
Shofi berlari mencari-cari Fatih, kemana dia pergi. Namun, Shofi tak bisa menemukannya.
Bagaimana mungkin Fatih menyimpan kaca mata pertama dirinya dulu. Apa Fatih sudah mengingat dirinya. Jika seperti itu, kenapa Fatih tidak memberi tahunya.
Shofi terus mencari-cari kemana Fatih pergi, bahkan tempat yang sering Fatih datangi dari mulai Kantin, perpustakaan, taman dan atap gedung. Tetap saja Shofi belum menemukannya.
"Shofi, kamu cari siapa?"
Tanya Elsa karena bingung sendari tadi Shofi terus berlari dengan wajah kebingungan seolah sedang mencari sesuatu.
"Kalian lihat Fatih tidak?"
Elsa dan Cherry menghela nafas berat menatap kesal pada Shofi. Ternyata dari tadi mencari Fatih, jika tahu seperti itu dari tadi Elsa dan Cherry tak akan mau mengejar Shofi.
"Kamu dari tadi mencari Fatih, oh ya ampun Shofi!!!"
Geram Cherry menatap tak percaya pada sahabatnya itu. Bagaimana bisa Shofi bertingkah ke Kanakan.
"Jawab saja, lihat tidak?"
Shofi juga malah ikut kesal karena Cherry tak langsung memberi tahunya melihat atau tidaknya Fatih.
"Fatih ada di kelas!"
"Kalian, kenapa tak memberi tahuku dari tadi!"
Cherry dan Elsa saling pandang satu sama lain menatap tak percaya dengan ucapan Shofi.
Dari tadi mereka ingin mengatakan itu tapi Shofi terus saja berlari dan tak membiarkan Elsa dan Cherry bicara.
Apalagi wajah Shofi begitu serius dan cemas, entah apa yang terjadi hanya Shofi yang tahu. Elsa dan Cherry kembali mengikuti Shofi.
Awalnya, Cherry ingin curhat tentang masalahnya namun melihat kondisi Shofi yang seperti itu membuat Cherry urung. Cherry tak mau membebani pikiran Shofi terlalu banyak dengan masalah nya. Seperti nya Cherry harus mencari solusinya sendiri dalam dilema hatinya.
Brak ...
Shofi membuka ruang kelasnya dengan kasar membuat semua orang langsung berbalik ke arah pintu.
Begitupun Fatih terkejut dengan apa yang Shofi lakukan. Bahkan tatapan Shofi begitu tajam menatapnya. Membuat Fatih mengerutkan kening bingung. Pasalnya tadi masih baik-baik saja.
Apa Shofi marah karena sudah meninggalkannya di dalam mobil atau marah karena sudah menciumnya. Sungguh Fatih tak bermaksud seperti itu. Hanya saja tadi Fatih benar-benar sakit perut dan ia butuh ke kamar mandi.
Untuk itu Fatih langsung pergi tanpa mengucap apa-apa. Karena perutnya merasa tak enak.
Fatih berusaha tenang ketika Shofi menghampirinya dengan tatapan tajam, tapi tatapan itu yang membuat Fatih suka.
"Jelaskan, bagaimana kamu bisa memiliki ini?"
Tanya Shofi datar sambil menunjukan kaca mata yang tadi Fatih pakai kan padanya.
__ADS_1
"Aku membelinya, apa kamu tak suka?"
Ucap Fatih berusaha tenang walau sebenarnya Fatih merasa gugup. Seperti nya memang benar, bagian-bagian tentang Shofi seolah sudah di rancang khusus untuk terlupakan.
"Jangan bohong! kamu sudah mengingatnya!"
Bentak Shofi membuat Fatih terkejut pasalnya mereka menjadi bahan tontonan mahasiswa lain. Bahkan sang dosen pun yang baru masuk langsung terdiam karena terkejut melihat mahasiswa kebanggaan nya marah.
Baru kali ini mereka melihat cold princess and princess feet marah seperti itu. Entah apa yang terjadi, kenapa Shofi bisa semarah itu.
Fatih langsung berdiri dan menarik Shofi keluar dari kelas.
Cherry yang ingin mengejar Shofi langsung di tahan oleh Elsa. Elsa menggelengkan kepala mengisyaratkan Cherry jangan ikut campur urusan mereka. Karena seperti nya urusan mereka sangatlah serius.
"Kamu kenapa, apa tak suka dengan kacamata yang aku berikan!"
Ucap Fatih sedikit kecewa ketika Shofi terlihat marah dengan kaca mata itu. Berarti Shofi bukan pemilik kaca mata itu, lalu siapa pemilik sesungguhnya kenapa ada di berkas penting Fatih. Fatih pikir itu memang punya Shofi, jika memang Shofi pernah spesial di masa lalunya.
"Bukan, tapi aku tanya bagaimana bisa kamu memiliki ini!"
"Aku bilang, itu beli!"
"Bohong!"
"Kenapa kamu semarah ini, ada apa?"
Fatih semakin mengerutkan kening bingung kenapa Shofi malah membahas ke sana.
"Kenapa diam, apa kamu selama ini sudah mengingatku. Apa kamu selama ini hanya pura-pura lupa ingatan hiks ...,"
"Aku tak tahu apa yang kamu maksud, aku masih belum mengingatmu. Aku cuma ingin memberikan kaca mata itu saja. Karena aku gak suka kamu di tatap orang lain, apalagi sering memuji matamu yang indah!"
"Lalu kaca mata ini!"
"Ak--"
"Masih mau berbohong!"
"It--itu ..,"
"Ini milikku, kamu yang menyimpannya empat tahun lalu. Mungkin kaca mata ini hampir sama dengan yang lain namun kaca mata ini di rancang khusus untukku!"
"Jika kamu masih menyimpan ini, apa selama ini hilang ingatan itu hanya ke pura-pura?"
Ucap Shofi menatap kecewa pada Fatih, seolah Fatih sudah mempermainkan dirinya. Tak tahukah Fatih, jika ia sangat merindu tapi kenapa Fatih malah mempermainkannya.
"Bu-bukan seperti itu sayang, ak-aku memang bel--"
"Masih mau mengelak, apa kamu se-benci dan semarah itu padaku. Karena aku pergi dulu, kamu mau membalas ku. Jika iya kamu sudah berhasil!"
__ADS_1
"Sayang tunggu!"
"Lepas,"
"Dengarkan penjelasan ku, aku benar-benar belum mengingat kamu!"
"Lalu ini apa buktinya, kamu masih menyimpan ini, sedang di sini ada cctv yang aku pasang. Dan, tentu kamu tahu siapa yang ada di dalam cctv ini!"
Deg ...
Fatih terkejut mendengar penuturan Shofi, Fatih hanya bisa diam tak bisa mengejar Shofi lagi. Bukan karena tak bisa, tapi Shofi benar-benar terlihat kecewa padanya. Bahkan Shofi menunjukan tatapan yang sangat menyakitkan.
Jika Fatih terus mengejarnya, itu tak akan baik bagi hubungan mereka.
Fatih menatap nanar kaca mata yang berada di telapak tangannya.
Niat Fatih hanya ingin memastikan apa Shofi memang benar-benar ada di masa lalunya atau tidak. Karena ketika Fatih pulang ke Indonesia menyaksikan acara pernikahan om Alam dan Amira Fatih baru mengingat jika dia mempunyai ruang rahasia di mana Fatih akan menyimpan kenangan berharga di sana. Dan, di sana Fatih menemukan kaca mata itu.
Fatih memberikan pada Shofi ingin memastikan apa Shofi pemiliknya atau bukan.
Entah harus sedih atau senang jika ternyata memang Shofi pemiliknya. Namun, Fatih sedih juga karena Shofi salah faham dan marah padanya.
Fatih menekan tombol di samping kanan kaca mata guna memastikan apa ucapan Shofi benar atau tidak.
Fatih membulatkan kedua matanya ketika baru menyadari jika kaca mata itu memang berbeda. Dengan cepat Fatih menggeser batang kaca matanya ada sebuah chip di sana.
Fatih langsung berlari menuju kelasnya guna membuktikan semuanya. Namun, urung dan berganti arah menuju apartemen milik Fatih.
Fatih mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi karena ingin buru-buru sampai di apartemen.
Sudah sampai, Fatih langsung masuk dan menyalakan komputer nya. Fatih memasukan chip itu pada flashdisk lalu menyambungkannya pada komputer.
Jantung Fatih berdetak dengan kencang dengan mata membulat sempurna melihat sebuah Poto dan rekaman yang tersimpan di chip itu.
Sungguh Fatih tak menyangka jika yang di katakan Shofi adalah sebuah kebenaran bukan bualan semata.
Pantas saja Shofi marah karena menyangka Fatih pasti sudah melihatnya.
Jika sudah seperti ini, apa yang harus Fatih lakukan. Shofi sudah benar-benar salah faham dengannya.
Kenapa Fatih bodoh sekali, tak memeriksa kaca mata itu. Jika Fatih memeriksa nya mungkin kejadian ini tak akan terjadi.
Dan, Shofi tak akan salah Faham dengannya.
Seperti nya Fatih harus menyakinkan Shofi jika dia belum mengingatnya.
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah komen, dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1