Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 70 Panggilan baru


__ADS_3

Sesudah makan malam Fatih mengajak Shofi langsung pulang. Apalagi Fatih tahu besok banyak pekerjaan yang menanti Shofi di kantor. Karena biasanya Philip yang menghandle semuanya bersama Elsa.


Namun, karena Elsa dan Philip sakit membuat Shofi mau tak mau harus turun tangan menyelesaikan urusan kantor.


Sesudah mengganti pakaian nya Shofi langsung berbaring masuk kedalam pelukan hangat Fatih.


Mereka tahu apa yang mereka lakukan salah, tidur berdua tanpa ada ikatan halal. Namun, mereka hanya sebatas tidur tak melakukan hal lebih.


Karena mereka sama-sama dewasa yang sudah paham akan semuanya dan mereka masih bisa mengendalikan nafsu mereka.


"Tidur, apa yang kau pikirkan?"


Tanya Fatih mengelus punggung Shofi lembut.


Shofi terdiam memikirkan ucapan Elsa tadi membuat hati Shofi bimbang. Apa Shofi harus bertanya pada Davit namun rasa gengsi dan kecewa membuat Shofi menutup semuanya.


"Jika kamu tak bisa marah, jangan paksa hati kamu marah. Kecewa boleh namun kamu harus ingat kebenaran akan selalu menyakitkan pada akhirnya!"


Shofi mengangkat kepalanya guna melihat wajah tampan Fatih.


Ucapan Fatih bagaimana tamparan besar bagi Shofi. Memang iya, Shofi kecewa dan kekecewaan itu membuat Shofi enggan untuk tahu yang sebenarnya karena Shofi belum sanggup jika harus mengetahui fakta yang lebih dahsyat lagi.


"Philo ku kuat, dia tak pernah bersikap kekanakan seperti ini. Jangan pernah takut, sekarang aku sudah kembali. Apapun yang terjadi aku akan selalu menjadi benteng bagimu!"


"Entah seberapa kesakitan yang kamu alami selama ini. Namun kamu juga tahu kak Davit akan selalu menjadi pelindung kamu. Jangan jadikan satu kesalahan kak Davit membuat kamu lupa bagaimana dulu dia melindungi kamu dengan nyawanya sendiri!"


"Aku tahu kamu kecewa dengan semua ini, namun kamu harus mendengarkan alasan apa yang membuat kak Davit berbuat seperti itu!"


Shofi terdiam menundukkan kepala lalu menyandarkannya di dada bidang Fatih. Shofi memeluk erat tubuh Fatih.


Apa yang Fatih ucapkan memang benar, Shofi hanya sedang di pase di mana dia terlalu lelah dengan kesakitan.


Hingga membuat Shofi tak berani mendengar karena takut apa yang dia pikirkan selama ini benar. Shofi hanya takut jika bukan hanya Davit saja yang terlibat dalam hal ini.


"Fatih,"


"Hm,"


"Apa yang akan kamu lakukan jika Om Farhan terlibat dalam kasus kita!"


Deg ...


Fatih terkejut mendengar Shofi bicara seperti itu bagaimana bisa Shofi mempunyai pikiran ke sana.


Apa yang Davit ucapkan memang sebuah kebenaran bagaimana bisa Shofi juga berprasangka sampai sejauh ini.

__ADS_1


Fatih awalnya ingin menampik karena tak mungkin sang papa terlibat. Tapi, mendengar pertanyaan Shofi membuat Fatih was-was dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.


"Aku tak tahu, karena aku yakin itu tak mungkin!"


Shofi tersenyum kecut mendengar jawaban tegas Fatih. Bukannya mendapat sedikit titik harapan namun Shofi semakin takut.


"Jika kamu ingin mengetahuinya kita bisa sama-sama mendengarkan penjelasan kak Davit!"


"Jika memang papa terlibat, apa kita akan menjadi korban keegoisan mereka!"


Shofi menggelengkan kepala kuat karena tak tahu apa mereka melakukan semua ini benar atau tidak.


Bukankah melindungi butuh sebuah pengorbanan besar. Bukankah menyayangi butuh kesakitan yang kuat.


Semua ada resikonya dan itulah resiko yang Davit ambil.


"Aku memang kecewa, namun sayangku jauh lebih besar. Bukan aku tak mau bicara sama kak Davit namun aku takut kecewa ku malah menyakiti hatinya. Untuk itu aku butuh waktu menenangkan hatiku agar kuat kembali menerima hantaman kenyataan!"


"Aku tahu itu, Philo ku akan seperti ini. Kasih sayang dan cinta kamu begitu besar pada mereka dari dulu hingga kamu selalu melakukan apa saja agar mereka senang. Tanpa peduli dengan hatimu sendiri bahwa kamu butuh kebebasan!"


"Besok kita akan hadapi sama-sama!"


"Terimakasih,"


"Sekarang tidur ya!"


Akhir-akhir ini tidur Shofi mulai teratur semenjak Fatih membantunya tidur. Bahkan jika di pelukan Fatih Shofi mudah sekali untuk tidur berbeda seperti dulu di mana Shofi sulit sekali tidur bahkan harus mengkonsumsi obat dulu baru Shofi bisa tidur.


Nafas Shofi mulai teratur pertanda jika Shofi sudah tertidur pulas. Perlahan Fatih mengalihkan kepala Shofi keatas bantal agar nyaman. Lalu Fatih menyelimuti tubuh Shofi di mana selimut Shofi Fatih sengaja menggunakan bau parfum nya agar Shofi tetap merasa jika Fatih ada di sampingnya.


"Mimpi indah sayang,"


Cup ...


Gumam Fatih sambil mengecup puncak kepala Shofi. Lalu Fatih beranjak menuju shopa begitulah yang setiap hari di lakukan Fatih.


Fatih akan selalu menunggu sampai Shofi tidur dan sesudah Shofi tidur Fatih akan pindah tidur di atas shopa.


Fatih laki-laki normal jika terus di dekapan Shofi Fatih takut hilap lebih baik cari aman.


Bahkan Fatih akan bangun lebih awal agar Shofi ketika bangun tidak mencarinya dan Fatih akan berada di samping Shofi sambil membangunkannya.


Fatih tersenyum menghadap Shofi yang sudah tertidur pulas. Perlahan Fatih memejamkan kedua matanya sambil melipat tangannya di dada.


Fatih berharap besok adalah hari baru bagi mereka.

__ADS_1


Hari baru yang akan mengubah semuanya apalagi sebentar lagi mereka wisuda dan tentu semuanya haru berubah dengan permasalahan selama ini harus terselesaikan.


Fatih tak sabar akan dimana membawa Shofi ke Indonesia.


Namun, satu yang membuat Fatih urung sampai sekarang. Yaitu tentang Amira, Fatih belum bisa menceritakan bagaimana keadaan Amira pada Shofi.


Pikiran dan hati Shofi dengan kacau Fatih tak mau membebaninya lagi dengan keadaan Amira. Karena Fatih yakin, Shofi akan langsung terbang jika mengetahui bagaimana kondisi Amira sekarang.


Fatih hanya berharap dia tidak terlambat memberi tahu Shofi. Fatih berharap Shofi akan mengerti hal itu.


Terlalu banyak beban pikiran Shofi apalagi Fatih baru tahu jika Shofi yang mengelola perusahaan peninggalan Daddy. Belum lagi cabang-cabang perusaan atau perusahaan lain yang berada di naungan perusahaan Shofi.


Entah bagaimana cara Shofi menyelesaikan semuanya Fatih di buat penasaran. Apalagi Fatih belum pernah melihat Shofi bekerja.


Mereka sama-sama sudah berada di alam mimpi dengan damainya. Berharap hari cepat berlalu agar mereka secepatnya menyelesaikan masalah.


.


Perlahan bulu mata lentik Shofi mengerjap sambil meraba samping tempat tidurnya. Shofi merasakan ada sesuatu yang hilang.


Sontak Shofi langsung membuka kedua matanya.


Shofi terkejut tidak mendapati Fatih di sampingnya. Shofi mengedarkan pandangannya hingga Shofi terpaku pada sosok yang sedang tertidur di atas shopa.


Shofi beranjak dari tidurnya menghampiri Fatih yang masih tertidur pulas. Shofi berjongkok tepat di wajah Fatih.


"Apa selama ini kamu tidur di sini, tapi kenapa aku bisa pulas tertidur. Apa karena kamu sengaja menaburkan parfum kamu di selimut ku agar aku merasa nyaman!"


Gumam Shofi sambil tersenyum sungguh cara Fatih sangat unik tapi Shofi selalu menyukai apa yang Fatih lakukan.


"Terimakasih kamu selalu menjagaku!"


"Kamu memang laki-laki terhebat yang pernah aku kenal. Aku tak pernah menyesal mencintaimu. Terimakasih Dear!"


Cup ...


Shofi mengecup bibir Fatih sekilas sebelum beranjak menuju kamar mandi guna membersihkan dirinya. Namun, sebuah tangan menarik lengan Shofi hingga Shofi terjerembab di atas tubuh Fatih.


"Apa kau memanggilku dengan panggilan baru!"


"Dear!"


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ....

__ADS_1



__ADS_2