
"Shofi ayolah ... aku gak mau berlatih sama Fatih!"
Rengek Cherry memohon pada Shofi agar guru latihan ya di gantikan. Kenapa tidak Shofi saja yang mengajarkannya. Kenapa harus orang lain.
Cherry benar-benar tak mau berlatih dengan Fatih. Fatih terlalu kasar mengajarkannya bahkan selalu saja membentak Cherry.
Lemah!
Lemah!
Lemah!
Yang Selalu Fatih ucapkan membuat Cherry benar-benar kesal dan marah pada Fatih.
"Emang kenapa?"
"Dia itu jahat, masa setiap kali aku salah selalu di bentak. Bahkan selalu mengatai ku lemah dan lemah aku benci itu!"
Teriak Cherry sambil menghentak-hentakan sepatunya. Untung saja Fatih belum datang ke tempat latihan jika tidak maka habislah riwayat Cherry yang terus mengupat Fatih.
"Apa kamu tahu satu hal!"
Ucap Shofi tersenyum sambil mengingat kenangan mereka dulu.
"Fatih memang seperti itu, dan hal itu yang membuat aku jatuh cinta!"
"What!"
Kini bukan Cherry lagi yang berteriak melainkan Elsa karena tak menyangka dengan apa yang Shofi ucapkan. Bagaimana mungkin Shofi jatuh cinta pada orang yang kasar seperti itu.
Entahlah, Elsa dan Cherry tak bisa membayangkan bagaimana kejamnya Fatih mem-buli Shofi.
"Apa kamu tahu, aku tak akan pernah bisa kuat jika Fatih tak menganggap aku lemah. Aku tak akan bangkit jika Fatih tak membuatku terpuruk. Fatih benar, dulu aku lemah, cupu, jelek dan cengeng. Tapi, dari Fatih aku belajar kuat dan tangguh!"
Ucap Shofi menceritakan bagaimana dulu Fatih mem-Buli dia. Namun, dari cerita itu bukan kesakitan yang Shofi tunjukan melainkan pancaran cinta yang begitu besar. Membuat Cherry dan Elsa hanya bisa melongo. Sungguh kisah mereka sangat unik untuk sekedar di jabarkan.
Karena begitulah kisah mereka, dari benci menanamkan rasa cinta yang begitu besar. Bahkan cinta itu membuat Shofi terbelenggu selama empat tahun.
Shofi juga tak menyangka jika dia akan mempunyai cinta yang begitu besar. Cinta yang tak pernah Shofi rasakan pada seseorang yang bukan keluarga nya.
"Ketahuilah Cherry, Fatih memang seperti itu. Dia sebenarnya bukan marah, namun Fatih hanya ingin kamu bangkit dalam rasa takut kamu. Keluarkan segala emosi yang menghempit dada kamu. Bangkit dan fokus pada satu tujuan. Jika kamu menemukan itu maka kamu akan faham kalau Fatih tak bermaksud seperti itu!"
Jelas Shofi lagi sambil tersenyum pada Cherry membuat Elsa dan Cherry hanya diam dalam kebingungannya. Sungguh mereka masih belum bisa mengerti cinta seperti apa yang mereka miliki hingga sebesar itu.
Bahkan membayangkannya saja membuat Cherry bergidik ngeri harus jatuh cinta pada Fatih yang kejam dan dingin bak kutub Utara. Bahkan tatapannya lebih tajam dari tatapan Philip.
"Akhhh ... tapi aku tak mau, apa kamu tak melihat. Tatapannya itu mengerikan!"
Rengek Cherry bergidik ngeri membuat Shofi hanya tersenyum saja.
"Ada apa, maaf aku terlambat!"
Deg ...
Cherry langsung diam mematung mendengar suara bas Fatih yang terdengar menyeramkan di telinga Cherry.
"Tidak ada apa-apa kok, sudah selesai dengan urusannya!"
__ADS_1
Ucap Shofi berdiri sambil mengambil tas yang Fatih pakai.
"Sudah, Philip kemana, Frozen berlatih sendiri?"
"Mungkin sebentar lagi datang, tadi aku suruh beli makan dan minum dulu."
"Oh, iya. Aku latihan dulu ya sayang!"
Shofi hanya mengangguk saja sambil menahan senyum geli melihat Cherry yang terbirit pergi ke posisi latihannya.
"Hey, kau ini lihat latihan atau apa. Kenapa memakai kacamata nya terbalik!"
Ucap Fatih membuat Shofi menahan nafas. Belum juga latihan Fatih sudah mengomel. Padahal, Fatih biasa saja tak mengomel apapun. Namun, di telinga Cherry itu terdengar mengomel.
Salah siapa juga, Cherry terlalu takut ketahuan dia membicarakan Fatih jadi membuat Cherry terburu-buru sampai salah memakai kacamata khusus berlatih tembak.
Shofi membiarkan saja bagaimana Fatih melatih Cherry. Shofi sibuk dengan latihan dia sendiri. Begitu dengan Elsa yang sibuk dengan latihannya sendiri. Karena mereka sudah ahli dalam membidik ataupun memanah. Insting mereka sudah kuat bahkan Shofi selalu bisa membaca gerakan lawan dalam beberapa detik. Itulah kenapa Shofi sulit di kalahkan.
"Luruskan tangan kamu kuat, tahan nafas lalu tembak,"
Ucap Fatih membuat Cherry memejamkan kedua matanya dulu berusaha fokus mengikuti arahan dari Fatih.
Dorr ...
Satu tembakan melesat membuat Fatih menghela nafas karena bidikan Cherry masih jauh dari target bahkan mendekati pun masih jauh.
"Fokus, tahan nafas lalu tembak!"
Tegas Fatih membuat Cherry mengeratkan genggaman pada pistol yang ia pegang. Cherry berusaha fokus, menatap tajam ke depan. Tiba-tiba bayangan orang yang menembak ibunya terlintas di ingatan Cherry membuat Cherry menahan amarahnya kuat.
Cherry menahan nafas, lalu menatap tajam ke depan dengan tatapan penuh kebencian. Seolah yang di depan Cherry adalah orang yang dulu sudah membunuh ibunya.
Dorr ...
Dorr ...
Tiga peluruh melesat beruntun membuat Shofi dan Elsa menahan anak panahnya melihat apa yang Cherry lakukan.
"Hore ..., aku berhasil!"
Girang Cherry ketika tiga tembakan yang ia lepaskan tepat sasaran.
"Baru satu kali saja belagu, tetap fokus!"
Bentak Fatih membuat Cherry langsung terdiam. Elsa dan Shofi mengulum senyum geli melihat wajah Cherry yang berubah masam.
"Hebat itu seperti dalam keadaan tak fokus tapi kau tetap tepat sasaran,"
Dor ...
Ucap Fatih langsung melepaskan tembakannya tepat di jantung target. Membuat Cherry melotot tak percaya. Sehebat apa Fatih, pantas saja Shofi mencintainya.
"Kembali fokus!"
Cherry mengerucutkan bibirnya, kenapa Fatih tak memujinya sama sekali. Padahal Cherry berharap Fatih memujinya karena sudah berhasil membidik. Tapi, yang Cherry dapatkan malah Omelan terus.
Cherry kembali fokus pada latihannya berharap bidikan ini juga akan tepat sasaran. Namun, bukannya tepat malah semakin jauh meleset dari sasaran membuat Fatih menghela nafas berat.
__ADS_1
"Kembali fokus!"
Fatih terus saja mengulang-ulang kata itu sambil menahan tangan Cherry agar diam jangan goyang sedikit pun karena itu akan merubah kan alur menembak.
Cherry terus berusaha fokus menembak sampai pelurunya habis tak ada satupun yang kembali tepat sasaran.
"Lihatlah, tembakan mu tak ada yang benar. Cari fokus kamu pada satu titik tujuan!"
Bentak Fatih membuat Cherry ingin sekali menangis.
"Apa yang membuat kamu fokus sampai berhasil tepat sasaran tiga peluruh tadi?"
Tanya Fatih mulai merendahkan suaranya, membuat Cherry hanya diam saja tak mau menjawab pertanyaan Fatih.
"Ok, jika itu yang membuat mu fokus maka gunakan hasrat itu untuk menjadi fokus mu. Maka kamu akan berhasil!"
"Istirahat lah!"
Ucap Fatih lagi membuat Cherry mengangguk saja dengan perasaan tak menentu.
Cherry sendiri tak menyangka dengan bidikannya.
Fokus!
Batin Cherry sambil memejamkan kedua matanya.
"Cherry ayo makan dulu!"
Ucap Elsa menarik Cherry yang malah bengong.
Sedang Fatih dan Shofi sudah keluar menuju ruang di mana Philip sudah menyiapkan makan dan minum.
"Fatih sangat menyebalkan!"
"Suttt, nanti Fatih mendengar,"
"Biarin, aku kesel kesel kesel!!!"
"Aistt, kau ini!"
Cetus Elsa membekam mulut Cherry jangan sampai Fatih mendengarnya bisa habis riwayat Cherry.
"Kalian kenapa?"
Deg ...
Cherry dan Elsa membulatkan kedua matanya terkejut. Hampir saja jantung mereka copot mendengar suara Fatih.
Nyatanya yang masuk adalah Philip, sialnya kenapa suara mereka hampir mirip membuat Cherry jantungan saja.
Bisa habis riwayat Cherry jika Fatih mendengarnya.
Sial!
Kesal Cherry mengelus dadanya pelan karena hari ini masih aman.
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...