
Emmz ...
Gumaman berat terdengar di bibir Fatih, perlahan Fatih membuka kedua matanya. Rasanya badan Fatih terasa berat sekali dan sakit di sekujur tubuhnya.
Hawa dingin membuat Fatih tak nyaman, bagaimana Fatih nyaman jika Fatih tidur di lantai tepat di depan pintu kamar Shofi.
"Sayang!"
Panggil Fatih sambil mengedarkan pandangannya.
Deg ...
Fatih terkejut ketika baru sadar jika ia tidur di lantai yang artinya Shofi memang benar-benar tak ada.
Dengan cepat Fatih bangkit guna memastikan apa benar Shofi tak ada atau ini hanya mimpi Fatih saja.
Akhh ...
Fatih meringis kesakitan tetkala berjalan bagaimana Fatih tidak kesakitan jika telapak kakinya kemaren Fatih gunakan berjalan jauh. Bahkan kaki Fatih terlihat bengkak dan memerah.
Rasa panik kembali menghantui Fatih, apa benar mimpi itu jadi kenyataan jika Shofi benar-benar pergi meninggalkannya.
Dengan cepat Fatih keluar menuju unit apartemen nya guna membersihkan tubuh dan mengganti pakaian.
Fatih harus mencari Shofi, Fatih tak akan pernah membiarkan Shofi pergi lagi dari hidupnya.
Tak peduli dengan rasa sakit di telapak kakinya dan sekujur badannya Fatih bersiap memakai baju ketika sudah selesai membersihkan diri.
Sekarang Fatih terlihat gagah kembali tidak berantakan seperti kemaren.
Fatih mengambil kunci motor karena mobil Fatih masih ada di rumah sakit namun Fatih tak ingat di mana kunci mobilnya.
Sang resepsionis dan sekuriti menunduk ketika melihat Fatih terlihat buru-buru keluar. Mereka pikir Fatih akan marah pada mereka dengan apa yang mereka lakukan kemaren melihat bagaimana tampang Fatih yang mengeras.
Nyatanya Fatih melewati mereka begitu saja seolah memang urusan Fatih bukan mereka.
Tujuan Fatih saat ini adalah mansion Damaresh Fatih berharap Shofi ada di sana.
Dengan kecepatan penuh Fatih membawa kuda besinya. Hati Fatih terus berdebar tak menentu dengan perasaan cemas dan panik.
Fatih berharap semua baik-baik saja tak ada yang terjadi.
Sesudah sampai di mansion Damaresh Fatih menyembunyikan klakson berkali-kali berharap gerbang mansion terbuka. Walaupun terbuka otomatis tapi itu untuk kendaraan yang sudah terhubung dengan perancangan bukan kendaraan tak ter-kenali statusnya.
"Buka!!!"
"Shofi!!!"
"Shofie!!"
Teriak Fatih membuat keributan walau Fatih tahu sekuat apapun berteriak Shofi tak akan mendengar karena jarak gerbang dan pintu utama sangatlah jauh.
Para bodyguard yang berjaga hanya diam saja tak peduli dengan teriakan Fatih.
"Maaf tuan, di luar tuan muda Al-biru memaksa masuk!"
Lapor salah satu bodyguard membuat Davit menghentikan sarapannya.
Pagi-pagi seperti ini Fatih sudah membuat kekacauan tapi hal itu hal yang di tunggu oleh Davit. Karena Davit sudah tahu kalau Fatih pasti akan mencari Shofi ke mansion dan artinya di apartemen Shofi tidak ada.
"Biarkan dia masuk!"
Sang bodyguard mengangguk patuh lalu undur meninggalkan Davit melanjut sarapan lagi.
__ADS_1
Angel yang mengerti akan situasi langsung membawa putranya pergi dari ruang makan.
Angel menyerahkan semuanya pada sang suami Angel yakin apa yang Davit lakukan semuanya demi kebaikan Shofi walau cara yang Davit lakukan Angel juga tak akan membenarkan nya karena rencana Davit sudah membuat Philip koma bahkan sampai sekarang Philip masih belum sadar dan keadaan Elsa juga lemah.
Semuanya sudah terjadi tak bisa di ulang lagi yang ada hanya perbaiki dan menjelaskan semuanya. Karena masih ada beberapa rahasia yang harus Shofi tahu setelah itu Davit akan menyerahkan keputusannya pada Shofi.
Apa Shofi masih marah atau tidak dan apa Shofi mengerti atau tidak. Walau Davit tak bisa menampik jika wajar kalau Shofi kecewa padanya karena Shofi sangat percaya pada Davit dan sangat menyayangi Davit.
Namun apa yang Davit lakukan benar-benar membuat Shofi terluka bahkan Shofi sudah merasa lelah dengan hidup ini.
"Di mana Shofi?"
Tanya Fatih to the point karena Fatih tak suka berbasa-basi.
"Menurut mu!"
"Di mana dia, cepat katakan?"
Bentak Fatih menatap tajam pada Davit yang terlihat santai.
"Shofi ... kamu di mana sayang Shofi!!"
Teriak Fatih menggeledah mansion Damaresh yang begitu luas.
Davit membiarkan saja Fatih mencari Shofi bahkan sampai membuat kegaduhan. Tapi Fatih tak menemukan Shofi sama sekali membuat Fatih semakin panik dan cemas takut jika mimpinya jadi kenyataan.
Tidak!
Itu tak boleh terjadi, Shofi miliknya akan tetap menjadi miliknya sampai kapanpun.
"Kau pasti tahu di mana dia berada, cepat katakan!"
Bentak Fatih dengan mata mulai memerah menatap tajam Davit yang masih terlihat tenang.
Bentak Fatih lagi sambil mencengkram kerah baju Davit.
Davit mengibaskan tangannya mengisyaratkan pada anak buahnya untuk diam di tempat jangan ikut campur.
"Di mana Shofi di mana dia!"
Bugh ...
Fatih meninju wajah tampan Davit dengan sangat kuat membuat Davit langsung tersungkur.
"Katakan di mana Shofi!"
"Dia pergi!"
Deg ...
Seketika tubuh Fatih membeku mendengar kata pergi. Apa benar Shofi pergi meninggalkannya lagi.
Tidak!
Itu tak boleh terjadi Fatih akan mencari Shofi walau ke ujung dunia sekalipun.
Fatih menatap nanar Davit dengan hati yang bergemuruh. Rasanya dada Fatih sesak sekali, lantas apa yang harus Fatih lakukan sekarang.
"Bohong!"
Ketus Fatih menggeleng kuat seolah tak percaya dengan apa yang Davit katakan.
Semuanya pasti bohong Shofi tak mungkin meninggalkannya, tidak!
__ADS_1
"Terserah mau percaya atau tidak yang pasti Shofi tak ada di sini!"
Cetus Davit menyeringai membuat Fatih mengepalkan kedua tangannya kuat.
"Kau memang kakak tak berguna, jika terjadi sesuatu padanya aku tak segan menghabisi mu!"
Ancam Fatih lalu pergi meninggalkan mansion Damaresh dengan perasaan was-was.
Davit terpaku mendengar ancaman Fatih yang terlihat serius membuat Davit bergidik ngeri. Tapi itulah Davit seolah takut namun bibir Davit menyeringai iblis seolah itulah yang Davit mau.
"Sayang kamu di mana?"
Gumam Fatih sepanjang jalan mencari Shofi bahkan tempat-tempat yang sering Shofi kunjungi Fatih cek kesana namun hasilnya nihil.
"Aku tak akan memaafkan mu jika kau melakukan hal itu. Aku membenci mu!"
Fatih sungguh sangat prustasi dengan semua ini kenapa Shofi tega melakukan ini pada Fatih.
Akhhh ...
Jerit Fatih melepaskan kesesakan di dadanya berharap rasa sesak itu menghilang.
Fatih melajukan motornya dengan kecepatan penuh dengan tujuan yang Fatih sendiri tak tahu kemana dia mencari.
Hati Fatih sedang kacau membuat pikiran Fatih tak bisa di ajak tanang.
Sampai di mana Fatih memberhentikan motornya di sebuah tempat yang baru Fatih lihat. Tempat bagi peristirahatan umat manusia kembali pada Tuhannya.
Bagaimana bisa Fatih membawa motornya ke pemakaman. Hati dan pikiran yang kacau membuat Fatih tak sadar kemana tempat yang harus ia tuju.
Namun tempat pemakan terlihat tenang dan damai membuat Fatih memilih duduk sejenak mengistirahatkan hati dan pikirannya.
Shiuhhh ...
Semilir angin menerpa wajah Fatih membuat Fatih memejamkan kedua matanya kuat.
Di mana kamu ...
Tolong jangan buat aku merasa hancur kembali...
Jerit batin Fatih sambil membuka kedua matanya.
Huh ...
Fatih menghembuskan nafas kasar lalu berniat pergi dari tempat pemakan guna mencari Shofi kembali.
Fatih menghentikan motornya ketika ada sesuatu yang janggal.
Fatih berbalik melihat punggung seseorang yang berjalan gontai. Fatih yakin itu adalah Shofi ya itu Shofi, Fatih kenal dengan pundak itu.
"Shofi!"
Deg ...
Shofi menghentikan langkahnya ketika mendengar suara Fatih memanggilnya. Bagaimana bisa ada suara Fatih bukankah Fatih berada di rumah sakit.
Shofi merasa itu hanya halusinasi dia saja karena sedang merindu.
"Shofi!"
Duarr ...
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...