
Shofi menatap Fatih tak percaya, bahkan demi ingin masuk Fatih harus melawan beberapa bodyguard terlebih dahulu.
Bagaimana bisa Fatih tahu keberadaan rumahnya. Sudah di pastikan Cherry pasti pelakunya.
Entah bagaimana caranya Fatih mendapatkan informasi itu. Karena setahu Shofi, Cherry orang yang selalu amanah. Pasti ada sesuatu yang di lakukan Fatih hingga membuat Cherry memberikan alamatnya.
Elsa membawa Richard dan Angel ke dalam karena Shofi tak ingin Richard melihat pertengkaran ini.
Shofi berjalan menghampiri para bodyguard, Shofi mengisyaratkan pada para bodyguard untuk diam.
"Lepaskan,"
Perintah Shofi dingin pada bodyguard yang menahan tubuh Fatih. Entah emang segitu kemampuan Fatih atau memang Fatih tak melawan akan serangan dari bodyguard karena Shofi melihat sudut bibir Fatih bengkak.
Pada dasarnya Fatih sebenarnya meminta baik-baik masuk dan menyampaikan tujuannya ingin bertemu Shofi. Namun, para bodyguard tak mengizinkan masuk hingga Fatih kesel dan nekad menerobos al-hasil Fatih mendapat tinjuan dari salah satu bodyguard.
Itulah awal mula perkelahian terjadi namun, Fatih masih bisa menahan karena tak mau membuat keributan terlalu parah. Yang penting bagi Fatih, Shofi keluar.
Fatih menatap Shofi penuh rasa sesal dan rindu. Fatih mendekat kearah Shofi namun lagi-lagi para bodyguard menghalanginya seolah sedang membuat jarak antara Fatih dan nona muda mereka.
Shofi mengisyaratkan pada bodyguard untuk pergi meninggalkan mereka berdua. Namun, para bodyguard tetap diam di tempat seolah enggan untuk beranjak. Hingga Shofi menatap tajam satu persatu para bodyguard baru mereka menyingkir sekitar lima belas kaki dari Shofi.
Fatih tak menyangka jika Shofi sekaya ini dan mempunyai begitu banyak bodyguard di rumahnya. Bahkan sistem penjagaan di rumah Shofi begitu ketat. Antara gerbang dan pintu utama sangatlah jauh.
Perlahan Fatih mendekat kearah Shofi yang hanya diam saja mematung dengan ekspresi datarnya.
"Kenapa telepon dan SMS ku tak di balas?"
Tanya Fatih ingin meraih tangan Shofi namun Shofi mundur satu langkah hingga tangan Fatih hanya menggantung di udara.
"Maaf!"
Ucap Fatih, karena tak tahu harus berbuat apa . Nyatanya Shofi masih salah faham pada dirinya.
Fatih juga sulit menjelaskannya dari mana jika Shofi bersikap seperti ini.
"Maaf, jika di masa lalu aku telah menyakitimu. Aku sudah melihat semuanya dari rekaman itu. Aku tak ingat jika aku sejahat itu padamu!"
Shofi menautkan kedua alisnya bingung, Shofi pikir Fatih minta maaf karena telah membohonginya tentang lupa ingatan. Tapi, kenapa Fatih malah minta maaf tentang kaca mata itu.
Shofi menjadi ragu, apa Fatih benar-benar hilang ingatan atau tidak.
"Percayalah, aku memang belum mengingatmu. Masalah kaca mata ini, aku memang ingin membuktikan sesuatu. Apa perkataan mu benar atau tidak tentang kamu pernah menjadi orang spesial di hidupku. Karena aku menemukan kaca mata ini berada di ruang rahasiaku yang di mana aku juga baru mengingatnya. Aku akan selalu menyimpan barang-barang berhargaku di sana. Itu artinya siapapun pemilik kaca mata ini berarti dia memang orang berharga di hidupku. Acu cuma ingin memastikan itu, percayalah ..,"
Jelas Fatih panjang lebar, karena memang itu tujuan utama Fatih. Namun, nyatanya Shofi salah anggapan dan jadi seperti ini.
Shofi terdiam antara percaya atau tidak dengan apa yang Fatih katakan. Sekarang Shofi di landa dilema lagi.
Perlahan Fatih mendekat kerena Shofi malah diam. Fatih meraih kedua tangan Shofi membuat Shofi mengangkat kepalanya hingga mata mereka beradu pandang.
__ADS_1
"Aku tak ingat bagaimana dulu aku menyakitimu. Apa kamu marah, apa kamu kesakitan. Aku minta maaf, aku juga tak tahu kenapa aku bisa sekejam itu pada mu!"
Ucap Fatih lagi sambil mengikis jarak di antara mereka. Ucapan Fatih seolah menghipnotis Shofi hingga Shofi terdiam.
"Aku minta maaf, apa kamu mau memaafkan ku?"
Shofi hanya mengangguk saja, karena jika sudah begini Shofi akan tenggelam kedalam tatapan kelam Fatih.
Elsa mengisyaratkan pada semua bodyguard untuk pergi. Karena Shofi mungkin butuh ruang untuk menyelesaikan permasalahannya yang Elsa tak tahu.
Elsa cuma melihat kemaren Shofi menangis ketika habis dari atap gedung bersama Fatih. Entah apa yang mereka permasalahkan.
Melihat semua para bodyguard menyingkir, Elsa juga ikut pergi.
"Terimakasih,"
Ucap Fatih sambil menarik Shofi kedalam pelukannya.
Fatih sangat bahagia karena Shofi mau memaafkannya. Namun, ada satu yang masih me-janggal di hati Fatih.
"Maaf, jika aku belum mengingatmu sepenuhnya. Tapi, sekarang aku yakin kamu memang ada di masa laluku. Maukah kamu tetap sabar untuk menunggu ingatanku kembali?"
Lagi-lagi Shofi mengangguk membuat Fatih senang akan jawaban Shofi yang begitu memuaskan.
Shofi sendiri bingung kenapa dia mengangguk saja. Apa Shofi tak marah lagi pada Fatih.
Tentu!
"Terimakasih sayang, terimakasih ..,"
Ucap Fatih bahagia kembali memeluk Shofi, kali ini Shofi membalas pelukan Fatih.
"Apa kamu mau menjawab pertanyaan ku?"
"Apa?"
Balas Shofi sambil melerai pelukannya menatap Fatih yang menatapnya serius.
"Jika dulu aku sejahat itu, bagaimana bisa kamu jatuh cinta padaku. Bahkan sampai empat tahun terakhir ini hatimu masih sama?"
Shofi terdiam mendapat pertanyaan seperti itu. Shofi tak menyangka Fatih mempertanyakan hal itu. Kini Shofi semakin yakin jika Fatih memang belum mengingatnya. Jika sudah, mungkin Fatih tak akan pernah mempertanyakan hal itu karena Fatih sendiri tahu jawabannya.
"Apa kamu ingin tahu!"
Fatih langsung mengangguk cepat karena memang penasaran akan hal itu. Karena Fatih tak menyangka bagaimana bisa Shofi mencintainya sebesar itu.
Pasti sulit hari yang Shofi jalani selama ini. Apalagi Fatih sendiri hilang ingatan.
"Kamu!"
__ADS_1
"Aku!"
Beo Fatih menunjuk pada dirinya sendiri dengan ekpektasi menggemaskan.
"Ya, kamu! yang memaksa aku jatuh cinta!"
Deg ...
Fatih membulatkan kedua matanya seolah tak percaya. Bagaimana bisa Fatih memaksa Shofi mencintainya. Bukankah dulu Fatih membenci Shofi, bagaimana bisa Fatih se-egois itu.
Sudah mem-buli memaksa mencintai pula. Sungguh entah seperti apa karakter Fatih dulu. Membayangkannya saja membuat Fatih geli sendiri. Seolah Fatih menjilat ludahnya sendiri.
"Kenapa loe seyakin itu, kalau gue akan jatuh cinta pada loe!"
"Karena loe sudah berani masuk ke dalam kehidupan gue!"
"So, reality nya tak akan ada yang namanya menindas namun menolong!"
"Loe terlalu pede, meng klaim gue akan jatuh cinta. Loe itu bukan tipe gue, loe itu jelek dan cupu dan satu yang gue gak suka loe itu lemah!"
Akhhh ...
Ringis Fatih ketika sekelebat bayangan muncul di kepalanya.
"Fatih, kamu baik-baik saja!"
Cemas Shofi karena tiba-tiba Fatih meringis sambil memegang kepalanya.
"Aku baik-baik saja, hanya saja--"
Fatih menghentikan ucapannya sambil menatap Shofi dengan intens.
"Hanya saja apa?"
"Ak-aku seperti pernah mengatakan bahwa aku tak mungkin mencintai kamu karen--"
"Loe terlalu pede, meng klaim gue akan jatuh cinta. Loe itu bukan tipe gue, loe itu jelek dan cupu dan satu yang gue gak suka loe itu lemah!"
Potong Shofi cepat membuat Fatih membulatkan kedua matanya. Bagaimana bisa Shofi tahu kata-kata itu.
"Itu yang kamu katakan dulu!"
Ucap Shofi lagi membuat Fatih terdiam, apa benar dulu Fatih se-menggelikan itu.
"Apa aku sekejam itu?"
"Sedang apa kalian?"
Deg ...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...