
Cherry terus menangis di pelukan Elsa membuat Elsa jadi bingung berada di posisi seperti ini.
Yang bisa Elsa lakukan hanya diam saja, menunggu sampai Cherry berhenti menangis. Elsa faham betul apa yang Cherry alami.
Cherry tak berniat menyakiti Jarvis namun, Jarvis membuat Cherry seperti ini karena sudah menyakiti Shofi.
Walau tingkah Cherry selalu ceria, bar-bar namun Cherry sangat menyayangi Shofi begitu dengan Jarvis. Orang yang Cherry cintai dalam diam, Elsa tahu itu. Namun, sendari dulu Elsa dan Shofi hanya diam saja seolah buta akan perasaan Cherry.
Itulah kenapa selama ini Shofi selalu bersikap dingin pada Jarvis karena tak mau menyakiti sahabat nya. Apalagi Shofi memang hatinya sudah membeku.
Bagi Shofi tak ada laki-laki lain hatinya selain Fatih seorang. Walau Shofi belum menceritakannya pada kedua sahabatnya.
Namun, seperti nya ini waktu yang paling tepat bagi Shofi menceritakan semuanya agar Cherry tak merasa bersalah. Agar Cherry tak jadi orang bodoh yang mencintai orang yang suka pada sahabatnya sendiri.
Karena Cherry masih menganggap Shofi juga menyukai Jarvis dan tak menerima Jarvis karena dirinya.
Padahal itu salah besar, Shofi memang tak menyukai Jarvis barang sedikitpun karena hatinya sudah tercuri oleh orang lain.
Orang yang kini benar-benar telah melupakannya.
Shofi berjalan kearah kedua sahabatnya, tepatnya ke arah Cherry yang sedang menangis di pelukan Elsa.
"Jangan menangis, apa yang kamu lakukan sudah benar!"
Ucap Shofi membuat Cherry seketika berhenti terisak. Cherry melerai pelukannya dari Elsa lalu menatap Shofi yang berdiri.tepat di hadapannya.
"Tapi, aku menyakiti Jarvis!"
"Dia pantas mendapatkannya!"
"Dengar Cherry! aku tak mencintai Jarvis sama sekali. Bukan karena alasan kamu mencintai Jarvis tapi ada alasan lain,"
"Jangan buang-buang waktu mencintai Jarvis. Kamu sendiri sudah lihat, Jarvis selalu di butakan oleh obsesinya. Jika memang Jarvis mencintaiku dia tak akan pernah menyakiti aku bahkan sampai menghina aku di depan kamu. Yang Jarvis miliki hanya sebuah obsesi ketika dia selalu ingin mendapatkan yang dia mau. Karena dari kecil Jarvis seperti itu. Berhentilah peduli pada orang yang tak memperdulikan kamu!"
"Kamu tak sedang menghiburku bukan. Atau kamu seperti biasa selalu mengalah demi orang lain!"
Cetus Cherry masih belum percaya dengan semua alasan Shofi. Bagi Cherry Shofi mencintai Jarvis dan dia adalah penghalangnya.
"Aku menyayangimu seperti aku menyayangi Elsa. Aku hanya tak mau kamu menutup mata. Kamu terlalu polos untuk orang semacam Jarvis!"
"Apa yang di katakan Shofi benar, Jarvis tak cocok mendapatkan cinta tulus kamu!"
"Apa selama ini kalian tahu aku mencintainya?!"
Shofi dan Elsa mengangguk kompak membuat Cherry kembali berkaca-kaca. Sungguh, Cherry pikir kedua sahabatnya tak tahu tentang hatinya. Cherry pikir kedua sahabatnya terlalu cuek pada dia. Ternyata mereka tahu bagaimana perasaan nya. Dan mereka berdua faham dengan apa yang Cherry lakukan pada Jarvis.
__ADS_1
"Maka, berikan aku satu alasan jika kamu benar-benar tak mencintai Jarvis?"
Shofi menatap Cherry dengan intens, lalu Shofi membuka gelang yang selalu ia pakai dan jaga sepenuh hati.
"Elsa selalu bertanya siapa orang yang memberiku gelang ini!"
Ucap Shofi sambil memegang gelang yang sudah ia buka.
"Aku selalu bilang, dia terlalu istimewa untuk sekedar di bicarakan. Bukalah, kalian akan tahu jawabannya!"
Ucap Shofi lagi sambil mengepalkan satu tangannya erat.
Elsa dan Cherry mengambil gelang tersebut, terlihat tak ada yang istimewa dari gelang tersebut. Namun, ada satu gantel berbentuk love yang di buat dari emas dan terdapat mutiara di tengahnya.
Perlahan Elsa membuka gantel love itu dengan hati-hati.
Deg ...
Cherry membekam mulutnya tak percaya dengan apa yang ia lihat. Begitupun dengan Elsa.
Cherry dan Elsa saling tatap satu sama lain seolah mereka tak percaya dengan fakta ini.
Lalu mereka berdua menatap Shofi yang sedang berdiri sambil membelakanginya.
Lilir Elsa dan Cherry tak menyangka dengan apa yang terjadi pada sahabatnya. Sehebat itukah cinta yang Shofi miliki sampai tak teralihkan oleh yang lain.
Shofi berbalik sambil tersenyum getir, lalu mengambil gelang itu kembali.
"Dia orangnya, yang selalu aku tunggu, yang selalu aku nanti dan selalu aku rindukan. Dia orangnya, yang mengajarkan apa arti cinta tanpa harus meminta balasan. Mengajarkan apa arti kasih sayang tanpa meminta sebuah perhatian. Dan, di-dia .. hiks ...,"
Elsa dan Cherry berhambur memeluk Shofi erat. Mereka tak menyangka, jadi Fatih orang yang membuat Shofi di titik seperti ini. Jadi Fatih yang membuat Shofi sekarat akan kerinduan.
Shofi menghapus air matanya, lalu melepaskan pelukan kedua sahabatnya.
Shofi berjalan ke depan sambil menatap langit lepas.
"Dia, yang mengajarkan apa arti kekuatan. Dia yang menjadikan aku kuat seperti ini, tak akan ada Shofi sekarang jika tak ada Fatih yang mengajarkan semua. Bagiku, Fatih adalah laki-laki terhebat setelah Daddy. Tak ada sedetikpun waktu terlewatkan tanpa mengenang dia!"
"Sekarang, kamu percaya bahwa aku benar-benar tak mencintai Jarvis!"
Ucap Shofi pada Cherry membuat Cherry terdiam. Terlalu sulit untuk Cherry mengerti semuanya.
"Terus, Philip siapa?"
Shofi melirik pada Elsa lalu kembali melihat pada Cherry.
__ADS_1
"Philip adik kandung dari asisten kakak ku. Dia berada di sekitarku, karena untuk menjagaku, sama seperti Elsa!"
Cherry terdiam dengan fakta-fakta yang ia ketahui. Cherry pikir, Philip kekasih pura-pura an Shofi karena ingin supaya Jarvis menjauh. Nyatanya Cherry salah besar, pantas saja Philip selalu ada di sekitar Shofi jika Shofi dalam bahaya.
Dan, salah satu alasan Cherry menampar Jarvis karena tak ingin Jarvis di hajar oleh Philip. Karena Cherry melihat ketika Philip akan bersiap menghajar Jarvis karena sudah menghina Shofi bahkan di depan umum.
Itulah alasan nya, karena Cherry sebenarnya ingin melindungi Jarvis dari amukan Philip. Walau Cherry harus sedikit menyakiti orang yang ia sayangi.
Tapi, kali ini Shofi sudah membuka matanya lebar-lebar. Bahwa Jarvis memang tak pantas mendapatkan cinta tulusnya.
Karena memang selama ini Cherry lah yang berusaha mendekatkan Jarvis pada Shofi walau hatinya sakit.
"Dan Fatih! Jika Fatih orang yang selama ini kamu rindukan kenapa dia terlihat berbeda. Kalian seperti orang asing yang baru bertemu?"
Deg ...
Shofi kembali mengepalkan kedua tangannya erat. Bahkan matanya mulai memerah kembali. Elsa dan Cherry yang melihat Shofi kembali berkaca-kaca mereka langsung memeluk Shofi.
Tak biasanya mereka melihat Shofi serapuh ini. Jadi, ini alasan Shofi berubah akhir-akhir ini semenjak ada Fatih.
"Jika kamu tak sanggup jangan katakan!"
Ucap Elsa mengelus Penggung Shofi berharap Shofi akan tenang.
"Dia hilang ingatan!"
Duarrr ...
Elsa dan Cherry membulatkan kedua matanya tak percaya dengan apa yang Shofi katakan.
"Empat tahun aku mengirim orang mencari tahu bagaimana keadaan di Indonesia. Namun nyatanya om Farhan dalang di balik ini semua. Dia sengaja menutup akses agar aku tak bisa masuk. Sampai aku tak tahu apa-apa tentang Fatih. Hingga datangnya Fatih ke sini membuat aku awalnya bahagia, tapi ketika melihat sikap Fatih yang dingin dan cuek seolah tak peduli membuat aku sakit hati. Aku pikir Fatih masih marah padaku ketika aku dulu meninggal kannya. Nyatanya dugaanku salah. Dia hilang ingatan empat tahun lalu tepat ketika keberangkatan aku ke Jerman!"
Ucap Shofi tersenyum getir, ternyata semuanya ulah om Farhan. Pantas saja waktu itu hati Shofi merasa gelisah. Shofi jadi teringat akan kata yang pernah Fatih ucapkan.
"Kita tak tahu, kedepannya bagaimana. Aku malah takut kamu yang akan melupakanku!"
Entah kenapa kepergian ini membuat Shofi merasa gelisah.
"Aku mencintaimu, itu tak akan pernah terjadi. Walaupun begitu, tapi aku yakin Philo ku akan mengembalikan semuanya!"
Bersambung...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ..
__ADS_1