Fitnah Berbuah Karma

Fitnah Berbuah Karma
Pindah Rumah


__ADS_3

Part 18


Setelah tiga bulan menunggu, akhirnya SK tugas Novia keluar dan jaraknya lumayan jauh dari rumahnya.


Novia memikirkan tentang Camillah dan bagaimana solusinya karena saat ini usia Camillah sudah genap 4 tahun itu artinya dia sudah siap masuk sekolah Taman Bermain siapa nanti yang akan menjemput nya pulang sekolah.


"Ah nanti aku bicarakan ke Irwan mungkin dia punya solusi" gumamnya.


Akhir-akhir ini Irwan sering pulang malam karena harus membantu ibunya merawat pak Ahmad yang penyakitnya selalu kambuh.


Begitu juga dengan malam ini, Novia harus menunggu suaminya karena ingin membahas tentang Camillah, setelah anaknya tertidur Novia keluar kamar dan memilih menonton TV sendirian sambil menunggu suaminya karena Pak Wahyu dan bu Ratih pun sudah tidur.


Tak lama suara deru mesin mobil terdengar memasuki garasi, Novia bangkit dan berjalan keluar menyambut suaminya.


Irwan memarkirkan mobil dan mematikan mesin lalu turun dari mobil dan berjalan menuju rumah, dilihatnya Novia sudah menunggu di teras dan dia pun melangkah kearah istrinya.


"Assalamu'alaikum" ucapnya.


"Wa'alaikumussalam" jawab Novia lalu mendekat kearah suaminya.


"Millah mana ? tumben sepi "...


"Sudah tidur, mama sama papa juga" jawab Novia.


"Mau makan atau mau mandi dulu" Novia balik bertanya.


"Mau mandi dulu gerah, tadi sudah makan di rumah mama" sahut Irwan dan melangkah masuk ke kamar disusul Novia dibelakang.


Setelah Irwan selesai mandi dan mengganti pakaiannya, Novia mengajak suaminya berbincang sejenak.


"Wan, aku mau ngomong sesuatu" sembari menepuk kasur disampingnya memberi isyarat suaminya untuk mendekat.


Irwan pun mendekat dan duduk tepat disamping Novia.


"Mau ngomong apa ?" tanya Irwan.


"SK tugasku kan sudah ada, otomatis aku sudah harus masuk kerja dan tempatnya jauh bagaimana dengan Millah siapa nanti yang mengurusnya" ucap Novia panjang lebar.


"Kan ada mama sama papa Vi" sahut Irwan.


"Camillah itu sudah waktunya sekolah Wan, sekarang umurnya 4 tahun kayaknya mama dan papa tidak akan kuat mengurus Camillah" balas Novia lagi.


Sejenak Irwan diam dia terlihat sedang memikirkan sesuatu lalu tersenyum kecil.


"Bagaimana kalau kita pindah ke rumah yang dulu Vi ? dekat situ kan ada PAUD Camillah bisa sekolah disitu, mama pasti mau memgantar dan menjemput Camillah" ucapnya berharap Novia setuju.


"Hmm baiklah, besok aku akan bicarakan dulu dengan mama dan papa" sahut Novia.


Karena sudah menemukan solusi, merekapun akhirnya tidur.

__ADS_1


Esok harinya setelah Irwan berangkat kerja, diteras Novia membicarakan tentang rencana mereka semalam pada kedua orang tuanya.


Semula Novia merasa was-was takut orang tuanya tersinggung, namun diluar dugaan orang tuanya justru menanggapi bijak semua keputusan Novia dan dia pun sangat berterima kasih pada mereka yang selalu memberi dukungan padanya dan keluarga kecilnya.


Sama halnya dengan Irwan, dia pun membicarakan rencananya dan Novia pada orang tuanya mereka pun setuju.


Sesuai rencana akhirnya mereka pindah ke rumah yang dulu mereka tempati, Novia langsung mendaftarkan Camillah ke sekolah dan mengurus semua administrasinya.


Hari pertama masuk sekolah, Novia tidak begitu kesulitan karena untungnya Camillah anak yang tidak rewel dan mudah beradaptasi sehingga semuanya berjalan lancar.


Setelah urusan Camillah beres, giliran Novia menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan tugasnya.


Rencananya besok pagi-pagi Novia akan berangkat ke tempat tugasnya untuk melakukan observasi karena Novia sendiri juga belum tahu keadaan dan situasi tempat tugasnya itu.


Pagi-pagi sekali Novia sudah terbangun, memasak, mandi lalu shalat subuh. Jam 6 pagi semuanya sudah siap termasuk bekal untuk Camillah ke sekolah.


Lalu dia membangunkan anaknya dan memandikan serta memakaikan seragam sekolah, sementara dia juga sudah selesai mandi dan langsung mengenakan baju kerjanya.


Novia lalu ke rumah mertuanya yang hanya bersebelahan dengan tempat tinggalnya.


"Assalamualaikum" ucap Novia lalu masuk kedalam.


Dan di sahuti bu Mini dari dalam "waalaikumussalam".


"Mah,aku mau berangkat titip Camillah yah,dia sudah siap dan bekalnya juga sudah didalam tasnya"ucapnya.


"Itu mah, lagi sama papanya, hari ini aku minta tolong dulu sama Irwan mengantarku ke sana" sahut Novia.


Mereka kemudia berjalan beriringan kearah Irwan dan Camillah.


Novia mendekat pada anaknya "sayaang..hari ini Millah nenek ya, mama mau kerja dulu" pamitnya pada Camillah.


Dan di jawab anggukan manja dari Camillah.


Novia lalu mencium kening anaknya dan berpamitan pada ibu mertuanya.


"Mah kami berangkat dulu, sayang jangan rewel ya sekolah yang rajin,assalamualaikum." Novia naik ke mobil dan Irwan menyalakan mesin lalu perlahan bergerak menjauh.


Selama perjalanan jantung Novia seperti akan terlepas, ternyata medan yang dilalui cukup menegangkan untuk bisa sampai ke tempat tugasnya.


"Ya Allah jurangnya, hati-hati Wan"..ucapnya dengar suara bergetar.


Irwan hanya diam dan memilih fokus pada kemudi.


Sementara Novia tak henti-hentinya melafalkan segala macam doa sebab ini pertama kali buat dia melewati jalan seperti ini.


Akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan.


Novia diam sejenak menenangkan diri, rasanya seperi senam jantung baginya dirasa tenang Novia pun turun dari mobil.

__ADS_1


Sebelum melangkah, pandangan Novia menyapu kesegala arah lalu perlahan berjalan ke sebuah bangunan yang terbuat dari papan.


Novia terheran, kenapa sepi lalu kemana murid-muridnya.


"Permisi, ada yang bisa dibantu bu ?" seorang pria paruh baya menghampiri Novia.


Novia terperanjat lalu menoleh kearah suara.


"Oh maaf pak saya mencari kepala sekolah dan ingin bertemu" jawab Novia.


"Kepala sekolahnya hari ini sedang ada pertemuan jadi tidak bisa datang, ibu ada keperluan apa ? tanyanya lagi.


"Saya Novia Andini ingin mengkonfirmasi bahwa saya ditugaskan disini" balas Novia.


"Oh,ibu bisa kembali lagi kesini besok." jawabnya.


Novia lalu bertanya "maaf bapak siapa ?".


"Saya warga disini dan juga bertugas membersihkan lingkungan sekolah" jawabnya lagi.


Novia semakin penasaran dan terus bertanya..


"Pak, kemana murid-muridnya dan guru yang lain ?"


"Murid disini hanya berapa orang, mereka datang ke sini kalau gurunya yang menjemput".


"Lalu kemana gurunya" tanya Novia.


"Mereka bergiliran datang bu" sahutnya.


Novia sekarang paham, artinya mereka tidak rutin datang setiap hari hanya bergiliran, ya mungkin karena kondisi muridnya sehingga guru memilih bergiliran datang pikirnya, dan ini sedikit membuatnya lega karena masih bisa mengurus Camillah.


Setelah lama berbincang, Novia berpamitan dan menitip pesan mungkin dua atau tiga hari lagi dia akan datang dan bertemu kepala sekolah.


Novia berbalik dan berjalan menuju mobil...


"Ayoo kita pulang" titahnya


"Sudah ketemu sama kepala sekolahnya " tanya Irwan.


"Belum, hari ini beliau tidak bisa datang,dan guru disini juga bergiliran datang" jawabnya.


Irwan hanya melongo karena bingung..🙄


"Muridnya harus dijemput ke rumah baru mau datang ke sekolah hehe" jawab Novia sambil terkekeh geli.


"Oh, lucu juga ya" jawab Irwan..


Ini pengalaman baru untuk Novia, sekaligus juga tantangan yang menguji nyali.

__ADS_1


__ADS_2