Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 15 Mulai merasa ada yang aneh


__ADS_3

Fatih menghabiskan waktunya berada di perpustakaan. Malas bagi Fatih untuk keluar, Fatih memilih menyibukkan dirinya sendiri dengan membaca.


Sampai perut Fatih lapar sendiri baru Fatih pergi ke kantin guna membeli makanan.


Fatih menengok kanan kiri mencari seseorang. Namun yang di cari tidak ada.


Hari ini Fatih sedikit merasa aneh, biasanya Shofi akan menggangu dia.Tapi kali ini Shofi tidak ada. Membuat Fatih sedikit merasa aneh.


Bukankah baru kemaren Shofi meminta pertemanan tapi kenap sekarang malah menghilang bak di telan bumi.


"Bodo amat!"


Gumam Fatih pada dirinya sendiri tak peduli kemana Shofi pergi. Namun, Fatih juga tak bisa menampik hatinya mulai terusik.


Biasanya setiap hari ada yang menggangu dia kini tak ada. Entah kemana perginya Shofi.


Kecurigaan Fatih semakin besar bahwa Shofi mungkin seorang mata-mata yang ingin mengusik keluarga nya. Terlihat dari identitas yang tersembunyi bahkan Shofi terlihat seperti orang misterius yang banyak sekali menyimpan rahasia.


Seperti nya Fatih harus hati-hati mungkin Shofi bukan orang sembarangan. Bahkan jejaknya pun tak bisa Fatih lacak. Harusnya kemanapun Shofi pergi Shofi harus tertangkap oleh cctv. Namun, ini tidak ada.


Fatih terus saja banyak berasumsi buruk tentang Shofi karena gelagat Shofi yang memang mencurigakan.


Jika Shofi sedang ingin memainkan game, baiklah akan Fatih ikutin alurnya.


Fatih melihat gadis yang sering bersama Shofi duduk sendirian di kantin. Apakah Fatih harus bertanya pada gadis itu atau tidak. Seperti nya tidak, karena pasti gadis itu melapor pada Shofi.


Namun, seperti nya Fatih harus mencari dulu siapa Cherry sebenarnya dan sejak lama mereka berteman.


Fatih dengan cepat menyelesaikan makannya. Lalu pergi meninggalkan kantin mencari tempat aman untuk menelepon.


Namun, langkahnya tiba-tiba di hadang oleh Jarvis dan Kaka.


Fatih terdiam mencoba mengingat siapa dia laki-laki di hadapannya ini.


"Ada hubungan apa loe dengan Shofi?"


Tanya Jarvis menatap tajam pada Fatih yang terlihat tenang bahkan tak gentar sama sekali.


"Loe, tuli. Jawab gue, ada hubungan apa loe sama Shofi?"


Fatih tetap diam saja lalu beranjak pergi karena bagi Fatih dia tak harus menjawab.


Tapi, lagi-lagi Jarvis menghadangnya bahkan mencengkram kerah baju Fatih.


Bukannya takut Fatih malah tersenyum bahkan tak ada ketakutan sedikit pun di wajahnya.


"Katakan?"


Tekan Jarvis karena kesal Fatih mencoba mengabaikannya. Fatih belum tahu siapa dia.


"Tanyakan pada gadis gila itu,"


Bugh ...


Jarvis meninju wajah Fatih karena tak terima Shofi di katakan gila. Tak ada yang boleh menghina Shofi siapapun itu.


"Berani-beraninya loe anggap Shofi gila hah. Dasar brengsek,"

__ADS_1


Bugh ..


Sekali lagi Jarvis meninju Fatih bahkan kali ini sampai bibir Fatih mengeluarkan darah.


Namun, anehnya Fatih tak melawan ia hanya diam saja membiarkan Jarvis melakukan apa saja padanya.


"Jangan macam-macam pada Shofi, kalau tidak loe habis di tangan gue!"


"Jar sudah, lihat kita jadi bahan tontonan!"


Cegah Kaka berusaha menahan Jarvis agar tak memukul Fatih lagi.


Cherry membulatkan kedua matanya melihat bagaimana Jarvis memukul Fatih. Bukan hanya Cherry mahasiswa lainpun sama.


Entah terlibat perkelahian apa sampai Jarvis memukul Fatih.


Cherry hanya bisa menatap nanar kepergian Jarvis yang di bawa paksa oleh Kaka.


Cherry melihat Fatih bangkit lalu pergi sambil membawa buku yang tadi sempat terjatuh akibat Jarvis. Ingin menghampiri namun Cherry tak seberani itu apalagi tatapan Fatih yang datar.


Fatih memilih masuk kedalam ruang kesehatan saja guna menenangkan pikirannya. Berharap emosinya tak akan meluap.


Berani-beraninya Jarvis menyerang dia, apa istimewa Shofi. Sampai Jarvis tak terima Shofi dekat dengan dia.


Andai saja Fatih tak sedang merencanakan sesuatu mungkin Fatih tak memilih diam. Mudah bagi Fatih untuk melumpuhkan lawan.


Namun, kali ini Fatih akan diam. Tapi, jika Jarvis berani macam-macam lagi sama dia maka jangan salahkan Fatih untuk bertindak.


Fatih ketiduran di ruang kesehatan tanpa mengobati lukanya dulu. Bahkan darah di sudut bibirnya sudah mengering.


Benar saja, ketika Fatih sudah keluar tinggal beberapa orang saja yang masih ada di kampus. Mungkin sedang mengikuti kegiatan.


Fatih memilih langsung pulang saja, tapi sebelum itu Fatih mampir dulu ke supermarket guna berbelanja bahan makanan yang sudah habis.


"Mommy.. mommy wants that, brother wants that! (Mommy .. mommy mau itu, kakak mau itu!)"


Rengek anak kecil menunjuk buah anggur yang ada di rak paling atas. Sedang sang mommy terlihat kesusahan bergerak ketika tasnya nyangkut di keranjang.


Fatih yang melihat itu tanpa pikir panjang membantu anak kecil itu mengambil Anggur.


"Thank you Uncle! (Terimakasih om!)"


Ucap bocah itu sambil tersenyum bahagia karena dia mendapatkan apa yang ia mau.


Sang mommy bernafas lega ketika tasnya berhasil dia dapatkan.


"Ka--"


Deg ...


Sang mommy terdiam melihat siapa yang ada di hadapannya dengan Richard berada di gendongannya.


"Mama, Onkel hat meiner Schwester geholfen, Wein zu holen! (Mom, om ini sudah bantuin kakak ngambil anggur!)"


Ucap Ricard ketika Fatih menurunkan Ricard dari gendongannya.


Angel masih saja diam menatap Fatih dari atas sampai bawah. Seolah Angel tak menyangka bahwa akan bertemu dengan Fatih.

__ADS_1


Walau sudah empat tahun lamanya, Angel masih mengingat wajah Fatih, pemuda yang sudah membuat adik kecilnya jatuh cinta.


"Entschuldigung, ich muss gehen (Permisi saya harus pergi!)"


Ucap Fatih sopan karena merasa tak enak melihat tatapan Angel yang seperti terkejut melihat wajahnya.


Fatih terus berjalan meninggalkan ibu dan anak itu.


"Apa wajah ku seburuk itu!"


Gumam Fatih benar-benar aneh melihat tetap wanita tadi.


Fatih memilih langsung pulang saja dari pada melanjutkan belanja apalagi Angel malah mengejarnya.


Fatih merasa hari ini kenapa orang-orang terlihat aneh. Di kampus ia di labrak dan sekarang bertemu dengan wanita aneh.


Entah Fatih yang aneh atau orang-orang yang terlihat aneh.


Karena mulai merasa pusing Fatih memilih pulang saja mungkin berbelanja Fatih bisa lanjutkan besok saja.


Sesudah sampai di apartemen Fatih langsung menjatuhkan bokongnya di atas shopa sambil memijit kepalanya yang terasa pusing.


Fatih ..


Aku harus pergi ..


Jangan halangi langkahku dengan penantian mu.


Fatih ..


Aku mencintai mu ...


Akhhh ...


Jerit Fatih mencengkram rambutnya erat ketika sekelebat bayangan tiba-tiba muncul di kepalanya.


Sungguh Fatih sangat kesakitan, potongan fazel-fazel itu sulit sekali Fatih ingat. Ingatan Fatih belum cukup kuat masih sebatas samar-samar saat ini.


Tok .. tok ..


Fatih semakin menggeram kesal ketika pintu apartemen nya di ketuk.


Awalnya Fatih mengabaikan, karena terus di ketuk membuat Fatih kesal sendiri. Dengan kesal Fatih beranjak lalu membuka pintu dengan kasar.


Ceklek ...


Deg ...


Fatih diam mematung dengan mata membulat sempurna melihat siapa yang memeluknya. Bahkan rasanya Fatih sulit bernafas dengan apa yang terjadi.


Seolah dunia seketika berhenti berputar melihat begitu terkejutnya Fatih.


"Ba-bagaimana bisa tahu aku berada di sini?"


Bersambung ...


Jangan lupa Like,,, Hadiah komen,, dan Vote Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2