Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 89 Siapa wanita itu!


__ADS_3

Shofi begitu fokus mengerjakan pekerjaan nya di bantu sama Elsa.


Shofi harus segera menyelesaikan berkas-berkas yang ada di hadapannya karena nanti sore akan ada pertemuan di luar.


Di tengah kesibukannya ponsel Shofi berdering menandakan pesan masuk. Shofi membacanya tak lama bibirnya tersenyum melihat pesan yang Fatih kirim.


Jangan lupa makan siang, Love You!


Pesan singkat namun melekat membuat Shofi begitu bahagia di perhatikan seperti itu.


Tok ...tok ..


Tak lama pintu ruang Shofi di ketuk membuat Shofi mengalihkan pandangannya.


"Masuk!"


Teriak Shofi membuat orang yang mengetuk pintu langsung masuk.


"Maaf nona, kami mengantarkan pesanan dari tuan Biru untuk nona!"


Ucap sang pengantar makanan membuat Shofi tersenyum.


"Simpan di atas meja!"


"Baik nona!"


Sang pengantar makanan langsung undur diri ketika tugasnya sudah selesai.


Ting ...


Ponsel Shofi kembali berbunyi membuat Shofi segera membukanya.


Selamat makan, jangan lupa minum Vitamin nya, Philo ku 😘


Shofi semakin melebarkan senyumnya membaca pesan dari Fatih yang begitu narsis. Sungguh entah kenapa akhir-akhir ini Fatih selalu saja menggombal dan sialnya Shofi menyukai itu.


Shofi segera beranjak dari kursi kebesarannya menuju shopa.


Shofi membuka kotak makan yang Fatih kirim semerbak makanan langsung menyapa hidung Shofi.


Nasi goreng seafood, jus dan salad buah untuk menu penutup. Shofi tersenyum entah kenapa akhir-akhir ini Fatih juga memerhatikan pola makannya. Bahkan Fatih selalu memberikan makanan-makanan ringan dan sehat. Terutama jus dan buah-buahan seolah Fatih menginginkan Shofi hidup sehat.


Apalagi buah, itu menu kesukaan Fatih sejak kecil dimana habis makan dan sebelum makan harus ada buah menemani menu makanan penutup atau pembuka.


Apalagi memang Queen selalu disiplin tentang makanan jadi wajar jika Fatih juga seperti itu pada Shofi. Apalagi memang selama ini tak ada yang memerhatikan pola makan Shofi.


Shofi menghubungi Elsa untuk keruangannya biar mereka bisa makan siang bareng. Apalagi Fatih mengirim makanannya begitu banyak jika Shofi yang memakannya sendiri bisa di pastikan itu tak akan habis.


Shofi dan Elsa makan berdua sambil mengobrol ringan. Dua sahabat itu baga saudara yang tak bisa di pisahkan lagi.


Bahkan para karyawan menghormati Elsa sama dengan menghormati Shofi. Apalagi Elsa kaki kanan Shofi jika Shofi tak masuk kantor. Apalagi Elsa juga di berikan wewenang penuh atas perusahaan ketika Shofi tak ada dengan catatan harus ada Philip di sampingnya.


"Jam berapa pertemuan sore nanti, El?"


"Sekitar jam empat sore,"


"Baik, nanti tolong ingatkan aku lagi sepuluh menit sebelum berangkat!"


"Siap!"


Sudah selesai makan dan berbincang Elsa kembali lagi ke ruang kerjanya begitu pun dengan Shofi kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.

__ADS_1


Shofi melihat jam di ponselnya ada beberapa jam lagi menuju sore dan Shofi memutuskan istirahat sejenak sebelum melanjutkan lagi pekerjaan nya.


Istirahat sekarang dalam artian tidur, ya Shofi memilih tidur siang setelah setengah jam sudah selesai makan.


Entah kenapa Shofi ingin tidur siang kali ini yang biasanya Shofi tak melakukannya.


Untung saja pekerjaan tinggal satu lagi dan mungkin bisa selesai di jalan sambil menuju pertemuan.


Shofi merebahkan tubuhnya di ranjang di mana memang di ruangan Shofi tersedia. Entah sudah berapa lama Shofi tak tidur siang bahkan tidur malam pun jarang . Namun, semenjak ada Fatih Fatih selalu mengontrol pola makan dan tidur Shofi membuat Shofi sedikit-sedikit mengikuti pola hidup Fatih yang sehat.


Dengan mudah Shofi bisa terlelap tanpa harus mengonsumsi obat lagi. Bahkan tidur Shofi terlihat tenang tak gelisah seperti biasanya.


.


Sedang di ruang sebelah Elsa di sibukkan menyiapkan berkas-berkas yang nanti akan di bawa ke pertemuan dan menyelesaikan pekerjaan Elsa sendiri.


Huh ...


Elsa membuang nafas pelan sambil merentangkan kedua tangannya. Pertanda pekerjaan Elsa sudah selesai.


Elsa melirik jam tangannya ternyata ada sisa dua puluh menit lagi.


Sepuluh menit Elsa menggunakannya untuk istirahat sejenak sebelum memberi tahu Shofi jika mereka harus berangkat.


Sambil menunggu Elsa chatting-an dengan Philip entah apa yang mereka bahas terlihat Elsa tersenyum-senyum sendiri sambil memutar-mutar kursinya.


Elsa menyudahi chatting-an nya karena sudah waktunya ia memberi tahu Shofi.


Tok .. tok ...


Elsa mengetuk pintu ruangan Shofi lalu masuk karena sudah biasa bagi Elsa masuk ketika sudah tiga kali mengetuk pintu tapi tak ada sahutan dari dalam.


Elsa tersenyum melihat Shofi tertidur nyenyak tak biasanya Shofi bisa tidur di siang hari. Seperti nya Fatih memang berpengaruh besar pada Shofi terbukti sekarang pola makan Shofi juga teratur.


Dulu harus Elsa yang memarahi Shofi jika Shofi tak mau makan atau tak mau istirahat dengan alasan pekerjaan.


Tapi lihatlah, Fatih memang benar-benar bisa merubah hidup Shofi.


"Shofi, bangun!"


Panggil Elsa sambil mengguncang tubuh Shofi.


"Sebentar Dear!"


Gumam Shofi membuat Elsa tersenyum geli, Shofi pikir yang membangunkan dirinya adalah Fatih nyatanya Elsa.


"Shofi bangun, ini sudah sore. Kita harus segera berangkat ke pertemuan!"


Seketika Shofi terdiam sambil membuka kedua matanya mengumpulkan sisa nyawanya yang belum masuk.


Shofi melirik dimana Elsa nyengir kuda membuat Shofi langsung terperanjat.


"Berapa menit aku punya waktu!"


"Sepuluh menit!"


Shofi langsung beranjak menuju kamar mandi sambil menahan malu. Shofi pikir tadi Fatih yang membangunkannya nyatanya Elsa.


Elsa hanya terkekeh saja melihat wajah Shofi yang memerah.


Dengan cepat Elsa menyiapkan baju ganti untuk Shofi seolah memang Elsa sudah terbiasa melakukannya. Sudah menyiapkan baju ganti Elsa langsung keluar kamar Shofi memilih menunggu di shopa.

__ADS_1


Tak lama Shofi keluar dengan wajah fresh nya dengan baju yang sudah di ganti dengan yang tadi Elsa pilihkan.


"Berkasnya sudah siap?"


"Sudah!"


"Ok, kita berangkat!"


Ucap Shofi membuat Elsa mengangguk sambil berdiri. Mereka berdua meninggalkan ruangan Shofi.


Sang bodyguard sudah siap di loby menunggu nona mudanya keluar. Jika tak ada Philip maka sang bodyguard yang akan menjadi supir bagi Shofi dan Elsa kemana Shofi pergi.


Sang bodyguard menutup pintu ketika Shofi dan Elsa sudah masuk.


Elsa memberikan berkas untuk di pelajari terlebih dahulu oleh Shofi.


"El, cari minum!"


Ucap Shofi merasa tenggorokannya kering. Saking buru-buru membuat Shofi lupa belum minum setelah tidur.


Sang bodyguard memberhentikan mobilnya di depan Indomaret. Dengan cepat Elsa turun tanpa di perintah lagi.


Shofi menyandarkan punggungnya di sandaran kursi sambil menatap keluar jendela.


Kening Shofi menyatu dengan mata menyipit melihat seseorang yang sangat ia hapal siapa orangnya.


Fatih!


Batin Shofi menatap Fatih, namun yang membuat Shofi penasaran siapa wanita yang bersama Fatih kenapa mereka terlihat dekat sekali.


Bahkan perlakuan Fatih sama persis memperlakukan wanita itu sama dengan dirinya. Bahkan Fatih merangkul wanita itu sambil masuk ke dalam cafe.


Shofi dengan cepat menelepon Fatih guna ingin tahu apa yang sedang Fatih lakukan. Apa ini alasan Fatih tak bisa menjemputnya karena ada wanita lain.


"Dear,"


Ucap Shofi ketika panggilannya tersambung.


"Iya!"


"Seperti nya aku akan pulang malam, masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku urus!"


"Jangan lebur!"


"Apa kamu bisa menemaniku?"


Shofi mengepalkan kedua tangannya ketika tak ada sahutan langsung dari Fatih seolah Fatih sedang berpikir.


"Maafkan aku Philo, seperti nya aku tak bisa!"


"Ya sudah, aku tutup dulu telepon tamu ku sudah datang!"


Shofi langsung mematikan teleponnya tanpa menunggu jawaban Fatih.


Shofi merasa ada yang aneh, karena tak biasanya Fatih menolak keinginannya bahkan Fatih akan ada walau ia tak meminta.


Siapa wanita itu, apa dia lebih penting dari pada aku!


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan, Vote Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2