Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 103 F2 (RYT) Ikatan batin


__ADS_3

Indonesia ...


Entah kenapa hari ini Mentari sangat rewel sekali. Tak bisa di tenangkan oleh siapapun. Entah karena haus atau pup, tapi ketika semuanya di cek dan di periksa tak ada yang aneh dengan Mentari.


Saking takutnya semua orang memanggil Dokter tapi tak terjadi apa-apa bahkan perut Mentari tak masuk angin juga.


Entah apa yang membuat Mentari seperti itu kenapa bisa menangis tanpa henti bahkan tak ada yang bisa menenangkannya.


Bahkan Queen sekali pun tak bisa menenangkan Mentari. Tak biasanya mentari menangis seperti ini seperti orang kesakitan.


Fatih dan Shofi yang baru sampai di mansion Prayoga menatap heran. Pasalnya banyak sekali mobil dan Fatih hapal benar siapa pemiliknya.


Semakin dekat tangisan Mentari semakin terdengar membuat Shofi tiba-tiba memegang dadanya kuat.


Deg ...


Shofi menghentikan langkahnya sambil meremas dadanya kuat membuat Fatih juga menghentikan langkahnya.


"Sayang kamu kenapa?"


Tanya Fatih aneh melihat sang istri yang hanya diam. Shofi tak mendengarkan pertanyaan Fatih.


Tangisan Mentari semakin terdengar membuat Shofi langsung berlari masuk kedalam mansion Prayoga.


Brakkk ...


Semua orang berbalik ketika mendengar suara pintu di buka. Semua orang terdiam melihat siapa yang datang. Mereka sangat terkejut dengan kedatangan Shofi pasalnya Fatih tak memberitahu jika dia akan berkunjung.


Mata Shofi terpaku pada baby mungil yang terus menangis di gendongan Queen. Perlahan Shofi melangkah bahkan tak memperdulikan suaminya yang terus memanggil.


Mata dan pikiran Shofi hanya tertuju pada Mentari saja bahkan yang lainpun tak Shofi lirik.


Shofi seolah terhipnotis oleh sesuatu yang menarik dirinya untuk mengambil Mentari dari gendongan Queen.


Tanpa kata Shofi menggendong nya sambil mengelus-elus pelan punggung Mentari.


Ajaib!


Ini sungguh ajaib, Mentari langsung terdiam di gendongan Shofi seolah Mentari merindukan rasa pelukan ini.


Shofi berjalan entah sadar atau tidak dia masuk kedalam kamar tepat di mana itu kamar Mentari.


Seolah Shofi tahu jika itu kamar Mentari padahal Shofi baru berkunjung.


Semua orang nampak bengong melihat keajaiban tersebut. Bagaimana bisa Shofi yang orang lain tapi bisa membuat Mentari diam dalam satu dekapan.


Bahkan Mentari tertidur di pelukan Shofi, perlahan Shofi membaringkannya dengan Shofi juga ikut berbaring menepuk-nepuk bokong Mentari. Seolah Shofi adalah ibu Mentari.


Tes ...


Tanpa Shofi sadari ia meneteskan air mata melihat baby mungil yang terlelap dalam pelukannya. Sungguh rasanya rindu itu telah terobati.


Fatih menutup pintu kamar Mentari dengan pelan. Fatih menghampiri sang istri, keberadaan Fatih tak di sadari oleh Shofi karena mata dan pikiran Shofi terpaku pada Mentari yang sedang tertidur.


"Sayang!"

__ADS_1


Shofi terkejut ketika Fatih tiba-tiba ada di hadapannya sambil menghapus air mata yang keluar dari pelupuk matanya.


"Dear,"


"Tak apa,"


Fatih memelankan suaranya ketika Mentari menggeliat menyusup pada dada Shofi seolah Mentari tak mau jauh dari Shofi.


"Sutt, sayang mommy ada di sini!"


Deg ...


Fatih terkejut mendengar apa yang sang istri ucapkan. Bagaimana bisa sang istri berkata seperti itu.


Namun Fatih hanya diam saja tak berani berkata apa-apa lagi.


Fatih mengecup kepala Shofi lalu memilih keluar dari kamar tersebut.


Semua keluarga nampak berkumpul di ruang keluarga.


Fatih melihat satu persatu orang-orang yang ada di sana.


"Bagaimana kak, apa Mentari baik-baik saja?"


Tanya Queen pada Fatih dengan raut cemas dan panik terlihat jelas bukan hanya di wajah Queen saja melainkan semuanya.


"Mentari baik-baik saja, dia tidur di pelukan Philo!"


Semua orang bernafas lega mendengarnya walau di balik kelegaan itu mereka bertanya-tanya bagaimana bisa Shofi menenangkannya.


"Kami tak tahu, tiba-tiba saja Mentari menangis ketika bangun tidur. Kami pikir mentari pup atau haus tapi ketika kami periksa tak terjadi apa-apa. Tak seperti biasanya Mentari seperti itu, bahkan kami sangat Shok dengan kehadiran kalian dan Mentari bisa diam di gendongan Shofi!"


Fatih terdiam mendengar seksama penjelasan dari semuanya.


Ini aneh sangat aneh seolah di diri Shofi ada Amira di sana.


Lama mereka berbincang-bincang tak lama Shofi keluar dengan kebingungannya kenapa banyak orang sekali.


Shofi melihat Elsa yang hanya diam di ujung shopa sana.


"Sayang,"


Shofi berhambur memeluk Queen dengan perasaan bingung nya karena semua orang menatap dirinya.


"Bagaimana kabar Bunda, Bunda terlihat kurusan?"


"Alhamdulillah bunda baik sayang,"


Shofi mencium tangan satu persatu keluarga besar sang suami.


"Mama!"


Melati memeluk erat Shofi halnya pada putrinya sendiri.


Shofi menatap sendu semua, Shofi tak tahu jika mereka akan berkumpul di sini.

__ADS_1


Padahal rencananya sudah melihat Mentari Shofi baru akan pergi ke mansion Al-biru. Tapi nyatanya semua berkumpul di sini.


"Bagaimana bisa kamu menenangkan Mentari, nak?"


Tanya Melati masih terkejut dengan apa yang di lakukan Shofi terhadap cucunya.


"Aku tak tahu mah, aku sangat merindukan Mentari hingga aku berkunjung ke sini!"


Jelas Shofi karena memang itu yang di rasakan Shofi. Sebuah Rindu yang tak bisa Shofi jelaskan juga.


Semua orang saling tatap satu sama lain merasa heran dengan ucapan Shofi.


Kenapa Shofi bisa memiliki ikatan itu, bagaimana bisa.


"Ada apa, kenapa Mentari bisa menangis seperti tadi?"


Kini Shofi yang bertanya karena masih penasaran kenapa keponakannya bisa menangis seperti itu.


Semua orang terdiam karena bingung harus menjelaskannya bagaimana. Karena itu secara tiba-tiba saja.


Tak mungkinkah Mentari menangis karena suatu kebetulan.


"Sudah sayang, kamu pasti cape. Istirahat lah dulu!"


Ujar Queen memecah keheningan membuat Shofi tersenyum kaku.


"Sayang, bunda benar kita istirahat ya!"


"Boleh di kamar Mentari?"


Semua orang langsung mengangguk tanpa bicara lebih.


Shofi tersenyum kembali ke kamar Mentari di ikuti Fatih. Sedang Elsa, Melati membawanya ke ruang tamu.


Seperti nya keluarga besar akan berkumpul di mansion Prayoga.


Mereka membiarkan Shofi menjaga Mentari seperti nya mentari benar-benar merindukan sosok ibu.


Sungguh gadis malang, bagaimana bisa nasibnya seperti itu. Bahkan di usianya yang baru lahir Mentari tak merasakan belayan seorang ibu ataupun ayah.


Entah bagaimana besarnya nanti, apa Mentari akan tubuh baik-baik saja atau sebaliknya.


Melati dan Jek berharap cucu akan tumbuh baik-baik saja.


Di dalam kamar Shofi merebahkan tubuhnya di samping Mentari dengan Fatih di sisi lain Mentari. Mereka terlihat seperti kedua orang tua Mentari yang sesungguhnya.


Apa ini yang di inginkan Amira melihat putrinya di asuh di bawah pengawasan adik sepupu nya dan sahabatnya.


Entah kenapa Amira memilih Shofi yang menjaga Mentari suatu hari nanti. Padahal masih ada kedua orang tuanya!


Itu masih menjadi tanda tanya besar bagi Shofi sendiri yang tak bisa Shofi pecahkan.


Sedang Elsa merasa lega karena bisa merebahkan tubuhnya di tempat yang nyaman setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang.


Bersambung ....

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2