
Shofi terdiam dengan apa yang barusan Davit ucapkan ternyata benar. Om Farhan yang selama ini menutup akses Shofi pantas saja selama ini Shofi sulit menemukan informasi tentang Fatih ternyata om Farhan sendiri yang sengaja menutupnya.
Sedang Fatih jangan di tanya, dia begitu Shok dengan barusan yang Davit ucapkan.
Jadi benar sang papa terlibat dengan semua ini. Sang papa yang merencanakan semua ini. Tapi apa alasannya kenapa sang papa melakukan hal ini.
Pantas saja tak ada satupun keluarga yang pernah membahas Shofi jika memang sang papa yang memang sengaja membuat kenangan Shofi terlupakan.
"Lima tahun lalu, tiba-tiba tuan Farhan menelepon dia meminta kakak untuk mengambil ponsel kamu dan membuat seolah ponsel kamu hilang tepat keberangkatan kamu ke Jerman. Entah apa tujuannya kakak hanya menurut saja apalagi waktu itu suara tuan Farhan terdengar tak baik-baik saja. Sampai kakak mencari tahu keadaan di Indonesia yang di mana ternyata Fatih mengalami kecelakaan. Di sana kakak juga Shok dan kakak mengerti maksud dari tuan Farhan meminta ponsel kamu di ambil!"
"Agar aku tak tahu keadaan Fatih bukan, kenapa kakak setega itu hiks ..,"
Sungguh Shofi tak menyangka begitu banyak rahasia yang sang kakak sembunyikan dari dirinya.
"Maafkan kakak Dhe, karena itu yang terbaik buat kalian berdua!"
"Kakak juga yang mengabaikan telepon dan pesan dari Amira!"
Sungguh Shofi tak bisa membendung air matanya ketika membuka ponselnya untuk pertama kali. Begitu banyak panggilan masuk dari Amira dan beberapa pesan yang membuat Shofi benar-benar Shok.
Ternyata dugaan Shofi selama ini memang benar jika bukan hanya sang kakak saja yang merencanakan ini semua juga om Farhan. Tapi kenapa om Farhan melakukan ini semua terhadap dirinya. Apa karena tak menyukai dia sama sekali.
Sungguh semua kebenaran ini sangat membuat Shofi bingung harus bereaksi apa. Shofi hanya bisa menangis di pelukan Fatih.
Tak hanya Shofi saja yang shok akan semuanya Fatih juga sama. Apalagi Fatih yang tak tahu apa-apa sebelumnya.
Dan fakta ini benar-benar sangat mengejutkan Fatih dan Shofi.
Pantas saja selama ini Shofi sulit mengetahui kabar Fatih karena om Farhan yang menutup aksesnya. Dan Fatih ia tak akan pernah bisa mengenali Shofi karena memang semua keluarga nya tak ada satupun yang menceritakan tentang Shofi.
Entah apa alasan keluarga Al-biru tak mengingatkan Fatih pada Shofi apa karena tak suka atau ada hal lain. Semua ini serba membingungkan dan baru sekarang Shofi dan Fatih mengetahuinya.
"Jika kalian ingin tahu alasannya, hanya tuan Farhan yang bisa menjawabnya!"
Fatih semakin memeluk erat Shofi yang semakin terisak. Jarak mereka yang jauh dan hanya bisa menatap langit yang sama dengan sebuah rindu yang berbeda.
Tak ada tentang yang bisa di kenang karena semuanya telah terhapus kan dan tak bisa di kembalikan karena om Farhan menahan semua itu.
__ADS_1
Mengunci rapat-rapat tentang yang menjadi rindu Shofi selama ini. Entah apa alasan om Farhan menjauhkan Fatih dari dirinya dan membuat Shofi sulit mengetahui kabar tentang Fatih.
"Maafkan kakak Dhe, tapi satu yang harus kamu tahu jika Stephen sudah ada di penjara bawah. Kakak serahkan hukuman itu pada kamu karena kamu yang lebih berhak menghukum ya!"
"Kamu tahu, kakak sangat menyayangimu!"
Ucap Davit sendu, Davit rasanya tak kuat jika harus melihat Shofi terus menangis di hadapannya.
Davit memilih pergi meninggalkan Shofi dan Fatih berdua di sana. Davit tahu akhirnya hanya urusan mereka berdua karena mereka berdua yang memutuskan langkah apa yang mereka ambil selanjutnya.
Lama Fatih membiarkan Shofi menangis bahkan Fatih bisa merasakan jika air mata Shofi sudah membasahi bajunya bahkan terasa dingin di kulit dada Fatih.
"Philo,"
Panggil Fatih ketika Shofi sudah berhenti menangis.
"Maafkan papa ya, aku tak tahu jika papa dalang dari semua ini!"
"Kamu pernah bertanya bukan, apa yang akan aku lakukan jika papa terlibat!"
"Tapi, satu yang aku tahu! jika dari dulu papa dan bunda tak pernah menentang hubungan kita. Papa selalu mengajarkan aku menjadi laki-laki yang bertanggung jawab,"
"Mereka selalu mendukung apa yang membuat ku bahagia, tapi aku tak tahu alasan apa hingga Papa tak mengingatkan aku padamu dan menutup semua akses kamu!"
Ucap Fatih sambil menghapus sisa-sisa air mata Shofi.
Fatih yakin hari yang Shofi lalui pasti berat terbukti dari pancaran kesedihan yang tergambar jelas di mata biru Shofi.
Terlalu banyak tekanan dan bahaya yang mengitari Shofi. Entah mana yang membuat Shofi benar-benar merasa sedih.
Tentang Fatih atau tentang Stephen yang jelas semuanya membuat Shofi merasa dirinya orang asing yang tak berharga bagi siapapun.
Yang tak tahu apa-apa tentang semua yang terjadi.
Pantas saja Shofi sulit sekali mengakses tentang sahabat-sahabat nya. Karena semuanya ulah om Farhan. Apa om Farhan sengaja menutupnya agar Shofi tak tahu tentang Fatih.
Tentang Fatih yang kecelakaan sampai koma dan hilang ingatan.
__ADS_1
Tentang semua yang terjadi, kenapa? kenapa hanya dia sendiri yang tak tahu apa-apa tentang semuanya.
Apa yang harus Shofi mengerti dengan semua ini.
Shofi mengerti dengan apa yang Davit lakukan dengan alasan semua karena ia. Lalu apa alasan om Farhan juga sama dengan alasan karena Fatih.
Apa semua yang terjadi harus Shofi yang harus mengerti orang lain. Kenapa tak ada yang mengerti dirinya.
Bahkan tak ada yang perduli Shofi sakit atau tidak. Baik-baik saja atau tidak. Bahkan tak ada yang tahu apa yang Shofi rasakan selama ini. Bagaimana Shofi menjalani hari yang begitu berat di setiap harinya dan hanya bisa tersenyum dengan kepahitan yang begitu nyata.
Entah siapa di sini yang egois Shofi tak tahu, rasanya Shofi sudah lelah dengan semua ini.
"Maafkan aku, jika bukan karena aku kamu tak akan pernah mengalami hal sesulit ini, maaf .,"
Shofi menggeleng kuat dengan air mata yang kembali keluar. Ini bukan salah Fatih Shofi tak pernah menyalahkan Fatih akan semua ini. Dan di saat semuanya terbongkar bahkan Shofi tak bisa menyalahkan Farhan dan Davit.
Namun, Shofi hanya kecewa pada mereka kenapa harus seperti ini. Kenapa harus dengan cara seperti ini sungguh Shofi masih belum bisa memahaminya.
Apa Shofi terlalu cengeng dengan semua ini!
"Andai saja aku tak kecelakaan, andai aku tak hilang ingatan tak akan ku biarkan kamu seperti ini!"
"Tidak!"
Lilir Shofi menggelengkan kepala kuat sambil menangkup wajah Fatih.
"Kamu gak salah, kakak gak salah dan om Farhan gak salah. Yang salah hanya aku aku dan aku. Andai aku tak pergi, andai cinta ini tak membelenggu dalam sebuah kerinduan aku tak akan pernah berada di posisi ini. Ya, aku salah yang salah!"
Fatih menarik kembali Shofi kedalam pelukannya. Fatih tak tahan jika melihat Shofi terus menyalahkan dirinya sendirinya.
"Sudah Philo sudah, maafkan aku!"
Sungguh Fatih tak bisa mendengar Shofi terus menangis. Tangisan yang sangat memilukan membuat Fatih sangat sakit.
Bersambung ...
Jangan lupa, Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1