Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 99 F2 (RYT) Honeymoon 2


__ADS_3

Glek ....


Shofi menelan ludahnya kasar melihat ranjang yang di hiasi karangan bunga mawar. Bahkan harumnya bunga mawar menyeruak ketika Shofi masuk.


Entah kenapa Shofi jadi merinding sendiri melihat ranjang di depannya. Akankah Fatih meminta haknya malam ini, di sini di pantai yang sudah Fatih sulap menjadi kamar mereka.


Bahkan semuanya sudah ada di dalam sana. Ingin kabur namun tak bisa saat tangan kekar melingkar di pinggang Shofi.


"Bukalah!"


Ucap Fatih lembut sambil memberikan tate bag pada Shofi. Dengan ragu Shofi membukanya.


Shofi membulatkan kedua matanya melihat sebuah dress yang begitu seksi bahkan transparan.


Seperti nya malam ini Shofi tak bisa kabur siap tak siap dia harus menyerahkan semuanya pada sang suami.


Apa ini alasan Fatih menahannya dari kemaren karena Fatih ingin memberikan kejutan indah ini. Kejutan yang benar-benar menakjubkan.


Seketika seringai muncul di bibir Shofi sambil melempar dress tersebut membuat Fatih terkejut.


Shofi berbalik menghadap Fatih lalu mengelus dada bidang Fatih.


"Buat apa aku memakai nya jika sebentar lagi kamu rusak. Apa aku tak cukup seksi seperti ini!"


Tak ...


Glek ...


Fatih menelan ludahnya kasar melihat keindahan di depannya. Bahkan Fatih sampai tak berkedip melihat tubuh Shofi yang begitu indah tanpa celah sedikitpun.


Entah kapan Shofi melorotkan gaun yang ia kenakan hingga menyisakan kain favorit doang.


Nafas Fatih mulai memburu seperti nya Fatih tak bisa menahannya lagi. Sungguh ini sudah sangat menyiksa.


Fatih mencium Shofi namun Shofi malah memalingkan wajahnya membuat Fatih tersenyum.


Shofi mendorong dada Fatih pelan hingga ada jarak di antara mereka.


"Sabar Dear!"


Ucap Shofi lembut sambil mengusap bibir Fatih kemudian Shofi pergi begitu saja sambil mengambil baju dinas yang tadi sempat Shofi jatuhkan di ranjang.


Dengan cepat Shofi menarik kain guna menutupi seluruh ranjang membuat Fatih diam mematung.


Terlihat jelas bayangan Shofi di balik tirai dimana Shofi sedang memakai baju dinas tersebut tanpa mengenakan apapun lagi.


Berkali-kali Fatih menelan ludahnya kasar tak menyangka jika Shofi akan seberani ini menggodanya.


"Kemari lah, Dear!"


Ucap Shofi membuat Fatih berjalan mendekati tirai tersebut. Perlahan Fatih membukanya nampaklah Shofi duduk di bibir ranjang sambil menundukkan kepalanya.


Fatih mengangkat dagu Shofi hingga mata mereka saling bertemu satu sama lain.


"Apa sudah siap menyerahkan seluruh nya terhadapku?"


Tanya Fatih lembut menatap Shofi penuh cinta dan kabur gairah.

__ADS_1


Fatih tetap bertanya guna menghargai Shofi jika orang lain mungkin sudah menerkamnya dari tadi.


"Bahkan dari pertama aku siap, semuanya milik kamu!"


Fatih tersenyum sangat bahagia sekali mendengar jawaban Shofi.


Fatih mengangkat dagu Shofi dengan Shofi berdiri hingga mereka kini saling berhadapan satu sama lain.


Grep ...


Dengan satu kali tarikan tubuh Shofi menempel pada tubuh Fatih. Fatih menahan pinggang Shofi dengan tatapan tertuju pada bibir Shofi yang menyala seolah memanggil dia untuk datang.


"Kamu begitu cantik!"


"Kau juga sangat tampan!"


"Terimakasih sudah mau menjadi bidadari hatiku!"


"S--"


Shofi tak bisa menjawabnya lagi ketika Fatih sudah membungkam bibirnya. Kecupan itu sangat dalam sekali sampai membuat Shofi meremas baju Fatih.


"Manis!"


Lagi-lagi Fatih tak membiarkan Shofi menjawab ucapannya.


Kali ini bukan hanya sebatas ciuman namun juga ******* lembut membuat Shofi terbuai. Refleks Shofi mengalungkan lengannya di leher kokoh Fatih.


Mereka saling membalas memberikan rasa manis satu sama lain apalagi mereka sudah sama-sama dewasa.


Shofi semakin mengeratkan pelukannya ketika Fatih sudah menjalar ke leher membuat Shofi seolah tersengat listrik ribuan vol.


Padahal yang pertama Shofi begitu berani tapi kenapa sekarang Shofi malah sedikit ketakutan.


Fatih menanggalkan baju dinas Shofi tanpa melepaskan ciumannya. Entah sadar atau tidak Shofi sudah tak memakai apapun lagi.


Wajah Shofi memerah padam merasa malu di tatap intens seperti itu oleh Fatih. Padahal waktu pertama Shofi menggoda tak se-malu itu tapi kenapa sekarang merasa malu apalagi tatapan Fatih begitu berbeda seolah ingin memakan ia hidup-hidup.


Fatih menggendong Shofi membuat Shofi seperti baby yang baru lahir di gendong oleh ayahnya.


Saking malunya Shofi menyembunyikan wajahnya di dada bidang Fatih.


"Kenapa Hm, bukankah sejak awal sayang terus menggodaku!"


Goda Fatih ketika sudah membaringkan Shofi di atas ranjang yang di penuhi kelopak bunga.


Fatih membuka kancing kemejanya satu persatu membuat Shofi semakin gemetar namun sekuat tenaga Shofi mengendalikannya.


Glek ..


Shofi menelan ludahnya kasar melihat dada bidang sang suami. Tatapan Shofi turun menuju perut sixpack Fatih membuat Shofi benar-benar tak bisa untuk tak terpesona.


Fatih merangkak naik mengungkung tubuh Shofi membuat wajah Shofi semakin merah padam.


Sial!


Jerit Shofi kenapa benar-benar sangat malu bahkan tangan Shofi sangat gemetar.

__ADS_1


Fatih memegang tangan Shofi hingga tangan mereka saling bertautan.


Fatih kembali mencium bibir sang istri mengalihkan rasa malu dan ketakutannya. Dan benar saja sekarang Shofi mulai rileks bahkan sudah membalas ciumannya.


Merasa Shofi sudah rileks Fatih melepaskan pegangan tangannya. Fatih akan melakukan apa saja guna membuat Shofi nyaman dan ketakutan.


Entah sejak kapan mereka sama-sama polos bahkan Fatih sudah menarik selimut menutupi setengah badannya.


"Jangan di lihat jika takut!"


Cegah Fatih ketika Shofi akan melihat bagian sensitifnya.


Shofi hanya terkejut saja merasakan sesuatu yang sangat aneh menyentuh bagian sensitifnya.


Karena tak mau rencana malam indah ini gagal Fatih kembali meremas salah satu gunung kembar Shofi hingga membuat fokus Shofi teralihkan.


Fatih mencoba membuat Shofi tenang kembali hingga pada waktu tepat Fatih tak membuang kesempatan itu.


"Sayang, ini akan terasa sakit tahan sedikit ya!"


Shofi hanya mengangguk saja berusaha tenang membiarkan Fatih melakukan apa saja terhadap dirinya.


"Awwss ,, hiks!"


Setetes air mata mengalir begitu saja tanpa di minta bahkan Shofi mengeratkan pelukannya pada Fatih.


Ini sungguh sangat sakit, Shofi tak menyangka jika penyatuan ini akan terasa sakit seperti ini.


Melihat Shofi menangis membuat Fatih tak tega.


"Sayang maafkan aku, kita hentikan saja ya?"


Shofi menahan punggung Fatih agar tak melepaskannya. Bagi Shofi nanti atau sekarang mungkin sakitnya akan sama.


"Gerakan dear, tapi pelan ya. Aku gak nyaman!"


Pinta Shofi karena lama kelamaan merasa tak nyaman juga ada yang mengganjal.


Fatih menuruti permintaan Shofi dengan sangat hati-hati Fatih menggerakkannya.


Ahhhh ...


Shofi mendesah sakit bercampur nikmat ketika Fatih bergerak.


Lama kelamaan rasa sakit itu menghilang hingga hanya tinggal kenikmatannya saja. Apalagi Fatih begitu lihai mengalihkan fokus Shofi agar Shofi tak terlalu kesakitan.


Perjuangan yang Fatih lakukan ternyata tak sia-sia pada akhirnya Fatih berhasil memiliki Shofi seutuhnya.


Pada awalnya mungkin Shofi kesakitan namun lama kelamaan Shofi merasa nyaman bahkan entah berapa lama Fatih menggempur sang istri sampai Shofi rasanya tak kuat lagi meladeni sang suami.


Fatih sangat gagah dan perkasa membuat Shofi begitu puas apalagi Fatih melakukan dengan sangat lembut.


Kata-kata cinta dan kasih terus Fatih ucapkan di setiap hentakannya. Bahkan tak hentinya Fatih mengucap kata terimakasih di setiap pelepasannya.


Wanita mana yang tak akan bahagia di perlakukan bak ratu. Semuanya pasti akan merasa bahagia ketika kita bertemu laki-laki yang tepat.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2