
Tak ada hari kebahagiaan di hidup Shofi kecuali bisa bersama dengan sang ke kasih.
Lima tahun penantian ternyata membuahkan hasil yang sangat sempurna.
Bahkan bukan hanya kebahagiaan yang Shofi rasakan melainkan keterkejutan yang luar biasa hebat.
Bagaimana tidak terkejut jika satu hari setelah wisuda ternyata Fatih sudah menyiapkan pernikahan buat mereka bahkan data-data mereka pun sudah terdaftar.
Entah kapan Fatih mendaftarkan mereka sungguh ini benar-benar kejutan yang tak bisa Shofi jabarkan.
Shofi hanya tinggal tanda tangan dan menunggu manisnya saja semuanya ternyata sudah di atur oleh Fatih dan juga Davit.
Bahkan pesta pernikahan yang mereka gelar begitu mewah sampai Shofi tak bisa berkata apa-apa lagi. Ini terlalu indah untuk sekedar di jabarkan.
Bagaimana mungkin Shofi tak tahu apa-apa dengan semuanya.
Shofi pikir dia yang lebih dulu pergi ke pernikahan Cherry dan Jarvis nyatanya Cherry dan Jarvis yang datang ke pernikahannya.
Kejutan demi kejutan Shofi dapatkan bahkan kehadiran sahabat nya Bunga, tak pernah di bayangkan.
Fatih benar-benar sudah berhasil membuat Shofi tak berdaya akan kejutan itu.
Dan satu jam yang lalu ia sudah sah menjadi istri seorang King Fatih Al-biru.
Bahkan dari awal acara Shofi masih saja diam tak berkata apa-apa. Bahkan tamu-tamu yang datang semuanya membuat Shofi terkejut.
Terutama panther kerjanya tuan Smith juga ada di acara pernikahannya. Namun yang membuat Shofi terkejut bukan kedatangannya nyatanya tuan Smith adalah uncle Fatih.
Bagaimana Shofi tidak tahu itu sungguh Shofi benar-benar di buat bungkam dengan semuanya.
Tak terbayang bagaimana megahnya pernikahan dua kerajaan bisnis Eropa dan Asia bahkan banyak pejabat juga yang datang.
Tentu, karena Farhan seorang mafia begitu dengan Davit.
Dua generasi mafia bersatu tak terbayang bagai mana kuatnya mereka.
Mungkin tak akan ada yang berani mengusik dua keluarga itu.
Semua orang nampak bahagia melihat pernikahan Fatih dan Shofi. Mereka membuktikan cinta sejati mereka.
Cinta tak mengenal jarak dan waktu, sejauh atau selama apapun waktu dan jarak memisahkan mereka jika Takdir sudah berkata mereka harus apa.
Perjalanan mereka memang tak mudah sangat sulit sekali bahkan sampai Shofi sempat mengalami depresi hingga mengkonsumsi obat tidur.
Tak bisa di bayangkan bagaimana jika di ceritakan nya karena perjalanan mereka berdua penuh dengan kesakitan.
Fatih yang terus terbelenggu oleh ingatan yang sulit di pecahkan.
Shofi yang terbelenggu oleh kerinduan yang begitu menyesakan.
Kini kedua belenggu itu sudah usai, mereka sudah bersatu dan bahagia.
"Putra kita sudah dewasa!"
Ucap Queen dengan mata berkaca-kaca.
"Iya, Fatih sudah membuktikannya!"
Balas Farhan sambil memeluk sang istri. Mereka bahagia melihat putranya kembali menemukan separuh jiwanya.
"Tinggal putri kita,"
"No Bun, Rora masih kecil!"
Cetus Aurora cemberut sambil meninggalkan kedua orang tuanya.
Queen dan Farhan terkekeh melihat putrinya yang kabur.
Aurora terus berjalan menjauh sambil memegang jus di tangannya menghindari perbincangan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Bruk ...
Aurora tak sengaja menabrak seseorang hingga membuat jas orang tersebut basah.
"Maaf saya tak sengaja!"
Sesal Aurora sambil mengambil tisu berniat membersihkan jas orang tersebut.
"Do not touch me!"
Ketus Kaka menepis lengan Aurora yang akan membersihkan jasnya.
Kaka berlalu begitu saja kembali mencari dimana keberadaan Cherry dan Jarvis.
Aurora melotot tak percaya melihat laki-laki sombong itu.
"Awas kau, jika bertemu lagi gue suntik!"
Kesal Aurora memilih pergi saja dai ruang acara.
.
Terlihat Bunga, Raja juga ada di sana begitupun dengan Amelia dan putri kecilnya.
Sungguh kebahagiaan Shofi begitu lengkap dimana semua sahabatnya ada menyaksikan kebahagiaan dia. Walau ada rasa kosong di hati Shofi dimana tak ada kedua orang tua dan Amira menemani kebahagiaan nya.
"Sayang!"
Panggil Fatih karena sendari tadi Shofi hanya diam saja bahkan dari awal acara.
"Sayang!"
"Iya!"
Dari panggilan kedua Shofi baru menyahut membuat Fatih khawatir.
"Tidak!"
Jawab singkat Shofi, Shofi memang tak merasa lelah Shofi hanya masih shok saja hingga sulit berkata apa. Sungguh Fatih selalu saja memberikan kejutan tak terduga padanya.
"Beneran, kalau lelah kita istirahat saja!"
"Bagaimana dengan tamu!"
Cicit Shofi merasa tak enak bagaimana bisa ia meninggalkan pelaminan di saat riuh para tamu.
"Tunggu sebentar!"
Fatih berjalan ke arah kedua orang tuanya membuat Shofi menghela nafas. Apa yang akan Fatih lakukan kenapa pergi ke sana.
Tak lama Fatih kembali menghampiri Shofi di ikuti kedua orang tuanya.
"Kita istirahat, aku tak mau kamu kelelahan!"
"Ta--"
Belum sempat Shofi menjawab tubuhnya sudah melayang membuat semua tamu bersorak. Shofi refleks menyembunyikan wajahnya di dada bidang Fatih karena malu dengan apa yang Fatih lakukan.
Fatih menggendong sang istri menuju kamar mereka meninggalkan para tamu yang sedang di tangani oleh kedua orang tuanya.
Perlahan Fatih mendudukkan sang istri di bibir ranjang.
Fatih mengambil air yang memang sudah di siapkan.
"Dear, mau apa!"
"Diam sayang!"
Tegas Fatih dengan nada lembut sambil membuka sepatu yang Shofi pakai.
__ADS_1
Dengan telaten Fatih merendam kedua kaki Shofi sambil memijitnya.
Shofi ingin mengangkatnya karena merasa tak enak.
"Apa sudah merasa lebih baik?"
Tanya Fatih lembut, Shofi hanya mengangguk saja.
Fatih mengelap kedua kaki Shofi lalu menggeser wadah air hingga kaki Shofi bertumpu di pada Fatih.
"Dear Jagan begini!"
Shofi merasa tak enak kenapa Fatih malah memperlakukannya seperti ini. Sungguh Shofi benar-benar merasa di ratu kan.
"Apa kamu bahagia?"
Tanya Fatih lembut membuat Shofi berkaca-kaca.
Sungguh Shofi sangat sangat sangat bahagia bahkan kebahagiaan itu sulit Shofi jabarkan.
Fatih menangkup wajah Shofi lalu mengusap lembut air mata yang keluar dari pelupuk mata Shofi.
Perlahan tangan Shofi menangkup wajah Fatih juga.
"Aku sangat bahagia Dear, bahkan aku tak tahu harus berkata apa oleh kebahagiaan yang kamu berikan. Aku bahagia I love you!"
"I love you more!"
Mereka berdua sama-sama menangis dalam kebahagiaan. Mereka tak menyangka jika meraka akan bersatu dalam ikatan janji suci pernikahan.
"Jangan pernah tinggalkan aku!"
Shofi menggeleng kuat mana bisa ia meninggalkan Fatih sedang Fatih adalah belahan jiwanya.
"Jangan pernah lupakan aku!"
"Tidak akan, bahkan jika ingatanku hilang hati ini akan selalu terikat dengan kamu!"
Shofi bukannya berhenti menangis malah semakin menjadi membuat Fatih segera memeluk sang istri. Wanita yang empat tahun lalu selalu berada di bayangan blur nya namun sekarang bayang itu terlihat nyata di depannya. Bahkan gadis yang dulu selalu Fatih buli kini ternyata sudah menjadi istri nya.
Wanita yang Fatih cintai sepenuh hati, padahal dari awal Fatih tak menyangka jika ia akan begitu mencintai Shofi.
Entah pada awal apa Fatih bisa jatuh cinta pada Shofi. Yang jelas kini Fatih tak bisa melepas dari Shofi.
"Aku mencintaimu!"
Shofi terus saja mengatakan perasaannya dengan tangis haru.
Hari ini hari kebahagiaan kita, jangan menangis terus!"
Ucap Fatih lembut sambil menyeka air mata Shofi.
"Ada hadiah untuk kamu, tunggu sebentar!"
Fatih beranjak mengambil sebuah kotak persegi panjang lalu memberikannya pada Shofi.
"Bukalah!"
Perlahan Shofi membuka kotak tersebut, seketika mata Shofi membulat melihat isi kotak tersebut.
"Dear!"
Lilir Shofi gemetar menatap sang suami penuh cinta.
"Ini!"
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ....
__ADS_1