
Shofi berbalik menatap Fatih dengan tatapan cinta walau air mata Shofi terus mengalir namun Fatih bisa melihat tatapan itu dari sang istri.
"Dear!"
Shofi berlari berhambur memeluk Fatih erat sangat erat sungguh Shofi tak bisa melepaskan Fatih walau sedetik.
Fatih membalas pelukan sang istri dengan penuh kasih sayang.
Fatih melerai pelukannya sambil menangkup wajah cantik Shofi yang sudah memerah. Perlahan Fatih menghapus air mata Shofi dengan kedua ibu jarinya. Bahkan hidung Shofi sudah memerah.
Cup ..
Fatih mengecup mata ini mata yang pertama kali menarik dirinya tenggelam kedalam lautan cinta.
"Semuanya untukmu sayang!"
Ucap Fatih sambil mengecup kening Shofi dengan penuh cinta.
"Kenapa kamu selalu membuatku jatuh cinta dear, bahkan sedetikpun kau tak pernah melepaskan ku!"
"Bagaimana bisa aku melepaskan kamu, sedang kamu yang sudah menghipnotis jiwa ini untuk tenggelam ke dasar tatapan cinta yang kamu ciptakan!"
Entah siapa yang memulai keduanya terlibat dalam ciuman yang menggairahkan ciuman yang memabukkan ciuman cinta yang tak bisa mereka ungkapkan tapi mereka tunjukan dengan sebuah tindakan yang menggebu.
Mata mereka saling tatap satu sama lain ketika ciuman mereka terlepas. Tatapan yang memabukkan membuat keduanya tak bisa berpaling.
Tatapan indah ini selalu Fatih inginkan seolah Shofi selalu menariknya. Tatapan ini yang selalu Shofi inginkan seolah Fatih menjeratnya hingga Shofi tak bisa berkutik. Shofi sudah terbelenggu oleh tatapan tajam penuh keteduhan.
Fatih mengunci tatapan indah Shofi dengan tatapan tajamnya. Tubuh Shofi seolah melayang ketika Fatih menggendongnya.
Fatih terus mengunci tatapan Shofi sambil berjalan menuju kamar mereka. Perlahan Fatih mendudukkan sang istri di bibir ranjang. Fatih mendekatkan wajahnya dengan sedikit miring hingga kedua benda kenyal itu kembali menyatu.
Dengan ciuman itu perlahan Fatih mendorong Shofi agar terlentang hingga Fatih mengungkungnya dengan kedua tangan kekarnya.
Rasa sedih yang sempat Shofi rasakan kini berganti dengan kebahagiaan. Kebahagiaan yang tak bisa Shofi jabarkan dengan kata.
Hari ini seolah tak ada rasa lelah pada mereka. Padahal mereka sudah melakukan perjalanan panjang dan sekarang mereka merengkuh surga dunia.
Kenikmatan yang tak bisa di jelaskan oleh kata.
Keringat bercucuran membasahi keduanya seolah apa yang sedang mereka lakukan malam pertama bagi mereka.
Fatih mengusap peluh yang membasahi dahi Shofi. Kemudian Fatih mengecup kedua mata Shofi lalu tersenyum puas.
"Terimakasih sayang,"
"Apa sudah puas?"
Fatih mengangguk dengan senyum cerahnya membuat Shofi terkekeh. Shofi menangkup wajah sang suami, ketampanan Fatih terlihat berkali-kali lipat bertambah. Bahkan Fatih terlihat seksi dengan wajah seperti ini.
"Lepaskan Dear, aku mau tidur!"
"Tidur saja sayang, biarkan seperti ini. Dia lebih nyaman di dalam!"
"Dear!"
Rengek Shofi karena merasa tak nyaman namun Fatih tak mau mendengarkan malah mempererat pelukannya membuat di bawah sana semakin rapat.
Karena rasa kantuk yang mulai berat membuat Shofi mau tak mau membiarkannya.
Shofi langsung tertidur dengan pulas karena rasa lelah dan letih. Menempuh perjalanan cukup panjang dan merengkuh surga dunia cukup panjang pula membuat tubuh Shofi benar-benar lelah.
Fatih tersenyum melihat istrinya sudah tidur pulas. Padahal tadi masih merengek tak nyaman tapi tetap saja bisa tidur.
__ADS_1
"Kamu begitu menggemaskan sayang,"
Gumam Fatih mengecup pelipis sang istri tak lama Fatih juga ikut terlelap.
Entah berapa lama mereka tidur bahkan hari sudah mulai gelap.
Perlahan Fatih membuka kedua matanya, hal pertama yang Fatih lihat adalah wajah cantik sang istri. Sungguh kenapa Shofi secantik ini apalagi di hiasi bulu mata lentik.
Perlahan Fatih melepas miliknya dari milik sang istri seperti milik Fatih benar-benar puas sampai menjadi jinak.
Fatih memutuskan membersihkan tubuhnya supaya fresh kembali. Sudah selesai Fatih segera memakai baju baru membangunkan Shofi.
"Sayang bangun!"
Ucap Fatih sambil mengelus wajah sang istri lembut.
Perlahan bulu mata lentik Shofi mengerjap pertanda Shofi sebentar lagi bangun.
"Sayang ayo bangun!"
"Dear ,,,"
Gumam Shofi serak dengan mata yang sudah terbuka sempurna.
"Mandi sayang!"
"Heem!"
Gumam Shofi sambil mengangguk lemah, Shofi merentangkan tangan membuat Fatih faham apa yang sang istri inginkan.
Fatih menggendong Shofi lalu membawanya kedalam kamar mandi.
"Berendam dulu sayang, supaya badannya kembali fresh!"
Fatih membantu memandikan Shofi bahkan Fatih yang menggosok dan mengeramasi Shofi sambil memijat-mijatnya.
Shofi merasa nyaman dengan pijatan sang suami sampai membuat Shofi memejamkan kedua matanya menikmati pijatan itu.
Fatih menghidupkan shower membersihkan tubuh sang istri sudah selesai Fatih mengambil jubah sang istri.
Shofi duduk di depan meja rias sedang Fatih keluar kamar guna membuat menu makan malam untuk mereka.
Sesekali Fatih yang menyiapkan untuk sang istri jangan Shofi mulu. Meratukan sang istri itu sebuah pahala yang sangat besar.
Lama Fatih tak kembali membuat Shofi harus menyusulnya. Shofi menuruni satu persatu anak tangga sambil menikmati desain rumah baru mereka.
Bahkan masih banyak kain putih yang menutupi dinding dan shopa.
Shofi mencium bau enak yang membuat perut nya seketika keroncongan.
Grep ...
Fatih tersenyum ketika sebuah tangan memeluk pinggangnya.
"Lepasin sayang, aku belum selesai masak!"
"Gak mau!"
Shofi malah semakin mengeratkan pelukannya dan mengikuti kemana langkah kaki Fatih melangkah.
Fatih menghentikan gerakannya karena sulit bergerak bebas. Seketika Fatih mengangkat tubuh sang istri di dudukan agak jauh dari kompor.
Shofi hanya tersenyum saja sesekali jahil menghalangi langkah Fatih dengan kedua kakinya.
__ADS_1
"Sayang,"
"Apa!"
Kekeh Shofi membuat Fatih menghela nafas pelan.
Shofi terus memerhatikan setiap gerakan Fatih yang begitu cekatan. Ah, kenapa Shofi mempunyai suami setampan ini bolehkah Shofi mengurungnya di kamar agar tak ada mata yang memandangnya selain dirinya.
Sudah selesai Fatih menatanya di meja makan.
"Sayang sini!"
Panggil Fatih tanpa menoleh karena sedang menyiapkan minum.
"Gendong!"
Fatih menghentikan gerakannya mendengar permintaan sang istri. Kenapa hari ini istrinya manja sekali. Namun dengan senang hati Fatih menggendong sang istri bahkan duduk di atas pangkuannya.
Plak ..
Shofi menepis tangan sang suami yang akan mengambil piring. Biar Shofi sekarang tugasnya menyuapi sang suami.
Aaa...
Dengan senang hati Fatih membuka mulutnya menerima suapan langsung dari tangan Shofi.
Ya, Shofi menyuapi suaminya dengan tangannya sendiri sesekali menyuapi dirinya sendiri.
Hari ini Shofi terlihat banyak makan mungkin karena lapar. Apalagi Shofi belum makan apa-apa setelah sampai di Jerman.
"Lapar sayang!"
"Iya!"
Jawab Shofi sambil mengangguk membuat Fatih terkekeh merasa gemas dengan tingkah sang istri.
"Habis ngajak dinas mulu di kasih makan tidak, beruntung tak pingsan!"
Ketus Shofi membuat Fatih tertawa lepas merasa gemas melihat wajah sang istri yang seperti itu.
"Malah tertawa ihh ,,"
Kesal Shofi membuat Fatih langsung mengecup bibir Shofi.
"Sudah makan, nanti tersedak!"
Tegur Fatih membuat Shofi mengerucutkan bibirnya.
"Jangan mancing sayang, itu bibir mau di lahap lagi!"
Shofi membulatkan matanya mendengar penuturan sang suami sampai refleks merapatkan bibirnya.
"Sudah lanjutkan makannya biar tenaganya kuat!"
"Dear!"
Ha .. ha ...
Tawa Fatih kembali pecah melihat ekspresi sang istri. Sungguh sangat lucu menggoda Shofi.
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1