Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 68 Kamu bukan Philo ku yang lemah!


__ADS_3

Fatih menggandeng tangan Shofi dengan sangat erat seolah takut Shofi terlepas.


Sesudah menyelesaikan drama paginya dimana Shofi mencari-cari gelang kini Shofi dan Fatih sudah berada di rumah sakit guna menjenguk Elsa dan Philip.


Shofi bergelayut manja di lengan kekar Fatih dengan senyum mengembang di bibirnya.


Namun, seketika senyuman itu lenyap ketika melihat siapa yang di depan saja. Wajah yang tadinya cerah seketika berubah menjadi mendung dan datar.


Kenapa harus bertemu sekarang di saat hati Shofi belum bisa tenang.


Fatih menghentikan langkahnya ketika Shofi berhenti. Fatih faham apa yang membuat Shofi menghentikan langkahnya.


Perlahan langkah Shofi mundur tak mau meneruskan langkahnya walau kamar rawat Philip sudah di depan matanya.


"Dek tunggu!"


Teriak Davit mengejar Shofi yang berlari menghindarinya. Namun, langkah Davit terhenti ketika Fatih menghalanginya.


"Lepas, dek tunggu, semua ini tidak seperti yang kamu pikirkan, Dek!!"


Teriak Davit namun Shofi tak mendengarkannya. Shofi terus berlari menjauh sampai menghilang di pandangan Davit.


Davit menatap tajam Fatih yang terlihat tenang tidak seperti biasanya. Namun, detik berikutnya Davit menyeringai menatap Fatih.


"Bagus jika kau sudah mengingat semuanya?"


Ucap Davit tenang sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku celana.


"Saya tak tahu tentang apa yang terjadi sebelumnya. Dari dulu saya menghormati anda tuan Davit Anggara. Saya hanya mohon biarkan Philo menenangkan hatinya dulu. Saya yakin Philo hanya sedang dalam masa kecewa terlebih anda sudah menghapus tentang saya di hidupnya!"


Ucap Fatih tenang walau sebenarnya Fatih juga kesal dengan apa yang Davit lakukan. Namun, Fatih masih menghormati Davit sebagai kakak Shofi.


"Saya tak tahu alasan apa kenapa anda menghapus koneksi Philo selama ini sampai Philo semarah itu. Padahal anda adalah orang yang sangat Philo percaya,"


"Di masa lalu saya mengenal anda sosok kakak yang begitu melindungi Shofi dari kejaran musuh. Tapi, sekarang kenapa anda malah menyakitinya apa ada alasan lain atau masih dengan alasan yang sama?"


Davit tersenyum tipis mendengar setiap kalimat yang Fatih ucapkan. Karena apa yang Fatih ucapkan tepat sasaran. Semuanya benar, namun mereka harus tahu jika bukan hanya Davit saja yang terlibat dalam hal ini.


"Alasannya ada pada Papa kamu!"


Deg ...


Fatih terdiam dengan perasaan tak menentu kenapa Davit membawa-bawa sang papa.


Sungguh Fatih tak mengerti dengan drama ini.


"Papa, apa maksudnya!"


"Akan ku jelaskan jika kau mampu membujuk Shofi mau bicara dengan ku!"


Ucap Davit menyeringai berlalu pergi begitu saja meninggalkan Fatih yang di buat bingung. Kenapa nama sang papa di bawa-bawa bukankah ini masalah Shofi dan Davit kenapa harus melibatkan sang papa.


Aku takut semuanya sudah berubah terbukti selama ini keluarga kamu tak ada satupun yang menceritakan tentangku.

__ADS_1


Fatih mengepalkan kedua tangannya erat ketika mengingat ucapan Shofi. Apa memang sang papa ada keterlibatan dengan semua ini.


Jika iya, apa alasannya kenapa semuanya begitu membingungkan bagi Fatih.


Fatih memutuskan pergi guna mencari Shofi, seperti nya Fatih harus membujuk Shofi untuk bicara agar Fatih tahu apa maksud dari perkataan Davit tadi.


Tak henti-henti Fatih menelepon Shofi namun tak satupun panggilannya yang di angkat. Entah harus kemana Fatih mencari Shofi sedang Fatih yakin Shofi tidak mungkin pulang ke apartemen.


Makam!


Satu nama itu terlintas di ingatan Fatih, Fatih yakin Shofi berada di pemakaman yang kemaren.


Fatih langsung membelokan mobilnya menuju pemakaman yang kemaren berharap Shofi ada di sana.


.


"Mom, Dad, kenapa kakak sangat jahat hiks ..,"


Isak Shofi di depan makam kedua orang tuanya.


Di sinilah tempat mengadu Shofi, hanya kepada kedua orang tuanya Shofi bisa mengadu. Tempat pulang ketika Shofi rapuh, tempat curhat ketika Shofi sedih.


Shofi meluapkan semua isi hatinya dengan segala kesakitan yang dia rasa.


"Apa kakak sudah tak menyayangi Philo lagi, kenapa dia berubah!"


"Ini sangat sakit mom, sakit hiks ..,"


Shofi menyandarkan kepalanya di tembok nisan sang Mommy dengan air mata yang tak hentinya keluar.


"Mom, Dad, bolehkah saya menemani putri kalian!"


Deg ...


Shofi terkejut ketika mendengar suara Fatih, bagaimana bisa Fatih mengetahui keberadaan dirinya. Sedang tak ada satu orangpun yang tahu ketika Shofi sedih Shofi pasti akan ke makam kedua orang tuanya.


Shofi mengangkat kepalanya menatap Fatih yang berdiri di depannya sambil tersenyum tipis.


Fatih berjongkok menghapus air mata yang membasahi pipi Shofi dengan kedua ibu jarinya.


"Menangis lah di pelukanku, jangan pernah lari mencari tempat lain!"


Shofi bukannya berhenti malah semakin terisak sambil memeluk Fatih. Bagaimana Shofi tidak jatuh cinta jika Fatih selalu mengerti apa yang ia butuhkan.


Fatih nya telah kembali ia benar-benar telah kembali seperti dulu.


Yang selalu membawa Shofi dari bahaya, melindunginya dari ancaman itulah Fatih nya Shofi.


"Menangis sekarang ada aku!"


Fatih memejamkan kedua matanya dengan tangan mengepal erat. Apa selama ini Shofi selalu seperti ini ketika dia rapuh. Fatih tak bisa membayangkan bagaimana hari-hari yang Shofi lalui. Pasti banyak kesakitan yang sudah Shofi alami, apa Shofi masih dalam bahaya seperti dulu atau semuanya sudah berubah.


Dulu Shofi gadisnya yang kuat dalam hal apapun. Namun, sekarang Shofi mudah sekali untuk menangis di hadapannya. Dan, itu membuat Fatih sangat sakit dan sesak mendengarnya.

__ADS_1


Jika Shofi seperti ini berarti hati Shofi benar-benar hancur. Namun, apa yang membuat Shofi seperti ini sebab Shofi memang belum menceritakan secara detail padanya.


Fatih melerai pelukannya mendorong bahu Shofi agar Fatih bisa melihat wajah Shofi.


Fatih menghapus sisa-sisa air mata Shofi dengan penuh kasih sayang dan cinta.


"Kita pulang ya,"


Bujuk Fatih, Shofi hanya mengangguk saja dengan tatapan sendunya.


Shofi bak anak kecil yang menurut pada ibunya.


Shofi menatap tangannya yang di genggam sama Fatih. Sama persis seperti dulu yang selalu menggenggam tangannya.


"Aku mau ke rumah sakit!"


Ucap Shofi tiba-tiba ketika mereka sudah masuk kedalam mobil.


"Yakin?"


Tanya Fatih memastikan, Fatih hanya takut Shofi akan seperti tadi lagi.


"Iya,"


"Kamu bukan Philo ku yang lemah!"


Deg ...


Shofi tertegun mendengar ucapan tegas Fatih membuat Shofi mengepalkan kedua tangannya erat.


"Jangan lemah, aku tak suka orang lemah!"


Ucap Fatih lagi tanpa melihat Shofi, Fatih segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


Shofi melirik Fatih yang nampak fokus menyetir. Lalu Shofi mengalihkan lagi tatapannya ke depan dengan helaan nafas berat.


Fatih benar-benar kembali menjadi diri Fatih sendiri. Ketus namun penuh kekuatan, menyakitkan namun penuh kasih sayang.


Fatih selalu punya caranya sendiri menunjukan rasa cintanya. Fatih memang unik sangat sangat unik rasanya Shofi tak akan pernah menemukan laki-laki seperti Fatih di dunia ini.


Dan, hanya Shofi seorang yang mengerti semua apa yang ada di diri Fatih.


Di pandangan Cherry Fatih sosok laki-laki menyeramkan dengan kata-kata menyakitkannya. Namun, bagi Shofi semuanya berbeda.


Shofi yang faham maksud dari setiap perkataan Fatih dan Fatih yang mengerti setiap apa yang Shofi butuhkan.


"Terimakasih,"


"Terimakasih sudah menjadi Fatih yang dulu, itulah yang sebenarnya aku rindukan!"


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...

__ADS_1



__ADS_2