
Fatih merasa lega ketika mendengar kabar jika Aurora sudah sampai di Indonesia dengan selamat.
Semenjak Shofi hamil kehidupan mereka kembali normal di mana sikap Shofi tak terlihat sedih atau murung lagi. Bahkan hampir setiap hari Shofi melakukan vidio call dengan Queen dan Mentari.
Fatih merasa senang melihat perubahan sang istri. Bahkan setiap hari tak lekas senyuman di bibir seksi sang istri.
Hari-hari yang Fatih lalui terasa hidup dari biasanya. Apalagi Fatih sangat antusias menyambut calon buah hatinya.
Bahkan perut Shofi sudah mulai membuncit membuat Fatih sangat menyukai ketika ia mengusap perut sang istri halnya seperti sekarang.
Fatih selalu mengajak bicara calon buah hatinya entah apa yang ia bicarakan karena Fatih selalu berbisik membuat Shofi kegelian.
"Dad,"
"Iya mom!"
"Kapan kita bawa Mentari ke sini?"
Tanya Shofi karena sudah tidak sabar menanti kedatangan Mentari.
Bukan hanya itu Shofi takut psikis Mentari terguncang karena masalah di sekolah.
Ya, anak buah Shofi memberi kabar jika Mentari suka di buli dan di kucilkan. Mendengarnya saja sudah membuat Shofi miris Shofi akan tunjukan pada dunia jika Mentari putrinya dia punya keluarga utuh.
"Belum saatnya mom!"
"Tapi ini sudah tujuh tahun dad, mommy tak mungkin membiarkan Mentari terus dirundung!"
Sendu Shofi seolah tak berguna bagaimana dengan Amira yang pasti melihatnya di atas sanah merasa sedih melihat keadaan putrinya dan Shofi hanya diam saja.
"Bagaimana dengan om dan tante Melati apa mereka akan memberikannya setelah kepergian kak Amira!"
"Tapi mom gak bisa lihat putriku menjadi seperti ku dulu!"
Kesal Shofi menjadi emosi membuat Fatih terkejut. Semenjak Amira mempercayakan Mentari Shofi sudah menganggap jika Mentari putrinya bukan orang lain.
"Daddy akan coba!"
Ucap Fatih kemudian seperti Fatih harus bertindak sebelum sang istri berbuat lebih apalagi Fatih tahu bagaimana watak istrinya.
"Benarkah,"
"Iya, sebentar lagi putri kita ulang tahun yang ke tujuh kita akan bicarakan ini!"
"Terimakasih dad!"
Ucap Shofi mengecup pipi sang suami Shofi sangat bahagia pada akhirnya Fatih buka suara.
"Jangan mancing mom!"
"Aistt, cuma di cium doang mana ada mancing-mancing!"
Ketus Shofi kenapa suaminya sensitif banget.
"Mana ada cuma di cium, ini tangan mommy jangan nakal!"
Geram Fatih menggeliat karena Shofi sengaja mengelus king kobra nya.
Sudah lama ia berpuasa karena takut dengan kehamilan istrinya. Karena Fatih tak bisa bermain lembut.
Bukannya berhenti Shofi malah semakin semangat melihat wajah sang suami mulai memerah menahan hasrat yang sudah melambung tinggi seakan mau meledak.
"Mom .. sittt!"
__ADS_1
Geram Fatih menatap sang istri sayu diliputi kabur gairah yang membuncah.
"Mom!"
"Apa Daddy tak merindukannya ini sudah hampir enam bulan loh Daddy puasa!"
Gila ini gila kenapa sang istri malah memancingnya sengaja menarik tangan Fatih dan menempelkan di dadanya.
"Daddy takut!"
"Junior sudah kuat kok, kata dokter juga boleh Daddy saja selalu menahannya sampai enam bulan!"
"Sial!"
Geram Fatih langsung meraih bibir sang istri dengan lembut penuh tekanan.
Fatih sudah tak bisa sabar lagi jika terus di pancing begini apalagi sang istri sengaja mengelus king kobranya hingga bangun dan memberontak ingin keluar. Ini sangat sesak sekali dan sialnya kenapa sang istri semakin cantik hingga Fatih tak bisa lepas dari pesona ini.
Pesona yang sangat memabukkan membuat Fatih benar-benar gila di buatnya.
"Mommy di atas!"
"Hati-hati mom!"
Tegur Fatih membuat Shofi terkekeh kenapa sang suami berubah jadi kucing semenjak ia hamil.
"Dad kenapa kamu jadi menggemaskan!"
Emm .. Ahh ..
Geram keduanya ketika Shofi mulai menduduki king kobra sang suami yang sudah siap masuk kedalam gua lembah kenikmatan.
Mereka sama-sama diam saling pandang satu sama lain ketika penyatuan itu sudah terjadi. Seolah mereka berdua sedang meresapi sara ini yang sudah lama tak mereka rasakan.
Fatih tak bisa seperti ini ini sangat menyiksa sekali. Sungguh Fatih tak menyangka jika sang istri akan seliar ini.
Entah berapa lama mereka meraih kenikmatan surga dunia seolah mereka tak lelah meneguk kenikmatan nyata itu.
Kenikmatan yang membuat keduanya hilang akal. Walau begitu Fatih masih bisa menahan ritmenya agar tak menyakiti sang istri dan buah hatinya.
Kini Fatih yang mengendalikan semuanya karena takut sang istri kenapa-kenapa.
Shofi meremas seprai kuat sungguh ini sangat memabukkan.
"Dear!"
Lilir Shofi bergetar memeluk erat punggung sang suami ketika ia mendapatkan pelepasan. Begitupun dengan Fatih menengadahkan kepalanya ke atas hingga di bawah sana semakin menusuk dalam seolah Fatih tak mau air kenikmatan itu keluar.
Cup ...
"Terimakasih mommy!"
Ucap Fatih berat mencium gemas hidung mancung sang istri.
Shofi tersenyum melihat rona kepuasan sang suami.
Fatih menggulingkan tubuhnya di samping sang istri. Fatih menarik lembut sang istri kedalam pelukannya.
Shofi menyandarkan kepalanya di atas dada bidang sang suami sambil meletakan tangannya di dadanya. Shofi mengusap-usap gemas stompel coklat yang berada di dada bidang sang suami.
"Mom jangan memainkannya nanti king bangun lagi!"
Ha ....
__ADS_1
Shofi tertawa mendengar julukan baru sang suami pada pusakanya seperti namanya saja.
"Mom!"
"Emang belum puas?"
"Tak ada kata puas mom apalagi Daddy puasa begitu lama!"
"Tapi aku lelah dad, gimana dong!"
"Mana ada lelah dari tadi mancing mulu, kalau bangun pokonya mom harus tanggung jawab!"
"Mana ada!"
Elak Shofi terus menjahili sang suami, Shofi ingin melihat seberapa kuat sang suami menahannya.
"Kenapa mom jadi nakal begini?"
"Seperti junior yang menginginkannya!"
"Junior atau Mommy nya?"
"Emmz ,,, seperti nya Mommy nya!"
Ha ...
Kini giliran Fatih yang tertawa sungguh tingkah sang istri benar-benar konyol.
Mendengar kejujuran Shofi malah semakin memancing birahi Fatih tumbuh kembali. Biasanya wanita akan malu mengungkapkannya tapi Shofi sangat jujur sekali.
"Lihatlah mom king kembali bangun!"
"Ya tinggal tidurkan lagi!"
"Tapi, katanya ingin mommy yang menidurkannya!"
Bisik Fatih sambil mengigit gemas telinga sang istri hingga membuat Shofi sedikit menggeliat.
"Ya sudah!"
"Beneran!"
"Hitung satu, kalau tak mau ya sudah!"
Cup ....
Dengan cepat Fatih mengecup kembali bibir sang istri yang sudah bengkak akibat ulahnya tadi. Fatih benar-benar candu akan bibir manis merah delima milik istrinya ini.
Pada akhirnya mereka berdua kembali mengulang kenikmatan surga dunia yang tak tertandingi ini. Fatih benar-benar sangat candu dengan tubuh istrinya yang harum seolah memanggil dirinya datang. Semua yang ada pada diri sang istri selalu memantik api gairah Fatih yang membara.
Begitupun dengan Shofi sangat menyukai setiap permainan sang suami yang memabukkan. Bahkan Shofi seolah tak merasa lelah sekali.
Entah karena gairah Shofi sendiri atau hormon kehamilan hingga membuat Shofi bisa mengimbangi pejantan tangguhnya ini.
"Mau gaya yang berbeda sayang?"
"Hm,"
Fatih langsung mengangkat sang istri menuju kamar mandi. Entah kenapa Fatih ingin melakukan hal baru yang lebih gila dari ini. Jika saja sang istri tidak hamil sendari tadi Fatih sudah kesetanan.
Namun Fatih masih waras hingga selalu mengutamakan keselamatan sang istri dan calon buah hatinya.
Fatih bermain lembut penuh penekanan walau Shofi meminta lebih tapi Fatih tetap mempertahankan ritmenya selain menjaga sang istri Fatih juga tak mau terlalu terburu-buru melepas sang istri.
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ....