Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 48 Please!!


__ADS_3

Fatih mencari-cari Shofi, entah kemana perginya Shofi.


Dari kejadian kemarin sampai saat ini Fatih belum melihat Shofi. Apa Shofi semarah itu padanya. Fatih tak berniat mempermainkan Shofi. Karena memang Fatih belum mengingat tentang semuanya walau ada sebagian fazel yang Fatih ingat. Namun, itu belum cukup bagi Fatih.


Bahkan di apartemen pun tidak ada. Entah harus kemana lagi Fatih mencari Shofi apalagi Fatih tidak tahu di mana mansion Shofi.


Sungguh, Fatih sangat frustasi sekali, belum lagi telepon dan SMS dari dia juga tidak di balas.


Apa yang harus Fatih lakukan untuk meyakinkan Shofi, jika ia tak pernah berbohong tentang apapun.


Justru Fatih semakin merasa bersalah ketika melihat Vidio dan Poto yang terekam di kacamata Shofi. Gambaran itu pada awal pertama Shofi baru masuk. Dan, yang terlihat hanya ketika Fatih mem-buli Shofi saja.


Rasa bersalah Fatih semakin menjadi, apalagi dia melupakan Shofi.


Fatih tak bisa membayangkan bagaimana sakit hatinya Shofi akan perlakuan dirinya. Di tambah lagi, kini dia melupakan Shofi.


Tapi, bagaimana bisa Shofi mencintainya sebegitu besar.


Fatih terdiam, mengingat sesuatu, Fatih tahu siapa yang harus Fatih tanyai dimana keberadaan Shofi.


Fatih berlari mencari salah satu teman Shofi, Fatih yakin kedua teman Shofi tahu di mana keberadaan Shofi.


Namun, sial Elsa dan Cherry tak ada di kelas. Entah di mana manusia itu kenapa mereka sangat kompak sekali gak ada.


Fatih terus mencari keberadaan Elsa dan Cherry. Tak lupa Fatih juga mencari keberadaan Philip. Namun, semuanya tak ada seolah mereka di telan bumi.


Menanyakan kepada mahasiswa lain, semua menjawab tidak tahu. Fatih mengerutkan kening karena bingung. Bagaimana bisa anak-anak tidak tahu tempat tinggal Shofi maupun Elsa dan Cherry. Ini sangat aneh sekali membuat Fatih merasakan cemas.


Seolah semua orang sudah merencanakan semua.


Namun, Fatih terus mencari keberadaan Elsa dan Cherry tanpa henti. Apalagi universitas Bonn Jerman sangat besar tentu Fatih harus mencari di setiap tempat.


Kantin, taman, atap gedung, perpustakaan semuanya sudah Fatih telusuri dan tempat-tempat mereka diam. Tapi, Fatih tak menemukan semuanya.


Fatih tidak tahu jika Philip berbeda jurusan dan tentu berbeda gedung juga.


Bruk ...


Fatih tak sengaja menubruk seseorang sampai terjatuh.


"Entschuldigung, ich habe es nicht mit Absicht getan? (Maaf, saya tak sengaja?)"


Ucap Fatih merasa bersalah karena sudah membuat orang terjatuh.


"Kein Problem! (Tak apa!)"


Balas Cherry sambil berdiri, Cherry belum tahu siapa yang menabraknya karena Cherry sedang membereskan tasnya.


Saat berbalik, Cherry terdiam ketika melihat siapa yang ada di hadapannya.


Fatih!

__ADS_1


Cherry langsung gugup melihat tatapan Fatih yang tajam. Padahal Fatih menatap biasa saja tapi bagi Cherry itu sangat menakutkan.


Fatih bahagia bisa bertemu Cherry itu artinya Fatih bisa menanyakan keberadaan Shofi pada Cherry.


Pantas saja Fatih sulit menemukan Cherry ternyata Cherry baru keluar dari lorong toilet.


"Weißt du, wo Shofi ist, warum geht er nicht aufs College? (Apa kamu tahu di mana Shofi, kenapa ia tak masuk kuliah?)"


Tanya Fatih membuat Cherry terdiam entah harus menjawab apa.


"Bitte sagen Sie mir, wo Shofi ist? (Tolong, beri tahu saya di mana Shofi berada?)"


Ucap Fatih lagi memohon pada Cherry, jika urusan mereka belum selesai maka Fatih tak akan tenang.


"Shofi kümmert sich um ihre schwangere Schwägerin! (Shofi sedang menjaga kakak iparnya yang sedang hamil!)"


"In welchem ​​Krankenhaus? (Di rumah sakit mana?)"


"Nein, aber Shofi ist in Damareshs Villa (Tidak, tapi Shofi ada di mansion Damaresh!)"


Deg ...


Fatih mengerutkan kening mendengar kata Damaresh. Bukankah nama marga itu adalah marga salah satu keluarga terpandang di Bonn Jerman. Karena Fatih pernah mendengar jika perusahaan cabang yang ada di Jerman bekerja sama dengan salah satu perusahaan milik keluarga itu.


"Können Sie mir sagen, wo das Herrenhaus ist? (Apa kamu bisa memberitahu saya dimana Mansion itu berada?)"


Cherry terdiam antara memberi tahu atau tidak. Karena memang tak boleh ada satu orang pun yang memberi tahu tempat tinggal Shofi yang asli.


"Please!!"


Karena memang Shofi berpesan pada Cherry, jika Fatih menanyakannya Cherry tak boleh memberi tahu Fatih tentang keberadaannya.


Cherry jadi berada di antara di lema yang membuatnya kesal.


.


Sedang Shofi sendiri sedang asik bermain dengan Richard di rumah main Richard.


Shofi terlihat tertawa lepas bermain dengan keponakannya itu di temani juga oleh Elsa.


Begitu lah Shofi, jika hatinya sedang sedih atau kecewa maka Shofi akan terus menghabiskan waktunya dengan Richard sampai Shofi lupa jika itu sedang terluka.


Karena itulah kenapa Richard sangat dekat sekali dengan Shofi.


Shofi memang sengaja mematikan ponselnya karena tak mau mendengar Fatih menghubunginya. Hati Shofi masih kecewa dengan apa yang Fatih lakukan. Bagaimana bisa selama ini Fatih membohonginya. Pura-pura lupa dan dengan bodohnya Shofi mempercayai itu.


Shofi tahu di masa lalu dia sudah mengecewakan Fatih. Namun, bukankah itu sudah menjadi kesempatan dan Fatih juga tak mempermasalahkan itu. Lalu, sekarang, Apa Fatih sedang membalas perbuatannya di masa lalu.


Shofi hanya ingin menenangkan pikirannya dulu sebelum bertemu Fatih. Karena Shofi takut tak sanggup menahannya. Kenapa harus seperti ini.


Shofi pikir pertemuan mereka akan menjadi pertemuan saling melepas rindu tapi nyatanya sebuah pertemuan yang saling menyakiti. Lantas apa yang harus Shofi lakukan jika seperti ini.

__ADS_1


Apa Shofi harus pergi kembali melupakan semua tentang cintanya.


"Aunty!"


Teriak Richard ketika Elsa mengejar nya membuat Richard mencari perlindungan.


Lamunan Shofi seketika buyar ketika mendengar teriakan Richard. Shofi langsung merentangkan kedua tangannya melindungi Richard dari Elsa yang sedang memakai topeng drakula.


"Yey, selamet!!"


Girang Richard memeluk erat Shofi, begitupun Shofi membalas pelukan Richard.


"Zeit, Obst zu essen (Waktunya makan buah!)"


Ucap Angel sambil membawa dua piring buah-buahan yang sudah di potong kecil-kecil.


"Schwesterchen, warum bist du hier, du solltest dich ausruhen, damit ich es später vorbereiten kann ( Kakak kok ke sini, harusnya istirahat biar nanti aku yang siapin,)"


"Es ist okay, Bruder, es ist besser. Nicht zu ekelhaft wie morgens (Gak apa, kakak udah mendingan kok. Gak terlalu mual seperti pagi,)"


"Komm her, Schwesterchen, iss nach Mittag Obst! (Sini, kakak makan buah habis ini bobo siang!)"


Richard dengan senang hati menghampiri sang mommy lalu duduk di samping Angel.


"Ist Dede Baby frech, Mama! (Apa Dede baby nya nakal, mom!)"


"Nein, Dede ist nicht ungezogen (No, Dede gak nakal kok!)"


"Aber Dede hat Mami krank gemacht! (Tapi Dede sudah buat Mommy sakit!)"


"Nicht Dede Baby, Liebes, denn in der Tat wird jede schwangere Frau so sein. Später, wenn Sie erwachsen sind, werden Sie Mamas Bedeutung definitiv verstehen! (Bukan Dede baby sayang, karena memang setiap ibu hamil akan seperti ini. Nanti, kakak kalau sudah besar pasti akan mengerti maksud Mommy!)"


"Das ist es, jetzt beende die Frucht (Sudah, sekarang habiskan buahnya!)"


Richard mengangguk saja, lalu dengan cepat menghabiskan buah. Karena Richard harus tidur siang.


"Entschuldigen Sie, Madam, junge Dame. Gibt es draußen Aufruhr? (Maaf nyonya, nona muda. Di luar ada keributan?)"


Ucap salah satu bodyguard melapor membuat Angel dan Shofi saling tatap bingung.


Karena baru kali ini rumah nyaman mereka ada masalah.


"Apa?"


"Jemand möchte eine junge Dame treffen (Seseorang ingin bertemu nona muda?)"


"Wer ist er? (Siapa dia?)"


"Fatih!"


Deg ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...



__ADS_2