
Kediaman Aldarberto ...
Cherry tak henti-hentinya menelepon Jarvis namun tak ada satupun panggilan yang Jarvis terima membuat Cherry kesal.
Pasalnya Jarvis sudah berjanji akan membawa ia kabur agar Cherry tak bertemu dengan laki-laki yang akan di jodohkan dengannya.
"Jarvis!!"
Geram Cherry dengan mata berkaca-kaca sangat kesal dan marah dengan apa yang Jarvis lakukan.
Bagaimana Cherry tak kesal jika sebentar lagi laki-laki yang akan di jodohkan dengannya sebentar lagi datang.
Dalam keadaan seperti ini membuat Cherry benar-benar kecewa. Benar kata Shofi, Jarvis hanya menjadikan dia pelarian saja.
Lihatlah sekarang bahkan Jarvis membiarkan Cherry dalam keadaan seperti ini.
Apa ungkapan hati yang selama ini Jarvis ucapkan hanya sebuah kebohongan. Bagaimana dengan bodohnya Cherry bisa mempercayai seorang Jarvis yang Playboy.
Jika seperti ini Cherry hanya bisa mengingat Shofi dan Elsa namun Cherry tak bisa meminta bantuan pada kedua sahabatnya karena Cherry yakin kedua sahabatnya juga sedang dalam masalah besar apalagi Shofi.
Tok ...
Tok ...
Deg ....
Cherry terkejut ketika mendengar pintu kamarnya di ketuk. Itu pertanda jika laki-laki yang akan di jodohkan dengannya sudah datang.
Jantung Cherry berdebar sangat kencang dengan keringat dingin membanjiri pelipisnya.
Cherry tak mau di jodohkan, jika Jarvis tak bisa di andalkan maka Cherry akan berusaha sendiri. Cherry bersumpah tak akan pernah mengharapkan Jarvis lagi. Sudah cukup Jarvis bermain-main dengan harga dirinya.
Sungguh ini sangat memalukan bagaimana bisa Cherry berharap pada seorang Pangeran yang Playboy minta ampun. Dan Cherry kenapa polos sekali mencintai seseorang.
"Cherry cepat keluar tamu sudah datang!"
Teriak Kaka di luar sambil terus mengetuk pintu kamar keponakannya.
"Tunggu, aku mau ke kamar mandi dulu!"
Jawab Cherry tak kalah berteriak membuat Kaka menghela nafas berat. Kenapa Kaka harus mempunyai keponakan yang sangat kekanakan. Bagaimana bisa Cherry membuat semua orang harus menunggu dan sekarang izin ke toilet sungguh sangat memalukan.
Apa yang harus Kaka katakan pada semua orang masa harus memberi tahu jika Cherry sedang berada di toilet.
Karena tidak mau malu Kaka memilih menunggu saja di depan pintu kamar Cherry.
Sedang di dalam Cherry sedang berusaha kabur lewat jendela. Bahkan sampai menyambung selimut agar sampai ke lantai dasar.
"Oh Tuhan, bantulah Cherry si imut, si cantik masa harus menikah dengan orang yang tak Cherry kenal. Bagaimana jika orang itu jelek, buluk dan gendut, Akhhh ...,"
Jerit Cherry membayangkannya saja membuat Cherry bergidik ngeri.
Kaka yang mendengar jeritan Cherry terkejut langsung siaga.
"Cherry.., kau baik-baik saja!"
Dorr ..
Dor ...
"Cherry kau kenapa?"
Panik Kaka sambil menggedor pintu kamar Cherry.
Cherry yang mendengar teriakan Kaka jadi kaget dengan cepat langsung turun tanpa melihat situasi terlebih dahulu.
__ADS_1
Cherry tak mau sampai Kaka mengetahui dia kabur bisa mampus dia di tangan sang Daddy.
Semakin terdengar gedoran Kaka Cherry semakin berusaha turun dengan keringat dingin membanjiri pelipisnya. Bahkan sekujur tubuh Cherry bergetar.
Bagaimana tidak gemetar jika Cherry takut ketinggian demi kabur Cherry berusaha melawan phobia ketinggian nya.
"Oh Tuhan Cherry!!!"
Pekik Kaka membulatkan kedua matanya melihat Cherry bergelantung. Cherry yang mendengar teriakan Kaka semakin mengeratkan pegangannya kuat karena takut jatuh.
Bukannya semakin turun Cherry malah menangis karena ketakutan, padahal sebentar lagi Cherry sampai di lantai dasar. Namun, karena memiliki phobia di mata Cherry itu sangat tinggi dan membuat Cherry mau tak mau hanya diam saja.
"Cherry apa yang kau lakukan, hah. Pegangan yang kuat!"
"Hiks ... Kaka aku takut hiks ..,"
"Kamu tenang ya, jangan takut. Tahan, aku akan turun!"
"Mommy hiks ...,"
Cherry malah merengek ketakutan bukankah tadi ia ingin kabur kenapa sekarang ia malah menangis. Cherry semakin ketakutan ketika selimutnya perlahan mengendur.
Kaka dari Dalam langsung berlari membuat semua orang terkejut melihat kepanikan Kaka.
"Ada apa Ka, apa yang terjadi di mana Cherry?"
Tanya Daddy Cherry merasa aura tak menyenangkan akan terjadi.
"Cherry mau kabur!"
"Apa!!"
Pekik semua orang terutama laki-laki yang akan di jodohkan dengan Cherry langsung berdiri dengan mata membulat sempurna.
Semua orang langsung keluar mengikuti langkah Kaki yang membawa mereka kesamping rumah.
Deg ...
Semua orang terkejut melihat Shofi bergelantung di sana sambil menangis.
Ingin tertawa namun kasihan!
Melihat bagaimana ketakutannya wajah Cherry.
"Ya ampun nak,"
"Cherry pelan-pelan kamu turun, jangan takut!"
Akhh ...
Jerit Cherry ketika selimut yang ia gunakan mulai merosot membuat Cherry semakin ketakutan dan semua orang yang ada di bawah di buat jantungan saja dengan apa yang Cherry lakukan.
"Dad, Cherry takut tolongin hiks .. Kaka, Mommy ..,"
Isak Cherry semakin ketakutan sambil mengeratkan pegangannya.
Akhh ...
Bruk ..
Jerit Cherry memejamkan kedua matanya ketika selimutnya benar-benar terlepas akibat Cherry banyak gerak.
Namun, Cherry merasa aneh kenapa ia tak merasakan sakit apa-apa. Perlahan mata Cherry terbuka satu persatu lalu menatap sang Daddy dan Kaka dan beberapa orang yang tak Cherry kenal.
"Dad, KA, kenapa Cherry tak merasa sakit. Apa Cherry sudah mati menyusul Mommy!"
__ADS_1
Celetuk Cherry membuat Kaka dan sang Daddy merasa malu dengan apa yang Cherry ucapkan. Sedang sepasang suami istri di samping Kaka hanya bisa mengulum senyum geli melihat tingkah polos Cherry.
"Kamu tidak mati, tapi berada dalam gendongan calon suami mu!"
"What!!"
Pekik Cherry terkejut sampai berusaha turun dari gendongan orang tersebut.
"Kau!"
Cherry semakin membulatkan kedua mata nya ketika melihat siapa orang yang sudah menyelamatkannya dari maut.
"Dasar brengsek, kemana saja kau baru datang hah. Di telepon gak di angkat dan sekarang kau ada di sini. Semuanya sudah terlambat hiks ..,"
"Aku mau kita putus, aku tak mau kabur dengan mu. Aku sudah memutuskan untuk menerima pilihan Daddy!"
"Aku benci kau, pergi sana!"
Semua orang nampak terkejut dengan apa yang barusan Cherry katakan. Sungguh mereka tak menyangka jika Cherry berkata seperti itu.
Bahkan Kaka juga di buat shok dengan pengakuan Cherry.
"Pergi sana, aku tak mau lagi kabur dengan kau. Pergi dari rumahku!!!"
"Sayang ada apa dengan mu, Stop!"
Cegah sang Daddy menahan tangan putrinya yang terus mendorong-dorong Jarvis.
"Ada apa dengan kamu, dia laki-laki yang Daddy maksud,"
"Pangeran Jarvis Windsor putra dari sahabat Daddy raja Arthur Windsor!"
Deg ...
Seketika Cherry terdiam menatap tak percaya dengan apa yang barusan sang Daddy katakan.
Cherry menatap Jarvis yang hanya tersenyum simpul karena sudah berhasil mengerjai Cherry. Lalu Cherry menatap semua orang dengan kebingungannya.
Bruk ...
"Cherry!!"
Kini Jarvis yang di buat terkejut melihat Cherry pingsan di depan matanya. Begitupun dengan yang lainnya.
Jarvis langsung menggendong Cherry dengan enteng masuk kedalam. Sang Daddy menyuruh Jarvis membawanya ke kamar Cherry.
Dengan sangat hati-hati Jarvis membaringkan Cherry seolah takut Cherry kesakitan.
Jarvis tak menyangka reaksi Cherry akan seperti ini. Jika kejadiannya seperti ini Jarvis tak akan merencanakan kejutan ini jika membuat Cherry terluka.
Semua orang keluar membiarkan Jarvis menunggu Cherry.
Jarvis menggelengkan kepala melihat selimut yang terbentang.
"Apa kau benar akan kabur juga jika sudah tahu aku orangnya!"
Gumam Jarvis sambil memungut selimut yang berantakan sambil melipatnya. Jarvis mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar Cherry.
Deg ...
Jarvis terpaku melihat sesuatu yang tak pernah Jarvis bayangkan sebelumnya.
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ....
__ADS_1