Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 60 Rencana Davit


__ADS_3

Sial ...


Sial ...


Davit mengamuk ketika Shofi sudah pergi meninggalkan mansion dengan tatapan penuh kesakitan.


Bahkan Shofi pergi tanpa amarah di mana berarti Shofi sudah berada di titik terpuruk seolah sulit untuk Shofi meluapkan amarahnya lagi selain pergi meninggalkan kesakitan itu.


Angel hanya bisa menatap nanar suaminya. Rencana yang suaminya lakukan terlalu beresiko dan inilah akibatnya. Semuanya sudah terjadi dan tentu Shofi pasti sudah sangat kecewa pada Davit.


"Sayang, kamu tahukan bahwa ini semua demi Shofi!"


Angel hanya diam saja tak merespon ucapan sang suami. Walau Angel tahu, semua ini demi Shofi tapi rencana yang Davit lakukan sangat melukai hati Shofi.


Wajar jika Shofi kecewa dan marah pada Davit.


Davit tak menyangka jika Shofi akan semarah itu pada dirinya. Tapi ini harus Davit lakukan agar memancing Stephen keluar. Karena dengan kelemahan Shofi Davit yakin Stephen pasti akan keluar dari sarangnya tanpa Stephen sadari jika dia sudah masuk dalam perangkap Davit.


Ya, Davit sebenarnya sudah tahu penyerangan-penyerangan yang terjadi pada Shofi. Untuk itulah Davit menyusun rencana walau harus melibatkan yang lain dan tentu ada alasan kuat lain di balik ini semua.


Melihat bertubi-tubi masalah yang di hadapi Shofi membuat Stephen berpikir jika Shofi sedang tidak waspada. Dan, terbukti Stephen masuk kedalam jebakan Davit walau Davit harus melibatkan Fatih dan Philip.


Walau begitu semua orang tak tahu menahu tentang rencana Davit. Yang tahu hanya Angel dan Lucky saja.


Bukankah jika memancing harus menggunakan umpan yang berkualitas agar mendapat pancingan yang istimewa. Begitupun Davit memancing Stephen keluar dengan mengumpankan hubungan Fatih, Shofi, Philip dan Elsa.


Walau pada akhirnya Davit harus menyakiti mereka berempat dengan membuat ke-salah pahaman di antara mereka.


Entah siapa yang lebih parah di sini yang menjadi korban rencana Davit. Tentunya semuanya merasakan sakit yang teramat luar biasa.


Philip yang harus koma, Elsa yang harus drop kesehatannya. Fatih yang harus mengalami kecelakaan dan Shofi yang harus merasakan hancur atas semuanya.


Sungguh rencana yang sempurna begitupun dengan hasil yang sempurna di mana Davit berhasil mendapatkan Stephen kembali dan sekarang Stephen sudah kembali kedalam penjara bawah tanah yang di ciptakan Davit.


Flash back ...


Sebelum tertabraknya Philip ...


"Sayang aku tak setuju dengan rencana kamu?"


Protes Angel ketika baru saja pulang dari rumah sakit kini harus mendengar rencana gila sang suami.


Bagaimana Angel tidak kesal jika Davit merencanakan sesuatu yang membahayakan nyawa Philip dan juga Shofi.


"Jika terjadi sesuatu dengan Adikku aku tak akan memaafkan mu!"


"Sayang, percayalah. Shofi tidak akan kenapa-kenapa!"


"Ya, Shofi tak kenapa-kenapa tapi bagaimana dengan Philip nanti!"


Ketus Angel membuat Davit terdiam Begitupun dengan Lucky yang menundukkan kepala karena tahu resiko yang akan terjadi nanti.


"Keputusanku sudah bulat, kita akan melanjutkan rencana awal. Ini tinggal selangkah lagi, aku yakin Stephen akan keluar dari sarangnya!"

__ADS_1


"Orang-orang Stephen yang selalu memantau pergerakan Shofi mereka pasti akan bergerak cepat ketika melihat Shofi dan Fatih bertengkar,"


"Lucky siapkan ambulance, kita hanya butuh lima menit untuk menangani Philip ataupun Shofi!"


Angel hanya bisa menghela nafas kasar, ini terlalu beresiko untuk di lanjutkan. Namun, Angel bisa apa jika sang suami sudah memutuskan semaunya.


Walau Angel tahu di balik rencana bahaya itu mereka dapat memburu Stephen.


"Baik!"


Lucky langsung undur guna menjalankan misi dari sang taun walau Lucky tahu itu akan membahayakan sang adik. Namun, semua itu perintah yang harus Lucky jalankan karena Lucky percaya Davit tak akan membiarkan adiknya pergi.


Lalu Lucky memerintahkan anak buahnya untuk bersiap memantau gerak gerik anak buah Stephen yang memang selalu standby mengikuti kemanapun Shofi pergi.


Sedang Lucky sendiri sudah siap memegang kemudi ambulans. Lucky adalah mantan pembalap dan tentu Lucky di butuhkan agar mereka cepat sampai ke rumah sakit kemungkinan yang terjadi.


"Tuan, mereka bergerak!"


Lucky memejamkan kedua matanya ketika mendengar sambungan dari anak buahnya yang mengikuti anak buah Stephen.


Di mana anak buah Stephen menyeringai melihat target mereka keluar. Ini kesempatan bagi mereka menjalankan misi untuk membunuh Shofi.


Jika mereka berhasil maka mereka akan mendapat bayaran besar.


Dengan kencang anak buah Stephen menginjak pedal gas dengan senyum mengembang di bibir mereka.


"Mati!"


Brak ....


"Sial, lagi-lagi bocah ingusan itu menggagalkan rencana kita,"


"Cepat kabur, sebelum mereka menyadari kita!"


Bentak bos dari anak buah Stephen langsung kabur dari tempat kejadian.


Namun, tanpa mereka sadari anak buah Davit mengejar mereka karena Davit yakin mereka pasti akan langsung pergi ke tempat di mana Stephen berada.


Dan, benar saja dugaan Davit jika para cecunguk itu pergi menuju markas di mana Stephen berada.


"Cih, ternyata kau bersembunyi di sini!"


Cetus Davit menyeringai langsung turun dari mobil bersama anak buahnya guna menyerang Stephen. Karena ini waktu tepat menyerang Stephen ketika Stephen lengah.


Dorr ...


Satu tembakan melayang mengenai lengan Stephen yang sedang marah-marah karena lagi-lagi anak buahnya gagal menjalankan misi.


Stephen terkejut jika markasnya di serang tiba-tiba.


Bahkan Stephen dan para anak buahnya tak bisa berkutik ketika mereka sudah di kepung dengan senjata yang di todongkan.


"Apa kabar pengacau!"

__ADS_1


Deg ...


Stephen membulatkan kedua matanya melihat Davit berada di hadapannya.


Sial!


Kenapa bisa Stephen mempunyai anak buah yang begitu bodoh dan to**l.


"Bagaimana sudah selesai berpetualang nya!"


Bugh ..


Davit meninju Stephen sampai Stephen tersungkur karena belum sempat menghindar .


"Cih kabur dari penjara, maka akan ku tunjukan penjara yang sesungguhnya!"


Bugh ...


Sekali lagi Davit meninju Stephen bahkan sampai Stephen tak sadarkan diri saking kuatnya tinjuan Davit.


"Dasar lemah, Cih. Seret dia!"


Perintah Davit pada anak buahnya dengan aura kelam.


Begitupun anak buah Stephen di seret paksa oleh Davit untuk mengikuti dia.


Jika misi Davit sudah selesai maka giliran Lucky yang sedang bergerak membawa Philip ke rumah sakit.


Lucky hanya bisa diam dengan kecemasan, panik yang menggebu. Sedingin-dinginnya Lucky, Lucky tetap sang kakak yang sangat menyayangi Philip.


Namun, Lucky berusaha untuk fokus membawa mobil hingga sampai mobil di rumah sakit.


Tangisan Shofi, dan Cherry membuat Lucky hanya diam dengan tatapan dinginnya. Sedang Elsa terlihat diam dengan tatapan kosong, Elsa masih shok dengan apa yang terjadi pada Philip.


Flash back On ....


.


"Aku tahu, tapi aku tak bisa membantu kamu menjelaskan pada Shofi apa yang sebenarnya terjadi!"


Ucap Angel dingin karena Angel tahu sifat Shofi bagaimana.


Shofi akan diam dan menghilang jika sudah merasa di titik terendahnya di kecewakan oleh orang yang Shofi sayangi.


Karena Shofi merasa sudah tak ada tempat lagi bagi dia di keluarga dirinya sendiri.


Davit hanya diam saja mendengar penuturan sang istri.


Ini resiko terakhir yang harus Davit terima, namun pada dari itu Davit senang jika hidup Shofi tidak dalam bahaya lagi. Davit berjanji setelah ini hanya akan ada kebahagian yang adiknya terima.


Namun pada dari itu ada sesuatu yang harus Shofi tahu tentang Stephen dan biar Shofi sendiri yang menghukum Stephen.


Bersambung ....

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...



__ADS_2