
Shofi memeluk Elsa dengan erat mereka berdua sama-sama menangis.
Apa yang harus Shofi lakukan agar Philip cepat sadar. Shofi tak tega jika melihat Elsa seperti ini. Bahkan Elsa tak mementingkan dirinya sendiri.
Badan Elsa terlihat kurus dengan kantung mata hitam. Terlihat jelas jika Elsa kurang istirahat dan kurang tidur.
"Maafkan aku El, karena aku kamu terluka!"
Elsa menggeleng kuat semua ini bukan salah Shofi Elsa tahu itu. Kecelakaan yang terjadi pada Philip itu murni tidak ada sangkut pautnya dengan Davit.
Walau sejujurnya Elsa juga kecewa dengan apa yang Davit dan Lucky lakukan. Mereka berada di sana dan menjadikan kesempatan itu untuk menjerat Stephen.
Davit melakukan itu semuanya demi Shofi, bagaimana bisa Elsa marah pada Shofi sedang Lucky sendiri yang membiarkan adiknya terluka.
Elsa sudah tahu itu karena tadi Davit sudah menjelaskannya. Bahkan Davit juga sengaja membuat acara perjodohan palsu itu hanya ingin memancing ingatan Fatih.
Bahkan Davit juga menegaskan jika memang selama ini dia dan Lucky tahu tentang hubungan Elsa dan Philip.
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri, kami berkorban semuanya untuk kamu. Untuk itu berjanji lah mulai sekarang kamu akan bahagia bersama Fatih!"
Shofi menautkan kedua alisnya bingung apa yang Elsa bicarakan. Berkorban apa, untuk dirinya apa yang sebenarnya Elsa maksud kenapa ini sangat membingungkan.
"Maksud kamu apa El, berkorban apa? diriku! apa maksudnya?"
Elsa terdiam ketika melihat isyarat dari Fatih agar diam. Fatih tak ingin emosi Shofi kembali meluap jika Elsa meneruskan. Biarlah Davit sendiri yang menjelaskannya dan Fatih ingin tahu rahasia apa yang Davit dan sang papa sembunyikan dari dia.
"Maafkan aku, sebaiknya kamu tanya pada tuan Davit. Dia yang tahu semuanya!"
Shofi memejamkan kedua matanya dengan tangan mengepal erat. Apa yang sebenarnya terjadi kenapa sekarang nampak aneh.
Apa yang sebenarnya Davit lakukan, apa benar semuanya demi kebaikan dia. Sungguh Shofi tidak mengerti dengan semua ini.
"Philo, aku lapar!"
Ucap Fatih cepat dengan rengekan manja membuat Shofi menahan ucapannya. Shofi melirik Fatih yang memasang wajah memelas.
Elsa hanya diam saja walau Elsa sedikit bingung kenapa Fatih memanggil Shofi dengan sebutan Philo.
"Philo,"
Rengek Fatih lagi membuat Shofi menghela nafas berat.
"El, jaga dirimu baik-baik. Jangan terlalu cemas Philip pasti akan sadar!"
"Aku mau langsung pulang, kalau ada apa-apa cepat hubungi aku!"
"Ya,"
Jawab Elsa singkat sambil tersenyum tipis.
Elsa mengantar Shofi dan Fatih sampai depan pintu.
Elsa kembali menutup pintu ketika Shofi dan Fatih sudah pergi. Elsa menatap Philip yang berada di atas brankar sana.
"Terkadang aku cemburu jika kamu selalu mementingkan Shofi di banding aku. Tapi kini aku sadar jika Shofi adalah hidupmu dan aku adalah pemilik hatimu. Bahkan jika kamu harus memilih antara aku dan Shofi aku akan membiarkan kamu memilih Shofi karena Shofi alasan kamu masih hidup sampai aku bisa mengenal kamu!"
"Cepatlah bangun sayang, aku rindu kamu,"
"Bangunlah dan lihatlah pengorbanan kamu tak ada yang sia-sia kini Shofi sudah dalam keadaan aman. Tak ada yang bisa menyakiti Shofi lagi karena tugas terakhir kamu hanya menjaga aku!"
__ADS_1
Cup ...
Elsa mengecup bibir Philip sekilas lalu membenarkan letak selimut Philip agar Philip merasa nyaman.
Deg ....
Elsa terdiam ketika sebuah tangan menahan tangannya. Dengan ragu Elsa berbalik menatap wajah tampan Philip.
Mata Elsa mengembun menahan genangan air mata yang kapan saja siap tumpah. Bibir Elsa gemetar dengan dada yang berdebar kencang melihat mata Philip sudah terbuka sempurna walau masih terlihat sayu.
Elsa rasanya tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Ha-ha-haus,"
Lilir Philip lemah membuat Elsa tersadar dengan cepat menghapus air matanya yang sempat basah.
Elsa berlari guna mengambil air minum untuk Philip dengan hati-hati Elsa membantu Philip minum.
Walau sejujurnya Elsa menahan tangisannya agar tidak pecah. Elsa tak menyangka penantiannya selama satu Minggu tak sia-sia kekasihnya sudah kembali.
Philip sudah sadar, ia sudah bisa membuka kedua matanya. Sungguh ini kabar membahagiakan bagi Elsa. Elsa ingin memanggil dokter namun Philip menahan tangan Elsa lalu menggelengkan kepala kuat seolah Philip mengisyaratkan jika ia tak ingin dokter namun ingin Elsa masuk kedalam pelukannya.
Hiks ...
Tangisan Elsa pecah ketika sudah berada di pelukan Philip. Rasanya dada Elsa sangat sesak sekali, namun kali ini Elsa merasa lega jika kekasihnya sudah sadar.
Akhh ...
Elsa terkejut ketika mendengar ringis-an dari Philip membuat Elsa panik.
"Sayang, kamu kenapa?"
"Tunggu sebentar aku akan panggil dokter!"
Elsa kembali dengan dokter bersamanya, dokter yang menangani Philip langsung memeriksa keadaan Philip.
Rasa sakit yang Philip alami di akibatkan cidera di kepalanya dan Philip tak boleh banyak bergerak dulu apalagi Philip baru saja bangun dari komanya.
"Syukurlah tak ada yang serius yang tuan Philip alami. Sarap-sarap tubuhnya normal namun cidera di kepalanya seperti nya kami harus melakukan scan agar lebih jelas lagi. Semoga saja tak terjadi hal yang serius,"
"Terimakasih dok atas bantuannya,"
"Sama-sama nona, kalau begitu saya permisi dulu!"
Elsa hanya mengangguk saja sambil mengantar dokter sampai pintu. Elsa kembali menutup pintu ketika sang dokter sudah pergi.
"Sayang, stop!"
Pekik Elsa terkejut ketika Philip banyak bergerak. Dokter barusan mengatakan jika Philip tidak boleh banyak bergerak dulu karena sarap-sarap masih kaku.
"Ha-haus!"
Gumam Philip lemah entah kenapa Philip sangat merasa haus sekali padahal barusan ia sudah minum. Rasanya tenggorokan Philip sangat gersang.
Dengan telaten Elsa membantu Philip minum takut tumpah.
"Terimakasih,"
Ucap Philip lemah sambil membaringkan tubuhnya lagi. Elsa menyimpan gelas minum kembali.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Gak!"
"Maaf sudah membuat kamu sedih!"
Ucap Philip masih lemah membuat Elsa menundukkan kepalanya dengan air mata yang kembali jatuh.
"Jangan menangis!"
"Kau membuatku takut!"
"Maaf!"
Philip hanya bisa minta maaf karena sudah membuat sang kekasih bersedih.
"Kenapa badanmu kurusan, apa kau tak menjaga pola makan?"
"Bagaimana aku bisa makan tenang jika hatiku resah akan dirimu!"
"Maaf!"
"Sudah jangan minta maaf mulu, yang terpenting kamu sudah sadar itu sudah cukup bagiku!"
"Akhh ..,"
"Kenapa, apa sakit lagi?"
Panik Elsa semakin mendekat sambil memegang kepala Philip.
"Sayang, mana yang sakit ayo katakan?"
"Di sini!"
Deg ...
Elsa di buat terkejut dengan apa yang Philip ucapkan. Bagaimana bisa Philip bercanda di saat seperti ini.
"Di sini sakit, di minta vitamin!"
Ulang Philip sambil menunjuk bibirnya sendiri membuat Elsa sungguh malu bercampur kesal dengan apa yang Philip lakukan.
"Sayang,"
Rengek Philip membuat Elsa benar-benar malu mungkin wajahnya sudah bak kepiting rebus.
Cup ...
"Apa sudah sembuh?"
"Masih sakit!"
Cup ...
Kali ini Philip menahan tengkuk Elsa bahkan sedikit menekannya agar ciuman mereka semakin dalam.
Dengan lembut Philip menyesap bibir Elsa yang begitu ia rindukan. Begitupun dengan Elsa sangat rindu akan momen ini.
Mereka hanyut dalam kerinduan yang menyiksa mereka. Bahkan Philip tak peduli dengan rasa sakit di kepalanya akibat banyak bergerak. Bagi Philip Elsa adalah obat paling ampuh untuk menyembuhkan sakit nya.
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...