
Hari ini sungguh hari yang sangat melelahkan bagi Shofi.
Bagaimana bisa Aurora menyembunyikan semuanya dari keluarganya juga. Sungguh gadis ini sama keras kepalanya seperti Fatih.
Shofi pikir Aurora dan Fatih sekongkol membuat dia jantungan nyatanya Shofi salah. Fatih belum tahu jika adiknya sendiri sudah jadi dokter hebat.
Dan sekarang Aurora meminta Shofi untuk merahasiakan nya dulu karena memang Aurora berencana memberi tahunya pas waktu wisuda Fatih.
Sungguh gadis itu benar-benar, bagaimana bisa Shofi kecolongan adik kakak akan menjadi father kerjanya walau berbeda pekerjaan.
Sungguh ini semua membuat Shofi pusing benar-benar membuat jantung Shofi ingin copot saja.
Tak adiknya tak kakak selalu saja membuat kejutan tak terduga dan keluarga itu sama-sama seperti itu.
Shofi berjalan gontai menuju unit apartemen nya. Shofi menghela nafas sebelum benar-benar masuk kedalam apartemen.
Sejenak Shofi melirik pintu apartemen Fatih di mana Fatih belum pulang kerja karena di kantor banyak pekerjaan.
Entah sejak kapan juga Fatih bekerja sungguh semuanya benar-benar sangat pusing.
Shofi merebahkan tubuhnya di atas shopa karena malas berjalan ke kamar. Shofi menyimpan tas dan ponselnya di atas meja. Tak membutuhkan waktu lama Shofi terlelap di sana tanpa mengganti baju terlebih dahulu seolah hari ini benar-benar membuat Shofi lelah.
Entah karena lelah atau kantuk sehingga Shofi tak merasakan apa-apa bahkan Shofi seolah bermimpi dunianya melayang begitu saja.
.
Perlahan mata Shofi terbuka dengan bulu mata lentik yang mengerjap-enjap lucu.
Seperti musim gugur mulai datang menyingkirkan musim dingin.
"Dimana aku!"
Pekik Shofi terkejut baru sadar jika ia berada di atas ranjang. Setahu Shofi ia tidur di atas shopa lalu siapa yang memindahkannya ke dalam kamar.
"Fatih!"
Gumam Shofi langsung menyibak selimutnya turun dari ranjang.
Shofi mencari-cari Fatih namun tak ada tapi hidung mancung Shofi mencium rasa yang mengundang selera makannya.
Shofi melihat sudah ada sepiring nasi goreng dengan ceplok telor dan irisan sosis di dalamnya. Tak lupa segelas jus di samping piring tersebut.
Jangan lupa sarapan dulu, maaf aku tak membangunkan mu. Aku pikir kamu harus cukup istirahat.
Aku pergi dulu, ada urusan di kantor, selamat makan Philo kuš„°
Shofi tersenyum selesai membaca note yang Fatih tulis. Ah, kenapa akhir-akhir ini Fatih begitu romantis.
Shofi mencuci muka dan gosok gigi terlebih dahulu sebelum makan.
Sudah selesai Shofi membereskan kembali lalu mencuci bekasnya.
Sepertinya Shofi harus olah raga sebentar supaya membakar kalori sebelum bersiap ke kantor.
Sudah selesai olahraga Shofi segera bersiap kekantor.
Ting ...
Sebuah pesan masuk membuat Shofi mengambil ponselnya melihat siapa yang mengirim pesan.
Kapan pulang, kakak kangenš„
Shofi tersenyum tipis melihat pesan yang di kirim sang kakak.
Tak bisa bagi Shofi untuk menolak permintaan sang kakak apa lagi sedang mengandung calon keponakannya lagi.
Shofi menelepon Philip tak butuh lama Philip langsung mengangkatnya.
"Ada jadwal apa hari ini?"
__ADS_1
"Memeriksa berkas dari berbagai divisi dan malam nanti anda harus menghadiri pernikahan putra tuan Takur!"
"Kirim ke Mansion semua berkasnya, hari ini aku tidak ke kantor dan soal acara malam kamu dan Elsa yang datang!"
"Baik nona!"
Shofi langsung mematikan teleponnya lalu mengganti bajunya dengan baju santai.
Shofi menyetir sendiri ke mansion karena memang sudah lama tak berkunjung.
Para bodyguard yang menjaga langsung menunduk hormat ketika mobil Shofi memasuki gerbang.
Shofi memelankan mobilnya sambil menikmati pemandangan halaman mansion.
"Di mana kakak ku!"
"Ada di taman belakang nona!"
Shofi mengangguk langsung berlari kecil menuju halaman belakang di mana tempat bagi bersantai di sana.
Angel sedang bersantai duduk di sebuah ayunan sambil memandang hamparan bunga yang mulai gugur di setiap kelopak bunganya.
Grep ...
Angel tersenyum ketika mata nya di tutup Angel bisa merasakan dari bau parfum yang tercium jika pelakunya adalah adik tercintanya.
"Adik nakal!"
"Maaf!"
Ucap Shofi sambil berhambur memeluk Angel dimana pelukan itu terasa tak nyaman karena ada yang mengganjal. Perut Angel sudah terlihat membuncit.
"Apa kamu baik-baik saja dek!"
"Jauh lebih baik!"
"Hay, keponakan aunty maaf ya aunty baru menjenguk kamu!"
Ucap Shofi sambil mengelus perut buncit Angel.
"Richard di mana kak, tumben gak ada di ruang mainnya?"
"Ikut sama Daddy ke kantor!"
"Gak sekolah?"
"Begitulah anak itu!"
Shofi menatap Angel yang menghela nafas berat seolah sedang ada beban berat yang ia tanggung.
Semenjak kejadian itu Richard memang tak mau masuk sekolah. Seperti ada ketakutan sendiri di diri Richard meninggalkan Angel.
"Ini salah kakak!"
"Tidak kak, aku yakin Richard akan mengerti dengan sendirinya anak itu terlalu cerdas saja!"
"Semoga saja!"
"Apa kamu benar-benar bahagia sayang?"
Tanya Angel mengalihkan pembicaraan sambil menatap Shofi lembut.
"Aku bahagia kak, sangat!"
"Tinggallah di sini ketika kalian sudah menikah!"
Shofi terdiam mendengar kata menikah, entahlah.
Bahkan hubungan mereka baru berjalan dan Fatih pun belum mengatakan masalah itu.
__ADS_1
Shofi tidak tahu harus menjawab apa bagaimana hubungan mereka selanjutnya dan di mana mereka akan tinggal. Sedang Fatih pasti terikat oleh Indonesia.
"Kalau belum bisa menjawab yasudah,"
"Apa kamu sudah mempersiapkan buat acara wisuda?"
"Belum!"
"Oh ya ampun, wisuda kamu lusa tapi kamu masih santai!"
"Kan lusa, masih ada hari esok!"
"Kau ini selalu saja!"
Angel dan Shofi terkekeh dengan kekonyolan mereka.
Adik kakak itu menghabiskan waktu di taman dengan obrolan mereka sendiri.
"Maaf nona,"
Angel dan Shofi menghentikan tawanya ketika Philip sudah datang.
"Kak aku tinggal dulu ya!"
Angel hanya mengangguk saja, Shofi berjalan masuk kedalam di ikuti Philip dari belakang.
Shofi masuk ke ruang kerjanya yang ada di mansion. Shofi memang mempunyai ruang kerja sendiri di sana.
"Ini semua berkas yang nona minta!"
"Terimakasih!"
"Kalau begitu saya permisi!"
"Tunggu!"
Ucap Shofi membuat Philip menghentikan langkahnya.
"Ambil ini dan bawa Elsa berbelanja!"
"Tidak perlu non, biar pakai uang saya saja!"
"Ambil!"
Tekan Shofi membuat Philip mau tak mau mengambil kredit card yang Shofi berikan.
"Jika kau tak menggunakannya jangan harap kau masuk kantor lagi!"
Cetus Shofi membuat Philip menghela nafas mau tak mau Philip seperti harus menguras isi kredit card yang Shofi berikan.
Tinggallah di sini ketika kalian sudah menikah!
Shofi menghentikan gerakan tangannya ketika mengingat kembali perkataan Angel.
"Di lamar pun belum tapi kakak sudah mengatakan menikah!"
Gumam Shofi sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.
Mengingat begitu dingin dan kakunya Fatih pasti tak ada hal romantis yang bisa Fatih lakukan.
Tapi, bagi Shofi apapun yang Fatih lakukan akan berkesan di hatinya.
"Fatih pasti sibuk akhir-akhir ini!"
Monolog Shofi mengingat sekarang Fatih menjadi CEO di perusahaan B.B grup.
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1