Fatih (Rindu Yang Belum Usai)

Fatih (Rindu Yang Belum Usai)
Bab 35 Apa kita resmi pacaran


__ADS_3

Rasa bahagia yang baru saja Shofi rasakan kini terhempas kembali kedalam dasar jurang kesakitan yang sama.


Shofi pikir Fatih mengatakan mencintainya karena Fatih sudah mengingatnya. Nyatanya Shofi salah, Fatih masih belum mengingatnya.


Untuk apa, yang Shofi inginkan Fatih kembali mengingatnya bukan mengenal ia sebagai orang lain.


"Maafkan aku, aku tahu aku belum mengingat siapa kamu di masa laluku. Tapi, aku memang mencintaimu. Aku tak akan pernah mencium orang lain jika aku tak mencintainya. Tolong percaya aku!"


Mohon Fatih berharap Shofi mempercayai ucapannya. Jika yang Fatih ucapkan memang benar adanya. Fatih tak bohong tentang perasaannya. Walau Fatih memang belum mengingat siapa Shofi.


Namun, Shofi sudah terlanjur kecewa dengan Fatih. Tepatnya Shofi marah pada dirinya sendiri karena terlalu berharap lebih yang nyatanya dia sudah terlupakan.


"Jika kamu memang benar ada di masa laluku, kamu pasti tahu siapa aku. Aku orang yang paling anti di sentuh orang lain!"


Deg ...


Shofi menghentikan kembali langkahnya. Ucapan Fatih seakan menohok dada Shofi. Apa yang Fatih katakan memang benar, Fatih orang yang tak suka di sentuh orang lain. Yang boleh menyentuhnya hanya orang-orang tertentu.


Bahkan Shofi masih ingat dengan jelas, sekalipun Amira yang memegang Fatih, Fatih akan marah. Dan, dari dulu hanya dia yang berani melakukan apapun pada Fatih yang tak pernah Amira lakukan pada adik sepupu nya.


Fatih membalikkan tubuh Shofi agar menghadap padanya. Fatih menangkup wajah Shofi agar Shofi menatap matanya.


"Lihat mata ini, apa ada sebuah kebohongan di sana!"


"Aku tahu, aku belum bisa mengingat siapa kamu. Tapi, aku benar-benar jatuh cinta pada kamu yang sekarang. Jika kamu memang benar masa lalu terindahku. Maukah kamu membantuku untuk mengingat semuanya?"


Shofi menatap mata gelap Fatih yang selalu menenggelamkan Shofi kedalamnya.


Entahlah, apa Shofi harus percaya atau tidak Shofi tak tahu.


"Apa kamu mau membantuku mengingatkan ku kembali, agar aku tahu siapa kamu di hatiku!"


Shofi refleks mengangguk saja membuat Fatih tersenyum cerah.


"Aku janji aku akan berusaha mengingat kamu. Terus bantu aku mengingatkan nya,"


Ucap Fatih menarik Shofi kedalam pelukannya. Shofi hanya diam saja antara senang atau sedih. Mungkin dua-duanya Shofi merasakan itu.


Di sisi lain Shofi bahagia jika ia adalah orang yang Fatih cintai. Di sisi lain Shofi sedih juga karena Fatih belum mengingatnya dan mencintai dirinya sebagai orang lain bukan Philo nya Fatih.


"Apa kita resmi pacaran?"


Shofi mengangguk kaku, karena Shofi masih ragu. Apa keputusan ia benar atau tidak. Shofi tak tahu yang Shofi tahu, ia akan mengikuti apa yang Fatih mau berharap Fatih memang suatu hari nanti mengingat ia kembali.


"Terimakasih,"


"Aku harus pergi!"


Ucap Shofi membuat Fatih langsung melerai pelukannya.

__ADS_1


"Elsa sudah menunggu, ada sesuatu penting yang harus aku bahas dengannya!"


"Akan ku antar!"


Ucap Fatih langsung menarik tangan Shofi membuat Shofi pasrah saja mengikuti apa yang Fatih mau.


Fatih tersenyum setidaknya Shofi tak marah kembali pada dia.


Fatih akan berusaha mengingat siapa Shofi. Jika semua orang mengatakan Shofi ada di masa lalunya maka Fatih akan berusaha mengingatnya.


Apa lagi, setelah apa yang Moreo katakan ketika Fatih pulang. Membuat Fatih terus menyakinkan hatinya jika Shofi memang ada di masa lalunya.


Apa lagi cerita Moreo yang membuat Fatih tercengang. Apa benar Fatih dulu sekejam itu pada Shofi. Mem-buli Shofi sampai pingsan dan ujung-ujungnya dia mengejar-ngejar Shofi. Tapi, kenapa Fatih tak mengingatnya sama sekali.


Apa seperti itu dulu Fatih sama Shofi,. Fatih benar-benar belum percaya jika belum mengingatnya.


Namun, Fatih akan berusaha mengingat semampu yang ia bisa jika Shofi memang benar-benar cinta pertamanya.


Jika benar seperti itu berarti Fatih sudah jatuh cinta pada orang yang sama. Fatih berharap ingatan itu segera kembali agar Fatih tahu bagaimana dulu ia memperlakukan Shofi.


Masih kejam kah atau sudah baik, karena Fatih sendiri merasa tak mungkin jika dirinya begitu menyusahkan Shofi di masa lalu.


Bagi Fatih semua itu sekarang tidak terlalu penting, yang terpenting sekarang Shofi adalah kekasihnya.


Bagaimana bisa Fatih jatuh cinta pada Shofi dalam kurun waktu delapan bulan. Padahal empat tahun Fatih banyak di kejar-kejar cewek-cewek namun hanya Shofi yang bisa menggetarkan hatinya.


Pesona Shofi terlalu indah untuk sekedar di lewatkan.


Ucap Shofi pada Fatih yang di suruh menunggu di kursi bagian luar. Sedang Shofi sendiri masuk ke dalam di mana sendari tadi Elsa sudah menunggu bahkan hampir satu jam.


Walau begitu Elsa tak berani mengeluh sedikitpun karena tak mungkin bagi Elsa mengeluh.


"Maaf aku terlambat!"


Sesal Shofi membuat Elsa tersenyum tipis pertanda bahwa ia tidak masalah.


Shofi langsung duduk dengan tangan gemetar karena masih tak percaya dengan apa yang terjadi tadi. Sungguh, sendari tadi Shofi sudah mau menghilang di pandangan Fatih namun sepanjang jalan sialnya Fatih malah terus memegang tangannya membuat Shofi harus mati-matian menahan kegugupannya.


Entah gugup karena apa, Shofi juga tidak tahu yang jelas ada perasaan aneh yang membuat Shofi was-was.


Elsa sendiri menjadi heran kenapa Shofi bisa seperti itu seolah Shofi sedang ketakutan.


"Kamu kenapa?"


Tanya Elsa membuat Shofi menggelengkan kepalanya.


Huh ...


Shofi berusaha mengatur nafasnya agar tenang ketika berbicara pada Elsa.

__ADS_1


Shofi memegang tangan Elsa sambil menatap Elsa serius.


"Percayalah dengan apa yang Philip katakan. Dia sanga mencintai kamu!"


Deg ..


Elsa terkejut dengan apa yang Shofi bicarakan. Elsa pikir Shofi akan membahas masalah kantor mengingat kemaren Davit meminta berkas.


Nyatanya dugaan Elsa salah, Shofi malah membicarakan masalah Philip.


"Kami memang di jodohkan. Andai saja kamu mendengar bagaimana penolakan Philip pasti kamu tak akan mempercayainya!"


"Tunggu .. tunggu ... bagaimana kamu tahu aku dan Philip --"


Sungguh Elsa tak bisa melanjutkan ucapannya kembali ketika ia sadar akan sesuatu karena memang selama ini mereka sepakat menyembunyikan hubungan mereka bahkan dengan Shofi sekalipun.


"Aku hidup dengan Philip lebih lama dari pada kamu mengenalnya. Philip bagai sosok kakak bagiku. Jadi aku tahu siapa orang yang Philip sukai. Serapat apapun kalian menyembunyikan nya dari orang lain, Philip tak bisa bersembunyi dari aku. Jadi aku tahu tentang kalian semuanya,"


Elsa menunduk karena malu, terutama karena tak pernah bercerita sama sekali dengan Shofi.


"Aku cuma ingin memperingatkan kamu. Kakak ku pasti tak akan menyerah begitu saja, berjuanglah semampu yang kalian bisa!"


Elsa hanya mengangguk saja, sekarang rasanya Elsa baru tenang ketika Shofi bicara seperti itu. Setidaknya Elsa mempunyai kekuatan dari restu Shofi.


Elsa menatap Shofi aneh, pasalnya wajah Shofi berubah jadi sendu. Entah apa yang membuat Shofi seperti itu.


"Ada apa, apa ada sesuatu yang terjadi?"


"Fatih!"


Elsa semakin mengerutkan keningnya ketika Shofi menyebut nama Fatih. Bukankah Fatih tidak ada.


"Kenapa?"


"Dia ada di sini, dia sudah kembali!"


"Itu bagus!"


"Fatih sudah menjelaskan semuanya kenapa dia pergi dan dia juga mengatakan perasaannya!"


"Bukankah itu yang kamu inginkan, tapi kenapa kamu terlihat tak senang?"


"Bagaimana bisa aku bahagia, sedang yang Fatih cintai Shofi sekarang bukan Philo nya dia. Ingatan dia masih belum kembali,"


Sendu Shofi membuat Elsa terdiam, Elsa bisa merasakan bagaimana perasaan berada di posisi Shofi pasti menyakitkan.


Bersama orang yang kita cintai namun melupakan semuanya.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2