Fitnah Berbuah Karma

Fitnah Berbuah Karma
Ekstra Part


__ADS_3

Dengan berat hati Pak Rizal memberi teguran pada Novia perihal kemarahannya terhadap beberapa orang siswa. Namun, Pak Rizal juga menyadari posisi wanita di depannya.


"Untuk kalian, jangan lagi ada pembullyan kepada siapapun karena itu merupakan perbuatan tidak baik dan sangat berdampak buruk pada korban," ujar Pak Rizal kepada siswa tersebut


"Sekarang, minta maaf pada Camillah dan juga Ibu Novia,serta kalian juga harus berjanji tidak akan mengulangi lagi," titah Pak Rizal


Setelah mengucapkan janji dan permintaan maaf secara tertulis serta menyalami Novia, anak-anak tersebut pun diminta kembali ke kelas mereka masing-masing. Tinggal lah Novia bersama ketiga anaknya dan Pak Rizal di dalam ruangan.


"Bu Novia, saya memaklumi perasaan ibu. Tapi, sebagai seorang pengajar ibu sudah melakukan tindakan yang keliru dan itu tidak dibenarkan dalam dunia pendidikan," ujar Pak Rizal.


"Iya, pak. Saya minta maaf karena sudah hilang kendali, apa saya boleh pulang duluan pak?"


"Oh, iya, silahkan. Sebaiknya Bu Novia pulang saja dulu ke rumah, tenangkan diri dan perbanyak berdoa semoga masalah ibu cepat selesai," balas Pak Rizal.

__ADS_1


Usai berpamitan, Novia membawa pulang ketiga anaknya untuk beristirahat.


Sejak berpisah dari suaminya, Novia menutup diri dari keluarga terlebih pada tetangga di sekitarnya. Semua dia lakukan demi menjaga mental anak-anaknya.


Hari ini, Novia memanfaatkan waktunya untuk merenung, memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa bertahan hidup bersama ketiga anaknya


Maka, muncul ide di kepalanya untuk menjual mobil dan hasil penjualannya nanti Novia gunakan untuk membeli sebuah motor.


"kalau hanya mengandalkan uang dari hasil penjualan mobil, rasanya kurang tepat uangnya juga pasti akan habis. Sebaiknya aku gunakan sedikit untuk modal jualan," gumam Novia


Untuk bertahan hidup, Novia berjualan kue dan sisa gaji yang dia miliki. Hidup memang sangat berat tapi, dia tetap berjuang dan tidak pernah mengeluh pada siapapun termasuk pada saudara kandungnya.


Satu-satunya orang yang bisa Novia percaya adalah sahabatnya Putra, hanya pada lelaki itu Novia mau berkeluh kesah menyampaikan semua kegundahan dan keresahan yang dia rasakan.

__ADS_1


"kamu wanita hebat Vi, aku percaya kamu bisa melewati semuanya," ujar Putra saat datang berkunjung di rumah Novia.


"Iya, makasih Putra. Aku harap kamu juga tetap mau menjadi sahabatku apapun yang akan terjadi nanti," balas Novia.


Banyak pelajaran yang bisa Novia petik dari peristiwa yang dia alami, teman bisa menjadi musuh, saudara akan menjauh ketika hidupnya dalam masalah, dan yang paling penting restu orang tua memiliki pengaruh besar dalam hidup.


Tugas Novia sekarang adalah, bagaimana dia bisa berjuang mendidik dan membesarkan ketiga anaknya tanpa harus menyusahkan orang lain.


Tak ada Nahkoda yang lahir dari lautan tenang, seperti itulah prinsip yang Novia pegang. Dia sudah terlatih untuk bisa melewati badai, maka dia tidak akan berteduh dan langkahnya tidak akan terhalang oleh gerimis kecil.


"Perjuanganmu akan segera dimulai Novia, jangan gentar hadapi apapun yang menghalangi langkahmu. Anak-anak membutuhkanmu bahumu menjadi sandaran mereka," gumamnya lirih


Camillah, Adiba, dan Emir. Adalah sumber kekuatan Novia menghadapi tantangan ke depan nanti dan dia akan menerjang apapun yang coba menghalangi langkahnya.

__ADS_1


__ADS_2