Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 90 Shok


__ADS_3

Bukan Shofi namanya jika ia tak fokus dalam bekerja. Sebesar apapun keganjalan di hatinya tak membuat Shofi mempengaruhi kinerjanya.


Shofi akan selalu profesional dalam hal apapun walau sebagian otak Shofi sedang berpikir entah kemana.


Bertanya-tanya siapa wanita yang bersama Fatih. Kenapa se intim itu bukankah tak ada saudara Fatih di Jerman lalu siapa wanita itu.


Shofi terus bertanya-tanya namun tak menemukan jawabnya.


Walau begitu Shofi tetap fokus dengan apa yang di bahas saat ini bahkan sampai selesai.


Tapi tidak dengan Elsa yang merasa jika ada sesuatu yang mempengaruhi kinerja Shofi.


Mungkin bagi orang lain Shofi tetap hebat dalam presentasi nya tapi tidak dengan Elsa yang begitu hapal bagaimana sepak terjang Shofi.


Walau hasilnya memuaskan tapi tetap saja dari kaca mata Elsa Shofi seperti sedang gelisah.


Otak kirinya di mana dan otak kanannya di mana. Walau begitu Elsa tetap bungkam saja menunggu pertemuan ini benar-benar usai.


"Luar biasa, saya suka. Ternyata benar rumor di luar anda bukan hanya masih muda dan juga cantik. Skill anda begitu mengagumkan penuh penuh perhitungan dan kewaspadaan!"


"Baiklah, saya akan menyerahkan proyek ini pada anda semoga kerja sama kita saling menguntungkan ha .. ha .. !"


Ucap father kerja Shofi di mana Shofi memenangkan tender proyek besar ini dan tentu dengan tender ini perusahaan Shofi akan semakin melejit tinggi.


"Sama-sama tuan, terimakasih atas kepercayaan semoga kita akan selalu menjadi father baik!"


Balas Shofi tanpa basa basi lagi dengan nada angkuh dan sedikit ada penekanan di akhir kata father baik.


Dan tentu lawan bicaranya mengerti kemana arah yang Shofi maksud. Jika tidak seperti itu maka siap-siap perusahaan mereka yang akan terjatuh dalam satu kali tepuk.


"Baiklah kalau begitu, saya permisi masih ada banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan!"


Shofi dan Elsa mengangguk sangat suka dengan rekan kerjanya yang satu ini. Tak suka basa-basi walau suka sedikit canda. Namun mereka memakluminya apalagi orangnya sudah cukup umur.


"Perusahaan kita akan untung besar jika proyek ini tercapai!"


"El berikan bonus pada semua karyawan lama maupun baru!"


"Baik!"


Shofi sangat puas sekali karena perusahaan dia yang memenangkan tender nya. Di mana orang yang menjadi father kerja Shofi kali ini bukan orang sembarangan. Tentunya pengusaha nomor satu di Jerman.


Walau keluarga Damaresh begitu terpandang dengan kerjaan bisnisnya namun Shofi masih di urutan ke dua di bandingkan father kerjanya yang tadi.


"Aku dengar-dengar tuan Smith tak mempunyai anak laki-laki untuk di jadikannya ahli waris. Beliau punya dua anak, dua-duanya perempuan. Belum ada kabar terkait siapa yang akan melanjutkan kerjaan bisnis beliau!"


"Sudahlah, jangan terlalu ikut campur masalah pribadi mereka.

__ADS_1


Kita hanya fokus saja bekerja!"


"Tapi, apa kamu tak merasa asing dengan marga beliau?"


Shofi terdiam mendengar ucapan Elsa membuat Shofi berpikir keras.


Al-biru!


Apa jangan-jangan beliau!


Shofi menggelengkan kepala karena tak mungkin jika asumsinya benar.


"Sudah, lebih baik kita kembali!"


Cetus Shofi tak mau terlalu memikirkan siapa pribadi father kerjanya. Yang sedang Shofi pikirkan Shofi ingin segera pulang dan memastikan apa Fatih sudah pulang atau belum.


Jika sudah apa Fatih membawa wanita itu atau tidak dan jika belum kemana Fatih pergi dan apa yang ia lakukan.


"Baik-baik lah!"


"Ingat El, kerja sama boleh tapi jangan sampai mengusik satu sama lain!"


Tegas Shofi karena itu aturan pebisnis jika mereka terlalu ikut campur maka di pastikan mereka dalam bahaya kecuali jika mereka sudah siap menanggung resikonya.


"Oh ya, besok jadwalku!"


"Besok hanya melakukan dua pertemuan saja, pagi dengan CEO baru perusahaan B.B grup dan siangnya bertemu dengan dokter spesialis bedah yang di rekrut dari Amerika untuk bekerja di perusahaan Farmasi kita!"


Shofi sangat senang sekali jika dokter muda itu memilih rumah sakit perusahaan dia. Padahal masih banyak rumah sakit besar lain yang menginginkannya. Tapi entah kenapa dokter muda itu malah memilih rumah sakit perusahaan dia entah karena membuka pengobatan gratis atau gajinya yang sama besar dengan rumah sakit lain bahkan dua kali lipat lebih besar.


"Baiklah, ingatkan aku besok!"


"Baik!"


"Antarkan aku pulang!"


Ucap Shofi ingin segera pulang, Shofi tak akan kembali ke perusahaan jika urusannya sudah selesai. Shofi hanya ingin segera cepat sampai dan memeriksa dimana Fatih sekarang.


Elsa hanya menurut saja dan mengisyaratkan pada sang bodyguard untuk memenuhi titah Shofi.


"Oh iya, bilang pada Philip, besok bawakan aku berkas yang kemaren aku minta!"


"Siap!"


Shofi langsung keluar dari mobil karena memang mereka sudah sampai di loby hotel.


Sedang Elsa dan bodyguard kembali putar balik ketika sudah mengantar Shofi. Shofi segera bergegas masuk menuju lift. Shofi ingin membuktikan apa Fatih berbohong atau tidak nantinya.

__ADS_1


Shofi memainkan ponselnya sambil melihat angka lift naik, entah kenapa rasanya lama banget padahal seperti biasa lift majunya seperti itu.


Ting ...


Suara lift terbuka pertanda jika Shofi sudah sampai di lantai dua puluh di mana unit apartemen berada.


Tak .. tak ..


Shofi berjalan dengan perasaan berdebar membuat Shofi sedikit ragu hingga Shofi berhenti tepat di depan unit apartemen Fatih.


Shofi menekan bel pintu apartemen Fatih dengan perasaan cemas. Padahal bisa saja Shofi langsung masuk karena sudah tahu berapa kode akses nya. Tapi, Shofi tak lakukan itu Shofi hanya ingin tahu apa Fatih benar-benar ada di apartemen atau tidak.


Sekali lagi Shofi memencet bel karena bel pertama tidak ada jawaban. Karena penasaran dan tak sabaran Shofi menekan kode aksesnya lalu membuka pintu dengan kasar.


Deg ...


Shofi terpaku melihat pemandangan di depannya di mana Fatih tak memakai baju hanya sehelai handuk yang melilit di pinggangnya pertanda Fatih baru selesai mandi terlihat dari rambutnya yang masih basah.


Namun buka perus seksi Fatih yang menjadi objek terpaku nya Shofi. Yaitu seorang wanita yang berdiri tak jauh dari belakang Fatih sambil memegang handuk di kepala.


Shofi menatap mereka berdua yang sama-sama memakai handuk dengan rambut basah membuat otak cape Shofi bertraveling jauh entah kemana.


Tiba-tiba dada Shofi merasa sesak hingga Shofi sulit bicara. Shofi malah melangkah mundur dengan pikiran linglung nya bahkan hampir saja terjatuh.


Shofi mengangkat tangannya ketika Fatih akan menolongnya mengisyaratkan jika Fatih tak usah peduli.


"Philo!"


Brak ...


Shofi berlari keluar sambil menutup pintu dengan kencang.


Sial!


Umpat Fatih merutuki kebodohannya kenapa bisa se-ceroboh ini.


Ingin mengejar namun melihat keadaan nya yang belum memakai baju membuat Fatih berlari kedalam kamar guna memakai baju.


Sedang Shofi langsung berlari masuk menuju apartemen dengan air mata yang jatuh. Dada Shofi begitu sesak dan sakit yang tak bisa di jabarkan oleh kata bahkan Shofi sendiri rasanya tak percaya dengan apa yang ia lihat namun kenyataannya memang seperti itu.


Dear!


Bibir Shofi gemetar bahkan sekedar menyebut nama Fatih saja Shofi tak mampu terlalu sakit untuk di jabarkan.


Sungguh ini sulit di percaya jika Fatih mengkhianati nya.


Shofi tahu, Fatih tidak akan membiarkan sembarang orang masuk ke dalam apartemen kecuali orang itu spesial di hidup Fatih. Lalu apa kabar Shofi, apa nama dia sudah tergantikan.

__ADS_1


bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan, Vote Terimakasih ...


__ADS_2