
Semenjak kejadian semalam mereka kini resmi pacaran. Walau pacaran tak seperti pasangan yang lain. Melainkan mereka ingin membuktikan satu sama lain.
Jika Shofi ingin membuktikan bahwa di ada di masa lalu Fatih. Sedang Fatih akan membuktikan jika Shofi orang jahat yang ingin menjerat dirinya.
Entah keputusan bagus atau tidak mereka tak tahu. Dua-duanya sama-sama pada pendirian masing-masing. Walau begitu ada aturan dalam hubungan mereka.
Di mana Shofi meminta agar dia bersikap seperti dulu yang pernah Shofi lakukan pada Fatih. Fatih tak boleh menolaknya jika menolak artinya Fatih telah gagal.
Fatih terpaksa menerimanya kecuali mereka jangan pernah melewati batas-batas an yang di larang.
Waktu mereka di mulai dari sekarang tanggal 08 Juni 2015.
Dan, Fatih wajib mengantar jemput kemanapun Shofi pergi.
Seperti sekarang ini, Fatih dan Shofi berangkat bareng lagi.
Kedekatan mereka semakin menghebohkan mahasiswa dan para dosen.
Pasalnya Shofi si dingin kutub Utara menjalin hubungan dengan Fatih, si anak baru.
Kabar itu semakin memanas membuat Jarvis hanya bisa bungkam.
Karena kejadian kemaren membuat semuanya berubah. Bahkan Kaka yang selalu mendukungnya kini mulai menghindar.
Bukan karena marah tapi Kaka hanya ingin Jarvis sadar jika apa yang ia lakukan salah. Apalagi tanpa sadar, Jarvis sudah menyakiti Cherry.
Bahkan kini Elsa dan Cherry bersikap cuek tidak seperti sebelumnya membuat Jarvis semakin kesal.
Kenapa semua orang menjauhinya, padahal apa yang Jarvis katakan benar.
Jarvis belum sadar, jika apa yang ia lakukan salah besar.
Bahkan semenjak Elsa dan Cherry tahu satu rahasia Shofi membuat mereka membantu Shofi untuk membuat Fatih kembali mengingat semuanya. Bahkan kini Cherry kompak selalu pergi bersama Elsa berdua membiarkan Shofi bersama Fatih. Dari mulai belajar bareng sampai makan pun Elsa dan Cherry membiarkan mereka berdua.
Supaya Shofi bisa leluasa dekat dengan Fatih. Namun, Fatih selalu saja sedikit risih jika berdua bersama Shofi. Karena Fatih belum percaya jika Shofi pernah menjadi cinta pertamanya.
Bahkan Fatih selalu memerhatikan semua yang di lakukan Shofi tapi tetap saja Fatih tak mengingatnya kecuali jika Fatih berada dekat dan jika Shofi menatapnya intens.
Mata Shofi selalu menenggelamkan kewarasan Fatih. Seolah Fatih terbawa kedalam bening birunya mata Shofi.
"Apa kamu sudah mengingatku,"
Ucap Shofi tiba-tiba karena melihat Fatih yang bengong menatap dirinya tanpa kedip. Membuat Fatih tersadar akan kesalahannya.
"Atau, kau kembali terpesona dengan ku!"
Ucap Shofi lagi sambil mengedipkan sebelah matanya. Di mana Shofi tak pernah bertingkah genit sebelumnya.
"Mana ada, aku tak akan pernah terpesona dan mungkin dulu pun aku tak pernah terpesona!"
Ketus Fatih dengan percaya dirinya membuat Shofi tersenyum tipis mendengar tingkah angkuh Fatih mengingatkan Shofi pada Fatih dulu.
Yang selalu arogan bilangnya tak akan jatuh cintanya nyatanya Fatih sendiri yang terpeleset dengan ucapannya sendiri.
"Kenapa kau tersenyum, apa ada yang lucu?!"
"Aku hanya teringat ucapan Fatih dulu, dia pernah bilang " Loe terlalu pede, meng klaim gue akan jatuh cinta. Loe itu bukan tipe gue, loe itu jelek dan cupu dan satu yang gue gak suka loe itu lemah" !"
"Tapi, nyatanya dia jatuh cinta juga!"
__ADS_1
Ketus Shofi menatap Fatih guna ingin melihat reaksi Fatih. Apa Fatih mengingatnya atau tidak. Tapi melihat ekspresi Fatih yang datar Shofi hanya bisa menghela nafas berat. Fatih benar-benar tak mengingat sedikit pun tentangnya.
"Aku gak yakin bicara seperti itu, jangan mengada-ada! mungkin di masa lalu Fatih mu orang bodoh yang menjilat ucapannya sendiri! "
Cetus Fatih merasa tak mungkin jika dia pernah bicara seperti itu dan menjilat ucapannya sendiri.
Shofi hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Fatih yang tanpa sadar sudah mengatai dirinya sendiri bodoh.
"Fatih ku tidak bodoh, dia anak pintar!"
"Terserah, yang penting aku bukan Fatih bodoh mu. Aku Fatih yang berbeda, cerdas, berkarisma dan tampan,"
Uhuk ..
Shofi tersedak minumannya ketika mendengar ucapan Fatih yang narsis. Bagaimana bisa Fatih berubah se-narsis itu. Bahkan dulu Fatih tak se-narsis begitu.
Shofi menatap Fatih dengan intens apa benar, Fatih yang ada di hadapannya Fatih berbeda dengan Fatih dirinya. Tapi, bagaimana mungkin wajah mereka sangat mirip sekali. Atau memang Fatih hilang ingatan sampai menghilangkan ke dingin nya.
"Apa lihatin, aku tahu aku ganteng!"
Deg ...
Fatih terdiam seolah kata itu kata tak asing baginya. Fatih seolah pernah bicara seperti itu. Tapi pada siapa! kenapa Fatih tak mengingatnya.
Kini malah Shofi di buat kebingungan melihat Fatih hanya diam dengan tatapan kosongnya.
"Fatih, hey Fatih!"
Ucap Shofi melambaikan tangannya di depan wajah Fatih.
Puk ...
"Apa kamu mau jalan bersamaku?"
Tawar Fatih, seperti nya Fatih harus benar-benar menyakinkan hatinya.
"Kemana?"
"Kemana saja,"
"Kapan?"
"Malam ini!"
"Baiklah,"
Mereka kembali diam lalu melanjutkan makannya.
Dret ...
Ponsel Shofi berdering pertanda ada telepon masuk.
Fatih terkejut ketika Shofi mengangkat telepon di depannya. Fatih pikir Shofi akan pergi dari hadapannya.
"Baik kak, mungkin besok pulangnya!"
Fatih semakin menautkan kedua alisnya ketika Shofi bicara menggunakan bahasa Indonesia.
Kakak!
__ADS_1
Fatih semakin penasaran siapa Shofi sebenarnya. Dari bicaranya Shofi memanggil kakak. Itu berarti Shofi mempunyai kakak kandung. Dan, kenapa menggunakan bahasa Indonesia dengan lancar dan fasih. Apa dulu memang Shofi benar-benar pernah tinggal di Indonesia. Lalu kenapa Shofi sekarang berada di Jerman.
Fatih terus berpikir keras siapa yang sedang Fatih hadapi ini.
"Kenapa?"
Tanya Shofi ketika sudah mengakhiri panggilannya.
"Tidak!"
"Dia kak Davit, kakak ku, jika tak hilang ingatan mungkin kamu akan mengenalinya!"
Fatih membulatkan kedua matanya mendengar apa yang Shofi ucapkan. Bagaimana bisa Shofi tahu dia hilang ingatan, Apa Shofi mencari tahu tentangnya sudah sejauh ini.
Kini Fatih menatap curiga pada Shofi, jangan-jangan memang Shofi adalah mata-mata.
"Kenapa melihatku seperti itu, bukankah aku berkata benar. Jika kamu tak hilang ingatan kamu akan mengenalnya!"
"Dari mana kamu tahu aku hilang ingatan!"
"Dari kamu!"
Ucap Shofi santai membuat Fatih semakin tak mengerti.
"Aku!"
Ucap Fatih menunjuk pada dirinya sendiri, perasaan Fatih tak pernah memberi tahu Shofi akan hal itu.
"Iya, bukankah kamu bilang tak mengenalku. Ya, aku berasumsi kamu hilang ingatan saja. Apa ada yang salah, atau jangan-jangan ..,"
Ucap Shofi sengaja menjeda ucapannya, Shofi ingin menggoda Fatih. Walau sejujurnya Shofi merutuki kebodohannya sendiri karena keceplosan. Untung saja Fatih tak curiga dan tanpa sadar Fatih mengakuinya sendiri.
"Hey, apa yang kau lakukan!"
Ucap Fatih tak jelas ketika Shofi menangkup wajahnya bahkan sampai bibir Fatih maju ke depan.
"Kamu mengingatku, dan pura-pura tak ingat!"
Plak ...
"Mana ada, dasar gila!"
Ketus Fatih menghempaskan tangan Shofi dari wajahnya.
"Ya aku gila karena mu!"
"Aissttt!"
Geram Fatih karena Shofi kenapa bicaranya semakin melantur saja. Membuat Fatih bergidik ngeri. Apa Fatih sanggup menjadi pacar pura-pura untuk sebuah pembuktian.
Jika begini terus seperti nya Fatih menyerah saja. Bisa-bisa dia akan ikut-ikutan gila seperti Shofi.
Entah apa yang terjadi ketika Fatih mengingatnya. Mungkin Fatih akan menarik kata-kata itu.
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ..
__ADS_1