Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 98 F2 (RYT) Honeymoon


__ADS_3

Di sepanjang jalan Shofi terus saja memeluk sang suami bahkan tak mau terlepas sedikitpun.


Karena Shofi tahu mungkin mereka akan di sibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Sebelum mereka sibuk Shofi ingin terus menghabiskan waktu dengan sang suami.


Senyuman indah tak luntur di bibir Shofi sambil menatap sang suami penuh cinta. Bagaimana Shofi tak bahagia jika sang suami memberikan kado honeymoon ke California.


Salah satu tempat yang ingin Shofi kunjungi dari dulu. Entah dari mana Fatih bisa tahu jika Shofi ingin berkunjung ke sana.


"Apa kamu bahagia sayang?"


"Sangat!"


Jawab Shofi cepat membuat Fatih tersenyum geli.


Fatih melajukan mobilnya cepat sampai di mana mereka berhenti tepat di sebuah villa yang begitu besar tak jauh dari pantai.


Fatih keluar dari mobil lalu membuka pintu bagian sang istri.


Fatih menggendong sang istri bahkan tak membiarkan Shofi berjalan sedikitpun.


"Istirahat lah, kamu pasti cape!"


"Aku mau berkeliling!"


"Ya sudah!"


Fatih membiarkan Shofi berkeliling sedang ia sendiri memutuskan mandi.


Tak membutuhkan waktu lama Fatih selesai dengan ritual mandinya namun Fatih tak menemukan sang istri di kamar.


Fatih keluar guna mencari sang istri, Fatih tersenyum ketika melihat sang istri sedang berdiri di balkon sambil menatap ke hamparan laut sana.


Grep ...


Shofi memejamkan kedua matanya tetkala mencium aroma sabun dari sang suami. Aroma yang begitu Shofi sukai.


Shofi berbalik guna melihat wajah sang suami sambil mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh Fatih.


Sedang tangan Fatih berada di kedua sisi pinggang Shofi.


"Sudah kelilingnya?"


"Iya, aku sangat menyukai tempat ini!"


"Syukurlah kalau sayang suka!"


"Aku akan selalu suka jika bersama kamu!"


Fatih tersenyum cerah mendengar jawaban sang istri.


"Mandilah, terus istirahat!"


"Hm,"


Fatih menggendong sang istri langsung membawanya kedalam kamar mandi. Ternyata Fatih sudah menyiapkan air di dalam bathtub dengan aroma terapi.


"Bukain!"


Rengek Shofi membuat Fatih terdiam sejenak lalu tersenyum sambil mencolek hidung mancung Shofi.


"Nakal!"


Shofi hanya terkekeh saja membiarkan Fatih membuka bajunya. Tak ada rasa malu sedikit pun di hati Shofi.


Toh apa yang di lakukan bukankah Fatih suaminya. Bahkan yang ada dapat pahala menyenangkan suami.


"Sudah, cepat mandi!"


"Kiss dulu!"


Dengan senang hati Fatih mencium bibir Shofi, bukan hanya sebatas bertemu namun Fatih memainkannya agar sang istri senang.


Sebenarnya bisa saja Fatih menerkam sang istri namun Fatih masih bisa menahannya. Karena masih ada kejutan yang harus Fatih berikan pada sang istri.

__ADS_1


"Sudah, sekarang mandi ya!"


"Mandikan!"


Fatih terdiam sungguh ini godaan yang sangat berat bagi Fatih.


Shofi terus saja menampakkan senyumannya menggoda sang suami. Seberapa kuat Fatih menahannya karena dari kemaren Fatih belum meminta haknya.


Fatih tersenyum lembut, Fatih tahu sang istri hanya menggodanya saja. Namun sekuat tenaga Fatih harus menahannya karena Fatih ingin memiliki Shofi seutuhnya dengan caranya sendiri.


Shofi hanya bisa mengulum senyum melihat sang suami memandikannya tanpa berbuat lebih. Ternyata Fatih benar-benar kuat menahannya bagaimana jika Shofi di terkam sekuat apa nanti seperti Shofi akan pingsan.


Fatih benar-benar lulus ujian sampai selesai memandikan Shofi bahkan memakai kan bajunya pula.


Hanya ada ciuman di antara mereka tak lebih dari itu.


"Kita istirahat ya!"


"Hm,"


Akhirnya Shofi menyerah juga menggoda Fatih karena sekuat apapun Shofi menggoda Fatih tetap bisa menahannya.


Shofi memeluk erat Fatih seolah takut Fatih akan pergi ketika ia tidur.


Tak membutuhkan waktu lama keduanya tertidur. Mungkin karena terlalu lelah menempuh perjalanan yang cukup panjang.


Entah berapa lama mereka tidur yang pasti Shofi terkejut ketika bangun sudah tak ada Fatih di sampingnya.


"Dear!"


Panggil Shofi menyibak selimut nya lalu turun dari ranjang.


"Dear!"


Teriak Shofi lagi namun tak ada sahutan dari Fatih membuat Shofi panik kemana perginya sang suami.


Bahkan di kamar mandi pun tak ada membuat Shofi berlari keluar kamar.


"Dear!"


Panggil Shofi lagi mencari-cari keberadaan Fatih namun di ruang keluarga juga tak ada.


Shofi langsung berbalik ketika mendengar suara pintu terbuka. Nampaklah Fatih muncul dari luar. Shofi langsung berlari kearah Fatih membuat Fatih terkejut.


Grep ...


Dengan cepat Fatih menahan Shofi agar tak jatuh dari gendongannya.


Shofi memeluk Fatih erat seperti koala membuat Fatih keheranan dengan tingkah istrinya.


"Kenapa sayang?"


"Aku pikir kamu pergi, kenapa tak bilang-bilang!"


Kesal Shofi masih memeluk Fatih membuat Fatih terkekeh.


"Maafkan aku, tadi aku keluar bicara sama bodyguard!"


"Sudah jangan nangis, mana mungkin aku meninggalkan kamu!"


"Sekarang mandi lagi ya!"


"Hm,"


Fatih membawa Shofi ke kamar lalu menurunkan nya di dalam kamar mandi.


"Apa harus aku juga yang membukanya?"


"Tidak!"


Ketus Shofi tak mau, karena percuma Fatih tak akan melakukan hal apapun.


Fatih hanya terkekeh saja lalu meninggalkan Shofi sendirian di kamar mandi. Entah kenapa Shofi bertingkah manja tak seperti biasanya.


Tak membutuhkan waktu lama Shofi selesai dengan ritual mandinya.

__ADS_1


Shofi keluar lagi-lagi tak mendapati Fatih di kamar. Namun Shofi melihat sebuah gaun yang tertata rapi di atas ranjang.


Pakailah sayang, aku tunggu di luar!


Shofi tersenyum membaca note yang Fatih tulis. Entah kapan Fatih mempersiapkan semuanya bahkan gaun yang Fatih pilih sangat cocok di badan Shofi.


Shofi menatap pantulan dirinya di depan cermin.


"Cantik!"


Gumam Shofi memuji dirinya sendiri sambil tersenyum.


Shofi berjalan anggun keluar dari kamar dengan hati yang berdebar.


Fatih berbalik mendengar suara langkah kaki mendekat.


Deg ...


Fatih terpaku melihat penampilan sang istri yang begitu cantik sangat cantik sekali. Gaun yang Fatih pilihkan ternyata cocok di badan sang istri.


Fatih tersenyum lalu mengulurkan tangan dengan senang hati Shofi menyambutnya.


"Kita mau kemana dear?"


Tanya Shofi sambil mengalungkan lengannya pada leher kokoh Fatih.


"Suatu tempat, tapi kamu harus pakai ini!"


Ucap Fatih sambil memperlihatkan kain hitam membuat Shofi tersenyum.


Fatih memakaikan kain hitam tersebut menutupi mata Shofi perlahan Fatih menggendong sang istri menuju mobil.


Shofi hanya diam saja tak banyak bicara menunggu kemana Fatih akan membawanya.


Fatih memerkirakan mobilnya tepat di bibir pantai.


Karangan bunga dan lilin berjajar membentuk jalan.


Fatih menuntun sang istri tepat di depan gerbang karangan Bunga. Tak luput di hiasi lampu yang begitu cantik.


"Sudah sampai, Dear!"


Deg ...


Shofi terpaku ketika Fatih tiba-tiba membuka penutup wajahnya.


Kapan sang suami mempersiapkan ini semua, sungguh ini makan malam begitu indah.


"Dear ,,"


Lilir Shofi berkaca-kaca menatap sang suami penuh cinta.


Fatih tersenyum lalu menggandeng tangan sang istri menuju sebuah meja yang sudah di penuhi berbagai makanan.


Fatih mempersilahkan sang istri duduk dengan anggun Shofi duduk di kursi yang sang suami sediakan.


Sungguh Shofi tak menyangka jika Fatih akan. seromantis ini memperlakukan dirinya. Bahkan pantai ini begitu sepi hanya ada mereka berdua.


Apa Fatih sengaja memboking tempat ini sungguh wanita mana yang tak terkesan dengan semuanya.


Shofi benar-benar bahagia sangat bahagia dengan semua ini. Tak henti-hentinya ungkapan cinta keluar dari bibir keduanya.


Menikmati makan malam romantis di tempat yang Shofi impikan.


Sungguh ini sangat luar biasa keren baru kali ini Sofi merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.


"Terimakasih, Dear!"


"Masih ada kejutan lagi sayang!"


"Apa?"


"Tuh!"


Deg ...

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2