Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 52 Si paling ajaib


__ADS_3

Cherry terdiam ketika Shofi menatapnya tajam. Cherry tahu kenapa Shofi marah, pasti karena Fatih datang kerumah.


Cherry tak ada pilihan lain karena tak tega melihat Fatih terus memohon bahkan sampai berlutut di depannya.


Tak pernah terpikir jika Fatih akan melakukan hal seperti itu. Andai saja Fatih tak berlutut dan tak mengundang perhatian orang lain mungkin Cherry tak akan pernah memberi tahu Fatih jika Shofi akan semarah ini.


"Maaf!"


Satu kata meluncur di bibir Cherry membuat Shofi menghela nafas berat. Sejujurnya Shofi tak marah pada Cherry dengan apa yang Cherry lakukan. Hanya saja pikiran Shofi masih pusing memikirkan semuanya sehingga sikap Shofi sedikit terbawa pada orang lain.


Mengingat itu, Shofi berkali-kali menghela nafas agar Cherry tak merasa bersalah lagi.


"Andai Fatih tak berlutut, aku tak akan pernah memberi tahunya. Jika ujungnya kamu akan marah!"


Deg ...


Shofi tertegun mendengar penuturan Cherry, benarkah apa yang di katakan Cherry jika Fatih sampai berlutut.


Sungguh Shofi tak menyangka Fatih akan sejauh itu.


"Aku benar-benar minta maaf!"


Rengek Cherry karena Shofi masih saja diam. Cherry berpikir Shofi masih marah padanya.


Shofi menatap Cherry datar tak ada ekspresi apapun di wajah Shofi. Shofi selalu saja tenang dalam hal apapun walau hatinya sedang berkecamuk.


"Apa benar Fatih melakukan itu!"


Cherry dengan cepat langsung mengangguk kan kepal. Lalu menceritakan kejadiannya dimana Fatih terus merengek meminta di beri tahu alamat Shofi.


Sekeras apapun Cherry menghindar Fatih terus saja mengejarnya sampai Fatih berlutut memohon di depan banyak orang. Di mana mau tak mau Cherry memberi tahunya. Karena merasa kasihan dan juga malu menjadi bahan tontonan.


Tanpa Shofi sadari, bibirnya tersenyum mendengar cerita Cherry. Ternyata Fatih memang benar-benar tulus padanya.


Mungkin Fatih memang melupakannya tapi, Fatih tak akan pernah lupa akan cintanya.


"Apa kamu tak marah lagi?"


"Bagaimana bisa aku marah, karena berkat kamu aku bisa melihat bagaimana cinta Fatih padaku,"


Cherry menghela nafas lega ketika mendengar penuturan Shofi.


"Maafkan aku karena masalahku aku abai padamu. Aku tahu, kamu sedang berada dalam masalah serius. Sekarang katakanlah?"

__ADS_1


Ucap Shofi memang sejak kemarin menyadari ketidak beresan sikap Cherry yang sedikit murung setelah memberi pesan ingin kabur dari rumahnya sendiri.


Cherry terdiam mendengar ucapan Shofi, Cherry pikir Shofi tak memerhatikan ya. Cherry pikir Shofi tak peduli dengannya mengingat begitu banyak masalah yang Shofi hadapi.


Tapi, itulah Shofi yang selalu mementingkan urusan orang lain dari pada dirinya sendiri.


"Katakan, ada apa. Apa Daddy mu memaksakan sesuatu lagi?"


Selidik Shofi menatap Cherry tajam membuat Cherry hanya bisa menunduk. Hati Cherry sungguh bimbang dalam situasi seperti ini. Entah harus meminta tolong pada siapa selain pada Shofi dan Elsa.


Sebenarnya Shofi sudah tahu permasalahan apa yang sedang di hadapi Cherry. Namun, Shofi hanya ingin kejujuran Cherry saja.


Shofi ingin melihat bagaimana cara Cherry berkata jujur padanya.


Cherry menarik nafas panjang lalu menghembuskan ya perlahan. Cherry sebenarnya tak pandai bercerita pada orang lain masalah pribadinya. Namun, seperti nya masalah ini terlalu rumit Cherry tangani sendiri. Apalagi Kaka tak bisa memberinya solusi.


"Aku tak tahu harus bercerita dari mana memulainya. Ak-aku tak mau di jodohkan hiks..,"


Shofi menghela nafas berat menarik Cherry kedalam pelukannya. Shofi tahu, Cherry sedang butuh sandaran atas akar permasalahannya.


"Daddy menjodohkan aku dengan laki-laki yang bahkan aku tak tahu siapa orangnya. Katakan aku harus bagaimana sedang ak-aku ..., Aku mencintai Jarvis!"


Shofi bukannya iba malah tersenyum geli, bagaimana tidak tersenyum jika Cherry mengakui perasaannya pada orang yang dulu Jarvis kejar-kejar. Sungguh unik bukan, dulu Cherry begitu hebat menyembunyikan perasaan nya. Tapi, sekarang dengan entengnya Cherry meluapkan segala perasaan nya.


"Bukan sudah aku katakan, lupakan Jarvis. Buat apa kamu mencintai orang yang tak mencintai kamu!"


Ucapan Shofi sungguh membuat Cherry semakin terisak bukannya malah tenang.


Cherry bingung mengatakannya pada Shofi jika Jarvis meminta kesempatan padanya.


Apa Shofi dan Elsa akan menertawakan dirinya jika dia berkata jujur.


"Ta-tapi aku mencintainya dan Ja--"


"Oh, ya ampun Cherry!!!"


Geram Elsa gemas melihat kepolosan sahabat satunya ini. Sungguh Elsa benar-benar gemas begitupun dengan Shofi yang hanya tersenyum simpul tanpa Cherry sadari.


Cherry langsung melerai pelukan Shofi lalu menyeka air matanya lucu.


"Tapi, Jarvis meminta kesempatan padaku. Dia bilang dia mencintaiku!"


Ucap Cherry ber-bata dengan nafas naik turun dengan isakan yang tertahan.

__ADS_1


"Di saat Jarvis mengatakan cintanya kenapa Daddy malah mau menjodohkan aku hiks .., please bantu aku!"


Mohon Cherry dengan wajah imutnya membuat Shofi dan Elsa sungguh ingin tertawa namun mereka tahan karena tak mau membuat Cherry semakin terpojok.


Bahkan hidung Cherry sudah memerah dengan ingus yang terus di lap dengan bajunya membuat Elsa dan Cherry melotot sempurna. Ada-ada saja tingkah sahabatnya satu ini, jika sudah bersikap konyol pasti saja tak akan bisa menyembunyikan tingkah anehnya.


Cherry memang paling ajaib di antara mereka, jika merajuk maka akan berubah menjadi anak kecil. Shofi tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Cherry bersama Jarvis.


Sedang seorang istri pangeran tidak seperti itu, harus anggun dan elegan.


"Apa kamu yakin Jarvis mencintaimu!"


Ucap tegas Shofi membuat Cherry terdiam dalam Isak tangisnya.


"Jika dia mencintaimu, dia pasti memberi kabar padamu. Apa selama ini dia memberi kabar?"


Pancing Shofi membuat Cherry semakin diam dengan pikirannya melayang entah kemana.


"Memperjelas hubungan kalian!"


"Bahkan sampai sekarang Jarvis tak menemui mu!"


Cherry semakin terpojok dengan ucapan Shofi dan Elsa. Ucapan Shofi dan Elsa begitu menohok hati Cherry karena yang kedua sahabatnya katakan memang benar apa adanya.


Bukannya mendapat solusi Cherry malah mendapat kenyataan baru. Kenapa Cherry tak berpikir sampai ke sana. Semenjak pertemuannya di ruang latihan tembak memang sampai sekarang Jarvis belum kembali lagi. Bahkan memberi kabar padanya pun tidak.


Sebelum kembali ke London memang Jarvis cuma berpesan untuk menunggunya saja. Dan, Cherry percaya akan itu. Apalagi Jarvis sudah berjanji akan kembali satu Minggu lagi tepat di mana sang Daddy akan mempertemukan Cherry dengan laki-laki yang akan di jodohkan dengannya.


Cherry tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Jarvis datang dan melihat dia bersama orang lain. Atau bagaimana kalau Jarvis tidak datang dan Cherry tak ada alasan untuk menolak.


Melihat Cherry terdiam membuat Shofi lagi-lagi menghela nafas berat.


Apa memang Cherry terlalu berharap sampai tak sadar jika harapannya hanya semu.


"Dengar Cherry, aku tak mau kamu seperti ini yang gamang akan perasaan mu. Yakinlah jika pilihan Daddy mu itu yang terbaik untuk mu. Apa kamu tak berpikir, apa keluarga kerajaan akan menerima gadis ceroboh seperti mu. Sedang jika kamu bersanding dengan Jarvis kamu harus serba multitalenta. Jervis berbeda dengan kita, bukan aku melarang kamu mencintai Jarvis lagi tapi aku tak mau kamu terus tersakiti!"


"Kami sayang kamu!"


Tambah Elsa membuat Cherry benar-benar tak bisa berkutik. Yang Shofi ucapkan memang ada benarnya juga.


"Baiklah, aku akan menemui laki-laki pilihan Daddy. Tapi, jika dia jelek, buluk, gendut, pesek, jerawatan aku tak akan mau. Lebih baik tetap menunggu Jarvis saja,"


Elsa dan Shofi tak bisa lagi menahan mulutnya untuk tidak tertawa. Sungguh, Cherry memang si paling ajaib.

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2