Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 50 Perdebatan kecil


__ADS_3

Shofi dan Fatih terkejut melihat kedatangan Davit yang tiba-tiba. Tepatnya Shofi yang terkejut, sedangkan Fatih hanya diam karena memang tak kenal dengan Davit.


Davit menatap tajam pada Fatih, sedang Fatih hanya biasa saja. Karena memang tak mengenali Davit.


"Siapa yang mengijinkan orang luar masuk?"


Ucap Davit dingin menatap tajam pada Shofi dan juga Fatih.


Davit memang tak mengijinkan siapapun masuk dalam mansion tanpa seizin dirinya.


"Jawab!"


"Hey, jangan membentaknya!"


Ucap Fatih menatap tajam pada Davit tak terima jika kekasihnya di bentak.


Shofi hanya membulatkan kedua matanya saja melihat Fatih malah balik membentak Davit.


"Kau siapa, dia adikku!"


"Keluar kau dari rumah kami!"


"Shofi kekasihku, tapi sepertinya kalian bukan saudara!"


Deg ...


Davit mengepalkan kedua tangannya erat, tak suka jika orang lain mengetahui kalau dia bukan saudara Shofi. Sedang Shofi hanya diam saja tak mau ikut campur perdebatan dua manusia di hadapannya itu.


"Pengawal, seret dia keluar!"


Teriak Davit menggelegar membuat pada bodyguard langsung keluar dari tempat persembunyiannya.


"Sayang, apa dia benar kakak kamu?"


Tanya Fatih tak menghiraukan pengusiran Davit.


Shofi hanya mengangguk saja membuat Fatih terdiam.


Davit tersenyum sinis pada Fatih yang terdiam. Seolah mengejek jika Fatih tak ada apa-apa nya di bandingkan dia.


Namun, nyatanya ekpektasi Davit tak sesuai dengan khayalan nya ketika Fatih bicara.


"Lalu apa jika anda kakaknya, mana ada seorang kakak membentak adiknya!"


Cetus Fatih membuat Davit mengepalkan kedua tangannya. Sedang Shofi hanya mengulum senyum saja karena terkejut dengan apa yang Fatih katakan.


Shofi faham yang Fatih katakan, karena Fatih memang sosok kakak yang sangat lembut pada adik-adik nya. Sekeras apa Fatih mem-buli orang. Tetap, keluarga nomor satu bagi Fatih.


Davit semakin kesal karena ternyata Fatih begitu berani dengannya.


"Shofi masuk, ada yang harus kakak bahas!"


Grep ...


Fatih memegang tangan Shofi yang akan pergi membuat Shofi tertahan.


"Apa kamu tak mau membawa TAMU masuk ke dalam,"


Ucap Fatih menekan kata tamu, seolah sikap Davit sangat buruk menyambut tamu.


Davit semakin di buat kesal dengan apa yang Fatih katakan. Jika bukan karena ada Shofi, sudah sendari tadi Davit menghajar mulut tak berakhlak Fatih.


"Ya sudah ayo!"

__ADS_1


Ucap Shofi santai membuat Davit bertambah melotot.


"Dek, kamu tak mendengarkan kakak!"


"Kak, benar kata Fatih, kita harus menghormati tamu,"


Dam ...


Davit semakin kesal dengan jawaban sang adik. Bagaimana bisa sang adik membuatnya malu.


Fatih hanya tersenyum saja sambil mengikuti langkah Shofi masuk kedalam. Ternyata apa yang di katakan Cherry memang benar tentang kakaknya Shofi.


"Sayang, kenapa mukamu di tekuk seperti itu?"


Tanya Angel ketika melihat wajah Davit yang tak enak di pandang. Bahkan pada bodyguard langsung menunduk takut melihat Davit jika dalam mood seperti itu.


"Kenapa membiarkan dia masuk!"


Tunjuk Davit pada Fatih yang duduk bersama Shofi. Angel membulatkan kedua matanya melihat siapa yang datang kerumahnya.


"Fatih!"


Pekik Angel girang melihat Fatih membuat Davit melongo melihat reaksi sang istri. Bagaimana bisa sang istri bersikap seperti itu pada orang lain dan di hadapannya pula. Begitu dengan Shofi yang terkejut dengan kedatangan Angel. Bukankah tadi Angel lemas kenapa sekarang jadi semangat.


Sedangkan Fatih hanya menyerngit bingung, siapa lagi orang yang mengenalnya itu.


"Jadi, pas waktu di supermarket itu bukan halusinasi. Kamu ada, di sini!"


Fatih semakin mengerutkan kening bingung, supermarket apa?


Kenapa Shofi mempunyai keluarga aneh-aneh sok kenal sok dekat (SKSD).


"Kakak pernah ketemu dengan Fatih?"


Tanya Shofi memastikan, Angel hanya mengangguk saja. Karena memang benar, Angel pernah bertemu dengan Fatih beberapa bulan lalu.


"Kakak kenapa tak memberi tahu Shofi jika bertemu Fatih!"


"Kakak kamu tak mengizinkan!"


Deg ...


Davit melotot tak percaya dengan apa yang sang istri katakan. Bagaimana bisa sang istri bicara seperti itu. Jika begini maka rencana Davit akan gagal dan tentu Shofi akan marah padanya.


Angel terus saja bicara panjang lebar tak ngeh dengan apa yang dia ucapkan. Jika apa yang Angel ucapkan menjadi bumerang nantinya.


Angel terus asik mengajak Fatih bicara walau apa yang Angel ucapkan Fatih tak mengingat dan tak faham.


Sedangkan Shofi, jangan di tanya!


Shofi menatap tajam pada sang kakak dengan kekesalan yang membuncah. Bagaimana bisa sang kakak berbuat seperti itu pada dirinya.


Davit pura-pura tak peduli dengan tatapan tajam Shofi. Yang sudah pasti marah pada dirinya.


"Sayang, sudah. Ayo kita pergi!"


Bujuk Davit pada Angel karena Davit tak mungkin terus duduk di sana sedang Shofi terus menatapnya tajam.


Namun, Angel tak mau karena ingin berbicara terus dengan Fatih membuat Davit menjadi semakin kesal karena sang istri menghiraukannya.


Bagaimana bisa sang istri mengacuhkan dia bahkan menatap dia tajam karena menggangu. Sedang sama Fatih tersenyum ramah.


"Sayang!"

__ADS_1


Geram Davit langsung menggendong Angel membuat Angel terkejut dengan kelakuan suaminya. Angel terus memberontak namun Davit sangat kuat.


Fatih menghembuskan nafas kasar merasa lega karena Angel di bawa pergi. Sendari tadi kuping Fatih sangat panas sekali karena Angel terus saja mengoceh tak membiarkannya bicara walau sepatah.


"Sayang, apa kakak ipar kamu memang seperti itu?"


Tanya Fatih namun tak dapat jawaban dari Shofi. Karena Shofi menahan kekesalannya sendari tadi.


"Sayang!"


Shofi langsung menoleh ketika Fatih memegang tangannya.


"Kenapa, kok melamun?"


"Kok kamu tak cerita jika bertemu kakak!"


Ketus Shofi membuat Fatih menahan nafas. Apalagi, masalahnya kenapa Shofi juga ikut-ikutan marah juga.


"Kok kamu marah!"


"Kenapa tak cerita jika ketemu kakak!"


"Ya ampun, mana aku tahu itu kakak kamu!"


Dam ...


Shofi langsung terdiam baru sadar jika ia salah meluapkan emosi. Pantas Fatih tak tahu karena masih hilang ingatan. Kenapa di sini Shofi menjadi linglung sendiri.


Saking kesalnya dengan sang kakak membuat Shofi harus meluapkannya pada Fatih yang tak tahu apa-apa.


Melihat Shofi yang terdiam membuat Fatih menghela nafas berat. Entah apa permasalahannya kenapa dia yang kena semprot.


"Emang apa yang di permasalahkan, kenapa kamu semarah ini?"


Tanya Fatih sambil menggenggam lembut tangan Shofi. Shofi hanya diam saja karena tak mungkin mengatakannya pada Fatih. Jika sang kakak berusaha ingin menjauhkan dirinya dengan Fatih.


Namun, apa alasannya sang kakak melakukan itu semua. Apa karena sang kakak menginginkan ia dengan Philip atau ada alasan lain.


Sungguh Shofi tak habis pikir dengan jalan sang kakak. Kenapa sang kakak melakukan ini semua pada dirinya.


Tak tahukah Davit, jika Shofi telah lama kesakitan memendam sebuah perasaan rindu. Ketika Shofi bisa kembali dengan Fatih walau Fatih hilang ingatan kenapa sang kakak malah ingin menjauhkannya.


"Tidak ada, aku hanya sedang pusing saja,"


Alibi Shofi membuat Fatih bengong sungguh Fatih baru tahu jika keluarga Shofi sangat somplak semuanya. Fatih pikir keluarga Shofi tak seperti itu.


Apalagi Angel bibirnya tak mau diam, selalu nyerocos tak jelas membuat Fatih sakit kepala.


"Ya sudah, pulang ke apartemen atau masih tinggal di sini?"


"Di sini,"


Fatih memicingkan kedua matanya menatap tajam pada Shofi membuat jantung Shofi berdetak kencang. Pasalnya tatapan itu yang sering Fatih perlihatkan padanya dulu.


"Aku tak akan meminum obat itu,"


"Janji!"


"Ya,"


"Ya sudah, sampai ketemu besok!"


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa, Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...



__ADS_2