
Tak ada kata menyerah di dalam kamus Shofi. Walau se sakit apapun perkataan Fatih Shofi akan selalu tetap mendapatkan hati Fatih kembali.
Shofi masih berpikir Fatih bersikap seperti itu karena sakit hati pada dia. Shofi yakin jika dia terus meminta maaf Fatih akan luluh kembali. Dan, akan kembali pada pelukan dia.
Tekad Shofi sudah bulat dan tak bisa di ganggu gugat.
Elsa dan Cherry melongo melihat Shofi keluar begitu saja tanpa memperdulikan mereka. Bisanya Shofi akan keluar bareng bertiga. Namun, kali ini Shofi keluar sendiri tanpa berkata apapun pada mereka.
Shofi keluar ruangan kelasnya karena guna mengejar Fatih.
Langkah Fatih yang terlalu cepat membuat Shofi harus sedikit berlari. Shofi menahan untuk tak memanggilnya karena tak mau menjadi pusat perhatian. Shofi memilih terus mengejar Fatih.
Entah mau kemana perginya Fatih kenapa terlihat terburu-buru.
Shofi berlari menuju aula karena sempat melihat Fatih menuju ke sana. Namun, sudah sampai di sana Shofi tak mendapati Fatih sama sekali.
Belum menyerah, Shofi mencari lagi ke ruang basket berharap Shofi menemukannya di sana.
Grep ...
Tiba-tiba tangan Shofi di tarik cukup kasar membuat Shofi terkejut. Hampir saja Shofi berteriak namun urung ketika melihat siapa yang menarik tangannya.
Fatih memojokkan Shofi ke dinding dengan tatapan tajam. Fatih merasa kesal karena sendari tadi Shofi terus membuntutinya.
Belum reda rasa kesal Fatih saat kejadian tadi malam. Fatih di buat kesal kembali dengan tingkah Shofi. Sebenarnya apa yang Shofi inginkan.
"Katakan siapa sebenarnya kau, kenapa terus mengejar saya?"
Tanya Fatih menggeram tertahan karena tak suka jika kehidupannya di usik. Apalagi oleh orang yang tak Fatih kenali.
Shofi terdiam sambil memandang kedalam bola mata Fatih yang gelap. Guna mencari kebohongan di dalamnya. Apa benar Fatih tak mengenalinya atau pura-pura tak kenal.
"Apa kamu sudah melupakan ku!"
Deg ...
Fatih mengepalkan kedua tangannya erat, bukan itu jawaban yang Fatih mau. Kenapa Fatih seolah sedang menyakiti orang lain. padahal Fatih sendiri tak kenal dengan wanita di hadapannya.
"Lupakan apa, bukankah kita baru beberapa kali bertemu!"
Kini Shofi menautkan kedua alisnya bingung. Bagaimana bisa Fatih bilang kalau mereka baru beberapa kali bertemu. Apa Fatih benar-benar sudah melupakannya di masa lalu hingga sekarang tak mengenalinya.
"Apa kamu benar-benar tak mengenaliku?"
"Sudah saya katakan saya tak kenal anda, terus bagaimana mungkin anda kenal saya!"
Ketus Fatih mulai jengkel dengan Shofi yang sok bodoh memasang wajah bingung.
__ADS_1
"Katakan siapa anda?"
Tekan Fatih mencengkram kedua bahu Shofi kuat membuat Shofi sedikit meringis.
Fatih curiga, Shofi adalah seorang mata-mata yang ingin menghancurkan keluarganya lewat dirinya. Jika benar, maka Fatih tak akan pernah melepaskannya.
Siapapun yang mengusik keluarga nya makan harus berhadapan dulu dengan dia.
"Ak-aku!"
"Katakan!"
Tekan Fatih terus mencengkram erat baju Shofi. Kecurigaan Fatih semakin bertambah ketika melihat gelagat aneh dari Shofi. Bagi Fatih, Shofi benar-benar mencurigakan.
Tak ada satu orangpun yang berani mendekatinya dengan dalil mengenalnya. Bagi Fatih mereka penipu yang akan menjebaknya. Sebelum mereka menjebak dia Fatih akan terlebih dahulu menyingkirkannya.
"Orang yang mencintaimu!"
Deg ....
Seketika Fatih melepaskan cengkeramannya sambil berjalan mundur karena shok dengan jawaban Shofi.
Apa gadis ini gila, bagaimana bisa berkata cinta sedang mereka baru bertemu. Fatih benar-benar tak habis pikir.
Apa ada di dunia ini gadis seperti Shofi, sungguh Fatih benar-benar sulit mempercayai nya.
Padahal Shofi gadis cantik bahkan bisa di bilang sempurna. Tapi, bagaimana mungkin otaknya tergeser.
Fatih pergi begitu saja karena percuma bicara dengan orang gila sampai kapanpun Fatih tak akan menemukan jawabannya. Karena Fatih yakin Shofi akan membual kembali.
Shofi menatap sendu kepergian Fatih. Kenapa Fatih setega itu pada dia. Tak tahukah Fatih jika Shofi sangat merindukannya. Bahkan jika Shofi sudah tak waras mungkin ia sendari tadi sudah memeluk Fatih. Namun, Shofi masih normal, ia tak mungkin melakukan hal gila seperti itu.
Namun, Shofi juga bertanya-tanya kenapa Fatih terus berkata tak mengenalnya dan mereka baru bertemu. Apa ini pura-pura atau asli. Entahlah Shofi juga jadi bingung sendiri.
Seperti Shofi harus mencari tahu bagaimana bisa Fatih benar-benar tak mengenali dia. Seperti Shofi harus melakukan sesuatu agar Fatih tak menghindari dia terus.
Mengingat itu membuat Shofi teringat akan kenangan-kenangan manis mereka dulu. Apalagi ketika Fatih berusaha mengejarnya, berusaha menyakinkan hatinya bahwa Fatih benar-benar mencintai Shofi.
Namun, semua itu hanya sebuah kenangan. Faktanya sekarang Fatih benar-benar sudah melupakannya.
Kenapa dulu Fatih memintanya terus mengingat dia jika pada akhirnya Fatih melupakannya. Kenapa Fatih sekejam ini pada dia.
"Tidak Shofi, jangan menyerah. Fatih hanya sedang pura-pura. Fatih hanya menguji mu. Tunjukan kalau kamu benar-benar mencintai dia!"
Monolog Shofi pada dirinya sendiri, semangat Shofi kembali berkobar. Shofi tak masalah jika usahanya gagal maka masih ada seribu cara lagi agar membuat Fatih kembali pada dia. Sekuat apapun Fatih tak mengenalnya maka sekuat itu pula Shofi akan mengembalikan Fatih bahwa dia benar-benar tulus mencintai Fatih.
Membuat Fatih mengaku bahwa ia hanya sengaja tak mengenalnya. Membuat Fatih mengaku kembali akan perasaannya.
__ADS_1
"Aku bukan gadis lemah lagi, akan aku perlihatkan bahwa wanita kamu sudah jauh berbeda dengan gadis empat tahun lalu!"
Monolog Shofi lagi dengan tekad kuat, sebesar apapun rasa sakit yang nanti Shofi dapatkan. Shofi akan terus tetap berjuang hingga kata lelah itu datang.
Dengan semangat baru lagi, Shofi keluar dari aula. Shofi yakin kedua temannya pasti sedang mencari dia.
Shofi menelepon Elsa yang langsung di jawab oleh Elsa.
"Dimana?"
Tanya Shofi santai seolah tak terjadi apa-apa. Terdengar helaan nafas berat dari Elsa.
Harusnya yang bertanya seperti itu adalah Elsa bukan Shofi. Seolah yang hilang Elsa padahal sendari tadi Shofi yang menghilang begitu saja.
"Lapangan!"
"Sedang apa di lapang?"
Sekali lagi Elsa menghela nafas bahkan jauh lebih berat lagi.
Shofi benar-benar sedang menguji kesabaran nya. Dengan entengnya bertanya sedang apa.
Ya, tentu dari tadi sedang mencari dirinya yang menghilang tiba-tiba bak di telan bumi.
Ingin sekali Elsa berteriak seperti itu, namun apalah daya, Elsa tak seberani itu.
"Wait, aku kesana sekarang!"
Putus Shofi langsung menutup teleponnya. Shofi langsung bergegas menuju lapang yang lumayan cukup jauh dari aula.
Shofi bukan bermaksud membuat Elsa kesal, tapi Shofi hanya tak ingin Elsa banyak tanya kemana ia pergi.
Karena tak mau membuat Elsa menunggu terlalu lama. Shofi sedikit berlari menuju lapang dimana Elsa menunggu.
"Shofi!!!"
Deg ...
Fatih menghentikan langkahnya ketika mendengar seseorang memanggil nama itu. Kenapa Fatih seolah tak asing dengan nama itu. Siapa dia, kenapa Fatih tak mengingat apa-apa.
Sudah empat tahun lebih Fatih hilang ingatan akibat sebuah kecelakaan. Dan, sampai saat ini ingatan Fatih belum kembali.
"Shofi!"
Gumam Fatih sambil memegang dadanya. Kenapa hati Fatih berdebar ketika memanggil nama itu. Siapa Shofi, apa ada di kampus ini yang bernama Shofi. Kenapa bisa dengan mendengar namanya saja membuat hati Fatih berdebar. Seolah ada sesuatu di balik nama itu. Siapa orangnya, apa benar ada di kampus ini.
Seperti nya Fatih harus mencari orangnya. Karena Fatih yakin, bukan hanya kebetulan. Mungkin dari nama itu Fatih bisa sedikit mengingat ingatannya.
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa, Like, Hadiah komen dan Vote Terimakasih ..