Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 100 F2 (RYT) Pagi yang indah


__ADS_3

Perlahan bulu mata Shofi mengerjap-enjap lucu pertanda sebentar lagi Shofi bangun.


Semilir angin menerpa wajah Shofi membuat Shofi mau tak mau harus bangun.


Deg ...


Shofi terkejut sampai menggeser ketika melihat Fatih sudah bangun bahkan menatapnya intens.


Cup ...


Fatih mengecup kedua mata sang istri yang begitu indah. Lalu Fatih mengambil sebuah kotak dan memberikannya pada Shofi.


"Apa ini dear?"


"Bukalah!"


Perlahan Shofi membuka kotak tersebut di lihatlah sebuah kalung yang begitu sangat cantik. Kalau yang Shofi tahu berapa harganya, entah berapa banyak Fatih mengeluarkan uang untuk memberikan kejutan untuknya.


Rasanya tak henti-hentinya kejutan itu silih berganti datang.


"Terimakasih Dear, ini sangat indah aku suka!"


Cup ...


Ucap Shofi saking bahagianya mengecup leher kokoh Fatih.


"Kamu menggodaku!"


"Aisst, mana ada!"


Ketus Shofi mengerucutkan bibirnya lucu. Fatih menurun naikkan kedua alisnya sambil menatap kebawah membuat Shofi mengikuti arah pandang Fatih.


Deg ...


Shofi terkejut dengan refleks langsung menarik selimut menutupi dadanya. Bagaimana bisa Shofi se-ceroboh itu sungguh ini sangat memalukan.


Walau Fatih sudah melihat semuanya tetap saja Shofi sangat-sangat malu.


"Mesum!"


Cetus Shofi menutup mata Fatih namun Fatih malah menahan tangan Shofi.


"Jangan di tutupin sayang, itu sangat indah!"


Goda Fatih menahan satu tangan istrinya lagi yang akan menutup matanya hingga kedua tangan Shofi Fatih kunci di atas kepala Shofi sendiri.


Jika Shofi bergerak sedikit saja maka selimut yang menutupi tubuhnya akan melorot.


"Dear, lepasin!"


"Satu ronde ya!"


Shofi membulatkan kedua matanya mendengar permintaan sang suami. Ini saja masih sakit mau meminta lagi, namun Shofi bisa apa jika Fatih sudah melancarkan aksinya bahkan Shofi benar-benar di buat tak berdaya.


Walau masih terasa sakit namun rasa sakit itu tak seperti rasa sakit di awal. Lama kelamaan Shofi menikmati nya menerima setiap apapun yang Fatih lakukan terhadap tubuhnya.


Ahhh ...


Fatih dan Shofi sama-sama pelepasan bahkan Fatih sengaja memperdalam agar semuanya masuk pada rahim sang istri. Fatih berharap Fatih junior akan segera tumbuh di rahim sang istri. Melengkapi kisah perjalanan mereka.


"Terimakasih sayang, kau sungguh mengigit!"

__ADS_1


Plak ....


Shofi memukul dada bidang Fatih membuat Fatih terkekeh gemas melihat rona merah di wajah sang istri.


Nyatanya Shofi malu-malu jika sudah begini padahal di awal Shofi yang selalu mancing-mancing sampai Fatih pusing sendiri. Tapi lihatlah sekarang Shofi bak kucing betina yang merona.


Apa memang semua perempuan begini selalu saja malu padahal mereka juga sudah melihat semuanya.


"Kita mandi sekarang ya!"


Shofi hanya mengangguk saja karena tubuhnya merasa lemas.


Fatih turun dari ranjang lalu menggendong sang istri menuju kamar mandi yang memang sudah di siapkan.


Awws ...


Shofi menjerit sakit ketika Fatih menurunkan tubuhnya. Sampai refleks meremas lengan Fatih.


"Masih sakit sayang,"


"Sedikit!"


Cicit Shofi berusaha tenang karena tak mau membuat sang suami panik.


Perlahan Fatih membuka selimut yang menutupi tubuh Shofi dengan sangat hati-hati Fatih mengangkat kembali sang istri lalu menurunkannya di dalam bathtub yang sudah terisi air hangat.


Shofi meringis ternyata sangat sakit sekali namun Shofi berusaha tetap menahannya.


Dengan telaten Fatih memandikan sang istri seperti Fatih memandikan Aurora dulu waktu kecil sangat hati-hati.


Sesudah menggosok tubuh sang istri yang bahak maha karya dirinya di sana membuat Fatih mengulum senyum ingin sekali Fatih membuat karya di seluruh tubuh sang istri sampai semua kulit mulusnya tertutup namun Fatih tak setega itu.


Sudah selesai kini Shofi yang menggosok badan Fatih pelan-pelan.


Pekik Shofi terkejut melihat punggung Fatih banyak sekali bekas cakar.


"Kenapa sayang?"


Tanya Fatih ingin berbalik namun Shofi menahannya.


"Punggung kamu kenapa, kok banyak sekali bekas cakar?"


Panik Shofi apalagi bekas cakar itu terlihat dalam tapi anehnya kenapa Fatih tak merasa perih sedikit pun ketika terkena sabun.


"Apa kamu lupa sayang, ini akibat kuku-kuku cantik kamu!"


Shofi terdiam mencoba mengingat apa benar ia yang mencakar punggung sang suami. Seketika pipi Shofi memerah mengingat kejadian semalam di tambah kejadian tadi.


"Bukan hanya aku yang buas kamu juga ganas sayang!"


Plak ...


Aww ...


Fatih meringis ketika Shofi memukul bekas cakaran di punggungnya.


Shofi kembali menggosok punggung Fatih dengan hati-hati. Shofi saja meringis melihatnya tapi Fatih malah terlihat santai.


"Sudah sayang!"


"Belum!"

__ADS_1


Fatih sengaja menyandarkan kepalanya di dada Shofi membuat Shofi mengambil sampo. Shofi dengan pelan memijat kepala Fatih. Di perlakukan seperti itu oleh Shofi membuat Fatih nyaman. Bahkan saking nyamannya Fatih memejamkan kedua matanya.


Shofi menatap Fatih dari atas hidung mancungnya terlihat jelas. Pandangan Shofi berhenti di bibir merah Fatih membuat Shofi meremang sendiri.


Cup ...


Shofi mengecup bibir Fatih membuat Fatih langsung membuka kedua matanya.


"Jangan menggoda sayang,"


"Siapa yang menggoda!"


Elak Shofi namun Fatih tak percaya itu dengan cepat Fatih berbalik sampai air yang di dalam bathtub keluar.


Fatih mencium Shofi membuat Shofi terkejut dengan apa yang Fatih lakukan. Shofi tak menyangka jika Fatih akan terpancing. Tahu begitu Shofi tak akan memancing singa tidur.


Namun itu sudah terlanjur Shofi tak bisa menghindar dari serangan Fatih.


Hingga penyatuan mereka pun terjadi. Awalnya Shofi masih merasa sakit ketika Fatih memasuki nya namun lama kelamaan rasa sakit itu menghilang berganti kenikmatan yang indah.


Di bawah guyuran shower Fatih terus memberikan kenikmatan pada sang istri. Melihat sang istri nampak pucat membuat Fatih menggendong sang istri dan kembali ke atas ranjang.


Entah berapa lama mereka menghabiskan pagi indah itu dengan mengarungi kenikmatan surga dunia.


Bahkan Shofi sudah mulai kelelahan meladeni Fatih. Entah kenapa Fatih kuat sekali bahkan tak hentinya menyiksa Shofi dengan kenikmatan.


Seperti nya Shofi tak akan bisa jalan jika Fatih terus mengungkungnya.


Ahhh ...


Fatih menyembunyikan kepalanya di leher sang istri ketika mendapatkan pelepasan.


Nafas keduanya sama-sama memburu dengan wajah memerah puas.


"Terimakasih sayang!"


"Hm,"


Sungguh Shofi tak bisa lagi menjawab karena terlalu lelah dengan apa yang Fatih lakukan bahkan mata Shofi sudah mulai kembali terpejam.


"Lepaskan, Dear!"


Gumam Shofi lemah dengan mata terpejam. Shofi merasa Tek nyaman ketika sang suami belum mengeluarkan miliknya.


Ahhh ...


Shofi mendesah lemah ketika Fatih malah merapatkan tubuhnya di mana milik Fatih semakin masuk kedalam miliknya.


"Sudah, begini saja. Tidurlah!"


Shofi sangat kesal sekali pada sang suami kenapa tak mengerti karena sudah sangat lelah dan ngantuk Shofi membiarkannya saja.


Shofi benar-benar tidur kembali di pelukan Fatih. Begitupun dengan Fatih ikut menyusul sang istri ke alam mimpi.


Pagi ini mereka habiskan mengarungi kenikmatan dunia sampai mereka lupa sudah jam berapa sekarang.


Mereka berdua seolah tak peduli dengan keadaan di luar sana.


Hingga menit berganti jam mereka masih belum bangun bahkan melewatkan sarapan pagi dan makan siangnya.


Para bodyguard yang berjaga tak berani mendekati. Mereka memilih diam saja di tempat selagi belum ada perintah mendekat.

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ....


__ADS_2