
Fatih duduk santai di shopa ruang kerja Shofi. Ruangan yang cukup luas dengan desain modern estetik.
Fatih memerhatikan Shofi yang bekerja sangat serius. Mata biru beningnya menatap tajam layar laptop di hadapannya dengan tumpukan berkas di samping kanan Shofi.
Fatih tersenyum tipis melihat bagaimana lihainya jari-jari Shofi menari di atas keyboard.
Cukup serius bahkan Shofi tak teralihkan sama sekali dengan apa yang Fatih lakukan. Pekerjaan cukup banyak membuat Shofi harus cepat-cepat menyelesaikan masalahnya.
Shofi menghentikan aktivitas nya ketika tak mendengar gerakan dari Fatih. Shofi tersenyum ketika Fatih malah tertidur.
Shofi membiarkan Fatih tidur dengan dia sendiri melanjutkan pekerjaan nya agar cepat selesai walau Shofi tahu butuh dua atau tiga hari Shofi menyelesaikannya.
Beberapa dokumen yang harus Shofi periksa dan tanda tangan sudah selesai sebagai dan tinggal sebagian lagi. Namun, Shofi menghentikannya karena melihat waktu sudah masuk makan siang.
"Dear,"
Panggil Shofi mengelus pipi Fatih lembut membuat Fatih terusik. Fatih memegang tangan Shofi dengan mata perlahan terbuka.
"Sudah selesai?"
"Belum,"
"Terus!"
"Makan siang dulu, ayo bangun!"
"Chas dulu dong!"
Cup ...
"Sudah ayo bangun!"
Ucap Shofi setelah mencium bibir Fatih. Fatih hanya tersenyum saja lalu bangkit dari tidurnya.
Mereka berdua makan siang dengan tenang di mana Shofi tadi sudah memesan makanan sebelum membangunkan Fatih.
"Sudah selesai pekerjaan nya?"
"Belum, masih banyak. Mungkin besok di lanjut!"
"Jadi nanti sore pulang ke mansion?"
Shofi hanya mengangguk saja sambil mengunyah makanan. Fatih pun kembali lanjut makan tanpa memperpanjang masalah.
Ting ...
Suara pesan masuk ke ponsel Shofi membuat Shofi menyelesaikan makannya. Shofi meraih ponselnya membuka pesan yang Elsa kirim.
Shofi tersenyum melihat pesan yang Elsa kirim rasanya hatinya merasa lega mendengarnya.
"Kenapa?"
"Philip sudah sadar, seperti nya rencana kita sedikit berubah!"
"Ke rumah sakit!"
Shofi mengangguk cepat terlihat jelas rona bahagia Di wajah Shofi. Shofi sangat bahagia sekali mendengar Philip sudah sadar setidaknya rasa bersalah Shofi sedikit berkurang.
"Ya sudah ayo!"
"Habis kan dulu makannya, Dear!"
Fatih menurut menghabiskan makanannya terlebih dahulu. Sedang Shofi membereskan meja kerjanya dan beberapa berkas yang akan Shofi bawa untuk di kerjakan di apartemen.
Sudah selesai mereka berdua meninggalkan ruangan Shofi dengan Fatih menggandeng tangan Shofi sedang satu tangan lagi menjinjing tas kerja Shofi yang sedikit berat akibat banyak berkas yang Shofi masukan.
Semua para karyawan menunduk hormat tanpa bicara pada bos dinginnya. Walau mereka penasaran siapa orang yang bersama Shofi. Baru kali ini semua karyawan melihat bos dinginnya membawa pasangan dan mereka terlihat serasi sekali. Apalagi Fatih terlihat posesif pada Shofi.
Di sepanjang jalan tak ada percakapan di antara mereka. Shofi hanya bergelayut manja di lengan Fatih. Jika dulu mana mau Shofi memeluk pinggang Fatih ketika naik motor kalau bukan di paksa. Tapi, sekarang dengan sendirinya Shofi memeluk Fatih.
__ADS_1
Bahkan sangat posesif sekali seolah takut Fatih akan pergi.
"Aku jadi ingat dulu!"
"Apa!"
"Kamu selalu menolak di suruh memelukku ketika naik motor, tapi sekarang ..,"
Sontak Shofi langsung melepaskan tangannya di lengan Fatih dengan mata membulat sempurna.
Mengingat itu membuat Shofi jadi malu sendiri. Dulu memang entah kenapa Shofi tak mau memeluk Fatih karena rasa gengsi yang tinggi. Tapi, sekarang Shofi sadar jika Fatih sudah memenuhi ruang hatinya.
Fatih terkekeh melihat reaksi Shofi bahkan rasanya Fatih ingin mengecup wajah Shofi yang memerah dengan kedipan bulu mata indahnya.
"Aisst, dulu kamu tuh pemaksa Dear, gak sadar ya!"
"Tapi itu yang kamu suka kan!"
Goda Fatih membuat Shofi semakin tak berkutik karena memang apa yang Fatih ucapkan benar adanya.
"Kenapa berhenti?"
"Kita sudah sampai, Philo!"
Deg ...
Shofi benar-benar sangat malu bercampur kesal Fatih terus menggodanya.
"Dear!!!"
"Apa!"
Ucap Fatih santai sangat menyukai Shofi yang salah tingkah. Jarang-jarang Shofi bersikap merajuk seperti itu.
"Tau ah!"
"Apa sih!"
Cup ...
"Kita nikah saja yuk?"
"Apa!!"
Pekik Shofi terkejut dengan apa yang Fatih ucapkan. Kenapa gak ada romantis-romantisnya mengajak anak orang menikah.
"Menikah, agar aku bisa sepuasnya mengecup kamu!"
"Aisst, kau ini gak ada romantis-romantisnya!"
"Kan ini sudah romantis!"
"Oh, ya ampun!"
Kesal Shofi mana ada mengajak menikah tapi memuat Shofi kesal Fatih terus menggodanya. Entah dari mana sikap cuek Fatih. Apa om Farhan seperti itu ketika melamar tante Queen sungguh sangat unik.
"Terus harus bagaimana?"
"Tau ah, mending kita keluar Elsa pasti sudah menunggu!"
"Tunggu!"
"Apa lag--"
Cup ...
Fatih mengecup bibir Shofi, itu bukan hanya sekedar kecupan tapi ciuman yang memabukkan.
Ciuman yang begitu lembut namun penuh penekanan membuat Shofi refleks mencengkram erat kerah kemeja Fatih.
__ADS_1
Fatih sangat pandai sekali memainkan suasana bahkan ciumannya membuat Shofi nyaman.
Lama Fatih menyesap rasa manis di bibir Shofi yang sudah jadi candu baginya. Perlahan Fatih melepaskan tautannya ketika merasa Shofi mulai kehabisan nafas.
Kening mereka bersatu dengan hidung saling bergesekan. Nafas keduanya memburu menerpa wajah mereka satu sama lain.
Cup ..
Cup ...
Fatih kemudian memberikan kecupan pada kedua kelopak mata Shofi sangat lembut sekali hingga membuat Shofi terbuai jika sudah seperti ini.
"Ayo kita keluar!"
Ucap Fatih santai setelah mengecup kedua mata Shofi.
Shofi hanya bisa menghela nafas berat dengan apa yang Fatih lakukan sungguh sangat menyebalkan.
Shofi pikir setelah apa yang Fatih lakukan Shofi akan mendapatkan surprise tapi nyatanya Jong.
"Ayo!"
Ucap Fatih lagi ketika sudah membukakan pintu mobil untuk Shofi. Dengan malas Shofi keluar lalu nyelonong begitu saja meninggalkan Fatih.
Fatih tersenyum tipis melihat tingkah Shofi yang merajuk sangat menggemaskan.
Fatih berlari kecil menyusul langkah Shofi yang cepat juga.
Grep ...
Fatih menggandeng tangan Shofi membuat Shofi langsung melirik kesal lalu membuang muka dengan senyum tipis.
Hingga langkah mereka jadi sejajar membuat Fatih tersenyum lebar walau Shofi memasang wajah jutek.
Namun, Fatih tahu Philo nya sangat menyukai di perlakukan seperti itu.
Deg ...
Fatih terkejut ketika tiba-tiba Shofi melepaskan genggamannya.
Fatih dan Elsa melongo melihat Shofi tiba-tiba memeluk Philip.
Begitupun dengan Philip sendiri yang terdiam ketika Shofi memeluknya erat.
"Terimakasih sudah sadar, aku sangat takut sekali!"
Ucap Shofi sambil melerai pelukannya menatap sendu Philip.
"Maafkan aku membuatmu terluka Kak, aku bahagia Kakak selamat!"
Ucap Shofi berbinar dengan mata berkaca-kaca menatap Philip yang sudah Shofi anggap Kakak nya sendiri apalagi memang usia mereka selisih empat tahun.
Fatih mengerucutkan bibirnya melihat interaksi Shofi dengan Philip yang begitu
intens.
Sedang Elsa hanya diam saja karena memang Elsa sudah biasa melihat hubungan antara Shofi dan Philip. Selalu seperti itu di dalam keadaan tertentu.
Mereka memang cukup dekat sekali hingga sudah tak ada kecanggungan lagi di diri mereka.
Philip hanya terdiam saja karena masih shok dengan apa yang Shofi ucapkan terutama Shofi memanggilnya kakak.
Panggilan yang sering Shofi sematkan dulu sebelum mereka berpisah karena suatu kejadian di mana Shofi harus bersembunyi dari satu negara ke negara. Dan, kini panggilan itu kembali terdengar lagi membuat Philip bahagia.
Namun, Philip hanya bisa diam kaku karena takut Elsa cemburu. Walau bagaimanapun Philip harus menjaga perasaan Elsa.
Sedang Shofi dia lupa jika apa yang dia lakukan membuat Fatih kesal. Pasalnya Shofi asik berbicara dengan Philip sedang dia tak di pedulikan.
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ....