Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 76 Ulang tahun


__ADS_3

Shofi terdiam dengan mulut menganga menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Bola mata Shofi mulai mengembun siap meluncurkan air mata.


Shofi melirik pada Fatih yang tersenyum tipis, Fatih mengambil setangkai bunga di balik punggungnya. Entah kapan Fatih mempersiapkan itu semuanya.


"Happy birthday my dear Philo,"


Ucap Fatih sambil memberikan setangkai bunga mawar putih pada Shofi.


Tes ...


Setetes air mata jatuh membasahi pipi Shofi, Bagaimana bisa Fatih melakukan hal ini. Ini sungguh kejutan yang tak pernah terlintas sama sekali di pikiran Shofi bahkan Shofi sendiri lupa kapan ulang tahunnya.


"Terimakasih, Dear!"


Ucap Shofi sambil memeluk Fatih dengan senang hati Fatih membalas pelukan Shofi.


Perlahan Fatih melerai pelukannya dan mengajak Shofi menuju dimana kue ulang tahun itu berada. Bahkan di sana sudah ada Davit, Angel, Richard, Elsa, Cherry, Kaka, Jarvis, Lucky bahkan Philip walau Philip harus memakai kursi roda.


"Selamat ulang tahun sayang,"


Ucap Davit sambil merentangkan kedua tangannya.


Fatih melirik Shofi lalu mengangguk membuat Shofi langsung melepaskan genggaman tangannya. Shofi berlari berhambur kedalam pelukan Davit.


"Kakak ,,,,"


"Maafkan kakak ya,"


Shofi hanya mengangguk saja dengan air mata yang kembali mengalir. Begitupun dengan Davit sungguh pemandangan yang sangat langka melihat ketua Mafia menitipkan air mata.


Angel tersenyum bahagia melihat suami dan adiknya kembali akur.


"Aunty Richard gak di peluk!"


Teriak Ricard sambil menarik baju Davit membuat Shofi melepaskan pelukannya. Richard mendorong Davit mundur membuat Shofi terkekeh lalu menggendong Richard.


"Ricard mau bantu aunty tiup lilin?"


"Mau .. mau ,,"


Suasana haru nampak berubah ceria karena tingkah Richard.


Saat di mana acara tiup lilin Shofi sambil menggendong Richard meniup lilin tersebut.


Rasanya Shofi bahagia sekali dengan kejutan ini. Shofi mencuri pandang pada Fatih yang tersenyum padanya. Tatapan Shofi terlihat penuh cinta yang besar. Begitupun dengan Fatih.


Harapan Shofi di ulang tahun ini hanya ingin terus bersama Fatih sampai maut memisahkan mereka.


"Terimakasih atas cinta dan kasih sayang yang sudah kakak berikan pada ku. Suapan pertama ini akan menjadi milik kakak!"


Ucap Shofi sambil menyuapi Davit, Angel, Ricard dan yang lainnya.


Terakhir Shofi memberikan potongan kue pada Fatih sambil tersenyum manis.


"Kamu bukan yang pertama atau yang kedua. Tapi kamu hadir akan menjadi cinta terakhir di hatiku, tak ada yang lain!"


Dengan senang hati Fatih menerima suapan terakhir dari Shofi.


Kelakuan Shofi mengingatkan Fatih pada sang bunda. Fatih selalu melihat pancaran cinta sang bunda untuk sang papa dan akan selalu berkata jika Farhan adalah cinta terakhir nya.


"Benarkah itu?"


"Ya,"


Kaka menyenggol lengan Jarvis yang menatap interaksi Fatih dan Shofi yang begitu intim.


"Jaga mata sialan, calon bini loe tuh murka!"


Bisik Kaka di telinga Jarvis, membuat Jarvis langsung melirik Cherry. Jarvis hanya tersenyum saja sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Jarvis menghampiri Cherry lalu merangkulnya.

__ADS_1


"Aku cuma ikut bahagia melihat senyum lepas Shofi. Mengenalnya aku belum pernah melihat senyuman seperti itu dan Fatih yang membuatnya seperti itu!"


"Lalu!"


"Lalu, aku gak sabar mengurung mu di kamarku!"


Cherry membulatkan kedua matanya mendengar bisikan nakal Jarvis membuat Cherry bergidik ngeri.


"Jangan macam-macam Jar,"


"Berani seperti itu!"


"Sayang, jangan macam-macam!"


Kesal Cherry karena tangan Jarvis tak mau diam malah terus mencubit gemas pinggangnya.


Buk ...


Cherry menyikut perut sixpack Jarvis membuat Jarvis menahan sakit ketika semua orang melihat mereka.


Awas kau!


Kesal Jarvis menatap tajam Cherry yang malah kabur pada Elsa.


"Kenapa?"


Tanya Shofi tiba-tiba ketika melihat Cherry berlari kecil.


"Gak, eh Fatih kemana?"


"Menerima telepon dulu!"


"Bagaimana keadaan mu kak, apa sudah lebih baik?"


Tanya Shofi pada Philip membuat Philip hanya diam saja. Sungguh Philip sangat canggung ketika Shofi terus memanggilnya kakak walau sejujurnya Philip juga menyukainya.


"Jauh lebih baik, Philip hanya butuh kemoterapi saja agar jalannya lancar!"


"Syukur lah kalau begitu aku lega mendengarnya!"


Ucap Shofi merasa lega, sungguh hari ini hari kesedihan dan juga kebahagiaan bagi Fatih. Amarah yang tadi sempat meledak-ledak kini terganti dengan kebahagiaan yang begitu sempurna.


Permasalahan demi permasalahan telah selesai. Bahkan kini Shofi merasakan perasaan baru yang belum pernah Shofi rasakan sebelumnya.


Fatih benar, Shofi hanya butuh meluapkan emosinya dan ikhlas atas semuanya yang di alami nya di masa lalu atau saat ini.


"Aku pikir Fatih manusia es, tapi dia bisa romantis juga!"


Celetuk Cherry membuat Elsa dan Shofi terkekeh. Cherry kalau sudah ngomong mulutnya itu tak bisa di rem.


"Dia itu unik sangat unik, bahkan aku sendiri harus mempelajari Fatih di setiap harinya!"


"Tapi kenapa dia sama aku terlihat menyeramkan banget!"


Protes Cherry masih sangat kesal ketika mengingat Fatih melatih dia menembak. Sangat galak dan menyeramkan sekali bahkan terus membentak dia jika salah.


"Kamu belum mengenalnya, sama seperti kamu belum mengenal Jarvis sepenuhnya!"


Cetus Elsa menyahut membuat Cherry kembali mengerucutkan bibirnya karena memang apa yang di katakan Elsa. Bahkan sekarang Cherry selalu merasa merinding jika berdekatan dengan Jarvis.


"Ngomong-ngomong bagaimana tentang perjodohan itu?"


Deg ...


Cherry terdiam mendapati pertanyaan seperti itu.


Cherry menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil senyam-senyum.


Entah bagaimana reaksi kedua sahabatnya jika tahu tentang Jarvis.


Cekk ...

__ADS_1


Kesal Philip mendengar ocehan tiga wanita di depannya. Apa setiap wanita memang seperti ini kalau sudah mengobrol pasti akan heboh sendiri dan lupa jika ada Philip di belakang mereka.


Philip memilih menyingkir saja dari pada harus mendengar ocehan ketiganya yang membuat telinganya pusing.


"Apa dia jelek, gendut, hitam atau ganteng?"


Glek ...


Cherry menelan ludahnya kasar mendengar penuturan Shofi.


"Emmz, ak-aku ,,,"


"Sayang!"


Glek ...


Cherry membulatkan kedua matanya ketika Jarvis memanggil dirinya. Elsa dan Shofi saling pandang satu sama lain.


"Cher ,,"


"Sebenarnya ,,,"


"Kalian sedang apa!"


Sontak Elsa dan Shofi membulatkan kedua matanya ketika melihat Jarvis memeluk pinggang Cherry. Bahkan tak ada rasa canggung di hati Jarvis.


"Ada apa, kenapa menatapku seperti itu?"


Tanya Jarvis pada Shofi dan Elsa, Jarvis tak tahu jika Cherry belum menceritakan semuanya. Jarvis pikir Cherry sudah memberi tahu mereka hingga Jarvis bisa dengan terang-terangan menunjukan kemesraan nya.


"Cher, apa kau yakin memilih Jarvis?"


Jarvis menautkan kedua alisnya bingung dengan pertanyaan yang keluar dari mulut Shofi. Apa maksud dari perkataan Shofi kenapa Shofi bicara seperti itu.


"Sebenarnya Jarvis adalah orang yang di jo--"


"Philo!"


Cherry menghela nafas ketika tiba-tiba Fatih datang dengan wajah datarnya.


Fatih ikut bergabung bersama Shofi dan yang lainnya.


"Cherry kamu belum mengatakannya?"


Seloroh Elsa membuat Cherry kembali menegang.


"Apa yang kalian bahas sih!"


Kesal Jarvis karena tak tahu apa yang mereka maksud.


"Kamu hanya ingin tahu siapa yang di jodohkan dengan Cherry. Tapi kenapa kau memanggil Cherry sayang!"


"Sayang!"


Geram Jarvis baru mengerti apa yang mereka bahas sendari tadi. Jarvis menatap Cherry tajam jadi selama ini Cherry belum memberi tahu tentang hubungan mereka.


"Kami akan menikah!"


"Apa!!!"


"Bagaimana mungkin, terus laki-laki yang akan di jodohkan dengan Cherry?!"


"Aku, aku orang yang sama di jodohkan dengan Cherry!"


"Apa!!!"


Pekik Elsa dan Shofi terkejut dengan apa yang Jarvis ucapkan.


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ....

__ADS_1



__ADS_2