Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 53 Kecelakaan


__ADS_3

"Sayang,"


Shofi dan Elsa langsung berhenti tertawa ketika Fatih sudah ada di hadapan Shofi.


Sedang Cherry wajahnya semakin di tekuk karena kedua sahabatnya malah menertawakan dia.


"Iya,"


Jawab Shofi sambil tersenyum simpul.


"Ada yang ingin aku bicarakan?"


Shofi menautkan kedua alisnya melihat wajah Fatih yang begitu serius.


Shofi menatap kedua sahabatnya lalu pamit ikut dengan Fatih.


Fatih menggandeng tangan Shofi menuju atap gedung di mana di sanalah tempat paling nyaman dan aman mereka berbicara.


Shofi hanya diam saja mengikuti kemana Fatih membawanya pergi.


Deg ...


Shofi terkejut dengan apa yang Fatih lakukan, entah ada apa dengan Fatih kenapa tiba-tiba memeluknya erat. Bahkan membuat Shofi sesak nafas.


Tangan Shofi diam menggantung bahkan sulit untuk di gerakan saking eratnya pelukan Fatih.


"Kenapa kamu menyembunyikan masalah besar dari ku!"


Shofi menautkan kedua alisnya mendengar penuturan Fatih. Shofi bingung dengan apa yang Fatih bicarakan. Masalah besar apa, apa yang Shofi sembunyikan.


Sungguh, Shofi masih bingung mendengarnya. Namun, satu yang Shofi yakini. Fatih tidak akan se emosional ini jika memang masalah itu tidak besar.


"Katakan, kenapa kamu menyembunyikannya,"


Hati Shofi berdenyut nyeri mendengar suara Fatih yang bergetar. Ada apa sebenarnya, masalah apa yang ingin Fatih bahas.


"Sesak!"


Lilir Shofi membuat Fatih tertegun, Fatih merutuki kebodohannya karena sudah menyakiti kekasihnya. Walau hati sedang bergejolak Fatih berusaha menenangkan hati dan pikirannya agar tak menyakiti Shofi.


Perlahan Fatih melerai pelukannya sehingga membuat Shofi bisa bernafas dengan lega.


Shofi tertegun melihat mata Fatih yang memerah menahan genangan air mata yang kapan saja siap tumpah.


Perlahan Shofi menangkup wajah Fatih dengan lembut berusaha menenangkan Fatih walau Shofi belum tahu apa yang membuat Fatih seperti ini.


"Ada apa sebenarnya kenapa seperti ini, hm?"


Tanya Shofi lembut sambil tersenyum manis berharap Fatih akan tenang.


"Apa kamu akan meninggalkan ku lagi, dan menikah dengan Philip!"


Deg ...


Mata Shofi membulat sempurna mendengar penuturan Fatih. Bagaimana bisa Fatih mengetahui masalah itu. Perasaan Shofi belum membicarakannya.


Apa Cherry, itu tidak mungkin karena Cherry juga tak tahu. Elsa! semakin tidak mungkin Elsa mengkhianati nya.


Lalu siapa?


Shofi terdiam tak menyangka, jadi ini yang membuat Fatih marah dan bersikap se emosional ini.


"Katakan, apa kamu akan menikah dengannya. Lalu bagaimana aku,"

__ADS_1


"Aku hanya meminta kamu untuk bersabar menunggu, kenapa kamu lakukan hal itu padaku!"


Fatih terus mengguncang tubuh Shofi yang hanya diam saja tanpa mau menjelaskan. Bagaimana Fatih tidak marah jika Shofi menyembunyikan masalah besar ini darinya.


Apa ini yang Shofi minta empat bulan waktunya mengingat. Karena Shofi akan pergi meninggalkannya dan menikah dengan orang lain.


Tidak!


Fatih tak akan pernah membiarkan itu terjadi. Walau Fatih belum mengingat sepenuhnya tapi Fatih sangat mencintai Shofi.


"Kamu tahu dari mana?"


"Ja-jadi ini benar!"


Ucap Fatih kecewa bahkan sampai Fatih melepaskan kedua tangannya di bahu Shofi. Dengan cepat Shofi meraih tangan Fatih, Shofi tak mau Fatih salah paham atas dirinya.


"Aku bisa jelaskan semuanya, katakan kamu tahu dari siapa?"


"Kak Davit, di mengatakan semuanya!"


Deg ...


Shofi mengepalkan kedua tangannya erat dengan rahang mengeras. Bagaimana bisa sang kakak melakukan ini semua terhadap dirinya.


Memberi tahu Fatih akan perjodohan itu, sehingga membuat Fatih marah padanya. Sungguh, entah rencana apa yang sang kakak lakukan.


"Aku bisa jelaskan semuanya,"


Hati Shofi tercubit ketika Fatih menepis tangannya. Jika seperti ini pertanda bahwa Fatih benar-benar marah padanya.


"Kenapa kau mengejar ku jika pada akhirnya kau mau meninggalkanku!"


Shofi berlari mengejar Fatih, Shofi tak mau hubungan mereka jadi seperti ini. Baru kemaren mereka baikan, kenapa jadi seperti ini.


"Ku mohon, biarkan aku menjelaskannya!"


Ucap Shofi gemetar menahan segala gejolak hatinya. Shofi semakin mengeratkan pelukannya ketika Fatih berusaha melepaskan tangannya.


"Hiks .., maafkan aku. Tapi, itu tak seperti yang kamu pikirkan!"


Habis sudah pertahanan Shofi, Shofi bukan gadis yang mudah menangis akan suatu hal. Namun, melihat tatapan Fatih penuh kekecewaan membuat hati Shofi lebih sakit.


"Kakak memang menjodohkan kami, tapi aku dan Philip sudah menolaknya. Bagaimana bisa aku menikah dengan orang lain sedang yang aku tunggu hanya kamu!"


"Please.., percaya aku!"


Fatih memejamkan kedua matanya erat dengan tangan mengepal. Bahkan rahang Fatih mengeras menandakan betapa besar rasa kecewa dan amarah Fatih.


"Aku tak tahu, mana yang harus aku percaya. Kamu atau kakak kamu!"


"Fatih tunggu, Fatih!!"


Teriak Shofi mengejar Fatih yang pergi begitu saja membawa kekecewaan nya.


Semua mahasiswa terkejut melihat Shofi mengejar Fatih dengan linangan air mata. Tak terkecuali Elsa dan Cherry yang ikut mengejar Shofi.


Mereka takut terjadi sesuatu pada Shofi membuat mereka memutuskan mengejar Shofi. Tak lupa Elsa menghubungi Philip juga.


"Fatih .. Fatih ... tunggu, aku bisa jelaskan semuanya!"


Namun Fatih tak mendengarkan ucapan Shofi, Fatih terus berjalan cepat tak mau mendengar hal yang lebih menyakitkan lagi.


Shofi terus berlari mengejar mobil Fatih yang meninggalkan kampus.

__ADS_1


Tanpa Shofi sadari sebuah mobil melaju kencang di belakangnya.


Brak ...


"Shofi!!!"


Teriak Cherry dan Elsa membulatkan kedua matanya melihat Shofi terpental ke trotoar jalan.


Elsa terpaku dengan tubuh gemetar, rasanya Elsa tak bisa melangkah dengan mata yang memerah menahan genangan air yang siap tumpah.


Cherry berlari ke arah Shofi lalu membantu Shofi berdiri.


"Shofi kamu tak apa, sikut dan tangan kamu berdarah!"


Panik Cherry melihat telapak tangan Shofi dan sikutnya yang sobek. Bahkan celana bagian lutut Shofi juga menjadi sobek.


Namun, bukannya menanggapi ucapan Cherry Shofi malah berlari ke tengah jalan melihat siapa yang tergeletak dengan darah berceceran di mana-mana.


"Philip!"


Pekik Shofi berlari memeluk Philip yang terlihat tak baik-baik saja.


Ya, Philip datang tiba-tiba sambil mendorong Shofi kuat hingga Shofi terpental. Namun, naas Philip belum sempat menghindar hingga tubuhnya yang terhantam.


"Aku mohon bertahanlah hiks ...,"


"Cherry cepat telepon ambulance!"


Teriak Shofi dalam kepanikannya sambil berusaha tetap menyadarkan Philip. Shofi menatap nanar Elsa yang berdiri mematung di depan sana. Shofi tahu, Elsa pasti shok melihat kejadian tak terduga ini.


Kejadian yang menyakitkan bagi Elsa melihat orang yang di cintainya tergeletak tak berdaya dengan darah di mana-mana.


Tak lama sebuah ambulans datang dan langsung menangani Philip dengan hati-hati karena takut melukai korban.


Shofi langsung berlari ke arah Elsa yang masih diam seribu bahasa.


"El--,"


Lilir Shofi gemetar dengan air mata yang sendari tadi sudah membanjiri pipinya.


"Maafkan aku El maaf--"


"Ada apa dengan kalian, cepat kita harus segera membawa Philip ke rumah sakit!"


Bentak Cherry tak tahan melihat kedua sahabatnya yang malah diam membisu.


Cherry langsung menarik Shofi dan Elsa menuju ambulance. Elsa baru sadar ketika sudah ada di hadapan Philip.


Hiks ...


Tangan Elsa bergetar melihat bagaimana keadaan sang ke kasih. Bahkan rasanya Elsa tak mampu bicara apa-apa.


Di sini Cherry yang di buat bingung, entah siapa yang harus Cherry tenangkan terlebih dahulu.


Elsa dan Shofi Sama-sama rapuh membuat Cherry pusing sendiri.


Melirik Elsa terlihat hancur, melirik Shofi terlihat sedih. Dua-duanya terlihat sangat menyakitkan hingga membuat Cherry bingung, siapa sebenarnya kekasih Philip, Shofi atau Elsa.


"Sa-sayang!"


Deg ...


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2