
"Fatih tunggu!"
Teriak Shofi mengejar Fatih yang berjalan terburu-buru ketika memutuskan kontak mata dengannya.
"Philip nanti kita bicara!"
Ucap Shofi langsung berlari meninggalkan Philip yang menghela nafas.
Namun, mata Philip bertemu dengan mata seseorang yang menatapnya sendu. Dengan cepat Philip memutus kontak mata memilih pergi dari pada menyapa.
Sedang Shofi masih mengejar Fatih yang terus berjalan menuju taman samping kampus.
"Kamu belum menjawab pertanyaan ku tadi?"
Ucap Shofi setelah berhasil menghalangi langkah Fatih.
"Aku hanya ingin berteman denganmu, bagaimana?"
Tanya Shofi lagi karena sendari tadi Fatih belum menjawabnya. Malah pergi begitu saja sehingga Shofi belum dapat jawaban itu karena Shofi harus terlibat dulu pertengkaran Jarvis dan Cherry.
Ya, Shofi menjalankan rencana keduanya, yaitu mengajak Fatih menjalin pertemanan. Shofi hanya ingin melihat bagaimana reaksi Fatih.
Jika Fatih berpura-pura tak mengenal nya maka Shofi juga akan melakukan hal sama. Yaitu berpura-pura juga tak mengenal Fatih. Lalu Shofi akan meminta sebuah pertemanan berharap dengan begitu hubungan mereka semakin dekat.
Fatih hanya diam menatap wajah Shofi intens yang tak lagi memakai kaca mata.
Fatih terdiam cukup lama dengan pikirannya yang entah kemana.
Sebuah ide muncul di kepalanya membuat Fatih menyeringai.
"Baik!"
Jawab Fatih singkat membuat Shofi tersenyum lebar. Ternyata rencana Shofi berhasil, Fatih menerima pertemanan dia.
"Ja-jadi ki-kita teman?"
"Hm,"
Shofi semakin melebarkan senyumannya karena merasa bahagia. Setidaknya Fatih mau berteman kembali.
Fatih terpaku melihat kebahagiaan terpancar di raut wajah Shofi. Apa sebahagia itu Shofi menjalin pertemanan dengannya, pikir Fatih merasa aneh.
Shofi mungkin jadi satu-satunya orang pertama yang meminta berteman dengannya. Karena selama Fatih tinggal di Jerman tak ada satupun mahasiswa yang berani mendekatinya. Mungkin karena Fatih orang yang tertutup dan satu-satunya orang yang berani mengusik Fatih hanya Shofi seorang.
Pantas saja Fatih menganggap Shofi wanita gila. Karena satu-satunya wanita yang di juluki beautiful princess and smart princess dimana banyak orang yang mengejar Shofi malah mengejar Fatih.
"Shofi!"
Ucap Shofi tersenyum cerah sambil mengulurkan tangannya.
Fatih hanya diam saja ketika Shofi menyebut namanya. Karena memang Fatih tak tahu siapa Shofi sebenarnya. Fatih hanya mendengar Shofi sering di sebut-sebut Beautiful princess saja. Tanpa peduli dan penasaran siapa orangnya.
Jadi, nama yang sempat mengusik pikiran Fatih orang nya ada tepat di hadapannya yang sedang tersenyum sambil mengulurkan tangannya.
"Kenapa, bukankah kamu bilang belum mengenalku. Jadi aku sedang memperkenalkan diri, Shofi!"
__ADS_1
Ucap Shofi terus tersenyum sambil mengeja namanya sendiri.
Sedang Fatih hanya diam saja sambil menatap wajah Shofi yang cerah. Lalu Fatih melihat uluran tangan Shofi.
Shofi yang di tatap seperti itu merasa salah tingkah dan malu. Dengan rasa kecewa Shofi menarik kembali tangannya dengan wajah yang kembali murung bahkan senyuman nya lenyap seketika.
"Fatih!"
Ucap Fatih cepat sambil menjabat tangan Fatih membuat Shofi terkejut. Namun, detik berikutnya Shofi tersenyum kembali.
Shofi berharap dengan memulai pertemanan membuat hubungan mereka jauh lebih baik lagi.
"Terimakasih,"
Ucap Shofi tulus dengan senyum terus mengembang di bibir Shofi.
Elsa dan Cherry yang melihat bagaimana interaksi Shofi dan anak baru itu diam terpaku. Bukan karena melihat ketampanan Fatih melainkan senyum yang Shofi perlihatkan.
Senyuman yang jarang sekali mereka berdua lihat. Tapi, lihatlah, Shofi memberikan senyuman itu pada orang lain.
Elsa bertanya-tanya kenapa bisa Shofi seperti itu. Apa anak baru itu orang di masa lalu Shofi. Tapi tidak mungkin karena anak baru itu tak mengenal Shofi. Bahkan anak baru itu orang Indonesia asli walau wajahnya terlihat campuran.
Entahlah, Elsa seperti nya harus mencari tahu. Tapi lewat siapa, sedang Shofi sendiri jarang bercerita dengan dia perihal masalah pribadi.
"Aku harus pergi, sampai jumpa besok!"
Ucap Shofi pergi sambil melambaikan tangannya.
Raut wajah Shofi yang asalnya ceria berubah jadi datar kembali ketika sudah menjauh dari Fatih.
"Frozen, apa Shofi sedang kesurupan?"
Tanya Cherry yang benar-benar merasa aneh dengan tingkah Shofi.
"Tidak tahu!"
"Apa sekarang Shofi akan melupakan kita?"
"Mana mungkin!"
"Buktinya, semenjak ada Fatih Shofi jarang sama kita. Dia sibuk mengejar Fatih!"
"Elsa, Cherry!"
Panggil Shofi, Shofi yang tadi mau masuk mobil mengurungkan niatnya karena lupa belum memberi tahu kedua sahabatnya.
Elsa dan Cherry saling pandang melihat Shofi berjalan ke arahnya. Mereka pikir Shofi akan benar-benar pergi tanpa pamit.
"El, siapkan berkas buat besok meeting. Kamu izin kuliah, besok kamu ikut dengan ku!"
Ucap Shofi tegas membuat Elsa mengangguk saja.
"Hari ini aku harus pergi, ada pertemuan dengan investor dari Jepang. Besok kita ketemu di kantor!"
"Huh, kalian berdua tak ada yang peduli denganku. Kalian selalu sibuk berdua, nah aku selalu di tinggal. Besok aku kuliah sendiri dong!"
__ADS_1
Ketus Cherry kesal mendengar percakapan Elsa dengan Shofi. Yang lebih kesalnya lagi Shofi bicara panjang.
Shofi memang akan bicara panjang lebar jika masalah pekerjaan. Tapi, jika masalah pribadi dia akan seperlunya saja bicara.
"Lusa kan kita bisa bertemu!"
"Kalian memang gak seru, gimana kalau aku juga bekerja dengan kamu!"
Mohon Cherry karena tak mau terus di tinggal sendiri. Masih mending satu hari, bahkan pernah satu Minggu Cherry di tinggal sendiri.
"Biar aku bisa terus bersama kalian!"
"Tidak!"
Tegas Shofi membuat Cherry mengerucutkan bibirnya.
"Harusnya kamu itu bantu Kaka di perusahaan keluarga kamu sendiri bukan orang lain!"
Ketus Elsa tak habis pikir, padahal Cherry sebenarnya anak dari keluarga bangsawan. Dan, Cherry juga adalah keponakan Kaka sendiri sahabat Jarvis.
Tak banyak orang yang tahu, hanya orang-orang terdekat saja yang tahu.
"Aku gak mau, di sana banyak aturan. Apalagi Kaka, aku gak mau satu kantor sama dia!"
"Sudah-sudah, kalian nanti saja lanjutin debatnya. Aku harus segera pergi!"
Ucap Shofi langsung meninggalkan kedua sahabatnya. Yang penting Shofi sudah bicara biar Cherry mengerti. Karena Cherry selalu menelepon jika Shofi dan Elsa pergi tak memberi kabar.
Cherry hanya bisa mengerucutkan bibirnya saja. Shofi selalu sibuk dengan pekerjaannya begitupun dengan Elsa. Belum lagi tugas kuliah. Lah, Cherry hanya sibuk kuliah saja sisanya nganggur.
.
"Jalan!"
Ucap Shofi pada Philip, tanpa bicara Philip langsung melajukan mobilnya meninggalkan area kampus.
"Jika dia mendekatiku karena harta, tidak mungkin. Terlihat dia bukan orang sembarangan!"
Gumam Fatih yang menatap kepergian Shofi bersama Philip.
"Lalu apa motif nya, kenapa datanya hanya sedikit!"
Gumam Fatih lagi merasa curiga dengan Shofi.
Ya, Fatih memang menyuruh orang menyelidiki siapa Shofi. Dan, Fatih baru mendapat kabar. Sialnya hasilnya tak memuaskan.
Membuat Fatih semakin curiga, apalagi terlihat Shofi selalu di lindungi oleh Philip.
Itulah alasan kenapa Fatih menerima pertemanan mereka. Karena Fatih ingin tahu, apa Shofi murni ingin berteman atau ada sesuatu lain yang Shofi rencanakan.
Jika suatu saat nanti Fatih menemukan bukti kalau Shofi mau berniat jahat padanya. Maka Fatih tak akan pernah melepaskan Shofi, dia harus membayar mahal akan rencananya. Tak peduli siapa Shofi, karena Shofi sudah masuk kedalam kehidupan nya maka Shofi harus menanggung konsekuensinya.
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1