
"Sayang, kenapa kamu membongkar semuanya!"
Geram Davit tak habis pikir pada istrinya. Kenapa sang istri bisa bocor seperti ini mulutnya.
Davit tak habis pikir dengan apa yang di lakukan istrinya. Kenapa Angel sekarang nampak berbeda. Apa karena bawaan baby yang malah memperumit rencana Davit. Jika terus seperti ini Davit yakin Shofi akan benar-benar marah pada dirinya.
Dan, rencana yang sudah tersusun rapi akan menjadi hancur karena kecerobohan sang istri.
Sungguh Davit kelimpungan akan hal itu, karena baru kali ini Angel bersikap berbeda. Bukan Angel yang dingin dan kejam.
"Membongkar apa sih, aku gak ngerti!"
Sentak Angel dengan mata berkaca-kaca, entah kenapa bentakan Davit membuat hati Angel seakan tersayat.
Seperti nya Davit sudah tak menyayangi dia lagi, buktinya dari tadi Davit terus membentak dan menyalahkan entah kesalahan apa yang Angel perbuat, Angel tak mengerti.
"Oh ya ampun!!!"
Geram Davit mengusap wajahnya kasar bagaimana bisa sang istri tak mengingatnya bahkan menyadari kesalahannya pun tidak.
"K-kau membentak ku, ka-kau tak menyayangiku lagi ..,"
"S-sayang bukan itu maksudku!"
Davit menjadi kalang kabut ketika melihat sang istri menangis. Kenapa jadi seperti ini, sungguh Davit tak mengerti.
Sial!
Oh, ayolah Davit gunakan akal sehatmu untuk menenangkan singa betina, jika tidak dia akan mengamuk.
"Sayang,"
"Stop, kau sudah tak menyayangiku lagi hiks ... aku benci kamu hiks ..,,"
Wajah Davit nampak memerah menahan segala kekesalan, amarah dan kefrustasian. Namun, Davit tak mungkin meluapkan semuanya pada sang istri.
"Aku tidak bermaksud membentak, maafkan aku please!!"
"Sayang, aku bukan membentak kamu. Tapi, apa kamu tak menyadari kesalahan kamu. Kamu hampir saja membo--"
"Hiks .., kau membentak ku lagi!"
Dam ..
Davit mengepalkan kedua tangannya kuat, benar-benar tak bisa di percaya.
Tanpa mereka sadari, sendari tadi Richard mendengarkan pertengkaran kedua orang tuanya. Richard mengepalkan kedua tangannya kuat, tak ada yang boleh menyakiti sang mommy.
Angel lupa, jika Richard tadi tidur di kamarnya dan bodohnya Davit tak menyadari itu.
"Lepaskan mommy ku!"
Deg ...
__ADS_1
Davit terkejut mendapati putranya ada di kamar mereka. Begitupun dengan Angel langsung menyeka air matanya.
Richard menatap tajam sang Daddy yang sudah menyakiti adik dan mommy nya.
"Keluar!"
Sentak Richard mendorong Davit menjauh dari sang mommy.
"Mom, tidak apa. Mom tenang ya, ada kakak di sini!"
Ucap Richard memeluk sang Mommy yang masih tergugu dengan kemarahan Richard.
"Sayang ..,"
Ucap Davit memelas memohon bantuan agar bisa menjelaskan pada putra mereka jika dia tak berniat seperti itu.
Namun, Angel karena sudah sangat sakit hati dengan bentakan Davit membuat Angel hanya diam saja.
Akhh ...
Angel menjerit kesakitan karena perutnya terasa keram membuat Davit semakin kalang kabut.
Sedang Richard semakin menangis melihat sang mommy kesakitan.
"Pergi kau, kau sudah menyakiti mommy ku hiks .., Daddy jahat!"
Davit tak menghiraukan pukulan tangan kecil sang putra. Yang Davit khawatir saat ini sang istri yang terus menjerit kesakitan.
"Philip siapkan mobil!!"
Teriak Davit dengan perasaan cemas, panik menghantui dirinya.
"Sayang, maafkan aku, bertahanlah ..,"
Jantung Davit seakan mau copot saja melihat keadaan sang istri seperti ini. Ini salah dirinya kenapa tak bisa mengontrol emosinya sampai sang istri merintih kesakitan.
Davit terus merutuki kebodohannya karena ceroboh. Saking kesalnya membuat Davit hilang kendali sampai tak sadar terus membentak sang istri. Andai Davit bisa menahan emosinya mungkin sang istri tak akan tertekan dan merintih kesakitan.
Jika terjadi apa-apa dengan sang istri Davit tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.
.
Shofi yang sendari tadi menguping perdebatan Davit dan Angel hanya bisa diam membisu karena terlalu Shok dengan apa yang Davit katakan. Sebenarnya apa yang Dia rencanakan kenapa Davit setega itu padanya.
Bahkan saking shok nya Shofi tak sadar jika Davit membawa Angel ke rumah sakit.
Lamunan Shofi buyar ketika mendengar teriakan Richard yang berusaha di tenangkan oleh Elsa.
Shofi langsung berlari dari tempat persembunyiannya.
"Sayang,"
"Aunty ... mommy aunty hiks ...,"
__ADS_1
Shofi langsung membawa Richard kedalam pelukannya. Shofi mengisyaratkan dengan tangannya agar Elsa segera menyiapkan mobil. Elsa hanya mengangguk saja lalu pergi dengan beberapa bodyguard yang siapa mengawal.
"Mom akan baik-baik saja percaya sama Aunty!"
"Daddy hiks .. Daddy ..,"
Richard tak bisa bicara dengan jelas karena tangisan membuat hidungnya tersumbat.
Shofi terus memeluk Richard sambil terus menenangkan jika Angel akan baik-baik saja.
Shofi faham, Richard pasti shok dengan kejadian barusan. Apalagi Richard baru pertama kali melihat pertengkaran kedua orang tuanya. Tentu, itu akan membuat Richard tertekan apalagi di usia Richard yang masih kecil.
Richard anak yang mudah peka dalam hal apapun. Termasuk perasaan Mommy nya, apalagi Angel tadi merintih kesakitan dan tentu Richard pasti akan menganggap bahwa Davit dalang dari semuanya.
.
Tak henti-henti Davit bulak balik dengan perasaan campur aduk. Takut terjadi sesuatu pada sang istri. Sesekali Davit melihat ke arah pintu berharap pintu ruang periksa sang istri segera terbuka.
Philip dan beberapa bodyguard yang siaga hanya bisa diam melihat raut wajah cemas Davit. Mereka tak tahu pasti kejadiannya kenapa nyonya mereka bisa seperti itu.
Padahal beberapa jam lalu Angel masih semangat dan tersenyum, tapi sekarang keadaannya sedang tak baik-baik saja.
Cklek ...
Davit langsung sigap ketika mendengar pintu terbuka.
"Wie geht es meiner Frau, Doc (Bagaimana keadaan istri saya, dok?)"
Tanya Davit cepat dengan wajah cemas, panik dan takut menjadi satu.
Sang dokter yang di tanya hanya menghela nafas saja. Lalu berusaha tersenyum agar suasana tak tegang.
"Ihre Frau hat Krämpfe, vielleicht weil der Blutdruck der Mutter steigt (Istri anda mengalami kram, mungkin karena tekanan darah sang ibu naik!)"
"Dies ist üblich bei schwangeren Frauen, die zum ersten Mal übertragen. Wenn Sie es jedoch zu viel lassen, wird es für das zukünftige Baby gefährlich. Ich bitte Sie als Ehemann, wachsam zu sein, machen Sie keine Laune auf schwangere Frauen na
(Hal ini sudah biasa bagi ibu hamil transfer pertama. Namun, jika terlalu di biarkan ini akan membahayakan bagi calon baby nya. Di mohon anda sebagai suami harus siaga, jangan membuat mood ibu hamil naik turun karena itu akan mempengaruhi cabang baby dan dampak mengerikan nya bisa jadi mengalami ke guguran,)"
"Die Gefühle schwangerer Frauen werden sehr empfindlich auf alles reagieren. Vor allem, wenn Sie einen Stoß oder Druck spüren. Ich hoffe, Sie können verstehen, wenn sich die Stimmung Ihrer Frau ändert, weil es der Einfluss des Taxis ist. (Perasaan ibu hamil akan sangat sensitif sekali dengan apapun. Apalagi jika mengalami bentakan atau tekanan. Saya harap anda bisa memahami jika mood istri anda berubah-ubah karena itu pengaruh dari cabang baby!)"
Davit hanya bisa diam membisu mendengar penjelasan dokter. Sungguh Davit tak menyangka kejadiannya akan seperti ini.
Ini bagai pukulan keras bagi Davit, pasalnya pas mengandung Richard Angel tidak bertingkah seperti ini . Dan, tak mengundang amarah Davit juga.
Sungguh, Davit sudah melakukan kesalahan besar. Syukur anaknya masih selamat jika tidak maka habislah riwayat dia.
"Darf ich meine Frau sehen, Doc (Boleh saya melihat istri saya, dok?)"
"Bitte, (Silahkan,)"
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ....
__ADS_1