Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 41 Kembalinya Jarvis


__ADS_3

Mereka berlima makan dengan tenang berbeda dengan Cherry yang makannya kasar.


Bagaimana tidak kasar, jika Cherry melihat bagaimana Philip dan Fatih memperlakukan Elsa dan Shofi dengan sangat manis. Sedang dia sendiri hanya sendiri tak ada yang memperlakukannya dengan manis.


Sungguh Cherry bak anak yatim yang tak di perhatikan. Seperti nya Cherry harus mencari pasangan jika ingin seperti mereka.


Tunggu!


Cherry menatap intens Elsa yang begitu dekat dengan Philip. Apa hubungan mereka, apa mereka mempunyai hubungan spesial seperti Fatih dan Shofi.


Karena setahu Cherry hanya Shofi saja dan Fatih kalau Elsa Cherry tidak tahu apa-apa tentang kisah asmaranya. Karena Elsa juga jarang bercerita tentang masalah asmara.


"Kenapa?"


Tanya Shofi melihat Cherry hanya bengong malah mengaduk-aduk makanan bukannya memakan.


"Tidak!"


Kesal Cherry yang tahu Shofi hanya basa basi saja.


Jika seperti ini rasanya Cherry ingin menangis saja. Andai Kaka ada mungkin Cherry tak se-menderita ini. Setidaknya ada teman untuk berbagi.


"Sudah, habis kan makanan nya,"


Ucap Shofi menggelengkan kepala melihat tingkah Cherry yang merajuk.


Mereka melanjutkan makanan nya tanpa bicara lagi. Apalagi Shofi yang langsung bergeser mendekati Cherry agar Cherry tak merasa sendiri.


Fatih hanya diam saja membiarkan apa yang Shofi ingin lakukan. Apalagi Fatih akan langsung pergi karena ada sesuatu yang harus ia urus.


"Sayang, aku berangkat ya!"


Ucap Fatih ketika selesai makan nya. Shofi hanya mengangguk saja.


Cup ..


Fatih mengecup kening Shofi lalu berlalu pergi. Apa yang Fatih lakukan begitu manis di lihat. Membuat Cherry iri, andai saja Jarvis mencintainya mungkin Cherry akan menjadi wanita bahagia di dunia ini.


Namun, sayang Jarvis tak meliriknya sama sekali. Jarvis hanya menganggap Cherry sahabat saja sama seperti Shofi menganggap Jarvis sahabat tak lebih dari itu.


Bahkan pergi pun Jarvis tak pamit padanya seolah memang Cherry bukan siapa-siapa bagi Jarvis dan tak perlu Jarvis ijin kemanapun ia pergi.


Shofi hanya tersenyum saja melihat wajah Cherry yang di tekuk. Shofi tahu apa yang sedang Cherry pikirkan.


Walaupun begitu tapi Shofi hanya diam saja seolah tak peduli dengan perasaan Cherry.


"Sudah selesai ayo pulang,"


Ucap Shofi sambil meminum minuman terakhir nya.


"Hm, aku ingin tetap berlatih boleh?"


Ucap Cherry hati-hati membuat Shofi menatap Cherry intens.


"Boleh ya!"


Melihat wajah Cherry yang memelas membuat Shofi tak tega. Apalagi harus mematahkan semangat Cherry.


"Iya!"


"Yey, terimakasih,"


Girang Cherry membuat Shofi tersenyum tipis begitupun dengan Elsa. Shofi menatap Philip dengan sebuah isyarat membuat Philip langsung mengangguk seolah tahu apa yang di isyaratkan Shofi padanya.


Philip langsung beranjak dari duduknya lalu membereskan tempat makan tadi. Sudah selesai Philip langsung membuang sampahnya.

__ADS_1


Sedang ketiga wanita itu langsung kembali masuk ke tempat latihan.


"Ingatlah apa yang Fatih ajarkan sebelum kamu menembak!"


Ucap Shofi sambil memegang tangan Shofi yang sudah memegang pistol seolah Shofi sedang mencontohkan bagaimana pemegang senjata yang benar.


"Baik,"


Ucap Cherry mulai berkonsentrasi berharap kali ini bidikannya tepat sasaran.


Mata lurus ke depan, tahan nafas lalu tembak!


Dor ...


Satu kali percobaan tetap melesat membuat Cherry turus berusaha konsentrasi agar ia bisa membidik tepat sasaran.


Sudah beberapa kali percobaan tetap saja bidikan Cherry masih meleset walau ada beberapa peluruh yang sedikit mengenai tempat utamanya.


Huh ...


Cherry menghela nafas dalam karena bidikannya meleset terus.


"Ayo semangat, jangan menyerah!"


Teriak Elsa dan Shofi menyemangati Cherry agar Cherry tetap semangat.


Di teriaki oleh kedua sahabatnya membuat Cherry bertambah semangat. Cherry mencoba kembali.


"Lihatlah, tembakan mu tak ada yang benar. Cari fokus kamu pada satu titik tujuan!"


"Apa yang membuat kamu fokus sampai berhasil tepat sasaran tiga peluruh tadi?"


"Ok, jika itu yang membuat mu fokus maka gunakan hasrat itu untuk menjadi fokus mu. Maka kamu akan berhasil!"


Mengingat kata yang Fatih ucapkan membuat Cherry kembali fokus pada tujuannya. Cherry mengeratkan pegangannya dengan mata mulai tajam menatap lurus ke depan. Cherry menarik nafas dalam lalu menahannya sesuai dengan cara yang Fatih ajarkan.


Dorr ..


Cherry membuka satu matanya melihat apa bidikannya tepat atau tidak.


Mata Cherry berbinar ketika bidikannya ternyata tepat sasaran.


"Frozen, Shofi lihatlah bidikan ku tepat sasa--"


Deg ..


Girang Cherry berjingkrak, namun kegirangan itu terhenti ketika Cherry melihat siapa yang masuk keruang latihan.


Semangat yang Cherry bangun sendari tadi hilang seketika bak bunga yang layu.


"Hay,"


Sapa Jarvis melambaikan tangannya pada Shofi, Elsa dan Cherry. Jarvis menghampiri Shofi dan Elsa yang duduk santai sedang Cherry masih berdiri di tempat nya semula.


"Cherry ayo, lanjut latihannya. Semangat!"


Teriak Shofi menyemangati Cherry membuat Cherry mendengus kesal. Seolah semangat yang baru saja ia bangun kini lenyap seketika ketika melihat wajah Jarvis kembali.


Satu bulan Cherry berusaha melupakan Jarvis tapi kenapa Jarvis kembali membuat hati Cherry menjadi goyah kembali.


Bahkan rasanya masih sama ketika Cherry menatapnya.


Cherry berusaha fokus seolah tak peduli dengan keberadaan Jarvis.


Dor ...

__ADS_1


Dorr ...


Dorrr ...


Cherry kembali menembak, namun tembakan Cherry mulai meleset kembali. Cherry terus menembak dengan perasaan tak menentu membuat Cherry tak fokus pada tujuannya.


Walau begitu Shofi dan Elsa tetap menyemangati Cherry sebisa yang mereka bisa.


Jarvis yang melihat Cherry seolah prustasi dengan tembakannya tersenyum tipis.


Jarvis berjalan mendekat ke arah Cherry namun Cherry tak menyadarinya karena terlalu fokus menatap ke depan sambil menembak walau tembakan Cherry malah semakin jauh dari sasaran.


"Jangan seperti itu,"


Deg ...


Jantung Cherry berdetak sangat kencang mendengar suara Jarvis berada di belakangnya. Namun, Cherry tetap diam karena tak berani berbalik. Cherry hanya takut tak bisa mengendalikan perasaannya kembali.


Jantung Cherry semakin berdetak kencang seolah ingin loncat dari tempatnya sendiri. Ketika Jarvis memegang tangannya kuat.


"Pegangnya seperti ini,"


Ucap Jarvis meluruskan tangan Cherry lalu Jarvis mengangkat sedikit dagu Cherry.


"Tatap lurus kedepan, seperti ini."


Cherry terdiam kaku ketika posisi mereka begitu intens. Di mana jika di lihat dari belakang, mereka seperti sedang berpelukan.


Dor ...


Cherry memejamkan kedua matanya karena tak sanggup. Rasanya Cherry ingin pingsan saja.


"Seperti itu baru benar,"


Bisik Jarvis membuat Cherry bergidik ngeri. Cherry langsung melepaskan diri dari tangan Jarvis karena merasa tak nyaman.


Cherry melebarkan pandangannya ketika tak melihat Shofi dan Elsa, entah kemana dua orang itu.


"Mau kemana, kenapa buru-buru!"


"Pulang,"


Ketus Cherry langsung melepas atribut yang ia pakai dengan cepat.


"Apa kamu tak merindukanku!"


Deg ...


Cherry terdiam mendengar kalimat yang Jarvis ucapkan. Seketika Cherry tersenyum kecut lalu berbalik menatap Jarvis dengan wajah datarnya.


"Rindu apa yang kamu maksud, bukankah di antara kita tak ada hubungan apa-apa. Hanya sebatas teman,"


Ucap Cherry berusaha tenang agar tak mengeluarkan emosinya.


Kini Jarvis yang terdiam, karena menyadari atas semua kesalahannya selama ini. Kepergian Jarvis adalah hal bodoh yang Jarvis lakukan. Dan, tak berpamitan pada Cherry itu hal jauh yang lebih bodoh. Tapi, Jarvis punya sebuah alasan kenapa ia tak bilang pada Cherry.


Alasan yang menuntun Jarvis kembali setelah sadar apa kesalahan yang ia lakukan.


Melihat Jarvis yang terdiam membuat Cherry tersenyum kecut karena diamnya Jarvis seolah membenarkan apa yang Cherry ucapkan. Jika mereka memang tak ada hubungan apa-apa.


"Maaf!"


Deg ....


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2