
Part 15
Waktu yang di nanti Novia telah tiba, setelah melewati banyak proses akhirnya dia akan mengikuti wisuda dan tentunya butuh persiapan mulai dari menyewa Toga, kebaya make up dan lainnya.
Jam 4 pagi Novia dan bu Ratih sudah berangkat ke salon kecantikan diantar suaminya sementara pak Wahyu menunggu di rumah, setelah dua jam menunggu akhirnya Novia dan ibunya datang hanya Irwan yang turun dari mobil lalu masuk ke kamar,digendongnya Camilla yang masih tertidur pulas dan berjalan menuju mobil lalu di ikuti pak Wahyu sambil membawa tas tentengan berisi perlengkapan Camilla karena hari ini dia akan dititp ke neneknya bu Mini.
Karena takut terlambat, mereka pun bergegas masuk ke dalam mobil dan Novia mengambil Camilla dari gendongan suaminya lalu dibaringkan disampingnya.
Irwan naik dan duduk di belakang kemudi lalu menghidupkan mesin dan mobil pun melesat menuju kediaman pak Ahmad untuk menitipkan Camilla.
Setelah menitipkan Camilla mereka melanjutkan perjalanan.
"Pah, tadi sudah sarapan ? bu Ratih bertanya pada suaminya.
Dan dibalas anggukan dari pa Wahyu." obatnya juga sudah diminum ? tanya bu Ratih lagi.
"Sudah" jawab Pak Wahyu.
"Iya pah, papa jangan sampai lupa sarapan apalagi sampai telat minum obat takutnya jantung papa kambuh lagi" ucap Novia penuh rasa khawatir.
Seperti biasa, pak Wahyu hanya menjawab dengan senyuman kekhawatiran istri dan anaknya.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, mereka pun sampai lalu mobil masuk ke area parkiran dan mereka turun lalu berjalan menuju gedung Audiotorium yang sudah dipadati para wisudawan.
Tiba didepan gedung mereka berpisah, Novia langsung masuk ke pintu khusus peserta wisuda dan bergabung bersama yang lainnya sedangkan pak Wahyu, bu Ratih, dan Irwan masuk lewat pintu khusus tamu.
Acara hari ini berlangsung khidmat, rasa haru dan bangga dirasakan karena sudah melewati proses pendidikan yang begitu melelahkan.
Pun demikian dengan Novia merasakan hal yang sama haru dan bangga karena perjuangannya tak sia-sia.
Setelah semua rangkaian acara selesai, semua peserta wisuda keluar masing-masing mencari keluarganya, ada yang berfoto, bercengkrama dengan penuh kebahagiaan.
Novia berjalan sambil matanya mencari-cari keberadaan suami dan orang tuanya sampai akhirnya matanya tertuju ke sudut ruangan tempat mereka menunggu Novia.
Tak sabar Novia langsung menghambur kepelukan orang tuanya lalu menoleh ke arah suaminya dan beralih memeluk suaminya.
"Alhamdulillah akhirnya" ucapnya penuh syukur.
"Alhamdulillah" dan secara bersamaan Irwan dan mertuanya menjawabnya.
"Kita foto-foto dulu disitu" ajak Novia sambil menunjuk ke arah spot outdoor yang disiapkan.
"Kita ke studio foto saja, disini terlalu ramai" jawab Irwan.
__ADS_1
Dan mereka pun setuju dan memilih ke studio Foto yang tempatnya mereka akan lewati ketika pulang.
Diperjalanan..."eh itu, kita mampir ke situ" tunjuk Novia pada salah satu gedung yang di depannya tertulis studio foto.
Tanpa menjawab Irwan menepi dan menghentikan mobilnya.
Novia turun dan melangkah masuk ke dalam studio untuk menemui fotografernya, setelah selesai bertanya Novia keluar dan kembali ke mobil.
"Ayo mah, pah, wan kita masuk" ajak Novia.
Pak Wahyu dan bu Ratih turun dan berjalan masuk ke studio, sementara Irwan hanya berdiam diri tak bergeming.
"Wan, kita turun" ajak Novia lagi.
"Hmm malas Vi, kamu saja yang masuk perutku lagi mules" jawabnya malas.
"Wan, kenapa dengan kamu ini ? mama papa sudah menunggu di dalam" kali ini Novia memaksa suaminya.
"Kamuu saja yang masuk, harus berapa kali di kasih tahu haa" Nada suara Irwan meninggi.
Hati Novia langsung ciut dan memilih bergegas masuk.
"Suamimu mana Vi, tanya bu Ratih.
"Ya sudah, ayo dimulai kasihan Camilla sudah seharian di tinggal" ucap bu Ratih sambil memberi kode ke fotografer.
Setelah selesai pengambilan gambar, mereka ke luar studio berjalan kembali ke mobil dan langsung pulang tak lupa menjemput Camilla di rumah neneknya.
Novia memilih mengabaikan rasa kesalnya pada Irwan yang membentaknya dan menolak masuk ke studio foto.
Hari sudah sore ketika mereka tiba di rumah, Novia langsung mengganti pakaiannya dan langsung menuju dapur menyiapkan makan malam.
Irwan menemani Camillah bermain sedangkan pak Wahyu dan istrinya memilih beristirahat dikamar.
Setelah selesai dengan segala kesibukkannya di dapur, Novia menghampiri anak dan suaminya yang sedang bercengkerama.
"Sayaanngg mamaa, ayo mandi dulu" ucap Novia sembari memeluk putrinya.
"Mau di mandiin papa" jawab Camillah sambil melirik manja ke arah Irwan.
"Eh anak mama, kalau anak perempuan mandinya harus sama mamaa" balas Novia mencoba merayu anaknya.
"Humm..humm tapi jangan banyak-banyak sabunnya mah" akhirnya Camillah mau diajak mandi dengan syarat jangan pakai sabun dan disetujui Novia.
__ADS_1
Irwan terkekeh mendengar negosiasi antara ibu dan anak baginya terlihat lucu dan menggemaskan.
"Sana, mandi sama mama biar wangi" titahnya pada sang putri dan di jawab anggukkan manja dari Camillah.
Novia pun menuntun putrinya ke kamar mandi dan memandikannya, setelah itu dia pun bergegas mandi karena sudah menjelang waktu maghrib.
Hari ini Camillah terlambat mandi sore karena banyaknya kesibukkan, bahkan Novia tak sempat istirahat sepulang wisuda sebab harus menyiapkan makan malam.
Malam harinya, mereka kembali berkumpul dimeja makan sambil berbincang.
"Vi, selesai wisuda apa Ijazah sudah ada ?" tanyà pak Wahyu.
"Sudah pah, memangnya ada apa pah " balas Novia.
"Tadi papa baca koran ada info loker, penerimaan pegawai secara besar-besaran.
"Iya pah, nanti Novia coba cari info lengkapnya" jawabnya lagi sambil terus menyuapi Camillah.
Sementara itu Irwan hanya menjadi pendengar dan fokus menghabiskan makanannya.
"Alhamdulillah abiiisss" teriak Camillah girang karena makanan dipiringnya habis tak bersisa.
"Alhamdullah horee, anak mama pintar yaa" ucap Novia sambil mencium pipi gembul putrinya.
"Cucu ina ( Nenek ) sekarang sudah besar yaa" sahut bu Ratih pula gemas melihat bocah lucu itu.
"Milla sini, main sama papa mama mau beresin meja makan dulu" Irwan mengajak putrinya ke luar.
Novia membereskan semuanya lalu mencuci piring kotor, ingin segera beristirahat tubuhnya terasa remuk hari ini sangat sibuk walau melelahkan tapi ada kebahagiaan luar biasa dihatinya.
Semua aktifitas hari ini selesai, Novia mengajak suami dan anaknya tidur.
"Wan, tidurlah besok kerja" ucap Novia
"Kamu dan Milla tidurlah duluan, aku mau nonton dulu belum ngantuk" jawabnya.
Tanpa banyak kata, Novia pun beranjak masuk ke kamar sambil menuntun bocah imutnya.
"Sayaangg ganti baju dulu yaa" sambil melepas pakaian Camillah.
Dan Camillah hanya menurut tanpa banyak protes seperti biasa karena matanya pun sudah mulai redup.
Novia membaringkan Camillah diatas ranjang tak lama mereka berdua pun tertidur dan bertualang dalam mimpi masing-masing.
__ADS_1