi memegang tangan Fatih kuat, Shofi berjalan menatap layar di depannya. Tangan Shofi terulur memegang wajah sang mommy and daddy di layar itu dengan tangan gemetar.


"Mom, dad!"


Gumam Shofi benar-benar tak bisa lagi menahan emosinya.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2